
"mom dimana Rama....( Romi terlihat berteriak dengan kekhawatirannya pasalnya ia tidak melihat sosok Rama yang seperti momnya katakan ditaman belakang Fila )". Romi
"apa....(mom berlari ketempat dimana ia terakhir meninggalkannya/rama) Rama....(mom Amanda berteriak disaat netranya melihat sebuah kursi roda yang tidak bertuan) hiks....Romi mommy terakhir meninggalkannya disini.. cepat cari saudaramu mommy tidak mau terjadi apa-apa denganya (Amanda histeris dengan tangisanya ya semenjak Rama berkelahi Dengan Samuel setelah ia sadar ia menjadi sosok yang pemurung, bahkan dalam tahun terakhir ini Rama pernah melakukan percobaan b.._nuh diri)". Amanda
setelah beberapa menit Romi dan beberapa anak buahnya mencari kearah hutan. dan beberapa kemudian kerja berhasil menemukan Rama.
"Rama.... syukurlah, ayo cepat bawa masuk kedalam. nak apa yang membuatmu pergi... bergumam (Amanda sedikit lega setelah melihat Romi menemukan Rama meskipun masih dalam raut kekhawatirannya)". Amanda
Rama terlihat pikun dan linglung ia hanya diam sepanjang hari, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya, rasa sesal yang terlalu Besar yang ia selalu miliki menjadikan ia manusia tanpa jiwa dan perasaan... bahkan matipun seolah ia tidak memikirkan dan takut. ia seperti robot mampu bergerak namun jiwa dan perasaannya entah menghilang kemana.
"aku menemukannya didekat arah hutan, mom ini sungguh membahayakan bagi keselamatannya apa bila ia bertemu dengan binatang buas /liar atau Medan yang berbahaya sepertinya Rama sudah tidak mengenali dirinya sendiri hingga tiada rasa sungkan ia melakukan hal apapun (Romi duduk didekat rama, ia menatap lekat akan sosok Rama, sosok yang dulu paling membencinya, sosok yang angkuh dan semena-mena kini terlihat kurus, dengan tatapan kosongnya. melihatnya hanya membuat hati nurani kita merasa sesak saja)". Romi
"hemmm.... huffftt (nampak mom Amanda menghela nafas beratnya ia memejamkan netranya sejenak, keadaan ini terlalu rumit dan menyakitkan baginya. melihat anaknya setiap hari dalam kondisi kejiwaan yang melenceng jauh dari kata normal) entahlah Rom...mommy juga bingung harus bagaimana lagi... hanya Rumi dan raka yang bisa menyembuhkannya...( tangisan tanpa bersuara)". Amanda
ada banyak luka goresan yang Rama dapatkan dari ranting-ranting yang tajam, Amanda mengundang seorang dokter yang khusus menangani Rama.
dokter spesialis dan psikiater yang hampir sudah setia menemani perjalanan pengobatan Rama.
Bram itulah namanya.
"saya sudah memberikan obatnya/ untuk luka dan infeksi nyonya. dan apakah obat yang saya kasih, anda selalu berikan sesuai porsinya (dokter menatap kearah mom Amanda)".Bram
__ADS_1
"saya selalu memberikan obat sesuai petunjuk dari dokter Hem...tapi..,(ucapanya terjeda lagi-lagi rasa sesak yang mendera dihati seorang ibu bagaimana tidak anaknya menjadi gila seperti ini), dok.... saya sudah tidak kuat lagi dok melihat anak saya selalu seperti ini...apakah anak saya memang bisa sembuh Tanpa apa yang dia inginkan (bertemu Rumi dan anaknya)". Amanda
"Hem....(nampak sang dokter memejamkan netranya) masih ada kemungkinan bisa sembuh , tergantung dari dalam diri tuan Rama sendiri namun melihat perkembangan yang ditunjukan saya rasa ini akan sulit...(dokter spesialis itu berbicara dengan sedikit sungkan) Hem...kita banyak-banyak saja berdoa untuk kesembuhannya. baiklah...,(dokter itu beralih menatap kepada Rama yang setia dengan tatapan kosongnya dengan setia mendekap kain yang menjadi obatnya/ rajutan baju yang diberikan Rumi kepadanya) Rama cepat sembuh ya , aku yakin anak dan istrimu juga pasti merindukanmu....(dengan bahasa sesopan dan selembut mungkin, dan beralih menatap kepada nyonya Amanda dan Romi) tuan... nyonya... saya permisi. (dan akhirnya Bram pamit undur diri)".Bram
"terima kasih dok, em...(mengiyakan)". Amanda dan Romi
* di lain sisi, dibelahan bumi yang berbeda *
"Daddy....Daddy....(terlihat sosok mungil dan menggemaskan dengan bicarannya yang semakin hari semakin pintar dalam pengucapannya) Raka tidak mau...(anak kecil itu sembunyi dibalik punggung yang lebar dan kokoh) pergi mom...Raka tidak mau memakainya". Raka
"huffft.....( terlihat sosok perempuan cantik dan manis dengan tubuh ideal Nya berdiri diambang pintu dengan memasang kedua tangannya dikedua pinggangnya dan terlihat lelah) Alan please.....(dan memasang mata imutnya dengan mengatupkan kedua telapak tangannya kepada sosok laki-laki dengan penuh harap kepada sosok laki-laki berpunggung lebar itu)".Rumi
"baiklah-baiklah....aku akan menjaganya... ini terakhir ya. cepat pergilah sebelum aku berubah fikiran (memasang wajah masam)". Alan
"hei...hei.... hentikan nanti Ardi marah kepadaku, dia kira nanti aku yang telah menganiaya keponakanya (dengan bibir yang dimanyunkan)". Alan
"haha.... terima kasih mister anda sangat menghibur, assalamualaikum...da..dah... (Rumi pergi dengan kekehan kecilnya, ia akan seperti ini bila berargumen dengan sosok laki-laki gagah dengan punggung lebarnya yang selalu terkesan menggemaskan) ". Rumi
" ternyata ia seganas ini...(Alan geleng-geleng kepala melihat kepergian Rumi)". Alan
selang beberapa menit Rumi pergi ada sosok laki-laki tampan dengan rupa cool nya datang dikediaman Arumi Fitrian.
__ADS_1
"ekhm... apa dia sudah pergi? (dengan tiba-tiba)".Adam
"seperti yang kau lihat , mobilnya tidak ada dihalaman rumahnya...(memasang mata malas)". Alan
"oh..o...o... rupanya Superhero kecilku tidak ikut ya, pantas saja rautmu terlihat kecut man...(Adam terkekeh akan ucapanya sendiri hingga menunjuk lesung dikedua pipinya)". Adam
"cukup pergi sana, kalian memang cocok. kenapa kalian tidak menikah saja. biar aku tidak susah-susah menjaga anak nakal ini ...(dengan raut dibuat sesedih mungkin sambil berbisik-bisik ia takut Raka kecil mendengarnya)". Alan
"haha.....nikmati saja, (netra Adam menemukan sosok mungil dengan tingkat kenakalan yang super, terlihat diseberang sana Raka tengah mengacak-acak perabotan rumah dengan gelak tawa khas kecilnya)". Adam
"sayang... sini Daddy menginginkan satu ciuman manismu (Adam sedikit berteriak namun dengan manja dan penuh harapnya , menjadikan Alan yang berhadapan dengannya merasa mual)". Adam
"Daddy Superhero.....(Raka berteriak kegirangan di saat netra kecilnya baru menyadari siapa yang datang ) Daddy..Daddy....(Raka menghampiri Adam dengan berlari kencang dan menabrak tubuh tegap ideal itu)". Raka
"cup....(satu kecupan hangat seperti biasanya Raka berikan untuk Adam Daddy Superhero kesayanganya)". Raka
"anak pintar , sekarang ayo ikut Daddy...Daddy Ardi ingin bertemu denganmu (Adam meraih tubuh kecil milik Raka dalam gendongannya)". Adam
"bukanya kau ada kelas? biarkan aku yang mengantarnya. dan tadi Rumi bilang kalau Ardi yang akan datang kesini...(dengan raut penasaran akan sebuah penjelasan)". Alan
"ia merubah rencananya kau tau sendiri tuan Exel sosok yang bagaimana??? (dengan tatapan menerawangnya, ia tidak mungkin bisa menolak akan keputusan orang yang memegang kendali Besar itu)". Adam
__ADS_1
"Hem.... (Alan hanya memejamkan netranya sejenak ia juga tidak bisa membantahnya)". Alan