Tangisan Suci

Tangisan Suci
Laki-laki pembawa petaka 1


__ADS_3

disinilah Rumi berdiri disebuah pantai, dan dermaganya ada diseberang sana disebelah sebuah bukit yang tiada berpenghuni (sebuah dermaga lama).


nampak Rumi memejamkan mata dan menggengamkan sebuah bunga dijemarinya saling menggenggam. ya Rumi melantunkan sebuah doa dalam diam Nya didalam dadanya ia panjatkan doa terkhusus untuk mendiang kakak kandung semata wayangnya yang telah tiada karena sebuah tragedi perampokan yang dialaminya.


Rumi melempar lembaran -lembaran kelopak bunga dari sebuah box, dan beberapa menit kemudian melempar bunga berwarna putih itu ke air yang bergulung-gulung itu.


"kak Ardi .... Rumi sungguh rindu akan figur kak Ardi , Rumi akan selalu mengenang kak Ardi walaupun tangan kita tidak bisa saling menggapai lagi .


semoga kau tenang di alam sana kak.". Rumi


"semoga kau tenang di alam sana nak,". ibu Rosa


selang beberapa menit...


drttt.. drttttt ponsel dari dalam tas yang ibu Rosa pakai berbunyi.


"nak ibu angkat telepon nya dulu (nampak ibu Rosa mengangkat panggilan tersebut) apa jeng? Alhamdulillah...ia bisa ...(ibu Rosa melirik kerah Rumi dan menutup obrolannya sejenak dengan orang diseberang sana) nak hari sudah mulai petang ayo...kita segera pulang?". ibu Rosa


"ibu duluan saja ke mobil ,Rumi masih ingin disini 10 menit lagi ya Bu boleh ya...Rumi akan menyusul ibu nanti!!!". Rumi


"baiklah jangan pergi kemanapun, ibu nanti akan menyuruh bapak sopir menjemputmu bila kau sampai telat 10 menit kau tidak kembali (sambil tersenyum lucu)"ibu Rosa


"siap komandan, (memberi hormat)". Rumi


"kau ini selalu saja membuat ibu ingin tertawa , hati-hati ingat jangan pergi dari pandangan ibu, kau tau jikalau sampai terjadi apa-apa dengan mu pasti nak Romi akan bisa gila... ".ibu Rosa

__ADS_1


"ia.. ia.. Rumi mengerti ...(sambil mendorong pinggang ibu Rosa pelan karena masih terus saja melanjutkan wanti-wantinya)". Rumi


ibu Rosa mengangkat teleponnya yang sempat terjeda tadi dan berlalu dengan melanjutkan obrolannya. baru sekitar 5 menit ibu Rosa pergi menuju tempat parkir mobil, ia masih bisa melihat berdirinya Rumi yang setia dengan ungkapan isi hatinya. walaupun sedikit jauh namun ibu Rosa masih bisa melihatnya.


dari arah belakang Rumi terlihat seseorang laki-laki bertubuh ideal dengan tubuh tegapnya secara tiba-tiba membekapnya terlihat perlawanan di netra ibu Rosa dari pihak Rumi hingga Rumi terjatuh dan tercebur kedalam air yang bergulung-gulung, ya karena ini sudah terbilang sore jadi ombak nya semakin terlihat besar.


seorang dengan tubuh tegap itu, ikut menceburkan diri dan menangkap Rumi dengan sesuatu ditangannya Rumi bisa ditaklukkan tanpa perlawanan.


"Rumi....(ibu Rosa sangat syok dengan apa yang ia lihat itu hingga ia berteriak histeris sang sopir mengejar Rumi yang dibawa kabur oleh sosok laki-laki bertubuh tegap itu namun ia kalah cepat hingga Rumi berhasil dibawa kabur oleh laki-laki yang tidak dikenal itu menggunakan sebuah mobil tanpa bernomer.)" ibu Rosa


"ti..tidak Rumi ku...(nafas ibu Rosa naik turun dadanya Serasa sesak dan ia memegangi dadanya yang semakin kehabisan oksigen itu ibu Rosa pun merosot jatuh ketanah hingga tidak sadarkan diri".ibu Rosa


# flash back off #


"apa yang kau lakukan bodoh,...(Dengan tiba-tiba lengan tangan Rumi yang membawa pisau besar untuk memotong daging digenggam oleh tangan yang terasa berotot dan kekar itu, tangan yang menggenggamnya adalah milik dari seorang yang gemar menggunakan topeng) apa kau ingin memotong habis tanganmu? aku tidak mau itu sampai terjadi...aku membutuhkan tanganmu untuk melayaniku (dengan sorot mata yang terbelalak)". Rama


"kau...(menunjuk) apa yang ku perintah kan rupanya kau tidak menjalankan dengan baik (baru saja Rama akan melayangkan tangannya kearah pelayan tua itu namun dengan sigap Rumi menghadang tangan Rama dengan menggelayutinya dengan penuh dengan tenaga hingga layangan tangan Rama terhenti di udara)". Rama


"tolong hentikan tuan, ini salahku ...dia hanya menuruti keinginanku (dengan deru nafas yang naik-turun ia juga masih terlihat kaget dengan kejadian yang sangat cepat yang barusan terjadi ini, dan Rumi tidak menyadari ada beberapa sayatan dilengannya)". Rumi


hah...hah.... terdengar Rama mencoba menurunkan tekanan darahnya, dan memejamkan matanya.


ia membuka matanya dan sejurus kemudian menarik lengan Rumi dan membawanya ke kamar miliknya.


"tuan, kau mau bawa aku kemana (dengan terpaksa rumi mengikutinya dengan posisi yang kalah dalam melangkah hingga Rumi terasa terseret)". Rumi

__ADS_1


brukkkkgh.... Rumi dibanting dikasur yang nampak empuk dan nyaman itu.


Rama mengambil sesuatu di lemari miliknya dan melemparkan sebuah box berisi peralatan medisnya.


"obati lukamu sendiri, aku tidak mau darahmu mengotori rumahku...dan kau lihat itu cuci sprei yang kau kotori itu (Rumi melihat bercak darah yang berasal dari lengannya ia juga baru menyadari ada beberapa sayatan yang terlihat jelas dipermukaan kulitnya)". Rama


" uhh.... (Rumi mulai merasakan perih luka disudut bibirnya saja belum pulih benar kini ditambah dengan luka dipergelangan tangannya) apa perduli mu tuan , aku tidak memerlukan ini lebih baik aku mati dibandingkan aku terus berada di neraka mu ini (dengan berapai-api)". Rumi


"lancang kau, kau telah mendahului keputusanku (dengan melayangkan tangannya kembali namun kali ini tanganya ia hentikan di ambang udara) huh....ku ampuni kau kali ini, cepat obati lukamu aku tidak mau melihat darahmu menetes mengotori barang -barangku lagi grebbb...(nampak Rama berlalu keluar kamar dan membanting pintunya dengan sangat keras)". Rama


"dasar tuan semena-mena... hah...segala keburukan semua adalah milikmu tuan...(Rumi menggerutu ia tidak mau menangis lagi tangisanya menurut-nya terlalu berarti untuk seorang pria Monster seperti nya.)". Rumi


ia mengobati luka-luka nya hingga selesai iapun Menganti sprei yang terkena noda merahnya.


ia duduk di jendela yang menyuguhkan pemandangan alam secara langsung ia melihat jernihnya air danau dengan pantulan sang rembulan yang terlihat sangat menghangatkan kalbu.


"mas Romi hiks.... dimana kau sayang, aku sangat merindukanmu. tolonglah aku mas, aku disini menunggu kau menjemputku....(Rumi menangis tanpa suara ia tidak mau tuan semena-mena itu mengomeli dia lagi itu terlihat sangat memuakkan)". Rumi


* dikediaman Wijaya *


"apa?...tidak mungkin....rumiku!!!. (dengan mata yang membulat lebar) cari pelaku nya Pastikan ia masih bernyawa aku ingin menghukum sendiri pelakunya. dan bawa dengan selamat calon istriku ...(tatapan seseorang yang meradang yang siap menerkam sang rivalnya)". Romi


"baik tuan...( puluhan orang tergerak serempak)".anak buah Romi


Romi memukul pintu ruang kerjanya hingga pintu itu terkoyak ,darah segar menetes mengaliri lantai yang putih bersih.

__ADS_1


"sayang.... apa yang terjadi (mom Amanda menghampiri keributan yang diciptakan anak kesayangannya itu dan melihat darah segar mengalir diantara jemari yang mengepal ) apa yang kau lakukan Romi???". Amanda


__ADS_2