
"Akhhhhhhhhhhhhhhhh...". Rumi
dctttttttttt....suara mobil di rem secara mendadak...hingga menimbulkan decitan diantara ban mobil dan panasnya aspal.
"S..-lan ...kau tidak lihat aku sedang bertelepon? (dengan khas bentakkan angkuhnya)". Romi
Romi terpaksa menutup panggilan diselullernya karena emosinya yang tiba-tiba hadir.
"Maaf tuan muda didepan ada seorang gadis yang sembarangan menyeberangi jalan, biar saya lihat tuan dan memberinya sedikit pelajaran (Jack mulai membuka pintu mobil dengan segala tugasnya) ". Jack
"Tunggu biarkan aku saja yang memberi pelajaran untuk gadis bodoh itu (Romi mengambil alih ini adalah ketika ia sangat marah maka segala tugas bawahan akan ia sendiri yang melakukannya) baiklah kita lihat siapa pengganggu itu...(dengan nada gemas gemertak diantara digiginya ia perlahan membuka pintu mobilnya dengan menutupnya dengan bantingan yang keras)". Romi
"Aw...sakit (nampak sesosok gadis yang bertubuh ideal berambut panjang terurai dengan mata bulatnya itu sangat indah di mata Romi, ia ternganga terpukau akan keindahan sesosok perempuan yang sedang meniupi siku dan lututnya)". Rumi
"Kau terlihat masih sangat murni....kau juga terlihat masih sangat segar...keringatmu itu terlihat me...-rahkan.
You're the women I've been waiting for...only you can thrill my heart.
you look beautiful in my eyes. you are the perfect women...membatin (dengan tatapan memindai)". Romi
Netra Rumi melihat sosok yang pernah ia lihat 8 tahun lalu, namun sosok itu masih terlihat sama dengan ketampanan diatas rata-rata dan sangat mempesona.
"Tu..tuan muda Romi, apakah itu anda tuan (Rumi menatap lekat pemilik wajah yang telah membawa kakaknya itu, ini baru pertama kali ia melihatnya sedekat itu pemilik wajah tampan nan rupawan Rumi mendekat dan memperhatikan wajah itu ya ternyata benar dia adalah tuan muda Romi yang membawa kakaknya untuk dijadikan bawahnya tepatnya dijadikan robot berfikirnya)". Rumi
__ADS_1
"Kau...siapa kau? kenapa kau kenal dengan diriku (terlihat tersenyum senang meskipun nampak berfikir)". Romi
"Siapa orang yang tidak mengenalmu tuan? kau adalah orang yang sudah mengangkat kakakku (membalas senyum dengan senyuman manisnya)". Rumi
"Kakak? kakak yang mana?.. membatin (terlihat Romi berfikir ia sampai terlupa dengan statusnya ia berdiri dipinggiran jalan dengan teriknya sang mentari)". Romi
"Tuan...(Jack menghampiri dengan menggunakan payungnya melindungi tuannya dari sengatan siang matahari)". Jack
"Ayo kita bicara didalam saja (tanpa persetujuan Romi menarik pergelangan tangan Rumi dan mendorong Rumi untuk masuk dan duduk di jok penumpang)". Romi
"Tu..tuan...,maaf tuan muda Romi apakah ini tidak berlebihan saya duduk bersejajar dengan tuan Romi (Rumi nampak gugup)". Rumi
"Hem...tenanglah ini aku yang minta, ini sebagai permintaan maafku telah menabrakmu maka aku antarkan kau sampai depan rumah katakan dimana alamatmu (tersenyum ramah)". Romi
"Degggg....terima kasih tuan...dah..Dig..dug... (debaran didada Rumi).
Ya karena pada kejadian sewaktu dipanti Rumi tidak menyaksikan raut dan teriakkan dari Romi secara langsung karena pada saat itu Rumi kabur bersama kakaknya Ardinya.
"Baiklah karena perjalanan masih jauh aku ingin kita mengobrolkan obrolan yang tadi sempat tertunda (netranya melihat luka kecil yang Rumi miliki tangan Romi meraih peralatan medisnya dan membersihkan luka disiku dan lutut Rumi tanpa ia meminta izin terlebih dahulu kepada Rumi)". Romi
"Ma..maaf tuan tidak usah ,ini sangat berlebihan...saya bisa sendiri (Rumi meraih peralatan medis itu getaran didalam dada Rumi semakin menjadi disaat Romi menyentuhnya ini adalah pertama kalinya debaran dijantungnya memompa dengan sangat cepat selain kaget dan habis berolahraga ya debaran itu terasa sangat berbeda) saya merasa tidak enak hati tuan ,tuan tidak pantas melakukan ini kepada saya...". Rumi
"Tolong diamlah ...aku akan merasa jauh lebih bersalah jika membiarkanmu pulang dengan keadaan terluka seperti ini ". Romi
__ADS_1
"(Dengan berat hati dan rasa sedikit risih dan debaran di jantungnya. Rumi menahan semua rasa itu menjadi satu) tuan ini terasa sangat perih...aku rasa tuan salah memberikan obat...(dan menahan rasa perih itu dengan hanya memejamkan matanya)". Rumi
"Terlihat sangat menggemaskan...itu membuat jiwaku terbang melayang tidak ada rupa yang membuat perasaanku sesenang ini...membatin.
ughhh......(menahan semua gejolak yang ada entah ini baru pertama kali ia berjumpa gadis semenakjubkan Rumi namun rasa ingin memilikinya terasa menggebu-gebu. ya seorang tuan muda dengan julukan tuan muda Romi adalah Casanova didalam dunia bisnis ini, namun ia adalah urutan kedua setelah Rama saudara kembarnya, mereka dulu berdua gemar mempermainkan perempuan namun setelah Rama menikah dan terjadi insiden dan insiden itulah yang menyebabkan istri sang Rama pergi meninggalkannya hingga kejadian itu membuat mereka berdua enggan untuk mencari asal wanita apalagi yang mengutamakan dengan ukuran harta)". Romi
"Tuan...(ada sedikit kekhawatiran diraut Rumi, ia terlihat menggeser posisi duduknya) a...aku turun disini saja (dengan salah tingkah)". Rumi
"Maafkan aku, apa aku membuatmu takut? (disaat Rumi menggeser posisi duduknya) aku minta kau jangan takut aku bukan seorang laki-laki jahat .baiklah ayo kita kerumah sakit keluargaku saja, aku mau kau menerima permintaan maafku (dengan senyum sopan)". Romi
_Skip_
"Oh jadi kau tadi berlari dikejar monyet (dengan kekehan dan ekspresi lucunya)". Romi
"Eh....(Rumi terkejut ternyata tuan muda Romi juga bisa melawak) i..ia tuan, tuan apakah kak Ardi masih bersamamu? (dengan hati-hati)". Rumi
"Ardi? deggg...kakak? apakah gadis berparas indah ini adalah perempuan kecil yang bersamanya (ardi) 8 tahun lalu. lihatlah pertumbuhannya begitu sangat pesat...syukurlah ia terlihat masih polos...membatin (Romi melihat seragam yang masih melekat ditubuh Rumi menandakan ia masih remaja yang masih suci/belum tersentuh)". Romi
"Tuan kenapa kau melamun? jawablah pertanya'anku dan biarkan aku turun kita sudah sampai didepan rumahku". Rumi
"Oh..maaf, ini kartu namaku disitu ada alamat dan no teleponku kau bisa menanyakan kakakmu nanti. aku pamit dulu karena aku masih ada urusan (tangan Romi terangkat menggapai pucuk kepala Rumi dengan gerakan cepat ia mengelusnya) belajar yang rajin, sampai jumpa...(dengan senyuman pamungkasnya)". Romi
selepasnya kepergian Romi..
__ADS_1
"Oh...sungguh manis dan baik hati ia juga tampan dan gagah...model suami idaman (ia terkekeh dengan ucapan sendiri)". Rumi
"Rumi... darimana saja kau nak ibu mencarimu disekitar sekolahmu tapi kamu tidak ada, dan itu kau nebeng mobil siapa, mobilnya terlihat mewah? (penuh selidik ibu Rosa yang terlihat baru keluar dari rumah)".ibu Rosa