
Rumi menerawang disebuah jendela kaca dengan tirai yang ia buka sebagian, sang rembulan menampakkan dirinya secara sempurna, sang bintang ikut menjadi penghias akan indah nya malam ini.
"kak Ardi, apa kau bahagia diatas sana? semoga seperti itu.
kenapa waktu terus menjauhkan kita bahkan sekarang untuk selama-lamanya kita tidak bisa saling menjaga dan bertemu kembali.maafkan Rumi kak, Rumi belum bisa mewujudkan cita-cita yang pernah Rumi bilang kepada kakak Ardi. ibu, bapak, kak Ardi Rumi sangat merindukan kalian....semoga kalian bahagia di alam sana.... membatin (setetes kristal bening jatuh menghiasi pipi)". Rumi
Rumi melirik kearah Romi yang tertidur lelap dengan raut tampannya ya walaupun dengan keadaan tidurpun Romi calon suaminya itu akan terlihat selalu tampan dikondisi seperti inipun terlihat tampan tanpa terkecuali.
"apakah kau adalah jodohku mas, kau begitu sempurna mas, kau memiliki segalanya begitu beruntung nya aku bisa mengenalmu dan akan bersanding denganmu. ya Allah semoga dia memang benar adalah jodohku...membatin". Rumi
drttttt...drttttt...nampak sebuah panggilan dengan nama pemilik kak Dimas
"oh...tuhan aku sampai lupa memberi tahu orang rumah".Rumi
Rumi segera mengangkat panggilan telephon itu.
📲 *" assalamualaikum....maafkan Rumi kak, Rumi tidak memberi kabar. sekarang Rumi ada dirumah sakit!!"*. Rumi
📲 *" waalaikumussalam.....apa rumah sakit? , apa kau sedang sakit? atau kau terkena sebuah musibah? kenapa tidak segara memberitahukan orang rumah? (terdengar kaget diseberang sana)"*. Dimas
📲 *" bukan seperti itu, bukan Rumi yang sakit kak, Rumi juga baik-baik saja. tapi mas Romi yang sedang sakit."* Rumi
📲 *" huffft...(terdengar suara kelegaan disana) kenapa tuan Romi bisa sakit? dan apa kalian sudah baikkan?"*. Dimas
📲*" Alhamdulillah... sekarang mas Romi sudah tidur, mas Romi mengalami demam. dan ya seperti kedengarannya...alhamdulillah kita sudah baikkan kak!!"*. Rumi
📲 *" syukurlah...kalau semuanya baik-baik saja!!! kakak turut senang dengan kabar diantara kalian (baikkan).
tapi kenapa sampai lupa memberi kabar ibu sangat khawatir lihatlah sekarang jam berapa? apa kau akan menginap disana? ini bicaralah sendiri kepada ibu mengenai izin mu (Dimas memberikan seluller nya kepada sang ibu Rosa)"*. Dimas
📲 *" assalamualaikum nak , apa benar kalian semua baik-baik saja? ibu turut senang nak.?".ibu Rosa
📲*" waalaikumussalam...Bu, maafkan Rumi sudah membuat ibu khawatir.
__ADS_1
Alhamdulillah..semuanya baik-baik saja. mas Romi sangat penurut.
terima kasih Bu ini semua berkat doa ibu, sekarang Rumi sudah baikkan dengan mas Romi (terdengar senang), boleh Bu Rumi menginap disini kasian mas Romi tadi Rumi mendapat sebuah permohonan dari nyonya Amanda bahwa tuan Samuel menyuruhnya untuk pulang karena suatu hal darurat. hingga nyonya Amanda menitipkan mas Romi kepada Rumi dan akan datang nanti pagi bersama suaminya"*. Rumi
📲 *" nyonya Amanda? apa kau sudah bertemu dengannya nak (terdengar kaget)?". ibu Rosa
📲*" eem...dan ibu satu lagi bu aku sangat bersyukur nyonya Amanda merestui hubungan kami (dengan nada suara mengandung kebahagiaan didalamnya)"*. Rumi
📲*" syukurlah ibu turut senang, ibu selalu mendoakan yang terbaik buatmu nak, emmm... bagaimana nyonya Amanda apakah dia orang nya baik?"*. ibu Rosa
📲*' dia sangat baik Bu, dia adalah seorang ibu yang lembut, jadi bagaimana apakah ibu mengizinkan Rumi untuk menginap?"*. Rumi
📲 *"ibu mengizinkanmu untuk membantu nak Romi, kau boleh menginap disana tapi ingat jangan melakukan hal-hal yang aneh-aneh, mengerti (seperti sebuah perintah yang diberikan dan tidak boleh dilanggarnya)"*. ibu Rosa
📲 *" terima kasih Bu, emuachhhh....(sebuah kecupan dari jarak jauh) aku sayang ibu"*.Rumi
📲*" ibu juga menyayangi mu nak (tuttt....panggilan ditutup)"*.ibu Rosa
"nyonya Amanda orang yang lembut? berbeda dengan rumor yang beredar, apa rumor memang sengaja berjalan seperti itu ya...membatin".ibu Rosa
"sudah nak, (nampak ibu Rosa melamun)".ibu Rosa
"Bu kenapa ibu melamun, minumlah ini sudah tidak terlalu panas (Dimas menyuguhkan secangkir teh hangat untuk ibu tersayangnya)". Dimas
"ibu hanya membayangkan bagaimana kehidupan untuk Rumi selanjutnya, ini adalah sebuah perjalanan hidup yang rumit. ibu takut Rumi tidak siap!!!".ibu Rosa
"sudahlah Bu kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk nya, itukan sudah pilihannya ia sudah memutuskannya dengan bulat untuk menikah dengan tuan Romi. dan aku lihat mereka saling mencintai (ada ketidak rela'an disana namun Dimas memendamnya dalam-dalam, ya dirinya mengakui dirinya mengagumi sosok Rumi tanpa semuanya sadari termasuk Rumi sendiri)
ibu masih ingat bagaimana tuan Romi memperjuangkan dan mendapatkan sebuah permintaan maaf dari Rumi? selama seminggu ini ,tuan Romi akan selalu berdiri didepan jendela Rumi dengan segala halangan yang ada dari gigitan nyamuk sampai panasnya terik dan dinginnya malam. aku rasa itu sudah membuktikan akan ketulusannya!!!". Dimas
"entahlah nak, ibu juga berharap seperti itu mereka saling mencintai hingga masa tua mereka tetap bersama".ibu Rosa
ada kegetiran dengan kata dihari masa tua untuk tetap bersama ,pasalnya suami ibu Rosa dulu sering berselingkuh dan akhirnya berakhir dimeja hijau/pengadilan ibu Rosa dan mantan suami mengakhiri hubungan sakral itu dengan sebuah perceraian karena sang ibu Rosa tidak kuat lagi menyaksikan suaminya berjajan daun muda sementara dirinya tetap harus berjuang sendirian membersarkan Dimas, hingga pada beberapa tahun kemudian ibu Rosa mendengar kabar duka dari sang mantan suaminya bahwa mantan suaminya mengalami sebuah kecelakaan hingga merenggut nyawanya. yah bapak Dimas meninggal akibat sebuah kecelakaan dan meninggal ditempat. pada saat itu Dimas baru berusia sekitar 12 tahun.
__ADS_1
"ibu takut dengan kesempurnaan tuan Romi pada suatu saat nanti cinta yang ia memiliki untuk seorang Rumi akan pudar".ibu Rosa
"jangan punya fikiran seperti itu Bu, percayalah dengan takdir baik kita hanya bisa menjalani hidup ini dengan berusaha sebaik mungkin insyaallah, Allah akan memberikan jalan yang terbaik (mencoba menenangkan dan menguatkan ) dan terima kasih Bu atas kerja keras ibu selama ini hingga Dimas bisa seperti ini, Dimas bangga memiliki seorang ibu seperti ibu (dengan mata yang berkaca-kaca)". Dimas
" ibu juga bangga mempunyai anak seperti mu nak, kau begitu kuat walaupun kau kurang kasih sayang dari seorang figur ayah namun kau sama sekalipun tidak pernah mengeluh dengan hal itu (ibu Rosa menghapus air mata Dimas yang terjatuh dari sudut matanya)".ibu Rosa
dengan pengalaman hidupnya yang cukup mengoyak hatinya dengan hal itu ia takut membayangkan bagaimana jikalau hal itu sampai terjadi kepada Rumi anak perempuan yang sangatlah ia sayangi ibu Rosa pasti akan membunuh seorang Romi pun ia akan rela melakukanya karena ia tau bagaimana sakitnya diduakan.
dilain sisi...
Rumi yang sudah selesai dengan acara berteleponanya akhirnya melanjutkan akan lamunan tentang orang-orang yang telah lebih dulu meninggalkannya.
dengan terkejut ia merasakan sebuah tangan kekar melilit dipinggangnya. Rumi menolehkan pandangannya dari indahnya sang rembulan yang memamerkan sinarnya.
"mas...(Rumi terkaget-kaget Romi melepaskan beberapa selang yang menancap ditubuhnya) apa kau sudah gila...kau belum sembuh lihatlah kau masih sangat lemah, (Rumi merasakan berat di bagian punggungnya dan hembusan nafas hangat dari Romi karena Romi merangkulnya dengan sangat erat)". Rumi
"temani aku tidur, (Romi nampak lenilamti sentuhan itu)". Romi
degggg...deggggg...suara detak jantung diantara keduanya.
"aku sangat menyukai aroma tubuhmu ini membuat ku menjadi lebih tenang.aku yakin aku akan cepat sembuh". Romi
"mana ada begitu (gugup) kau terlalu berdusta (melirik waspada)". Rumi
"baiklah kalau begitu biarkan aku tetap diposisi ini (tanpa melepaskan pelukannya dan memejamkan matanya dengan menikmati aroma yang menyuar menenangkan dan memabukkan)". Romi
"baiklah (dengan berat hati, namun jujur Rumi sangat menyukainya akan keromantisan ini)". Rumi
mereka tidur saling menatap dengan sejuta bunga-bunga perasaan yang menyatu.dengan jarak yang minim, namun ranjang mereka saling terpisah
"cup....aku mencintaimu (Romi memberi sebuah kecupan yang ia sampaikan melalui dua jarinya yang ia tempelkan diantara bibirnya dan bibir manis Rumi secara bergantian)". Romi
"aku juga mencintaimu mas, selamat malam bayi singaku". Rumi
__ADS_1
"selamat malam juga bungaku".romi