Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 13


__ADS_3

📲 *"mommy....mommy baik-baik saja sayang . ya mommy Sudah benar menerima Daddy... (berusaha mengelabui dengan nada hangatnya)". Rama


ya pada nyatanya dirinya harus setia menelan rasa khawatir disepanjang waktunya, karena sejatinya ia takut Rumi mengingkari janjinya,


yang telah berjanji akan selalu bersamanya.


📲 *"dadd, ...(Raka seorang yang kritis dapat merasakan getaran disetiap pengucapan sang Daddy Ramanya ya ucapan dibibirnya terasa begitu nyeri).


benarkah dadd? (memastikan)".* Raka


📲 *"itu ...tentu benar sayang, jangan mengkhawatirkan kami kau tidak perlu memikirkan Daddy , mommy dan adik-adikmu disini , kami akan baik-baik saja disini, justru kami yang mengkhawatirkanmu disana. awas jangan sampai kau diculik , anak cerdas sepertimu banyak yang menginginkan...(ya dirinya teringat dengan Ardi dan Exel)". Rama


Exel? dimana sekarang sosok jenius itu, sepertinya betul benar insan itu menjauh sejauh-jauhnya. ia menutup kemungkinan datang kembali kepada kehidupan yang lalunya.


Ardi? ya sekarang laki-laki pincang itu akan mendapati hari bahagianya. luka yang didapat akibat cidera karena orang suruhan Romi dan pada waktu itu dirinyalah yang menyelamatkan Ardi dan disitulah pikiran liciknya muncul dan mengikat Rumi dengan sebuah pernikahan yang bertujuan untuk membalas dendam kepada Romi yang Rama pikir dara menghilang dari hidupnya itu karena ulah dari Romi.


awalnya ia menjadikan Rumi hanyalah sebuah alat, alat untuk bahas dendam dan alat pelampiasan pelarian karena dara telah meninggalkannya.


nyatanya benar kini dirinya benar jatuh hati kepada seorang Rumi. jatuh dalam cinta yang begitu dalam , ia kini menyadari betapa tulusnya cinta seorang Rumi , hingga menyita waktunya disaat dia benar kehilangannya.


hingga dirinya menyesali semua perbuatan buruknya kepada Rumi, dan bertekad untuk mendapatkannya kembali disaat kesempatan kedua kali yang ia berhasil dapatkan meskipun dengan cara apapun ia benar akan mendapatkannya kembali (titik).


📲 *"syukurlah... Raka berharap Daddy dan mommy akan selalu bersama!".* Raka


📲 *"Hem...(mengiyakan)".*Rama


Sementara itu.


terlihat dua insan yang berbeda dengan tatapan yang berbeda pula, tatapan keduanya bagaikan air dan api yang saling memenangkan pendapatnya masing-masing.


"jelaskan Ardi kenapa ini bisa terjadi padamu?". Dimas


"maafkan aku kak Dimas, maafkan jika aku harus mengambil tanggung jawabku kepada Nona!". Ardi


akhirnya Ardi duduk di sofa yang masih ia sisahkan (ya semua barang-barang ia sudah kemas dengan rapih esok hari ia akan pindah kerumah barunya yang akan ia tinggali bersama Nona.


Ardi menceritakan kejadian yang terjadi diantara dirinya dan Nona, dan itu sangat membuat Dimas marah dan kecewa kepadanya *Ardi*.

__ADS_1


"sudah aku katakan Ar, dia adalah wanita j..-lang, kenapa kau masih saja dekat-dekat denganya. aku sudah bersyukur Satria lepas darinya tapi kini malah kau yang terjerat perangkapnya (sebagai kakak yang menasehati adiknya)". Dimas


"cukup kak, jangan sebut Nona dengan panggilan itu lagi..., tidak bisakah kau sedikit saja menghargai keputusanku?". Ardi


"aku sangat menghargaimu Ardi, tapi tidak untuk wanita j..-lang itu". Dimas


"sebetulnya dendam apa yang kau taruh kepada Nona, kenapa sampai sekarang kau masih belum bisa untuk menerimanya keberadaanya kak? (dengan tatapan mencari jawaban)". Ardi


"entahlah Ar, batinku mengatakan Nona bukanlah wanita yang tulus (Dimas membuang wajahnya kasar)". Dimas


"aku mohon padamu kak, restuilah hubungan kami". Ardi


"Hem......huffft (Dimas membelakangi Ardi).


maafkan aku Ardi aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku tidak rela bila kau harus menikahi wanita itu...".Dimas


"baiklah aku tidak akan meminta restumu lagi kak, tanpa restumu aku akan tetap melangsungkan pernikahanku bersama Nona.


datanglah dihari bahagia kami (dipernikahan kami) kak, meskipun kau tidak merestui hubungan kami". Ardi


dilain sisi Ardi juga telah salah yang sudah telah melakukannya dengan Nona)". Dimas


_skip_


"maafkan aku kak, ...(Ardi menatap pemandangan malam dari jendela kacanya)". Ardi


ia tau bahwasannya Dimas menentang keras pernikahan yang akan dilangsungkannya, dan hanya dengan resepsi acara yang sederhana.


# Flash back #


dua Minggu yang lalu.


"mas aku mohon mas, mas Satria...(nampak nona memegangi lengan seorang laki-laki rupawan ya dialah Satria seorang yang sangat dicintai Nona)". Nona


Ardi yang semenjak siang tadi mengintai aktivitas Nona terlihat mengepalkan tangannya disaat melihat wanita yang rasa ia berikan tanggung jawab masih saja mengejar-mengejar Satria.


"aku harus memberitahumu dengan cara apa lagi Nona, maafkan aku ,aku sungguh tidak bisa lagi bersamamu (nampak tangan Satria meraih tangan Nona yang berada dilengannya dan ia lepaskan dengan sopan namun hal itu begitu membuat Nona meradang)". Satria

__ADS_1


"cukup mas, kenapa kau memperlakukan diriku seperti ini... kau tega mas...kau jahat. hahhhh......sakit mas...aku sangat kesakitan dengan kenyataan ini... kenapa kau melakukan ini kepadaku mas...hiks.... (dengan derai air matanya)". Nona


Nona merosot dengan kedua tangan yang memeggangi kedua kaki Satria. baginya ia sudah cukup kerja keras untuk meyakinkan satria namun pada akhirnya apa yang ia dapat??? ia terus menerus berada didalam lembah sedih dan lelah , berada pada harapan kosongnya.


"bangunlah kau tidak pantas seperti ini Nona, aku mengerti


...aku mengerti kau pasti sakit dengan keadaan ini. tapi ini yang terbaik untuk kita Nona (Satria meraih Nona dan perlahan menuntunnya untuk berdiri dan memegang kedua pundaknya), aku yakin perlahan kau bisa menerima keadaan ini...aku yakin Nona kau adalah wanita yang kuat. sekali lagi maafkan aku Nona, semua ini memang adalah salahku....tapi sungguh aku tidak bisa lagi denganmu, jika kau ingin menghukumku hukumlah aku... hukumlah aku sepuasmu, aku akan terima apa saja itu asalkan kau mau menerima keputusanku". Satria


"hiks... (lirih) apakah benar nyonya Rumi adalah mantan istrimu mas?".Nona


"bukan, dia bukanlah mantan istriku. tapi Rumi adalah masih istriku, dan tuan Rama telah menculiknya dariku...". Satria


"akhp.....(Nona membekap mulutnya) apa benar seperti itu hiks....".Nona


"em...(mengangguk)". Satria


"a...apa..kau juga masih mencintainya mas?".Nona


"em...(mengangguk)". Satria


rasanya Satria tidak perlu menjelaskan lagi dengan rasa cintanya kepada sang istri kepada Nona, ya karena keputusan yang ia ambil itu adalah bukti dirinya masihlah sangat mencintai istrinya.


"baiklah... seperti itu ya... (tersenyum dalam pahit) aku kira aku adalah orang yang paling menderita disini tapi nyatanya kau lebih menderita dariku mas... haha....(tertawa hampa).


hem......aku melepaskanmu mas...aku terima dengan semua keputusanmu, terima kasih sudah mau mengenalku dan membawaku kedalam bahagiamu , ya meskipun itu hanyalah kesalahan bagimu.... (tersenyum pilu).


dah....ini adalah terakhir aku mengganggumu mas (Nona mengusap lelehan air mata terakhirnya dengan sisa sesenggukannya, baginya Satria adalah cinta sejati yang kandas dijalan)". Nona


perlahan Nona meninggalkan Satria yang terdiam melihat kepergiannya tanpa mencegahnya, ya itu lebih baik dibandingkan dirinya terus berdekatan dengan Satria tanpa bisa memilikinya.


"maafkan aku... bergumam". Satria


mungkin pertemuannya dengan Nona bukanlah sebuah kesalahan, dan rasa nyaman yang ada juga bukanlah sebuah kesalahan namun keadaan yang bisa menjawab semuanya, apakah hubungan keduanya masih pantas untuk dipertahankan???.


jawabannya adalah tidak, ya karena Satria masih sangat mencintai istrinya Arumi Fitrian.


hilang ingatan yang sempat ia dapat menyisahkan kisah pahit dan luka, ini semua karena seseorang yang bernama Rama dan Romi Wijaya.

__ADS_1


__ADS_2