Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 3


__ADS_3

"Satria akan baik-baik saja, percayalah... Satria akan bangun bersama kita lagi (menangkap wajah Nona dengan kedua tangannya mencoba menenangkan meyakinkannya)". Ardi


"tapi sungguh aku benar tidak menginginkan ini terjadi Ar, aku tidak seperti apa yang dosen Dimas bilang dan fikirkan aku benar betul mencintainya dan juga sangat menyayangi anaknya (tubuhnya bergetar mencengkram bagian dada jas yang Ardi kenakan begitu sakit hati dan perasaannya dibuat buntu saat ini yang ia rasakan)". Nona


dah..Dig..dug..dadanya bertabuh...ini adalah kedua kalinya Ardi merasakan getaran yang sama ketika menyukai (ketika getaran yang terasa sama, seperti getaran pada perempuan yang kini menjadi istri dari bawahannya Alan) lawan jenisnya namun Sungguh tidak mungkin Ardi menyukai teman dekatnya sendiri yang sudah cukup lama ia kenal itu yang notabene nya tidaklah masuk dalam daftar kriterianya.


perasaan, getaran yang hadir itu ia artikan hanya sebagai perasaan laki-laki yang normal ketika berdekatan dengan lawan jenisnya seperti posisinya seperti yang sekarang ini.


"aku tau Nona, aku tau dengan hal itu. kak Dimas hanya syok saja dengan keadaan ini, maafkan kak Dimas Nona Maafkanlah bukan maksudnya seperti itu". Ardi


"ekhm... maafkan saya tuan, nyonya (dengan wajah malunya)". salah satu suster


salah satu suster yang lewat akan memasuki salah satu pintu yang ada didepan sana dengan buru-buru pergi dari daerah kekuasaan nona dan Ardi.


"huffft...(keduanya)". Nona dan Ardi


mereka juga merasa malu terutama bagi Ardi dengan perlahan ia melepaskan rangkulannya dari Nona.


"maaf...aku tidak berfikir panjang, aku... (ucapannya terjeda)". Ardi


"tidak apa-apa Ar, aku sangat berterima kasih padamu. maafkan aku, aku yang selalu salah dan mengapa selalu salah... (menunduk)".Nona


"hei... sudahlah jangan bersedih terus menerus kita harus kuat menghadapi semua ini, kita balik ke sana mereka membutuhkan kita (Ardi memegang kedua pundak Nona dan menepuknya pelan mencoba memberikan dukungan dengan tatapan hangatnya)". Ardi


"eem...(mengangguk mengiyakan)". Nona


Nona bersyukur masih ada orang yang mendukungnya.

__ADS_1


sementara itu.


"hiks... kenapa ini terjadi kepada mereka dosen? kenapa bukan aku saja...? dan kenapa aku dengan begitu lemahnya untuk melindungi Caca...andai.. andaikan aku lebih cepat darinya/Caca mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi (tubuhnya begitu lemas dan bergetar menahan kesedihan yang begitu mendobrak hatinya)". gladis


"aku, aku yang gagal untuk melindungi kalian (tatapan gladis ia alihkan memandang wajah laki-laki yang ada dihadapannya, sosok laki-laki dewasa dengan sejuta kesempurnaan dan kebaikkannya yang selalu menari -nari di kepalanya)". Dimas


"tidak dosen...ini betul adalah kesalahanku yang sudah ceroboh". gladis


"ini semua bukanlah salahmu gladis...tenanglah hilangkanlah fikirkan negatifmu itu (tanpa diduga dan disangka Dimas perlahan mendekat dan mengulurkan tangannya tepat diatas pucuk kepala gladis mengelus sebagai bentuk perhatiannya atas apa yang menimpa di keluarga gladis),... mereka akan baik-baik saja aku yakin dengan hal itu ... percayalah mereka adalah orang-orang yang kuat, mereka tidak akan menyerah dengan begitu saja...apa kau mempercayai mereka?". Dimas


"eem... (mengangguk mengiyakan mencoba mengurangi bebannya dengan kepercayaan yang Dimas beri) gladis percaya dengan mereka dosen".gladis


"baiklah sekarang minumlah obat dan vitaminnya (Dimas menyodorkan sebuah nampan yang diatasnya ada segelas air putih dan 2 botol obat)". Dimas


selang beberapa waktu.


gladis yang sudah terbangun dari pingsannya beberapa waktu lalu segera ikut berkumpul dengan beberapa orang yang sejak tadi setia dengan terjaga waspadanya ditemani Dimas yang berada disampingnya.


"apa kau baik-baik saja gladis?". Ardi


"em...(mengangguk meskipun semuanya juga tau gladis sebenarnya dalam keadaan tidak baik-baik saja itu terlihat dari air mata yang selalu berusaha gladis usap namun lagi-lagi air matanya turun lagi membasahi wajah remajanya)". gladis


"dokter masih menangani mereka...kita doakan saja semoga mereka selamat dan baik-baik saja. (nampak Ardi berdiri tidak jauh dari Nona yang terduduk dalam posisi menunduk ya disaat netra Nona menangkap gerakan kedatangan dari Dimas dengan spontan Nona memilih menundukkan pandangannya, ia tidak mau lagi berdebat dengan laki-laki kaku dan egois itu)". Ardi


akhirnya mereka melakukan doa bersama dengan perasaan yang hampir sama, tanpa terkecuali laki-laki asing yang ikut berkumpul ditengah-tengah orang-orang yang baru ditemuinya dengan wajah galaunya dan rumitnya.


🌾 Dibelahan bumi yang lain dinegara...(tidak usah disebut ya) 🌾

__ADS_1


"cup...cup... sayang... anak mommy...badanmu sangat panas, kenapa begitu tiba-tiba seperti ini... bergumam (ketika Rumi menggendong Aydan yang menangis dengan tiba-tiba dikamarnya biasanya Aydan akan bangun dijam 7 paginya. ya dinegara itu jam masih menunjukkan pukul 6 pagi Rumi yang sedang membantu pelayanan membuat sarapan untuk keluarga kecilnya terkaget dengan Suara tangisan Aydan, selama Rumi di negara (tidak usah disebut ya) Rama lebih membebaskan Rumi untuk aktivitas yang ia sukai bahkan selama 2 bulan disana Rama sering mengajak Rumi beserta 2 anaknya berkeliling kota)". Rumi


"sayang...( nampak Rama diambang pintu dengan wajah bantalnya ikut menyusul kekamar samping dimana Aydan dan Raka berada).


"kenapa dengan Aydan? (disaat Rama tengah melihat hasil pengukuran suhu dibadan Aydan yang Rumi lakukan, sedangkan Raka terlihat masih nyenyak dengan tidurnya tanpa terganggu oleh tangisan dari Aydan )". Rama


"badan Aydan memiliki suhu yang tinggi mas, makannya Aydan menangis seperti ini. tidak biasanya Aydan rewel dan menangis (dengan khas raut khawatirnya)". Rumi


"aku akan segera panggilkan dokter , tenanglah Aydan akan baik-baik saja (nampak Rama bergegas memanggil salah satu pelayan dirumahnya untuk menelpon pihak dokter pribadinya)". Rama


selang beberapa menit.


"how is my baby, doctor? (bagaimana keadaan bayiku, dokter)?". Rumi


"Mrs. babys's condition is good and fine.


I have given medicine to reduce fever. the rest baby madam doesn't have any worries.


being hot like young master Aydan naturally has become commonplace, maybe little young master was too active the previous day.


and some other explanation......


(keadaan bayi nyonya bagus dan baik-baik saja.


saya sudah memberikan obat untuk penurunan panasnya. selebihnya bayi nyonya tidak memiliki kekhawatiran apapun.


panas seperti tuan Aydan yang alami sudahlah menjadi hal yang umum, mungkin tuan muda kecil terlalu aktif dihari sebelumnya.

__ADS_1


dan beberapa penjelasan lainnya.... ".doctor


akhirnya sang dokter pamit undur diri setelah baby Aydan tenang dan tertidur kembali. dan sebelum itu dokter mengingatkan kepada Rama dan Rumi untuk memberikan asi ekslusif 6 bulannya lebih bagus jika sampai 2 tahun Rumi memberikan asi nya meskipun dibarengi dengan susu formulanya.


__ADS_2