Tangisan Suci

Tangisan Suci
Pembalasan 1


__ADS_3

"hiks...aku mengakui bahwa dosaku sudahlah terlalu banyak ya Rabb... aku telah menghianati suamiku sendiri...hiks...aku jahat..., aku benci dengan keadaan ini.


jujur hingga saat inipun aku tidak bisa menghapus rasaku untuk mas Satria hiks.... tapi kenapa aku juga tidak bisa melepaskan diri dari mas Rama...hahhhhhh......sehina dan sesedih inikah hidupku.... hiks!.


ahhhhh......aku sudah sungguh tidak kuat, kenapa kau selalu memisahkan aku dengan seorang yang kuinginkan.....,hiks... sungai ini bagaikan derai air mataku yang selalu menghiasi hari-hariku.


apa lebih baik aku akhiri saja semuanya disini...bergumam (Rumi kalut bergelut dengan jiwanya sendiri).


ahhh...aduh..aw...(tiba-tiba perutnya terasa begitu nyeri, dan Rumi meraba area daerah perutnya ia baru teringat ada sosok bayi kecil yang hidup disana) astagfirullah...apa yang aku tengah fikirkan Rumi... hiks... maafkan mommy sayang... maafkan mommy...(Rumi segera tersadar, bahwa ada calon buah hatinya yang sedang berjuang disana yang sedang berjuang dengan segala prosesnya ya Rumi akan menyayangi dan mencintai anak-anaknya meskipun dengan seseorang yang berbeda).


hiks... maafkan mommy ,mommy belum bisa menerima Daddy Ramamu dihati mommy... meskipun Daddy Ramamu sudah mendapatkan mommy...itu semua karena mommy sudah terlanjur memberikan hati mommy kepada Daddynya Aydan hiks....!.


apa kau tau sayang...rasanya sakit...sakit..hiks... sungguh sakit, mommy melakukan semua ini karena mommy tidak ingin Daddy Ramamu melukai keluarga mommy lagi.


ahhh....(lagi-lagi perutnya dibuat nyeri dan semakin menjadi hingga Rumi tidak kuasa untuk berdiri), ahhh.... apa kau juga tengah marah kepada mommy... karena mommy masih mencintai Daddynya Aydan...???! ahhh... ". Rumi


terlihat Rumi selayaknya sedang curhat kepada sebuah air yang mengalir begitu derasnya dibarengi tatapannya kearah perutnya.


keberadaan Rumi cukup mengundang perhatian.


dengan memakai gaun formalnya, menjadikan dirinya cukup mencolok dipinggiran sebuah jembatan besar yang berlalu lalang kendaraan, dan dibawah jembatan itu terlihat arus sungai yang begitu deras.


"huhh...hahhhh.... huffftt.... nyonya jangan nyonya, tuan Rama pasti akan memenggal kepala kami jika nyonya melakukan hal demikian (Dimata para anak buah Rama Rumi terlihat menyandarkan dirinya di tepian jembatan yang sedikit membungkukkan tubuhnya, mereka sangka nyonyanya sedang melakukan acara bunuh diri)".anak buah Rama


tiba-tiba dari arah samping Rumi terlihat sebuah mobil hitam misterius dengan tiba-tiba berhenti tepat disampingnya.


"nyonya...(berteriak disaat salah satu penghuni mobil hitam misterius berusaha membawa ikut serta Rumi masuk paksa)".anak buah


"Ahk.... tidak, aku tidak mau ikut ..si.. siapa kau...(meronta disisa tenaganya)". Rumi


"nyonya...hiat.....(para anak buah Rama menghambur menghalau kemungkinan nyonyanya dibawa dan terjadi aksi baku hantam)".anak buah


terjadi baku hantam dan saling menyerang sedangkan Rumi terlihat diombang-ambingkan.


"ahk.... perutku sakit (Rumi berusaha menjauh dari keributan yang disebabkan oleh anak buah Rama dan beberapa orang tidak dikenal).


ahkh....hhhhhhh....bruggggkh....".Rumi

__ADS_1


"tidak........ Rumi.....!!! (Dimas yang baru sampai ditempat kejadian membelalakkan matanya dengan berteriak menyerukan nama seseorang yang masih ia sangat sayangi lebih tepatnya masih ia sangat cintai, Rumi tertabrak sebuah mobil pribadi dengan nomor plat yang misterius/tersembunyi, Rumi terpelanting begitu keras dan cukup jauh, mendarat dengan posisi terlentang).


tidak...(Dimas lari cepat menghampiri Rumi yang tergeletak sudah memejamkan netranya)... Rumi .. hiks... tidak...(Dimas Berbalik netranya mengarah kepada sebuah mobil yang terlihat sengaja melajukan lajunya kearah Rumi).


b..-dab...keluar kau... (kaca mobil berbuka dan memperlihatkan seseorang wanita dengan sebuah kacamata hitamnya menampilkan sebuah senyuman puasnya dan sedetik kemudian mobil itu tancap gas berlalu dengan kecepatan penuhnya).


ahhhh... s..-al... (dan kembali kepada Rumi, tanpa pikir panjang Dimas membopong sedikit kepalanya hingga kepangkuannya ini adalah pertama kalinya dirinya bisa menyentuh kembali makhluk cantik dengan aura kepositifan yang dulu pernah menghiasi hari-harinya, gadis polos dengan sejuta keceriaannya kini sudah tumbuh dewasa ya perempuan yang dicintainya sudah berumah tangga dan mempunyai 2 anak laki-laki yang lucu dan tampan dari laki-laki yang berbeda ya Dimas belum tau jelas Rumi tengah hamil lagi hanya satria dan Ardi saja yang baru mengetahuinya.


perlahan Dimas mengusap rambut yang menutupi wajah Rumi, ia terkaget disaat warna celananya berubah kemerahan).


darah... bergumam.". Dimas


sementara itu dikediaman Ardi.


gerbb... suara sebuah pintu yang ditutup.


"mas(dengan hati-hati)". gladis


"kita akan pulang, anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi (dengan kegelisahannya)". Satria


terlihat Rama di bawa oleh sebuah ambulans yang Adam panggilkan.


"mas... tolonglah aku, Ardi dibawa kerumah sakit. mobilku tengah dalam perbaikan? (tatapan memohon)".Nona


Satria membuka pintu, dan nampak turun hingga Nona menyingkirkan diri dari jendela mobilnya.


Satria memencet sebuah nomer diponselnya dan beberapa saat Adam mendekat.


"ada apa dosen? ". Adam


gladis, Caca diam mendengarkan dari dalam mobil.


"aku minta tolong kepadamu, antarkan nyonya Ardi kerumah sakit. dan aku titip pesan maaf untuk Ardi, yang tidak bisa menjenguknya untuk waktu sekarang". Satria


"em.., baiklah.


(dan beralih kepada Nona), nyonya mari saya antar...(dengan sopan)". Adam

__ADS_1


dengan langkah lunglai Nona melangkahkan kakinya namun sejurus kemudian terdengar suara deringan yang berasal dari selluler milik Satria.


drttt.....drttt.....


📲 *"kak Dimas...bergumam (disaat netranya melihat nama yang tidak asing).


ada apa brother?, ....maaf aku tidak bisa jika menyangkut nyonya Rumi lagi, aku sudah usai denganya........(sedetik kemudian)...Apa??????? (Satria menjatuhkan selullernya karena begitu terkejut)".* Satria


_skip_


beberapa jam kemudian.


nampak beberapa laki-laki dewasa tengah berkutat dengan pikirannya masing-masing.


menatap mengarah dengan haluan yang sama.


menunggu sebuah jawaban dari balik sebuah pintu yang tertutup rapat dengan nyala lampu didalamnya.


"mas tenanglah, ini bukan murni kesalahanmu ...nyonya Rumi pasti kuat (nampak Nona menyemangati Satria)". Nona


"terima kasih...,tapi aku benar-benar merasa bersalah andai aku ... tidak....(kelanjutan ucapanya tertahan seolah kata-katanya musnah bersama amarahnya yang musnah digantikan dengan sebuah penyesalan)". Satria


melihat itu Ardi dengan sebuah kursi roda hanya bisa menahan perasaannya, wanita yang dinikahinya malah memberikan simpatinya kepada sang mantan.


ya Ardi menyadari dengan hal itu bahwasanya yang kini menjadi istrinya masih mencintai seseorang yang tengah terpuruk disana yang sedang terlihat menyesali atas segala perbuatannya.


sedangkan Dimas duduk menunduk dengan baju yang sudah banjir dengan noda merahnya.


"dosen, apa tidak sebaiknya dosen membersihkan tubuh anda terlebih dahulu, jikapun ada perkembangan kabar saya akan memberitahu Anda (dengan sopan)?". Adam


ya disana hanya ada beberapa laki-laki dewasa hanya Nona pelaku perempuan disana.


gladis bersama Caca dan Aydan pulang diantar Alan sedangkan teman dekat Adam ia antarkan pulang terlebih dahulu sebelum ia pergi menyusul kerumah sakit.


sedangkan Nona barengan dengan Satria.


"aku melihatnya, seseorang perempuan berkacamata hitam yang telah menabraknya! tapi sayang aku tidak mungkin untuk mengejarnya karena aku lebih mementingkan akan keselamatan Rumi...(dengan nada pelannya).

__ADS_1


ini semua terjadi karena akan keegoisan kalian...andai kalian tidak memperlakukan Rumi dengan cara yang tidak patut seperti itu...(nadanya bergemuruh)...aku kecewa dengan kalian terutama kau Satria!!! (Dimas bangkit dan menunjuk tepat kearah Satria).


aku tidak akan melepaskan mu, aku akan memberimu pelajaran jika suatu hal buruk terjadi kepada Rumi (dengan tatapan tajamnya)". Dimas


__ADS_2