Tangisan Suci

Tangisan Suci
Trauma


__ADS_3

_skip_


"Raka... sayang Dimana kau ...(nampak Ardi yang baru turun dari mobil dengan segera melangkahkan kakinya dengan langkah lebarnya menuju dimana rumah Rumi berdiri dengan keserhanaan suasana yang tenang dan tertata rapih nan indah) Raka sayang ini Daddy....(Ardi mencoba menemukan Raka ia langsung masuk kedalam rumah milik Rumi, ya karena pintu memanglah sudah terbuka lebar)". Ardi


jam menunjukkan pukul 11 siang.


"Daddy...(Raka berlari dari arah dalam kamarnya disusul Rama yang mengekor di belakangnya) Daddy...aku sangat merindukanmu dad!! (Raka masuk kedalam pelukan sang Ardi ,Daddy supernya)". Raka


"Daddy.... bergumam". Rama


"Daddy juga sangat menridukanmu sayang! apa kau baik-baik saja? (Ardi menoleh kearah rama yang berdiri mengamati interaksi diantara Ardi dan Raka) Hem...ia Raka selalu menganggap Daddy kepada setiap orang yang dekat dengan Rumi. (Ardi menatap tegas kearah dimana Rama tengah berdiri), tuan Rama bukannya Satria sudah memberitahu Anda untuk bersikap biasa! tuan tidak perlu membawa Raka dan memisahkan Raka dari ibu kandungnya.". Ardi


"seperti itu ya Hem...aku tidak pernah berniat memisahkan Raka dari mommynya, aku hanya ingin menebus semua kesalahanku dimasa lalu....(dengan tatapan yang sulit diartikan)!!!". Rama


"mommy...!! Dad, kemana mommy Rumi kenapa dia tidak bersama dengan Daddy untuk menemui Raka? (Raka penasaran karena Ardi datang hanya sendirian)". Raka


"oh..ya benar kemana Rumi kenapa dia tidak ikut datang, bukannya ia adalah ibu kandungnya kenapa dia seakan tidak mencemaskan nya *Raka*, apa dia tidak merindukan anakku!?". Rama


"dia sedang tidak enak badan , (dan fokus kepada Raka kembali) mommymu drop sayang... karena nenek Rosa ,(ucapanya terhenti sejenak) nenek Rosa telah pergi meninggalkan kita, nenek Rosa...nenek telah meninggal dunia. (sebenarnya Ardi tidak tega memberi tahu Raka disaat keadaan yang seperti ini, Namun cepat atau lambat Raka pasti akan tau juga)". Ardi


"nenek..... nenek Rosa.... meninggal? tidak...tidak...dad...Daddy pasti tengah berbohong ( Raka menatap tidak percaya) Raka tau nenek Rosa sedang baik-baik saja...Daddy Ardi pasti bohong (ya karena Raka yang kabur dari acara pernikahan mommynya, Raka tidak mengetahui nenek Rosa dengan sakit yang kambuhnya,raka mengira neneknya baik-baik saja)". Raka


"Daddy tidak berbohong sayang". Ardi


sementara Rama masih setia dengan mengamatinya.


"hiks .... nenek Rosa (lagi-lagi Raka masuk kedalam pelukan sang Ardi tanpa menganggap seseorang yang setia berdiri disebarang sana)dad, Raka ingin segera menemui mommy... Raka ingin kepemakaman nenek...(ketika raka mulai menguasai keadaan)". Raka

__ADS_1


"tuan...(Ardi melepaskan pelukannya kepada Raka dan menatap tenang kearah Rama) tuan... saya akan membawa Raka kepada mommynya ,tolong minta pengertiannya keluarga kami masih dalam duka....!". Ardi


"aku mengizinkan Raka untuk menemui mommynya, namun tidak jika tanpaku...!". Rama


"tuan... maafkan atas kelancangan saya ...(ya Ardi berbicara sesopan mungkin karena ia masih mengingat akan jasa yang Rama berikan untuknya disaat dia mengalami cidera disekujur tubuhnya hingga mengalami kelumpuhan dengan jasa seorang Rama dirinya sampai saat ini masih dapat bernafas dengan nikmat meskipun keadaan fisiknya jauh dikata seperti dulu, ya suara dan cara berjalan Ardi yang lebih serak dan sedikit berjalan sedikit terlihat pincang) saya rasa adik saya belum dapat untuk bertemu dengan Anda...". Ardi


"Hem....(nampak Rama memejamkan netranya)". Rama


_skip_


"om... lepaskan aku om, aku mau bertemu dengan mommy....Daddy ..Daddy Raka tidak mau ikut dengan om asing ini...(Raka meronta-ronta dalam genggaman Rama)". Raka


"diam...Daddy terpaksa melakukan ini Raka, Daddy tidak mau lagi kehilanganmu sayang...(Rama lagi-lagi menyeret Raka dengan langkah lebarnya hingga Raka tidak bisa menyeimbangi langkah Rama, dan memaksa Raka masuk kedalam mobil) duduk, dan jangan pergi kemana-mana (dengan tatapan perintahnya)". Rama


"om..jahat... Raka tidak mau mempunyai Daddy sepertimu....!!! (dengan teriakkan khas laki-laki kecilnya)". Raka


brummmm....... dctttttttttt....dari arah seberang jalan terlihat berhenti sebuah mobil yang sangat Raka kenali ya mobil itu adalah milik dari sang mommy.


"mommy....(Raka keluar dari mobil milik Rama dan berjalan keluar untuk maksud menghampirinya sang mommy tercintanya. namun Rama menyadari hal itu hingga langkah Raka Rama tahan) om biarkan Raka untuk menemui mommy om....(dengan mencoba menarik tangannya yang berada dalam genggaman Rama)!!". Raka


"Rumi...(Ardi terkaget bukan main pasalnya sedari tadi Rumi sendiri yang menolak untuk menemui anaknyapun karena anaknya tengah bersama masa lalunya ". Ardi


"mas Rama....(bibirnya keluh sebenarnya ia belum siap untuk bertemu dengan sang mantan, baginya kisah yang dulu pernah ada tidak mudah hilang dengan begitu saja 5 tahun baginya adalah waktu yang lama namun kenangan yang sudah terlanjur terukir sangatlah sulit untuk dilupa apalagi kenangan yang membekasan luka)". Rumi


"jangan takut aku ada disini...(Dimas yang mengekor kini mensejajari Dimana Rumi berdiri dengan menggenggam tangannya bermaksud memberikan kekuatan)". Dimas


"(Rumi menoleh dan mengangguk tanda mengiyakan) terima kasih kak...". Rumi

__ADS_1


sementara itu Rama mulai mendekat kearah Rumi dan begitupun Rumi yang mendekat kearah dimana anak dan mantan suaminya tengah berada.


degggg....Rama melihat genggaman tangan diantara keduanya Rumi dan Dimas, ya setahu Rama Dimas adalah kakak angkat dari Rumi.


ada rasa cemburu yang timbul namun masih pantaskah ia untuk merasakan hal itu?.


"mommy....(Raka berteriak yang masih setia dengan genggaman Rama dilengannya)". Raka


"sayang... Rakaku... kemarilah nak, mommy sangat merindukanmu...(Rama melepaskan genggamannya dan Raka berlari dimana mommynya tengah berdiri)". Rumi


"mommy....(Raka masuk dalam pelukkan sang mommy) maafkan Raka mom...Raka sudah membuat mommy khawatir (Raka menyesal dalam pelukan sang mommy)". Raka


"mommy akan selalu memaafkanmu sayang...raka sayang...apa kau sudah paham dengan kebenaran ini? (Rumi mencari jawaban menatap Raka dengan penuh kelembutan)". Rumi


"eem....(Raka mengangguk), tapi tetap saja mom...Raka tidak bisa menerima om itu untuk menjadi Daddy Raka, yang Raka mau hanyalah Daddy Romi...Raka sudah terlanjur menyukainya mom...mom mana Daddy Romi Raka ingin sekali bertemu dengan Daddy (dengan kepolosannya)". Raka


degggg.....betapa hancurnya hati Rama, anak kandungnya sendiri lebih memilih Romi untuk dijadikan orang tuanya. Sungguh rasa perih yang Rama dapatkan.


"sayang...(ada nada kasihan dihati nurani Rumi dengan mengelus pipi pelan milik Raka) kau tidak boleh seperti itu... meskipun kau menyukai mas Romi ,tapi Raka harus tetap menghargai Daddy kandung Raka yang sebenarnya...(Rumi memberikan pengertianya karena Rumi tidak mengajarkan anaknya dengan hal yang tidak baik, meskipun luka yang diberikan Rama teramatlah dalam)". Rumi


Rama mendengar penuturan dari sang mantan istrinya, betapa sejuk hatinya. kenapa ia dulu dibutakan dengan cinta dari seorang dara yang hanya sebagai alat untuk sebuah alat balas dendam ...hingga Rama mengabaikan ketulusan dari seorang perempuan yang bernama*Arumi Fitrian* dan malah ketulusan itu sendiri Rama jadikan sebuah pelampiasan kekesalannya kepada kembarnya Romi.


"tapi...mom...". Raka


"mommy yakin Raka adalah anak yang baik!!! (dan beralih kepada Rama yang setia dengan tatapan kerinduannya)". Rumi


"mas Rama.... bergumam, mas biarkan Rama ikut denganku.". Rumi

__ADS_1


"aku...(Rama rasanya tidak kuat bila harus berdiam diri hanya menatap tanpa menyentuh sosok yang ada dihadapannya itu) aku...aku ingin berbicara empat mata denganmu Rumi..aku mohon...(dengan setetes kristal bening dan sorot penuh permohonan)". Rama


__ADS_2