
crang...crang suara berisik benda-benda jatuh terdengar membentur lantai dari dalam ruangan kerja kenz.
entah benda -benda apa saja yang sudah terlempar kelantai yang dijadikan objek akan kekesalannya.
"tidak............hah.hahhhh..hahhh...huhh.. (kenz mengamuk melontarkan segala unek-unek yang ada di ingatannya), maafkan aku yang belum bisa membuatnya hancur sehancur-hancurnya, seperti ia menghancurkan hidupmu dulu. ini gara-gara perbuatan anak bela bodoh itu... (nampak kenz mengepal dengan kepalan yang kuat dan siap meninju meja kerjanya...)".kenz
cklekkk....suara pintu dibuka oleh seseorang yang sudah lama tidak menampakkan batang hidungnya.
"hem...(seseorang itu menelisik keadaan kacau balau ruangan itu dan sedikit menyunggingkan senyuman kecilnya) apa kabarmu sayang, seperti nya ada yang tidak beres... aku sungguh merindukanmu baby...maaf aku...kemari tanpa menghubungimu terlebih dahulu.(dengan bahasa tubuh yang penuh dengan gelora panasnya, seseorang itu langsung masuk dan menyentuh pundak kenz yang sedang naik-turun karena amarahnya yang sempat meledak-ledak) sepertinya ikatan batin kita yang membawaku datang kesini (dengan senyum menawannya) ". perempuan berparas cantik
"hem...hufss...hem....aku membutuhkanmu sekarang....(dengan tatapan menilai)". kenz
🌾 Di kediaman Rama 🌾
tiada kabar secara langsung dari pihak rama kepada keluarganya menjadikan Rama benar-benar terasa terasingkan dan begitupun sebaliknya. namun di sisi lain keluarga Wijaya dengan diam-diam mengirimkan orang kepercayaan nya untuk selalu mengawasi pergerakkan disekitar kediaman Rama dan bagaimana interaksi yang terjalin diantara keduanya (Rama dan Rumi).
Amanda selalu berusaha menemui Rama anak kembarnya itu namun secara langsung Samuel melarang keras karena ia tidak mau mengakui kalah sebelum anaknya sendiri yang mengakui kalah dan meminta maaf kepadanya sebagai orang tuannya. semua itu tidak terlepas dari pengaruh sahabatnya itu (kenz) yang selalu memberi pengaruh buruk kepada Samuel untuk memecah belah kekuatan yang besar hingga keluarga Wijaya terasa seperti neraka penuh hawa panas dan pertengkaran.
tidak terasa kini usia kandungan Rumi sudah memasuki usia 7 bulan. seiring bertambahnya usia kandungan Rumi hubungan diantara Rama dan Rumi semakin harmonis, tidak ada lagi pertengkaran ataupun kesalahan pahaman yang berarti.
dengan adanya Rama setiap hari dirumah menjadikan Rumi selalu tergantung pada suaminya itu begitupun dengan Rama ,ia sangat bersyukur mempunyai istri yang paham akan keinginannya dan Rumi adalah istri yang penurut.
Rama sebenarnya mempunyai perusahan sendiri yang ia kelola namun sejatinya ia hanya menampakkan dirinya dibelakang layar dan menggunakan seorang Exel sebagai penampakkan diluar sana semenjak kejadian hampir 10 tahun lalu.
__ADS_1
"Daddy Rama...(dengan menirukan gaya bicara seorang anak kecil) bagaimana kalau Daddy ajak mommy jalan-jalan keluar, kasian mommy juga butuh refreshing seperti berbelanja atau berwisata seperti pasangan normal yang lainnya ...(Rumi membisik tepat ditelinga Rama dengan bergelayut manja) ". Rumi
"Hem...(Rama tersenyum menatap wajah jelita itu dengan pipi yang semakin tembemnya), kau harus tau sayang daddy mu ini tidak menyukai keramaian...jadi permintaan yang ini Daddy menolaknya ( tersenyum lucu)". Rama
"Hem....Daddy tidak asik ah...(Rumi melepaskan pegangannya dan memutar tubuhnya membelakangi Rama dengan bibir yang sengaja di manyunkan dan kedua tanganya di silangkan kedepan )". Rumi
"haha...(Rama tertawa lepas) seperti ini ya rasanya ,ini sungguh lucu my Queen...kau terlihat sangat menggemaskan bila sedang merajuk seperti ini. Hem.....(Rama mendekat dan menautkan lengan kekarnya diperut buncit Rumi dan mengelus dengan jemarinya dengan penuh perasaan) demi kalian aku akan melakukanya , meski ini sulit bagiku dan menjadi hal yang sangat jarang aku lakukan ...akan aku lakukan jika itu membuat kalian merasa bahagia...(dengan menempelkan dagunya dipundak Rumi)". Rama
"apakah benar dengan apa yang kau katakan my lover....(dengan membalikan posisi berdirinya menghadap kearah suaminya dan menatap dengan antusias) katakan sekali lagi aku ingin mendengarnya...(dengan penuh binar)". Rumi
"aku akan melakukannya demi kalian, kita akan berwisata dan berbelanja sendiri tanpa pengawal seperti pasangan normal diluar sana Hem..., . apa sekarang kau senang??? (Rama menatap dengan wajah tanpa topengnya menunjukkan wajah asli cacatnya)". Rama
"benarkah?!! yayyyy.....terima kasih my love...kau memang selalu bisa membuat hatiku bahagia...!!! (Rumi merengkuh tubuh ideal itu dengan sayang dan mengecup sekilas bibir milik suaminya itu) cup....., kau dengar sayang kita akan pergi keluar bersama Daddy kita (Rumi mengajak bicara anak dalam kandungannya dengan mengelus perut buncitnya dengan penuh Semangat)". Rumi
ya semenjak hubungan mereka terjalin dengan baik Rama mulai membuka topengnya selama didalam rumah karena memanglah rumah sederhana itu hanyalah mereka berdua yang menjadi penghuninya. topeng yang selama 8 tahun ini ia pakai dengan segala keterbatasannya, kini sudah tidak terlalu berarti baginya. karena kini ada seorang perempuan dengan paras cantik jelita menerimanya dengan suka cita, perempuan yang bernama Arumi Fitrian perlahan merubah kebiasaan dan peraturan seorang Rama Wijaya yang super duper kokoh dalam berprinsip dan tuan yang terkenal semena-mena.
disinilah mereka kini berpijak disebuah mall terbesar dikotanya dengan segala pernak-perniknya dan dengan suasana ramai khas pemandangan kota.
"apa ada yang kau mau lagi?". Rama
"ini sudah cukup... (dengan senyum khas manisnya)"Rumi
"baiklah, ayo...(Rama menggunakan topengnya selama diluar dan mengulurkan tangannya kearah Rumi dan menuntun Rumi untuk masuk kearah mobil yang terparkir)". Rama
__ADS_1
* diperjalanan *
"Hem... rasanya aku kembali ke masa remajaku, lihatlah my love itu bangunan sekolahku dulu...(Rumi melongok ke sisi jendela dengan senyuman lebarnya) nampak sama seperti dulu ,kau ingat jalanan ini...jalanan ini mengingat aku kepada masa lalu (dimana waktu Rumi berusaha menyelamatkan Rama yang terpejam dalam mobil dengan keadaan mobil rusak karena mengalami sebuah kecelakaan lalulintas)". Rumi
"Hem....". Rama
"dan lihatlah itu ...itu bangunan universitas ..... yang sempat dulu aku pernah belajar disana (ada kegetiran di ucapannya) hufft.....(Rumi kembali duduk dengan tenang dan manis melihat pandangan kearah lurus mencoba menghilangkan rasa sedihnya yang kembali datang)". Rumi
"maafkan aku, karena dirikulah kau tidak bisa meneruskan pendidikan mu..(Rama meraih erat jemari Rumi dan menautkan kedalam jemarinya dan ia labuhkan Keatas paha kirinya dengan sesekali melirik kearah Rumi dan kemudian fokus kepada laju kendaraan nya)". Rama
"Hem...., tidak ...ini bukan karena mu, ini adalah pilihanku sendiri (menatap lurus)". Rumi
"tapi tetap saja ini adalah akibat dari kesalahan yang aku perbuat hingga kau menutup cita-citamu yang selama ini kau impikan (dengan nada yang redup)". Rama
"Hem... kita ambil saja hikmahnya my love, (Rumi memindahkan tangan yang saling berpaut itu ke atas perut buncitnya) aku sudah melupakan dengan kesedihan masa lalu...aku ingin kita menatap ke masa depan saja. hemmm.....hufffs ,(terdengar Rumi mengambil dan menghempaskan nafasnya secara perlahan) suamiku apa kau bersedia melanjutkan masa yang akan datang bersamaku? membesarkan anak-anak kita dengan suka cita tanpa memandang masa lalu lagi? (dengan menggenggam erat tautan tangan itu dan menoleh kerah Rama)". Rumi
dctttttttttt...ttttt....Rama menepikan lajunya mengerem dan mematikan mesin kendaraannya.
"Rumi....(dengan nada yang bergetar, ia sungguh sangat kaget dengan apa yang barusan ia dengar tadi) a..aku bersedia...aku sangat bersedia sayang ...(Rama tidak menyangka akan mendengar langsung dari bibir manis sang istri yang masih sangat berumur muda itu ternyata umur bukanlah patokan sebuah kedewasaan) terima kasih sayang terima kasih sudah tulus menjalani hidup bersamaku....(Rama mendekap perempuan dengan perut buncitnya hingga tidak terasa ia meneteskan kristal beningnya baginya ini adalah suatu keajaiban baginya, Allah mengirimkan seorang pengganti yang sangat luar biasa tidak adapun cacat di rupa dan hatinya ia sangat bersyukur dan merasa terharu hingga ia tidak terasa meneteskan air matanya)". Rama
"eem...(mengangguk) terima kasih". Rumi
Rama memejamkan netranya menghirup dalam-dalam aroma menenangkan dari tubuh istrinya, ia sangat bahagia dan ia tidak pernah sanggup untuk kehilangannya.
__ADS_1
"kumohon jangan pisahkan aku darinya... dalam doanya". Rama