Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ingatan yang pernah ada 1


__ADS_3

"Raka...anakku...jagoanku...ini Daddy nak..ini Daddy Ramamu nak... apakah kau masih ingat dengan daddy???(dengan nada yang bergetar dengan tatapan tidak percaya bahwa didepan sana ia bisa melihat langsung sosok anaknya sekaligus bahagia Rama mulai melangkahkan kakinya dimana Raka dan Rumi tengah berada yaitu di samping seseorang yang beberapa hari ia temui)". Rama


# flash back #


terlihat dua sosok saling beradu tatap disebuah ruangan pertemuan.


"siapa kau sebenarnya tuan? kenapa kau mau membantuku? (dengan raut yang penuh bahagia dan binar)". Rama


ia sungguh tidak percaya dengan seseorang yang dengan tiba-tiba mencarinya untuk membantunya menemukan anak dan mantan istrinya yang ia sendiri sulit untuk menemukannya.


"aku adalah kekasih Arumi Fitrian....(dengan penuh kebanggaan dan keyakinan)". Satria


deggggg......ada rasa ketidak percayaan, dan itu terdengar lucu ditelinganya Namun ia akan bersikap profesional dengan laki-laki dewasa sederhana di hadapannya itu. ya karena disini Rama dan Satria berselisih ya umurnya.


"kekasih Hem.... apakah benar seperti itu? hufft ...(terdengar beberapa kali Rama menghela nafas beratnya, ia masih kaget dan tidak menyangka dengan berita-berita yang baru saja ia dapatkan dalam waktu yang singkat) baiklah dan sebagai imbalannya kau meminta apa dariku tuan? (dengan tatapan menilai)". Rama


"aku ingin kau membongkar akan segala bentuk kebohongan yang saudara kembarmu tengah lakukan!!!". Satria


"Romi? Hem....". Rama


dan masih banyak obrolan yang mereka lakukan hingga membuat sepasang suami istri yang tengah menunggu di luar ruangan menerka-nerka.


"kenapa mereka lama. sebenarnya tamu anak kita membawa berita apa? dan Rama ...(Samuel melirik kearah istrinya dan saling beradu pandang)". Samuel


"(Amanda menggelengkan kepalanya bertanda tidak tau...) mommy juga tidak tau dadd...". Amanda


disaat Amanda dan Samuel saling berdiskusi nampak Rama dan tamu yang terlihat dari kalangan biasa Namun terkesan berwibawa itu yang sangat rapi dalam gerakan dan bahasanya.


Amanda dan Samuelpun menilai Satria demikian Satria terlihat bukanlah orang sembarangan dengan keserdahanaanya.


"mom, dad...aku akan ikut pergi bersamanya...!!! aku akan Pulang ketanah air...(dengan senyuman harapan)". Rama


degggg..... Sungguh ini adalah sebuah keajaiban bagi Samuel dan Amanda ini adalah pertama kalinya setelah lamanya bertahun-tahun Rama dengan sikap dan ruang gerak yang terbatas dengan pemikiran yang sempit ada kecerahan yang sangat jelas Rama perlihatkan.


sebenarnya siapa laki-laki yang berdiri dengan tatapan tenangnya laki-laki yang bisa membuat anaknya yang sempat menjadi manusia tanpa jiwa kini seakan-akan telah terlahir kembali sebagai sosok manusia seperti manusia normal yang lainnya.


"Rama...hiks.....(dengan tangisan kecilnya Amanda meraih lengan milik anaknya dan merangkulnya tanpa memikirkan hal yang lain) mommy sangat bahagia melihatmu seperti ini nak....kau telah kembali ...kau adalah Rama kecil mommy ...Rama yang dulu pernah ada... Rama yang selalu optimis .. Rama dengan sejuta impiannya (Rama sebelum mengenal seseorang yang bernama dara)". Amanda


"Hem....(Rumi.. sayangku... jangankan sosok diriku yang tanpa segalanya ,tuan Rama yang tangguh dan yang terkenal mempunyai segalanya saja hancur dan patah ketika kehilanganmu ... hufffttssss....bagaimana denganku apakah aku sanggup bila harus kehilanganmu??? (dalam diamnya)". Satria


sementara Satria menyaksikan moment itu dengan diamnya. ya karena Ardi telah menceritakan secara garis besarnya tentang perjalanan Rama mencari keberadaan adiknya yang sudah sangat lama tiada membukakan hasil,itu semua berkat informasi yang tuan Exel berikan.

__ADS_1


#flash back off #


"mom....siapa om itu mom kenapa dia memanggil nama Raka? (dengan wajah bingung sekaligus penasaran)". Raka


"hiks....(masih dalam tangisanya) dia...". Rumi


"Raka.... (Romi berteriak dan sebelum Rumi menjawab pertanyaan dari anaknya itu Romi menyambar tubuh Raka dalam genggamannya)". Romi


"Daddy...(raka hanya menurut)". Raka


"mas Romi, lepaskan Raka mas....". Rumi


"tuan Romi tolong lepaskan raka ...". Satria


"berikan Raka Kepadaku ...". Ardi


"Raka.....". Rama


melihat mom Rumi, dosen Satria, Daddy ardinya dan satu orang yang tidak dikenal menatap kearah Daddy Rominya seperti ingin mengadili membuat Raka murka.


"tolong mom...dad, (Raka melihat dimana mom dan Daddy ardinya menatap menuntut) jangan selalu memojokkan daddy Romi... Raka tidak mau lagi pisah dengan Daddy kandung Raka (dengan suara teriakkan yang menggelegar) Dan kau dosen Satria cukup Jangan dekati mommy lagi...(dengan tatapan menyerang)". Raka


"Raka sayang lihatlah om yang berdiri disana , dialah Daddy kandung Raka yang sebenarnya...(Ardi mencoba menjelaskan namun berbeda dengan Rumi ia tidak mau berlama-lama menatap sosok itu, rasanya ia belum siap untuk bertemu dengan dirinya kembali)". Ardi


"dia benar Raka, akulah Daddy kandungmu aku bisa memberikan bukti yang nyata untukmu sayang...". Rama


"ikutlah bersamaku, aku akan membuktikan semuanya. aku akan memberikan bukti-bukti yang ingin kau ketahui. (Rama menatap mata tegas namun masih terlihat polos itu). Rama


"bagaimana dad, (Raka meminta pendapat dari Romi)". Raka


"Jangan hiraukan dia sayang dia hanyalah pembual, kau bisa melihat sendiri perbedaan diantara aku dan dirinya (ya memanglah Rama dan Romi terlihat sangatlah berbeda meskipun kembar)". Romi


para tamu undangan resah sejak tadi dan penghulupun meminta penjelasan.


Rama menjentikkan jari dan datanglah seseorang yang mendekat dengan sebuah box berukuran sedang. Rama mengambil beberapa foto dan sebuah kotak kecil.


"ini disaat mommy mengandungmu sayang...dan lihatlah ini kau diwaktu masih bayi...dan lihatlah ini kau baru berumur genap 1 tahun (dengan senyuman yang sangat terlihat ada nada penyesalan yang jelas tertangkap, Rama menjelaskan dengan perlahan namun dengan pelafalan yang sangat jelas)". Rama


"dadd, ...Raka perlahan melepaskan pegangannya kepada Romi dan perlahan maju kearah dimana Rama berada,dan melewati posisi mommynya berada)". Raka


"nak....(Rumi ingin menghalangi Raka Namun usaha Rumi dicegah oleh Satria)". Rumi

__ADS_1


"biarlah ia mengetahui yang sesungguhnya sayang, Raka berhak untuk mengetahui Daddy kandungnya yang sebenarnya...(Satria memegang kedua bahu milik Rumi)". Satria


Raka sekarang saling berhadapan dengan Rama dan meraih beberapa gambar di box berukuran sedang itu. ya benar foto bocah kecil /bayi itu memanglah dirinya.


"Daddy....(namun bukannya Raka melepaskan kerinduannya kini Raka malah memukul dan menendang laki-laki dewasa yang menatapnya dengan tatapan kerinduannya) bukkkkkgh...buggghk....(tendangan ala anak kecil) pergi....pergi.... jangan muncul lagi dikehidupan kami lagi...aku sungguh membencimu tuan...aku Sungguh membencimu...(Raka berlari keluar dimana acara yang kini sudah tidak terlihat lagi sebagai acara pernikahan, namun lebih seperti sebuah acara pertemuan/ reunian. hingga membuat Rumi syok dan tidak sadarkan diri)". Raka


"Rumi...". Satria


_skip_


disinilah Rumi menatap dengan tatapan sengit dan menilainya. Ardi dan Satria berhembus nafas yang nestapa dan pasrah.


"jelaskan semuanya mas,kak....(dengan nada yang tegas)". Rumi


# Flash back #


"itu adalah alamat mantan suami adikku... apa kau sanggup untuk bekerja sama dengannya? (nampak Ardi dengan sedikit keraguan namun terlihat juga dengan penuh harapan)". Ardi


"aku akan melakukannya ,ini demi kebahagiaan Rumi dan Raka tuan Ardi (dengan keyakinan)...!!!". Satria


"Hem...aku akui kau pemberani dosen Satria, huffftt... (nampak Ardi menghela nafas panjangnya) namun apakah dosen Satria sudah yakin dengan resiko yang akan dosen Satria terima?...(menatap mencari jawaban)". Ardi


"Hem....(nampak dosen Satria tersenyum samar) meskipun aku akan kehilangan Rumi dan Raka yang sudah sangat aku sayangi aku rela bila mereka bisa hidup dalam bahagia (ada nada getir namun Satria berusaha sekuat mungkin untuk tegar menyingkirkan segala kerisauannya) aku akan berusaha dengan sepenuh jiwa ragaku tuan!!!". Satria


ya Satria menyadari keluarga Wijaya bukanlah keluarga yang sembarangan. dan ia tau betul siapa sosok Rama Wijaya dari informasi yang ia berhasil kumpulkan.


"lalu bagaimana dengan perasaan Rumi ketika ia tidak bisa bahagia tanpamu dan Raka tetap meminta mommynya untuk bersama lagi dengan Daddynya, Daddy kandungnya setelah Raka mengetahui Rama adalah Daddy kandungnya. apa kau tega melihat Rumi tidak bahagia???". Ardi


"Hem.....(masih dalam raut yang sama) setidaknya tuan Rama adalah Daddy kandung Raka yang sebenarnya, begitupun dengan Rumi...Rumi pasti suatu saat bisa menerimanya (Rama) kembali". Satria


"apakah cintamu sebesar itu saja dosen Satria? ". Ardi


"bukannya cinta tidak perlu saling memiliki tuan, bukannya cinta itu terlahir dari sini...(menujuk kearah tepat di dadanya) aku Sungguh begitu mencintainya tuan, hingga aku tidak rela jikalau dia tidak bahagia karena aku tau tuan, kebahagiannya terletak pada kebahagiaan anaknya ". Satria


degggg.... Ardi tersentak dengan ucapan dari pihak Satria. ya karena Ardi juga merelakan orang yang ia sangat cintai pergi bersama dengan orang lain. dibandingkan bersanding dengan dirinya, namun tiada kebahagiaan yang tercipta.


"kau benar dosen....(Ardi menerawang kepada kisahnya)". Ardi


dia lebih merelakan dambaan hatinya bahagia dengan orang yang lebih mencintainya orang yang lebih bisa membuatnya bahagia siapakah orang itu??? orang yang bisa lebih membuat perempuan idamannya bahagia dibandingkan dengan dirinya? ya orang itu tidak lain adalah bawahannya sendiri *Alan*.


"jadi kau mendukungku tuan... bukannya kau juga mendukung laki-laki tampan itu (yang dimaksud disini adalah Dimas)". Satria

__ADS_1


"Hem... sepertinya kau lebih unggul dosen, buktinya Rumi telah memperkenalkan kau sebagai kekasihnya dan rela berbohong kepada semua orang demi dirimu...(Ardi pura-pura menatap malas )". Ardi


"Hem,....(Satria tersenyum senang mendengar penuturan dari calon kakak iparnya)". Satria


__ADS_2