Tangisan Suci

Tangisan Suci
itu memang dirinya 3


__ADS_3

📲 *" kenapa tanpa suara yang jelas?".* seseorang


terlihat seseorang sedang diluar lapangan, ia duduk disebuah kursi yang terlihat sangat sederhana dengan mengamati sebuah layar yang cukup lebar. dengan sebuah earphone di telinganya.


📲 *"Hem...maaf tuan saya hanya bisa mendapatkan gambar tanpa mendengar obrolan dari mereka karena jarak saya dan nyonya Rumi cukup jauh ditambah bisingnya lalu lalang laju kendaraan".* mata-mata


📲 *" sudahlah tidak apa-apa yang terpenting dia dan anaknya baik-baik saja. awasi terus setiap mereka meninggalkan rumahnya".* seseorang


📲 *" baik tuan...".* mata-mata


tuttt...tutttt.... panggilan diakhiri.


* di restoran *


"dah sampai jumpa, aku sangat senang bisa berbagi cerita lagi bersamamu (nampak Rumi dan Dona saling berpamitan ala para mom)". Dona


"akupun sebaliknya... dan betapa senangnya aku ,anak kita ternyata satu sekolah, disekolah yang sama. mungkin inilah yang dikatakan dengan sebuah takdir, kita ditakdirkan menjadi teman untuk seterusnya...(Rumi tersenyum dengan binarnya)". Rumi


"eem....(mengiyakan)". Dona


"da..dah ...." ke empatnya


* di mobil *


"mom ...mom sama daddynya Caca, (ucapanya terjeda)..emm...(nampak Raka ingin mengucapkan sesuatu namun ia terlihat ragu)". Raka


"katanlah sayang jangan membuat mommy penasaran...(sesekali Rumi melirik kearah dimana anaknya duduk manis)". Rumi


"emmm... baiklah tapi mom janji ya jangan marah (dengan mengigit bibir bagian bawahnya sambil menunduk)". Raka


"mom tidak akan marah, mom janji. katanlah apa saja yang menganggu fikiranmu sayang, tidak baik kalau hanya diam dan memendamnya sendiri...(dengan nada yang menyakinkan)". Rumi


"mom...apa mom dengan Daddynya Caca ada hubungan? (dengan keberanian yang dikumpulkan)". Raka


ya kalau menyangkut masalah yang satu ini Raka sudah bisa memprediksi apa yang akan momnya tunjukan.


"emm...kalau ia apa Raka mengizinkan? (dengan hati-hati)". Rumi


"maksud mommy? ...(Raka masih tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar)". Raka


"kita sudah sampai kita lanjutkan nanti saja (Rumi melepas sabuk pada kursi dimana Raka duduk dan mengusap sayang kepala anaknya) mom akan membicarakan ini nanti sekarang Raka masuk dan istirahat dulu ok (dengan senyum simpulnya)". Rumi


"eem...(mengiyakan)". Raka


Raka turun terlebih dahulu dan Rumi menyusul dibelakangnya.

__ADS_1


"huffft.... semoga Raka mau mengerti...bergumam". Rumi


pagi menyambut lagi jam sudah menunjukan pukul 9 pagi.


"sayang mom tinggal dulu yah, baik-baik sama teman-teman...(dan pandangannya beralih kepada Caca gadis imut seumuran dengan anaknya, (Raka). Caca sayang Tante pamit yah...(dengan senyum khasnya)". Rumi


"ia Tante terima kasih sudah mengizinkan Raka belajar bareng Caca (dengan nada yang sangat menggemaskan)".Caca


"dah semua....(Rumi pamit)". Rumi


"da...dah....ibu guru". teman-teman Raka dan Caca


"mari aku antar...(dengan senyum simpulnya) ".Satria


"eem...boleh (dengan senyum yang disembunyikan)". Rumi


sedangkan orang tua dari teman-teman Caca sudah terlebih dulu undur diri.


ya Caca adalah teman sekelas Raka Daddynya bernama Satria, Satria adalah seorang dosen dimana Dimas menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut (sekolah yang sama dengan Dimas). satria adalah seorang duda keren yang ditinggal wafat mendiang sang istri tercintanya karena penyakit yang dideritanya. penyakit menahun yang dibawa sejak bawaan lahirnya. sudah berbagai cara pengobatan dilakukan dengan biaya yang fantastis namun Tuhan berkehendak lain , satria dan Caca anak tercintanya harus merelakan seseorang perempuan yang spesial didalam hidupnya (Caca dan Satria).


dua tahun kemudian satria mulai bangkit dan meneruskan perjalanan hidupnya tanpa seorang pendamping dengan anak tercintanya. dan sebagai tenaga pengajar lah profesinya saat ini.


nampak Rumi dan Satria keluar dari dalam rumah.


"mereka ada didalam tidak perlu seformal ini, panggillah dengan sebutan yang seperti biasanya...(Satria menatap dengan kelembutan)". Satria


"i..ia mas, maaf... Raka belum bisa....(Rumi menahan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan menundukkan pandangannya)". Rumi


"hei...tidak apa-apa kita pelan-pelan saja...suatu saat nanti aku yakin Raka bisa mau mengerti (Satria menggapai dagu Rumi dengan jemarinya dan mensejajarkan pandanganya dan beralih ke pundak Rumi dan mengusap pelan kedua pundak itu dengan tatapan yang meyakinkan)". Satria


"eem... terima kasih mas, kau mau bersabar menungguku (Rumi dengan tatapan sendunya)". Rumi


"sudah jangan bersedih... kita harus optimis (dengan menyentuh ujung bibir Rumi menuntun untuk tersenyum)". Satria


"mas kau selalu membuatku merasa lebih baik...(Rumi akhirnya bisa tersenyum dengan senyum seperti yang biasanya senyuman yang menawan)". Rumi


"nah seperti inilah keaslianmu, kau terlihat lebih cantik secantik hatimu...". Satria


"mas...sudah jangan banyak menggombal nanti cepat basi (Rumi sedikit memanyunkan bibirnya)". Rumi


"haha.....kau selalu terlihat menggemaskan dimataku sayang". Satria


"stttt....mas jangan kencang-kencang...(raut Rumi seakan seorang yang sedang jadi buronan ,takut ketahuan, pucat dan was-was)". Rumi


"maaf....maaf, sesabar apapun mas mu ini menunggu rasanya tidak bisa untuk menahan rasa rindu disaat bertemu, semoga saja kaulah tempat terakhir hatiku berlabuh Rumi (dengan menatap intens) aku hanya menginginkan dirimu untuk menjadi pendampingku, aku akan tetap bertahan dan terus berjuang untuk mendapatkan mu". Satria

__ADS_1


"terima kasih mas... semoga kita berjodoh, kita sama-sama berdoa untuk kedepannya (seperti mendapatkan sebuah siraman air yang menyegarkan dahaga disetiap ia berjumpa dengan Satria, satria adalah sosok yang dewasa dan lembut kepada Rumi)". Rumi


"amin...eem..(mengiyakan)". Satria


sementara itu tanpa disadari kedua-nya raka tengah mengintip dibalik tirai, ada perasaan merasa bersalah teruntuk mom tersayangnya karena sudah tidak menyetujui hubungan mom dan Daddynya Caca, ya karena Raka sudah menemukan sosok Daddy kandungnya. dan ia Raka bertekad akan menyatukan kembali mom dan Daddynya itu.


"maafkan Raka mom, Raka sudah membuat mom bersedih, Raka yakin Daddy bisa membuat mommy bahagia lagi Daddy akan meminta maaf dan tidak mengulangi kesalahannya yang pernah Daddy lakukan dulu... membatin". Raka


dan diujung sana terlihat seseorang dengan tatapan mengertinya tengah menelpon dengan seseorang disebarang sana.


dengan terus memperhatikan kedua-nya Rumi dan Satria yang sejak tadi berdiri berdua didepan sebuah mobil yang terparkir.


"sepertinya nyonya akan pergi dari rumah itu tuan...".mata-mata


"baiklah cari tau tentang laki-laki yang sekarang bersama istriku, dan berikan dengan secepat mungkin hasil tentang nya, mengerti!!!". seseorang


"mengerti tuan. laksanakan". mata-mata


tuttttt....... panggilan ditutup.


"semoga saja dia bukan siapa-siapa. terlalu banyak sainganku,belum ditambah dengan Rama..... Rama semoga saja ia sadar diri, maafkan aku brother dengan masalah perasaan, aku tidak mau mengalah lagi kepadamu, Karena sekarang aku sudah mendapatkan 1 poin di atasmu (Raka), andai saja dulu aku tidak dipertemukan dengan Julie mungkin saat ini aku sedang tertawa bahagia bersama dengan rumiku ". seseorang


jam sudah menunjukan pukul 1 pagi.


"saatnya aku menjemput Raka (Rumi bersiap-siap untuk menjemput anaknya dirumah kekasihnya (Satria), ya Rumi dan Satria menjalani hubungan secara diam-diam sampai kakaknya Ardi pun tidak mengetahuinya)". Rumi


drtttttt...... drtttttt nampak ponsel Rumi bergetar dengan nada deringnya.


"siapa sih, aku sedang dandan cantik mengganggu saja....(nampak Rumi menggerutu dalam langkahnya) mas satria?!!! kenapa ia menelpon ku?". Rumi


📲 *" apa Raka sudah sampai?".* satria


📲 *" sampai ? apa maksudmu mas, aku baru mau menjemputnya!!! (terdengar suara kaget dari Rumi)".*Rumi


📲 *" dia tadi ada yang menjemput dan Raka bilang itu adalah sopir yang kau perintahkan untuk menjemput Raka, aku tadinya mau mengantarnya pulang namun jemputan itu datang dan aku akan menelpon mu untuk memastikan bahwa benar tidak jemputannitu darimu tapi aku urungkan niatnya, disaat Raka menyakinkanku kalau jemputan itu adalah kau yang mengirimnya...(terdengar meyakinkan diujung sana)".* satria


📲 *" jangan bercanda mas ,ini tidak lucu. aku tidak mengirim seseorang pun untuk menjemput anakku ...hiks....mas apa Raka diculik? bagaimana ini....(terdengar tangisan disebarang sana dan kepanikan yang nyata)".*Rumi


📲 *" tenanglah, dengarkan aku. aku akan memeriksa cctv rumahku dan kita cari sama-sama ok. tolong tenanglah ,jangan menangis lagi...".* Satria


_skip_


" siapa kalian, tolong jangan menghalangi jalanku...(nampak Satria waspada karena diseberang nampak beberapa orang dengan milik mencurigakan tengah memperhatikannya)". Satria


"siapa kami? hei kau siapa bro...(salah satu teman menanyakan kepada teman yang lainnya guna meledak Satria dan ....hahahaha....hanya sebuah suara tawa yang mengeleggar yang menghiasi sepinya jalanan itu)". orang suruhan

__ADS_1


__ADS_2