Tangisan Suci

Tangisan Suci
Rival


__ADS_3

🌾 Di kediaman Arumi 🌾


hening hanya suara gesekan sendok dan garpu yang mewakili penghuni dimeja makan itu.


"makanlah...(dengan waktu secara bersamaan Adam dan Dimas menyendokan sebuah menu yang menurut mereka Rumi sukai)".Adam dan Dimas


krikkkk.....krikkk..krikk sepertinya ada Suara seekor jangkrik yang lewat. keadaan kembali hening.


Rumi melirik diantara keduanya (Dimas dan Adam).


"hihi.... terima kasih kalian sungguh perhatian padaku ,ini terlihat sangat manis...(dengan senyum sumeringahnya) aku menyukainya semua dari menu ini, aku ambil ya...(Rumi dengan sopan mengambil menu yang disendokkan Adam dan Dimas) tunggu apa lagi... ayo kita lanjutkan makan (dengan tatapan Rumi meyakinkan diantara keduanya)". Rumi


"Hem..(kedua-nya menurut badan kembali ke acara makanya)".Adam dan Dimas


dengan santai dan tenang Rumi memulai acara makannya yang sempat tertunda padahal dihatinya bertanya kenapa sedari tadi perasaanya mengatakan ada yang tidak baik-baik saja diantara Dimas dan Adam Daddy superhero bagi Raka kecilnya.


"apa mereka pernah bertemu sebelumnya dan memiliki sebuah masalah yang Belum diselesaikan...ah..aku rasa tidak.. apa ini hanya perasaanku saja..


membatin". Rumi


"huffftt... aku harus mempertanyakan ini kepada mereka berdua, aku tidak Mau kekonyolan mereka membuat adik kesayanganku merasa tidak nyaman...membatin". Ardi


"apa-apaan mereka, dasar para bucin (budak cinta) ...(terkekeh dalam diamnya, ya Alan hanya ikut menikmati kekonyolan mereka berdua Dimas dan Adam) maaf brother aku menyerah sebelum berperang aku kalah telak dari Kalian berdua jadi aku serahkan hasil akhirnya pada kalian berdua... aku harap si Adam yang mendapatkan hati nyonya Rumi aku kasihan padanya tidak punya saudara dan juga orang tua...(ada doa didalamnya namun tetap saja Alan usil dalam benaknya hingga senyum miringnya terlihat oleh Ardi)". Alan


"aw...apa kau menginjak kakiku...(Ardi berakting padahal dialah yang menginjak kaki Alan)". Ardi

__ADS_1


"o..oh...(Alan menahan sakit dikakinya) ma..maafkan aku tuan Ardi...!!!. dasar bos tukang aniaya... aku doakan orang yang kau sukai akan bertekuk lutut meminta cinta kepadaku....(menggerutu dalam senyumnya)". Alan


"aku maafkan,lain kali jangan memainkan kakimu disaat sedang makan...(sok menggurui dengan kekehan usilnya)". Ardi


"eem...(mengiyakan) bos semena-mena...membatin ". Alan


ya Ardi Adam dan Alan adalah insan dengan profesi yang berbeda usia mereka juga saling berselisih namun hanya hitungan bulan, namun tugas mereka satu yaitu menjaga dan melindungi Arumi disini hanyalah seorang Exel yang selalu nampak serius dan terkesan sangat dingin.


🌷 sebenarnya siapakah seorang Exel yang sempat Rama banggakan dan sempat menjadi bawahnya selama belasan tahun? dan seperti apakah rupanya? apakah ia memihak kepada keluarga Wijaya? oh... sepertinya tidak ya...ya karena Exel saja sudah mengalihkan aset Rama yang sempat Rama genggam kepada anaknya Raka... jadi siapakah sebenarnya Exel ini? nanti deh...bagaimana imaginasiku membawaku...🌷


sementara itu ibu Rosa hanya geleng-geleng melihat pertunjukan yang disajikan muda mudi itu. dan tersenyum dalam benaknya, ia sangat merindukan suasana ramai seperti ini. suasana penuh kebersamaan dengan segala keunikannya.


"Daddy...(sementara itu Raka yang sudah mengantuk dan selesai dengan acara makanya menghampiri Adam yang baru setengah menghabiskan porsi makannya) Daddy Superhero Raka mengantuk ayo temani Raka tidur...(dengan nada manja tangan kecil Raka menarik-narik lengan kokoh milik Adam)". Raka


"Raka sayang... apa kau sudah benar mengantuk? ayo mom antar tidur, biarkan Daddy superhero menghabiskan makannya dulu.. (Rumi meraih raka yang menempel kepada Adam)". Rumi


"hihi....Raka sayang...(wajah Rumi memerah ada rasa malu,sedih bercampur kesal, pasalnya Raka lebih menurut dengan Adam dibandingkan dengan dirinya)". Rumi


sementara Dimas lekat menatap kearah ketiganya (Rumi, Raka dan Rumi) yang saling berdekatan dengan interaksi yang terkesan intens. seperti sebuah keluarga kecil yang saling melengkapi. ada angin yang menyesakkan dada, Dimas sadar selama beberapa tahun belakangan sosok adamlah yang telah menjaga Rumi dan anaknya.


secara tiba-tiba ibu Rosa mengelus pelan lengan anak kandungnya itu memberi kesan meluluhkan rasa cemburu dihati anaknya.


Dimas menoleh kearah ibu Rosa dan memejamkan netranya sejenak dan tersenyum meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"tidak apa-apa Rumi biarkan aku yang mengantarnya tidur... aku sudah kenyang...(Adam beranjak dari posisi duduknya dan mulai menggendong Raka kecil, ia sudah paham benar dengan apa yang Raka mau...)". Adam

__ADS_1


"dasar Rama kecil...membatin". Rumi


"Rumi... (kini Ardi yang angkat bicara) sudah biarkan Adam yang mengantarnya tidur...(Ardi tau betul apa yang akan terjadi di saat keinginan Raka kecil tidak dituruti...)". Ardi


"maaf ya dam.... dan terima kasih untuk waktumu yang selalu kau luangkan untuk Raka...(Rumi tersenyum garing)". Rumi


"tidak apa-apa aku melakukannya dengan ikhlas... kau tau kan aku sangat menyayangi Raka". Adam


senyuman diantara keduanya (Rumi dan Adam) kini semakin membuat Dimas meredup.


"hore...yayyy.... ayo dad kita tidur, (Raka beralih kepada semuanya) cup...cup..cup...Raka satu persatu mengecup pipi semuanya dari Rumi,Ardi, Alan, Dimas dan terakhir nenek Rosa) nenek Raka duluan tidur...da..dah...(nampak sekali raut senang dari wajah polos mungil itu)". Raka


"selamat tidur ...". semua orang


ya kecupan singkat dari Raka menetralkan suasana yang semula hening dan tegang.


_skip_


🌾 Fila keluarga Wijaya🌾


"tidak...(nampak Rama keluar dari tempat persembunyiannya /kamar sudah berhari-hari dengan langkah gontai dan tanpa arahnya, tatapanya kosong dan tetap terus aja mengucapkan satu nama Arumi Fitrian. ia berdiam diri semenjak ia mempunyai luka-luka akibat tergores dari ranting-ranting pohon disekitar alam di fila nya)". Rama


"nak, (nampak diujung tangga seseorang yang biasa memasang wajah garang dan emosinya Kini nampak berbeda cara memandangnya sosok anaknya, ia memandang dengan tatapan mengiba terhadap sosok yang baru keluar dari kamar itu)...anakku kenapa semakin hari semakin terlihat seperti mayat hidup... ya Allah seumur hidupku aku baru pertama kali melihat pemandangan seperti ini...apakah ini balasan dari perbuatanku yang dulu pernah memainkan perasaan perempuan...hingga Rama mengikuti jejakku...tapi kenapa mesti harus anakku yang menanggungnya kenapa kau tidak menyadarkan ia sebelum terlambat seperti ini... membatin. ( hingga tidak terasa kristal beningnya dengan begitu saja lolos melewati pipinya)". Samuel


"dad, kenapa kau nampak bengong seperti itu diujung sana...(Amanda yang baru keluar kamar terlihat bingung melihat suaminya berdiri melamun di ujung tangga)". Amanda

__ADS_1


"mom...(samuel menoleh dan menghapus jejak air matanya) apa tidak sebaiknya kita bawa Rama keluar negeri saja untuk perawatannya, disana banyak dokter berstandar internasional yang lebih dominan. dan dengan keluar negeri Rama akan mendapatka' suasana baru, siapa tau dengan ia jauh dari tanah air ia sedikit demi sedikit bisa melupakan trauma nya...(kini Samuel nampak serius dengan ucapannya biasanya ia tidak terlalu seserius ini)". Samuel


"dad....(nada Amanda bergetar ini baru pertama kalinya suaminya seperhatian ini kepada anak-anaknya) kita bisa mencobanya , apapun itu asal yang terbaik untuk kesehatannya...(dengan wajah berbinar dan sedihnya, ya Amanda senang melihat perubahan dari suaminya namun Amanda juga sedih dengan keadaan anaknya yang semakin hari semakin memprihatinkan) ". Amanda


__ADS_2