
_skip_
3 bulan kemudian.
"sayang kau sedang apa, kenapa sangat lama? (Rumi melingkarkan kedua tangannya, memeluk sang suami dari posisi belakang membuat sang empunya merasakan kehangatan dengan sebuah senyuman ringannya)". Rumi
"aku sedang mengumpulkan rupiah untukmu dan dua calon Putri kembar kita, kenapa kau ikut menyusul? bukannya aku sudah menyuruhmu untuk lebih dulu beristirahat! (melonggarkan pelukan dari sang istri dan memutarkan posisi duduknya dan meraih pinggang sang istri dan memangkunya pelan)". Rama
"kau pura-pura tidak ingat ya, kita tidak bisa tidur tanpamu...(melingkarkan kedua tangannya mengapit leher kokoh itu dengan nada manjanya)". Rumi
geleng-geleng senang dengan senyuman mengembangnya.
"baiklah... baiklah aku mengalah untuk kalian (tangan Rama meraih layar yang masih menampilkan sinarnya dan beberapa menit kemudian menutupnya), ok...mari kita istirahat (sekilas mencubit hidung mancung milik Rumi)". Rama
"yay....kita berhasil membuat Daddy menuruti kemauan kita (Rumi mengajak bicara calon buah hatinya dengan semangat)". Rumi
"apa yang tidak untuk membuat kalian merasa senang, tunggu apa lagi, ayo kita terbang, berpeganglah pada pilot yang tampan ini, kita akan mulai mengudara melintasi gunung dan lautan... (Rama menggendong seorang perempuan cantik bermanik mata khas bulatnya dengan perut yang sudah menunjukkan buncitnya meninggalkan ruangan kerjanya dengan perasaan bahagianya)". Rama
* di kamar *
"terima kasih pilot tampanku, hihi...(tertawa kecil)...aku sungguh bahagia my love bisa memilikimu seperti ini...(netra Rumi terus memperhatikan gerakan dari Rama yang merebahkannya dan menyelimutinya dengan sayang)". Rumi
"berterima kasihlah semaumu, karena sampai kapanpun aku akan tetap disini menemanimu, disampingmu , menjagamu... membesarkan dua Putri kecil kita bersama (Rama ikut naik dan berbaring disisi Rumi dengan menggenggam salah satu tangan milik Rumi) berjanjilah untuk selalu bahagia bersamaku!!!". Rama
"aku berjanji my love, aku akan selalu bahagia bersamamu!!!". Rumi
"manis, baiklah sekarang kita istirahat bukanya kau bilang tidak bisa tidur tanpaku (Rama meraih kepala Rumi untuk bersandar di dada bidangnya dan mengelus sayang disetiap helai rambutnya membuat seketika Rumi memejamkan netranya)". Rama
"terima kasih my love...(mencari kenyamanan perlahan nadanya melemah dan nafasnya mulai teratur Rumi terlelap dalam dekapan Rama)". Rumi
"sama-sama my eyes ...tetaplah seperti ini, tetaplah bersamaku... bergumam". Rama
_skip_
sinar mentari mulai masuk ke celah-celah tirai yang mulai menampakkan keadaan didalamnya.
"cup...(sebuah kecupan ringan Rama labuhkan di kening seseorang yang masih setia memejamkan netranya dan sekejap kemudian yang perlahan membuka matanya) morning....my eyes!!!". Rama
"morning...my love ( Rumi menggeliat) apa kau terus membangunkan aku sesiang ini...(Rumi duduk dan menyipitkan netranya saat Rama membuka tirainya menunjukkan sinar sang Surya dengan jelas sudah hampir meninggi)". Rumi
__ADS_1
"aku tidak tega mengganggumu terlalu pagi, kau cukup beban berat telah menggendong dua calon putri kita, aku tidak mungkin sanggup melihat mu dalam kesusahan ...ayo aku bantu (nampak Rama meraih pinggang ibu tengah hamil trimester keduanya dengan sangat perhatian)". Rama
Suara gemericik air terdengar mengalir.
"my love aku sangat senang diperlakukan seperti ini, aku merasa begitu berharga dimatamu...tapi apa ini tidak berlebihan...(Rumi menolah kearah dimana suaminya tengah dengan kesibukannya menggosok bagian yang tidak bisa ia jangkau )". Rumi
"aku melakukan ini dengan tulus dari dalam hatiku, aku senang melakukannya my eyes...kau adalah diriku begitupun sebaliknya jadi tidak mungkin aku membiarkan dan menelantarkanmu dalam kesusahan sekecil apapun, sekarang berbaliklah...". Rama
"bagian ini aku bisa sendiri...(dengan segera Rumi merebut spons mandinya)". Rumi
"kenapa harus malu...(Rama geleng-geleng)". Rama
"kau pasti sedang mencari kesempatan ia kan? (dengan nada yang menggoda dan mencolek dagu Rama) ". Rumi
"aku tidak perlu menunggu kesempatan itu tiba my eyes....aku sudah memiliki kesempatan disetiap waktuku untukku bersamamu...(Rama ikut mengguyur tubuhnya, mereka melakukan ritual mandi bersama)". Rama
ya 3 bulan lalu setelah Rumi sempat beberapa jam koma didalam tidur lelapnya , Rama membawanya pindah ke belahan bumi yang berbeda. jauh dari jangkauan orang-orang masa lalunya.
setelah Rama tersadar dari tidur sesaatnya akibat duel dengan Satria, Rama berjalan dengan amukan dan murkanya.
dan disaat Rama berhasil mengetahui penyebab dari hilang ingatan dari sang istri dengan kendali yang ia punya ia memberikan pelajaran kepada semua pelakunya tanpa ampun.
* diruang makan *
"cukup ...aku rasa cukup perutku sudah sesak my love, hentikan...(Rumi menutup bibirnya dengan tangannya disaat Rama menyuapinya dengan perlahan tapi pasti)". Rumi
Rama meletakkan sendokkanya.
"baiklah... bidadariku aku mengalah.
karena kau sudah dengan acara sarapanmu ,aku berangkat (Rama mengulurkan tangannya dan Rumi meraihnya patuh mencium punggung tangan orang yang sangat ia cintai itu, Rama dan Rumi berjalan keluar pintu utama) ingat sewaktu aku pergi jangan melakukan hal-hal yang membahayakan dirimu dan calon buah hati kita.ok. aku hanya pergi untuk beberapa jam saja". Rama
"siap. aku bukanlah anak di bawah umur 5 tahun lagi my love, aku seorang perempuan hamil yang wajib melindungi bayi yang sedang aku kandung. mana mungkin aku membahayakan diriku dan kandunganku". Rumi
Rama mengangkat salah satu tangannya.
dan beberapa saat kemudian salah satu pelayan dirumah itu mendekat.
"aku percayakan keamanan didalam rumah untuk nyonya mu kepadamu, layanilah istriku, jangan biarkan istriku melakukan hal yang membahayakan untuk dirinya dan calon buah hatinya, mengerti (memberikan perintah)".Rama
__ADS_1
"mengerti tuan". kepala pelayan
sedangkan Rumi hanya bisa tersenyum melihat perhatian super milik suaminya yang suaminya lakukan sepanjang waktu terhadapnya. ia merasa bahwa dialah wanita terbahagia dunia ini memiliki suami yang tanpa cacat seperti Rama.
meskipun Rumi sempat menanyakannya beberapa pertanyaan kepada Rama seolah suaminya enggan untuk memberi tahunya.
suaminya berkata ia hanya akan membicarakan hal-hal yang hanya membuatnya bahagia.
ia tidak mau membuang-buang waktu untuk hal yang dapat menyakiti perasaan istrinya.
dan hal itu cukup membuat Rumi percaya akan ketulusan suaminya yang tidak akan mungkin akan menyakitinya.
"bagus.
(dan beralih kepada Rumi) cup....(kecupan sayang dikeningnya) sekali lagi jangan bertindak yang aneh-aneh ok.". Rama
"ok. dah.... cepat pulang , kami merindukanmu (Rumi melambai disaat mobil yang Rama kendarai mulai melaju meninggalkan kediaman Rama Wijaya)". Rumi
sebelum benar-benar pergi Rama juga memberikan tugas lain untuk penjaga diluar rumahnya.
_skip_
setelah kepergian Rama.
"Hem....bi apakah aku sebelumnya pernah mengandung?". Rumi
terlihat Rumi sedang duduk di taman disamping rumahnya ya Rumi sedang berjemur di bawah paparan sinar mentari dengan sinar paginya , sinar matahari harus cukup ia dapatkan,ya karena kegiatan sehari-hari Rumi hanya berdiam diri didalam sebuah ruangan.
"emmm... bagaimana ya nyonya, saya takut salah jawab...!".bi pelayan
"kenapa bibi harus merasa takut salah Jawab ..., bibi taukan bibi harus menjawabnya". Rumi
"maaf nyonya saya orang baru disini jadi saya kurang tau dengan masa yang sudah nyonya lewati bersama tuan Rama...(dengan sangat hati-hati dengan rasa kurang enak hatinya)".bibi pelayan
"ekhm... nyonya waktunya nyonya kembali masuk kedalam, matahari sudah mulai meninggi dan itu artinya tidak bagus untuk nyonya". kepala pelayan
"Hem baiklah, oh ya pak aku minta tolong kepadamu. aku ingin dibuatkan jus segar tanpa gula dan pemanis lainnya". Rumi
"huffftt... untunglah kepala pelayan cepat datang... membatin (dengan nafas leganya)". bibi pelayan
__ADS_1
"baik nyonya, mari (kepala pelayan mempersilahkan Rumi untuk masuk terlebih dahulu rasanya lebih lega disaat dirinya sudah berdialog dengan nyonyanya dan melirik sekilas kepada bawahannya)". kepala pelayan