Tangisan Suci

Tangisan Suci
Pesta dan kejutan


__ADS_3

"terima kasih bos... semoga kau juga segera menemukan kekasih hatimu kekasih sejati mu...membatin". Alan


"tuan Ardi , terima kasih sudah mau mengenalku, terima kasih sudah sempat mencintaiku... dan terima kasih akan kebaikan hatimu... insyaallah kebaikkan hatimu akan membawamu kepada kekasih yang sesungguhnya... yang dapat mencintaimu dengan segenap jiwa dan raganya... membatin". Lis


Alan dan Lis tersenyum tulus mereka Sungguh bersyukur bisa mengenal sosok Ardi. dan cinta dan kisah yang pernah ada hanyalah mereka bertiga saja dan cukup menjadi rahasia dihati ketiganya.


setelah Ardi kini Dimas yang memberikan ucapan selamat kepada sepasang pengantin baru itu.


"selamat untuk kalian, semoga Sakina mawadah warohmah...(dengan senyuman ramahnya)". Dimas


"terima kasih atas doanya dan terima kasih atas kehadirannya kami berdua sangat senang dan merasa bahagia..., ". Alan dan Lis


_skip_


Ardi dan Dimas undur diri dari singgah sana pengantin baru yang tengah berbahagia itu dan kini langkah dimas dan Ardi mengarah kepada dua sosok yang begitu sangat mereka sayangi. dua sosok itu adalah Raka dan Rumi.


"kak Ardi kak di Dimas...(menyambut dengan senyuman cerianya)". Rumi


"Daddy....(Raka antusias)". Raka


nampaklah terjadi obrolan diantara mereka.


_skip_


"kak Ardi (Dimas berjabat tangan ala pria dewasa dan menyambut akan calon iparnya itu)". Satria


"Hem,...(Ardi menyambut jabatan tangan dari Satria) apa kalian sudah lama datang? (diperuntukkan bagi Rumi dan Satria)". Ardi

__ADS_1


ya ardi mengetahui bahwa adik dan keponakannya itu berangkat bersama dengan keluarga kecil Satria.


"sekitar 20 menit yang lalu kak, ia kan mas...(Rumi menanggapi dengan senyum senangnya)". Rumi


"kak Dimas kau terlihat sangat tampan...membatin". Rumi


ya biasanya Rumi tidak segan untuk memuji satu kakak tertampanya itu kakak tersayangnya itu bahkan dulu rumi sangatlah menempel pada sosok makhluk tampan satu itu, namun ia hanya bisa menganggumi sosok Dimas hanya sebatas seseorang yang paling ia banggakan dan menjadi contoh yang baik. ya karena ia menyadari betul karena sosok Dimas dan ibu Rosa lah dirinya mampu bertahan saat ini.


"kak Dimas apa kau baik-baik saja (Rumi memastikan kakak kesayanganya itu baik-baik saja, ya karena keluarga kecilnya masih berduka atas kepergian orang yang paling mereka sangat sayangi dan Kagumi dan mereka masih mengenang akan sosok mendiang ibu Rosa)". Rumi


"Hem, aku baik-baik saja (memperlihatkan senyum hangatnya) lihatlah pemuda yang satu itu...(Dimas mengalihkan kepada sosok Raka yang tengah asyik dengan beberapa potongan kue bersama dengan Caca teman sekelasnya sekaligus calon saudaranya dengan kekehan lucunya)". Dimas


"Sungguh cantik dan sempurnanya dirimu Rumi, aku tidak menyangka gadis kecil dengan mata bulatnya yang dulu aku temui sedang asik masak didapur ibu kini menjelma menjadi seorang yang begitu sempurna di mataku dan hatiku...hatiku tertawan oleh sosokmu... maafkan aku Rumi..aku masih tidak bisa melepas perasaan ini.


maafkan Dimas bu... entah sampai saat ini Dimas masih mengharapkan sosok dirinya..membatin". Dimas


ya karena selain Ardi yang pernah mendukungnya untuk mendapatkan hati Rumi ada seorang yang lain yang mendukung dan menasehati dirinya disaat Dimas dengan pengakuannya tentang perasaannya ya sosok lain itu adalah sang mendiang ibu tercinta.


"hihi...(orang yang teralihkan pandangnya tersenyum dengan tawa kecil masing-masing menyaksikan Raka dan Caca yang tengah nampak asik dengan makanan dan terlihat sedang melakukan sebuah obrolan ala anak kecilnya)". Rumi dan yang ada di sana


selang beberapa menit.


"apa kabarmu Dimas...(Satria antusias saat netranya sejak tadi melihat sosok yang tidaklah asing baginya ya karena Dimas dan Satria mengajar di sekolah yang sama)". Satria


"Alhamdulillah...seperti yang kau lihat,aku baik-baik saja... (dengan senyuman se'ramah mungkin ya Dimas tidak akan mungkin bersikap buruk kepada Satria meskipun dihatinya merasa sangat cemburu namun sekuat tenaga dia akan membuang perasaan badmoodnya itu) Hem, bagaimana dengan dirimu dosen Satria?". Dimas


"Alhamdulillah, akupun sama dosen.( dalam artian baik-baik saja dengan senyuman ramahnya)" Satria

__ADS_1


tanpa disadari semua orang dewasa ternyata Caca dan Raka tengah mengobrolkan tentang sang perempuan cantik yang sedang berada ditengah-tengah beberapa laki-laki dewasa tampannya. ya bagi Raka dialah sang mommy rumi dan bagi Caca dialah sang Tante Rumi yang sangat ia sangat Kagumi untuk menjadi pengganti sosok mendiang ibunya.


"lihatlah Raka , apa kau melihatnya? kita sangat cocok untuk menjadi saudara (dengan antusias)". Caca


"apa benar seperti itu ca?". Raka


sedikit malas dengan beberapa potongan kue yang ia masukkan kedalam mulut kecilnya. ya sejatinya dirinya hanya menyibukkan diri dengan hal yang lainnya ya karena jauh dihati Raka dirinya merasakan kesedihan entah itu datangnya darimana yang ia tau hatinya merasa takut disaat sang mommy menunjukkan rasa kasih sayangnya untuk keluarga kecil Caca.


"itu benar ka, lihatlah Daddyku dan mommymu, dan lihatlah kita...kita akan menjadi satu keluarga yang sangat serasi dan bahagia, aku janji ka setelah Daddy dan mommymu bersama aku akan menjadi saudara yang menyenangkan dan mau berbagi dengan mu...(Caca terus masih saja berbicara dengan celotehan khas-nya tanpa mau melihat raut Raka sudah seperti apa)". Caca


"Caca hentikan itu, kalau kau tidak menghentikan mulutmu berbicara maka jangan salahkan aku, aku akan menyuapimu dengan kue yang banyak ini...(terlihat Raka menutupi kedua telinganya, dan beberapa saat bersiap dengan serangan kuenya.... namun caca malah tertawa melihat kebisingan yang Raka tunjukkan dan tidak takut dengan ancaman yang Raka berikan.


ya pasalnya caca melihat Raka merasa lebih sering diam tidak seperti biasanya yang suka lebih banyak berbicara dengan tingkat kenakalannya sewaktu dikelasnya)". Caca


_skip_


pesta pernikahan yang terlihat indah dan meriah dengan beberapa sesi acara tambahan membuat semuanya merasa ikut berbahagia, namun acara tersebut terasa berubah menjadi menegangkan disaat dua laki-laki dewasa mulai memasuki area tersebut yang membawa sejuta terkaan dengan sejuta pertanyaan.


semua mata tertuju kepada dua sosok yang baru masuk dengan langkah wibawanya terutama teruntuk sosok dengan tubuh tegap gagahnya dengan kacamata hitam yang menampakkan kesan cool dan misterius.


dua laki-laki itu berbeda generasi dan berbeda sampul ya warna kulit mereka sangatlah berbeda , yang satu berkulit hitam dengan keseriusan yang kentara yang satu lagi seorang laki-laki yang gemar menyembunyikan sesuatu dengan pola fikirnya.


"Exel....apa yang kau lakukan... bergumam". Ardi


"tuan...big bos"Adam dan Alan


"tuan yang terhormat dan semena-mena...membatin (teruntuk Rama)". Satria dan Dimas

__ADS_1


"Ra... Rama...". Rumi


mereka merasa kaget dengan pandangan yang mereka tunjukkan untuk orang yang berbeda.


__ADS_2