Tangisan Suci

Tangisan Suci
Kado misterius 2


__ADS_3

"i..itu Bu Rumi tadi nebeng mobil tuan Romi, Bu sebentar lagi Rumi bakal bisa bertemu kak Ardi yayyyyy....(Rumi merangkul senang kepada sang ibu)". Rumi


"tuan Romi? (terlihat tidak percaya)".ibu Rosa


"ia Bu, dia sangat baik hati Bu.


lihatlah Bu dia mengobati luka-luka kecil ini (Rumi menunjukkan luka-luka kecil itu dengan mata yang berbinar-binar)dia memberikan ini Bu (Rumi menyodorkan sepotong kartu nama) Alhamdulillah...Rumi sebentar lagi bisa bertemu kakak ardi..terima kasih ya Allah...(terlihat sekali ia sangat senang hingga berjingkrakkan)". Rumi


"syukurlah...( terlihat turut senang dengan kabar yang dibawa Rumi namun ibu Rosa terlihat bingung dengan ekspresi yang ditunjukkan Rumi seperti ada aroma cinta di saat ia mengucapkan tuan Romi)". ibu Rosa


tanpa ia sadari sebuah mobil merah menyala dengan kilatan terbarunya terparkir tidak jauh di sebrang sana.


seorang dengan topeng yang selalu melekat diwajah seramnya memperhatikan gerakan Rumi.


"tidak akan kubiarkan kau merasakan kebahagiaan gadis nakal,...rupanya kau menyukai Romi...Hem Romi ternyata kau selalu mengusik kesenanganku setelah apa yang kau lakukan padaku hingga aku menanggung keburukan ulah mu...aku akan membalasnya melewati gadis pujaan hatimu itu, kalian tidak boleh berbahagia diatas penderitaan ku (tersenyum sinis)".Rama


ya sedari tadi Rama mengikuti kemana Romi membawa Rumi ya karena di mobil keluaran terbarunya bisa mendeteksi setiap orang yang tertangkap oleh layar. mobil yang sistemnya di rusak karena sabotase Seseorang masih dapat menangkap sosok Rumi dengan keahlian *Excel* Excel adalah sebutan yang ia berikan untuk seseorang yangng bertugas di bidang pertahanan didaerah kekuasaannya program nya.


sementara dilain sisi...


"jadi gadis bermata bulat itu adalah adik kandung Ardi (nampak Romi sedang duduk tenang di kursi kebesarannya dengan memegang suatu berkas lengkap mengenai jati diri seseorang ,berkas itu adalah berkas mengenai jati diri seorang gadis yang bernama Arumi Fitrian) Hem... sebentar lagi kau akan jadi milikku tidak akan aku biarkan siapapun merebutnya dariku (menyeringai)". Romi


"Jack ,suruh Ardi menghadap keruangan ku,". Romi


"baik tuan muda (Jack keluar ruangan dari tuan muda nya membawa sebuah perintah)". Jack


"ada apa tuan ,tuan memanggil saya. apa saya membuat kesalahan". Ardi


dengan panjang kali lebar Romi memberi perintah dan arahannya. dan Ardi hanya dapat mengangguk mengerti mengiyakan semua perintah dari tuan mudanya


tanpa menolak dan membantah, karena menolakpun ia tidak berani.


ia hidup berjaya bersama Romi namun kebebasan nya terenggut sudah.


"sekali lagi aku peringatkan...jangan biarkan adik kesayanganmu mengetahui segala macam kelemahan ku!!! kau mengerti? (nampak Romi sedang memberikan perintahnya kepada seseorang laki-laki yang berusia sekitar 23 tahun masih sangat muda dan terlihat rumahan dengan kacamata bacanya yang setia menempel di pengelihatanya ya seseorang berkacamata itu adalah Ardi kakak kandung Arumi)". Romi


"baik tuan...saya mengerti".Ardi


"Hem...mulailah dari sekarang jangan sebut aku dengan panggilan tuan. itu terlalu mengganggu pendengaran ku dan terdengar terlihat tidak sopan. panggil saja aku dengan menyebutkan namanya saja...Romi , seperti itu kau bisa??? (dengan senyuman yang menerawang)". Romi

__ADS_1


"apakah tuan Romi sedang mengincar Rumi? deggg....ini tidak boleh,ini tidak boleh sampai terjadi, aku tidak mau Rumi kenal lebih jauh dengan tuan semena-mena ini... membatin". Ardi


"baiklah...R..Romi (dengan lidah kakunya)". Ardi


"bagus itu terdengar baik...ini ambillah (terlihat Romi memberi sebuah paperbag kepada Ardi)". Romi


"apa ini..t... Romi (Ardi meraih paperbag yang Romi berikan)". Ardi


"itu hadiah untukmu pakailah untuk menghubungi adikmu sekarang kau bebas bertukar kabar dengannya, tapi....jangan pernah sekali-kali kau untuk berniat untuk membocorkan rahasia itu (penuh penegasan dan penekanan dalam intonasinya)". Romi


_skip_


drttttt....drttttt...suara getaran sebuah panggilan masuk disalah satu selluler milik siswi yang sedang khusyuk memperhatikan seorang guru yang memberi materi pelajaran.


"sttttt.... handphone mu mi, berisik...(Dona menyenggol lengan Rumi)".Dona


"ummm....biarkan saja (acuh)". Rumi


namun bukan sekali handphone Rumi bergetar, malah berkali-laki terus bergetar. tanpa Rumi melihat handphone nya siapa yang menelponnya Rumi meraih benda pipih itu dan mematikannya, karena ini adalah pelajaran favorit nya ia tidak mau terganggu dengan panggilan diselluler nya. ia tidak mau ambil pusing dan resiko.


pukul 13:20 siang biasanya mereka semua para pelajar siswi/siswa semuanya membubarkan diri dari kawasan mencari ilmu itu/sekolah. namun berbeda dengan siang yang terik ini mereka terlihat berdiri menggerombol, seperti mengerumuni sebuah pentas seni yang biasa diadakan setiap tahunnya sangat ramai hingga terdengar teriakkan dan lantunan nama seseorang yang Rumi sangat dambakan.


"ahhhhhhhh..... ini luar biasa Arumi, lihatlah disana, disana ada pangeran ku (Dona menarik-narik lengan Rumi dan menuntunnya sambil berjalan cepat)". Dona


banyak beberapa mobil yang terparkir rapih disepanjang pinggir jalan (didepan sekolah Rumi), dengan menggunakan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya netra yang dilindungi benda hitam itu mengarah melihat kepada mereka berdua yang berjalan kearahnya dengan jarak yang masih cukup jauh.


sosok itu berjalan menghampiri kedua gadis yang terlihat masih menggunakan seragam lengkap itu, dengan ekspresi terbelalak nya (Dona dan Rumi)


"tu..tuan muda Romi" Rumi


"kenapa kau tidak mengangkat telepon ku ,kau malah mematikan seluller mu (dengan coolnya membuka kaca mata hitamnya secara perlahan)". Romi


"i..itu, (tangan Rumi meroggoh kedalam tas nya ia mengambil handphone nya ia menyalakan handphone nya dan tersenyum receh) maafkan aku tuan...aku..ahkp...(Rumi terkaget karena lengan yang sedari digeggam oleh Dona kini digantikan dengan genggaman tangan Romi)". Rumi


"ayo ikut aku, kau harus memberi maaf padaku....(Romi menarik pergelangan tangan Rumi dan menuntunnya masuk kedalam mobil pribadinya)". Romi


Dona hampir pingsan dan teman-teman yang lainnya juga demikian mereka terlihat syok berkepanjangan...


* di mobil *

__ADS_1


"tuan muda kau mau membawaku kemana (Rumi yang sudah duduk bersejajar dengan tuan muda Romi menatapnya dengan memiringkan wajahnya)". Rumi


"pertama aku ingin kau meminta maaf dengan cara menuruti keinginanku, kedua aku akan memberimu sebuah kejutan yang pasti membahagiakanmu apa kau bersedia?". Romi


"baiklah...tuan aku akan menurutimu jika itu bisa membuat tuan memaafkan kesalahanku (dengan debaran yang dahsyat didada ya Rumi sangat mendambakan sosok Romi itu berawal saat Dimas mengatakan tuan muda Romi mengangkat karir kakaknya Ardi ia berfikiran tuan Romi adalah seorang yang berhati baik dan penolong bagi kakaknya) dan tolong jangan macam-macam padaku (ada rona malu di ucapan itu)". Rumi


"bagus, kenapa aku harus macam-macam padamu Hem...(menatap intens) apa aku menyukaimu hingga aku berani macam-macam padamu...(tersenyum penuh pesona)". Romi


"ti..tidak seperti itu tuan, maksud Rumi (salah tingkah) ,....maksud Rumi tuan jangan menurunkan Rumi ditengah jalan atau hutan...(dengan mengigit bibir bagian bawahnya)". Rumi


"aku akan menjadi laki-laki paling bodoh bila melakukan hal itu. kau tau kenapa aku sampai menjemputmu memastikan keadaan mu baik-baik saja? aku gelisah ketika kau tidak mengangkat panggilan dariku, dan malah telepon mu mati dengan begitu saja. aku takut kau kenapa-kenapa diluar sana, aku benar menyukaimu Arumi (dengan tatapan keyakinan)". Romi


degggg....pyarrrr ... di dada Rumi sudah memberontak keras, seperti nya sudah meledak untuk kesekian kalinya. bagai menang sebuah kupon undian perasaan didadanya terbalas sudah. senyum terlihat mengembang disudut bibir manis Rumi, namun ia malu untuk mengakuinya dan sangat terlihat ia nampak ragu dengan perasaan nya sendiri.


"tuan ini tidak mungkin (mengigit bibir bagian bawah nya)". Rumi


"apa yang tidak mungkin? aku menyukai mu Rumi apa kau tidak lihat aku rela panas-panasan menunggumu selesai kelas dipinggir jalan? kau tau kan aku adalah siapa? (meyakinkan)". Romi


"itulah alasan saya tuan, tuan memiliki segalanya, Rumi hanyalah seorang perempuan biasa dan Rumi masih sekolah, tuan keadaan ini tidak baik untuk karir tuan maaf Rumi...Rumi tidak bisa ini tidak boleh terjadi...paman tolong berhenti Paman (Rumi menepuk pundak Jack) ". Rumi


dengan sigap Jack menghentikan laju mobilnya.


Rumi bergegas keluar dari mobil yang ditumpanginya ,entah apa sekarang yang ada dibenaknya ia senang namun ia juga takut untuk mengakuinya.


"ini terlalu cepat tuan ,ini juga terlalu beresiko...(Rumi berlari tanpa menengok ke belakang menerobos lalu lalang laju kendaraan ya karena ini adalah jalanan raya dan ini masih masuk waktu jam makan siang/istirahat)". Rumi


"ahhhh....(hampir saja Rumi tertabrak untuk kedua kalinya, ia sangat kaget dan terbengong dengan kejadian yang sangat singkat itu, Romi menangkap tubuh gadis pujaan hati Nya dari belakang dan menahan berat tubuh Rumi sepenuhnya , Rumi menengokan pipinya hingga posisi Nya menguntungkan bagi romi ,bibir kecil Rumi menyentuh pipi mulus milik Romi) ah...lepaskan... maafkan aku tuan (dengan rona yang sudah memerah)". Rumi


"emm...maaf, (Romi melepaskan tubuh Rumi dengan sangat perlahan) apa kau baik-baik saja,?". Romi


terlihat mereka sama-sama berkeringat karena sama-sama berlari dibawah teriknya sinar mentari.


"aku tidak apa-apa tuan (menundukkan pandangan)". Rumi


"ayo kita menemui kakak mu (tersenyum)". Romi


"kakak? maksud tuan kak Ardi (dengan senyum antusias)". Rumi


"emm..(mengangguk) kita akan menemuinya". Romi

__ADS_1


"Yayyyyy...terima kasih tuan ,(tangan Rumi menggenggam tangan Romi dengan tanpa sadar)". Rumi


dengan senang hati Romi membalas genggamannya hingga Rumi tidak dapat berkomentar apa-apa lagi dan dengan langkah pelannya mengikuti langkah sang tuan muda.


__ADS_2