Tangisan Suci

Tangisan Suci
Trauma 2


__ADS_3

🌾 Rumah sakit 🌾


terlihat sosok perempuan berumur sekitar 28 tahun, sosok itu terbaring dengan memejamkan netranya disebuah kamar inap disebuah rumah sakit.


ya sosok perempuan yang terbaring dengan setia memejamkan netranya dengan beberapa selang yang menancap ditubuhnya itu adalah sosok perempuan yang bernama Arumi Fitrian.


sudah beberapa hari sosok Rumi tertidur dengan lelapnya , tanpa beban tanpa tangisan yang selalu menyelimuti ingatan.


"dad, kapan mommy akan terbangun? (nampak Raka kecil dengan raut wajah sedihnya)". Raka


"Daddy tidak tau sayang dokter bilang mommy Raka pasti akan terbangun, mommy Raka hanya butuh istirahat yang cukup (Ardi memberi pengertian dengan rasa sedihnya dengan tatapan ibanya)". Ardi


cklekkk.... Suara sebuah pintu yang terbuka, pintu diruang Dimana Rumi tengah dirawat nampak seseorang dengan sebuah parsel buah dan sebuket bunga mawar berdiri diambang pintu dengan tatapan tidak terbaca dengan menggandeng sosok gadis kecil seumuran dengan Raka.


Raka dan Ardi yang setia di samping Rumi menoleh kearah Dimana Satria dan Caca tengah berdiri.


"Raka... maafkan om Satria, om sangatlah ingin menemui mommy Raka (ada tatapan sedih dipelupuk matanya)". Satria


"sudah berapa kali Raka bilang kepada om untuk tidak usah mendekati mommy lagi (dengan tenang namun tatapannya mengadili)". Raka


ya beberapa hari ini Satria selalu datang untuk menjenguk kekasihnya disaat ia mendapat kabar bahwa Rumi tengah dirawat di rumah sakit. diwaktu ia baru saja tiba dari menjemput Caca dirumah orang tuannya.


Namun Raka selalu melarang keras akan kedatanganya dan bahkan tidak segan untuk mengusirnya.


namun tetap saja Satria bersikeras berjuang untuk menemui sang kekasih meskipun diperlakukan tidak sopan oleh seorang anak kecil.


ya baginya Raka adalah anak-anak tidak perlu di ambil hati ya kerena memanglah Satria adalah sosok penyayang dan sangatlah dewasa.


🌷 wawww...ternyata sosok Satria sebelas, dua belas dengan sosok Dimas nie........ yang sama-sama bersikap dewasa dan penyayang dengan senyuman hangatnya namun tetap yah ada sisi perbedaannya🌷


"Raka sopanlah sedikit, mommymu tidak mengajari Raka seperti itu.... dan Daddy Ardi minta tolong kepada Raka supaya tidak membatasi pilihan mommymu...kau tau Raka mommy Rumi sudah terlalu lama untuk hidup dalam kesedihan. Raka apa tidak menginginkan mommy Rumimu bahagia? (dengan nada penuh pengertian Ardi mencoba membantu menasehati Raka)". Ardi


"Raka tentu sangat menginginkan mommy bahagia dad, tapi yang Raka mau hanyalah Daddy Romi...(kekeh)". Raka


huffftt... terdengar hembusan nafas nestapa dari kedua-nya Ardi dan Satria.


Raka memanglah telah mengetahui Rama adalah Daddy kandungnya namun Raka lebih memilih Romi untuk didekatkan dengan sang mommy. mungkin karena dirinya begitu mirip dengannya?


pemikiran seorang Raka memanglah luar biasa, selain sebagai anak yang kritis Raka juga memiliki pemikiran tersendiri yang kebanyakan anak yang lain belum bisa menyadarinya.


🌷 imaginasi author sampai dititik ini, maaf bagi para pembaca jika terkesan terlalu berlebihan !!!! salam hangat....🌷


"Hem, silahkan... masuklah dosen jangan hiraukan Raka dia hanyalah anak-anak, dia belum bisa mencerna dengan baik dengan keadaan ini...". Ardi


Ardi mempersilahkan Satria dan anaknya masuk, ya karena Ardi melihat iba kepada Satria yang selalu ditolak oleh Raka dan ia juga merasa berterima kasih kepada Satria telah membawa bukti mengenai ayah kandung dari Raka meskipun Raka masih lebih memilih Romi dibandingkan dengan Rama.


entah apa yang sudah dibisikkan Romi kepada Raka hingga Raka kekeh mempertahankan pendiriannya.

__ADS_1


dengan rasa canggung Satria mulai masuk dengan tatapan tidak suka yang Raka tunjukkan untuk dirinya (ya Raka mengawasi dari setiap gerak-geriknya Satria) hingga Satria kini sudah berada tepat disamping perempuan yang terbaring setia dengan mata terpejamnya.


Rama menaruh parsel dan buket dimeja yang disediakan.


"sayang... kenapa kau jadi seperti ini?!, bangunlah kita semua merindukan dirimu...kita ingin melihatmu beraktivitas seperti dulu lagi....(tangan Satria terulur untuk menggapai tangan Rumi yang tergeletak lemah namun gerakkan itu dihentikan oleh Raka)". Satria


"jangan sentuh mommy....(dengan suara yang sedikit keras)". Raka


Caca yang sedari tadi hanya diam kini angkat bicara.


"kau kenapa menjadi jahat seperti ini Raka? kau harus tau bukan Daddy Caca saja yang menyukai mommymu, tapi mommy Raka juga menyukai Daddyku...(dengan tenang dan Suara jelasnya)". Caca


"tapi aku tidak menyukai Daddymu Caca, karena aku masih mempunyai daddy kandung...dan Daddyku akan hidup bersama lagi dengan mommyku". Raka


"tidak Mungkin , kalau mommymu menyukai Daddy Raka tapi kenapa mommy Raka juga menyukai Daddy Caca...". Caca


Sungguh menggemaskan dan juga membuat siapa saja tercengang akan pembelaan yang dilakukan ke-dua bocah ini untuk orang yang disayanginya.


"Caca sayang tidak apa-apa...(Satria mencoba menenangkan anaknya dan menengahi)". Satria


"kenapa sih om , kenapa om dosen tidak mencari perempuan lain saja". Raka


"Raka cukup, (Ardi tidak enak hati sebagai perwakilan orang tua Raka)". Ardi


"itulah , itulah kenapa raka tidak suka dengan om dosen, Daddy Ardi saja lebih membela om dosen di bandingkan dengan diriku (Raka kesal dan keluar dari ruangan itu meninggalkan semua orang Berada dirungan itu termasuk mommynya sendiri)". Raka


"aku akan mengejarnya...tolong jaga Rumi (Ardi dengan tergesa-gesa keluar meninggalkan Rumi bersama satria dan Caca)". Ardi


"Daddy....(Caca merangkul Daddy kesayanganya ,ia tidak terima Daddynya dipandang jelek oleh teman sekelasnya dan termasuk teman baiknya itu)". Caca


"tidak apa-apa sayang... semuanya akan baik-baik saja (Satria mencoba menenangkan gadis kecilnya, dengan mengelus rambut panjangnya dan menepuk-nepuk pelan punggungnya yang nampak bergetar)". Satria


Raka tanpa memperdulikan yang lainnya melangkah kearah luar dengan rasa sedih dan kesalnya.


Raka terus dan terus berjalan hingga kaki kecilnya berhenti dan berjalan kearah taman rumah sakit, ya Raka menuju taman dan melihat sebuah bangku kosong disana.


"Raka kau dimana sayang...(Ardi mencari dengan menanyakan kebeberapa petugas dan pengunjung yang lewat disana)". Ardi


selang beberapa menit.


huffft nampak Ardi bernafas lega saat netranya menemukan sosok yang sedari tadi dicari-carinya.


"rupanya kau disini...(Ardi ikut duduk di sebelah bangku kosong disebelah Raka duduk)". Ardi


"kenapa Daddy kesini, bukannya tadi Daddy Ardi lebih membela dosen Satria ya...(dengan manyunnya)". Raka


"Hem....(Ardi tersenyum kecil) Raka sayang Raka tidak boleh seperti ini terus ini tidak baik untukmu dan untuk mommymu sayang... !!". Ardi

__ADS_1


"sekali tidak suka ya tidak suka , Daddy tidak boleh memaksakan Raka untuk menyukainya dosen Satria!". Raka


"Hem, kalau Raka tidak bisa dipaksa ,terus kenapa mommy Raka harus bisa dipaksa?". Ardi


"Hem....tapi...tapi....(Raka nampak berfikir dan melemah) tapi... Raka sangat ingin melihat mommy dan Daddy kandung Raka bersama kembali apa itu salah dad?". Raka


"itu tidaklah salah sayang tapi Raka harus tau mencintai dan dicintai itu letakknya ada disini (Ardi menuntun tangan Raka dan menaruhnya tepat di arah jantungnya/Raka), suatu saat nanti ketika Raka sudah Besar pasti kau akan mengerti nak....dan Raka harus tau memaksakan kehendak tidaklah akan menghasilkan hasil yang baik!!!". Ardi


Raka diam dan nampak meredupkan amarah yang sempat terlihat menyala-nyala tadi.


_skip_


cklekkk... Suara pintu dibuka menampakkan Raka dan Ardi diambang pintu.


perlahan Raka dan Ardi masuk dan mendekat diarah dimana Rumi memejamkan netranya. yang di temani sepasang seorang ayah dan anak gadisnya.


"ayo...(Ardi seperti sedang memerintahkan namun terlihat dengan kasih sayangnya)". Ardi


perlahan Raka mendekat kearah dimana Satria tengah duduk hingga Satria berdiri ketika Raka mendekat kearahnya.


"om dosen... maafkan Raka, Raka sudah berbuat salah (dengan tatapan tidak bisa diartikan)" Raka


"Hem,...(Satria tersenyum ramah) tidak apa-apa sayang om mengerti, om juga meminta maaf kepadamu karena kehadiran om sangatlah mengganggu Raka...tapi benar Raka om Satria sangatlah menyayangi mommy Rumi, om tiada bermaksud untuk menyakitinya....". Satria


"eem....(Raka mengangguk dan beralih kepada Caca) Caca maafkan Raka ,Raka sudah berbicara kasar tadi". Raka


"maafkan Caca juga Raka, Caca sudah membuat Raka marah". Caca


suasana sedikit baik dan terasa tidak sepanas tadi dibarengi dengan sadarnya sang Puteri tidur.


"mas....mas.... Satria, aku takut!!! (dengan jeritan dan gerakkan tiba-tiba nya Rumi tersadar dengan terduduk dan membuka netranya lebar-lebar)". Rumi


"sayang!!!".Ardi dan Satria


"mommy". Raka


"Tante Rumi...!!!". Caca


alangkah senangnya Rumi terbangun dengan secara langsung dapat melihat sosok laki-laki yang mampu membuka kunci pintu hatinya yang sempat Rumi kunci dengan rapat-rapat. mengobati lukanya, mewarnai hari-harinya dengan perasaan nyaman dan bahagia, dengan pengertian dan penuh kasih sayangnya dengan cintanya.


"hiks.....mas...(Rumi terduduk bangun dan menurunkan kakinya dan menghambur kedalam pelukan sang kekasih disaat Satria mendekat disampingnya. baginya orang disekitarnya tidak terlihat dimatanya)". Rumi


"jangan takut, aku disini aku tidak akan jauh darimu lagi, aku akan selalu menjagamu (dengan nada penuh keyakinan dan menyambut dekapan dari sang kekasih dengan mengelus rambut panjang milik Rumi )". Satria


Raka melihat adegan itu, ada ketikrela'an dihatinya, namun sejurus kemudian Raka kecil bisa melihat diantara keduanya memanglah saling membutuhkan.


sedangkan Ardi dan Caca tersenyum terharu.

__ADS_1


__ADS_2