Tangisan Suci

Tangisan Suci
Insiden


__ADS_3

nampak disebuah sekolah dasar dengan keadaan yang nampak semakin sepi. ya karena dijam-jam seperti ini para murid /pelajar sudah dibubarkan ya karena memang jam belajar-mengajar telah usai.


waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang Rumi yang mendapat tugas tambahan kini telah selesai dengan tugasnya, Rumi bersama anaknya yang baru keluar dari ruangannya dikagetkan akan oleh sosok tinggi tampannya dengan dikawal sosok cantik dengan senyuman khas keceriaan yang selalu terpancar diwajah manisnya. sosok tinggi tampan itu terlihat membawa sebuket bunga indah nan menebarkan wanginya.


"mas Satria?! apa ini untukku?! (disaat Satria berhenti tepat dihadapannya dan menyerahkan sebuket indah itu) ummm....so sweet, ini sangatlah indah mas... (dengan senang hati Rumi menggapai sebuket bunga perpaduan bunga yang nampak sangat indah itu) terima kasih mas...(Rumi memberikan senyuman termanisnya)". Rumi


"akupun berterima kasih atas senyuman yang kau persembahkan untukku.


di mataku... senyum mu Sungguh itu terlihat lebih indah dibandingkan dengan sebuket bunga yang aku berikan kepadamu..(Satria membalas senyuman manis milik Rumi dengan senyuman hangatnya)". Satria


sementara Raka dan Caca diam seperti biasa ketika dua insan berbeda jenis kelamin dan berbeda usia ini disaat bertemu akan bereaksi seperti apa (romantis dan saling mengungkapkan kata manis dan pujian) menyimak dengan apa yang mereka lihat dan dengar diantara keduanya.


# Flash back #


*di mobil *


"huffft..... kenapa lagi-lagi Rama selalu berada di hadapanku, meskipun aku sudah memaafkan dan melupakan tentang dirinya, dengan keadaan seperti ini dirinya yang selalu ingin mendekatkan diri, ya meskipun secara tidak langsung...(tujuan utamanya mendekati sang anak, namun disisi lain Rama terlihat sangat ingin mendekatkan diri juga dengan dirinya), aku takut dengan keadaanku yang seperti ini mas Satria akan cemburu dan berfikiran negatif kepadaku... hufffft....(nampak Rumi menghembuskan nafas beratnya menemani perjalanan menuju sebuah sekolah dimana kak Dimas dan kekasihnya berada)". Rumi


selang beberapa waktu.


waktu baru menunjukkan pukul 8 pagi , Rumi yang baru sampai ditempat tujuannya segera memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobilnya dan mencari ke salah satu ruang seseorang yang sangat ia rindukan.


langkahnya melangkah penuh dengan kepastian, meskipun dibenaknya ada rasa kekhawatiran disaat pendengaran dan penglihatannya terperangah akan penuturan dari kak Ardi dan kak Dimasnya. bahwa Rama telah berkerja sama dengan Romi, Rumi masih ingat betul kak ardinya mengatakan hal apa : bahwa tidak ada satupun seorang yang bisa mendekatinya, jika ada orang yang memaksa mendekatinya maka orang itu akan hancur bersama keluarganya/orang-orang yang ia sayangi.


"Rumi..itukah kau?!". Dimas

__ADS_1


terlihat sosok tampan dengan postur tubuh ideal sixpack nya tengah menatap tidak percaya kepada-nya.


"kak...(setelah netranya menemukan sosok ia kenali, dengan segera Rumi menghampirinya Dimas) kak, maafkan Rumi , Rumi datang kesini...Rumi ingin bertemu dengan mas Satria (dengan wajah harapnya)". Rumi


Dimas yang semula akan menyuruhnya untuk berputar arah melihat raut pengharapan yang ditunjukkan Rumi menjadi iba.


"baiklah aku akan mengantarmu ke sana...(keruangan Satria)". Dimas


ya Dimas dan Ardi sudah mewanti-wanti Rumi agar tidak terlalu dekat dengan Satria dahulu bisa saja bukan satria dan keluarga nya saja yang akan disakiti tapi dirinya dan anaknya juga bisa menjadi korbannya. ya meskipun Rama masih mencintai Rumi dan anaknya, rasanya manusia-manusia itu sudah melupakan dunia nyata dari akal sehatnya. mereka akan menggunakan cara apapun untuk meraih suatu tujuan.


Dimas menggiring Rumi Dimana Satria menyibukkan diri dengan materi-materi yang ia kumpulkan dan koreksi.


tok...tok...nampak Dimas mengetuk pintu ruang khusus milik Satria. namun tidak ada jawaban.


"pak dosen, maaf bapak cari bapak dosen satria ya? ".salah satu pelajar


setelah Dimas dan Rumi menoleh.


"waw....begitu tampan dosen yang satu ini aku mau dong mas jadi pacarnya, jadi istrinya juga boleh mas... membatin". gladis


"hem....gadis ini, (nampak Rumi menerawang) dimana ya aku rasa aku pernah melihatnya...membatin". Rumi


"ia, saya mencari dosen Satria (Dimas merasa aneh dengan remaja yang ada dihadapannya yang sejak tadi terlihat setia dengan senyuman di bibirnya tengah memperhatikan nya)". Dimas


"oh, ma..aff i..ia pak dosen Dimas. mas Satria ada kendala katanya akan sedikit telat Sampai disekolah (sedikit tergagap karena tertangkap basah tengah memperhatikan raut tampan seseorang yang ada dihadapannya itu ya disini dimaslah laki-laki tertampan di cerita ini. dengan degup yang begitu terasa didada sang gadis remaja ini Sampai melupakan satu hal larangan-nya, ya ia melupakan peraturan yang Satria sudah buat untuknya)". gladis

__ADS_1


"mas Satria? degggg... mas? apa aku tidak salah dengar?.... membatin (Rumi dengan segala fikiran buruknya)". Rumi


_skip_


"tunggu Rumi dengarkan penjelasan aku dulu". Satria


nampak Satria mengejar Rumi dengan raut ketakutanya.


"apa yang kau mau jelaskan mas ..aku...aku mau berangkat ke sekolah maaf aku sejam lagi akan masuk kelas, aku tidak ada waktu disini , sudah terlalu lama aku disini...(Rumi masuk kedalam mobilnya begitupun dengan Satria ia ikut masuk kedalam mobil milik Rumi) hei...apa yang kau lakukan keluar dari mobilku mas...bukannya kau ada kelas, keluarlah kita sama-sama mempunyai kesibukan...(dengan tatapan galaknya, ini baru pertama kalinya Rumi memperlihatkan sisi lain dirinya kepada Satria)". Rumi


dengan susah payah Satria menelan salavinanya melihat kekasihnya penuh emosi, tidak biasanya Rumi akan terlihat marah seperti ini kepada.


ya Satria yang baru datang disekolah tersebut terkejut di saat netranya melihat sosok cantik jelita dengan gaya anggunnya tengah duduk di ruangan ekslusive nya sepertinya sosok cantik jelita itu tengah menunggu akan kedatangannya dengan keadaan sendirian, dengan tatapan menyelidiknya.


dan dengan tiba-tiba Rumi memberondong beberapa pertanyaan Secara bertubi-tubi disaat Satria mulai menyapanya.


"dengarkan aku dulu sayang ini hanya salah faham...(Satria meraih tangan Rumi yang sudah memainkan kunci mobilnya) tolong jangan emosi...aku akan menjelaskannya dengan cepat...". satria


"hanya satu menit waktu yang kau punya (tegas, dengan bibir manyunnya)". Rumi


"huffftt......apa kau sedang cemburu? (Satria dengan tingkat kepedeannya)?". Satria


"aku tidak cemburu jangan kepedean, aku hanya tidak suka kau tebar pesona apa lagi dengan daun muda. (Rumi menghentikan amarahnya dan digantikan dengan tatapan sedihnya)". Rumi


"Hem, aku senang kau cemburu ...itu tandanya kau benar mencintaiku (dengan senyum hangatnya)". Satria

__ADS_1


"mas.... (menatap lekat) mas apa kau menyesal telah menjadi kekasihku (Rumi mengeluarkan sebuah bukti yang membuat emosinya menjadi naik-turun, ya bukti sebuah foto itu Rumi dapatkan dari tuan Romi/mantan saudara iparnya sendiri disaat Satria pergi meninggalkan Rumi untuk sementara waktu untuk mencari bukti bahwa Romi bukanlah ayah kandung dari Raka dan Satria berhasil membawa Rama dengan sebuah kesepakatan, namun itu benar di dibenak Satria bahwa tuan Rama/tuan semena-mena tidaklah akan menepati janjinya kesepakatan itu seakan hanyalah sebuah pengungkapan belaka demi mewujudkan tujuannya untuk bisa bertemu dengan Rumi dan anaknya dan mungkin sangat Rama bertujuan untuk mengikat ibu dan anak itu kembali, namun disisi lain Satria sangatlah mengharapkan bantuan dari Rama untuk menunjukkan bahwa Romi bukanlah ayah kandung dari Raka hingga pernikahan yang Romi langsungkan tidak berjalan dengan semestinya/gagal) kau tau mas masa laluku sudah cukup membuatku jatuh aku tidak mau terjatuh lagi dengan kisah yang sama...(dengan nada bergetar kristal bening lolos dengan begitu saja membasahi mulusnya pipi milik Rumi)". Rumi


__ADS_2