
🍂keindahan seakan tidak mau berpaling, perasaan dua insan yang saling melengkapi menyajikan romansa bahagia.
hanya aroma wangi yang menenangkan,dan bunga-bunga yang bertaburan dihari-harinya.
setetes kesederhanaan namun penuh dengan kasih dan sayang membuat siapa saja merelakan waktu yang lalu.
berharap dimasa yang akan datang lebih baik dari masa yang silam.🍂
sementara itu dilain tempat.
"...tikus kecil, rupanya kau tidak ada jera-jeranya untuk selalu mendahului keputusanku...kau selalu saja mencampuri urusanku...(nampak dua saudara berbeda rupa tengah menatap seseorang dengan sedikit kaki pincangnya, ya seseorang itu adalah Ardi/kakak kandung Rumi)".Rama dan Romi
"kita habisi saja brother... aku tidak beruntung melenyapkannya diwaktu dulu sebab dulu kaulah orang yang menolongnya. (romi menatap seram)". Romi
"itu dulu , itu adalah sebuah kesalahan. dan sekarang lain lagi...aku akan ambil cara apapun untuk mendapatkan istri dan anakku kembali...satu sudah aku singkirkan (Exel) tinggal dia(Ardi) dan pencuri B..-suk (Satria) akan aku singkirkan siapapun yang sudah merebut kebahagiaanku dan anakku... (dan beralih kepada Ardi) katakan sekarang atau tidak sama sekali...?!! (Rama menodongkan senjatanya membidikkan timah panasnya ditubuh Ardi)". Rama
"Kalian adalah para tuan-tuan penguasa kenapa untuk mencari orang lemah seperti kami saja tidak mampu? oh aku baru ingat, ternyata Tuhan lebih berpihak kepada kami... karena Tuhan tau Kalian adalah orang-orang jahat , orang-orang yang berkuasa dan tidak perlu dikasihani...(Ardi tanpa takut seorang diri menatap pasti kearah dua singa besar itu)". Ardi
"tikus s..-lan mengapa aku tidak membiarkan mu mem..-suk saja dulu, aku jadi menyesal telah menolongmu (wajah geram)". Rama
"tuan Rama yang terhormat...satu kebaikkan mu telah hangus!.
apa tidak sebaiknya kau bertaubat sebelum kau benar-benar akan menyesali hingga kau tidak sanggup lagi untuk bernafas...". Ardi
"lancang... tau apa kau tentang hidupku,nafas dan hidupku adalah Rumi dan tidaklah salah jika aku akan menggapai hidupku kembali". Rama
__ADS_1
"Rumi hidupmu? jangan harap...! Hem, dan disaat kau mendapatkan Rumimu maka akan aku ambil alih Rumimu itu... membatin". Romi
"untuk terakhir aku memintamu...katakan Ardi Dimana mereka sekarang, aku hitung mundur dari sekarang... tiga,...(Ardi diam dalam posisinya menatap tenang baginya Rumi seseorang yang wajib dilindungi meskipun nyawa taruhannya),dua, (Ardi juga masih tetap diam),...........................................satu,". Rama
rasanya Rama sudah tidak kuat untuk kehilangan Rumi untuk kedua kalinya. begitupun dengan Romi ia akan memperjuangkan Rumi yang masih ia anggap sebagai kekasihnya meski dengan menempuh jalan apapun.
Rama sedikitpun tidak menyangka dengan Rumi yang mulai terlihat menerimanya lagi ternyata itu hanyalah sebuah tipuan belaka supaya dirinya tidak curiga akan rencana yang mereka sedang langsungkan sungguh merasa tertipu mentah-mentah bukan.
Rumi bagaikan ditelan bumi untuk yang kedua kalinya hingga menjadikan sosok Rama kalap dengan kegilaannya.
"dorrrr, (timah panas melesat dengan sangat cepat mengarah ke tubuh Ardi, hingga membekukan sejenak waktu) brukkkkgh....(Ardi kehilangan keseimbangannya dan akhirnya ia tumbang dengan bebas tubuhnya membentur tanah dan sedetik kemudian memejamkan netranya)". Ardi
ya Rama akan melenyapkan dan menyingkirkan siapa saja orang yang akan menghalanginya untuk mendapatkan sang mantan istri meskipun orang itu adalah orang terdekatnya.
melihat Ardi tetap berada pada pendiriannya membuat Rama kehilangan kesabarannya.
🌷 masih ingatkah nona, nona adalah wanita yang pernah bertemu dengan Dimas disaat acara ulang tahun Raka yang ke 7 tahun ,disaat itu Dimas dan nona tidak sengaja bertemu dengan cara bertabrakan hingga terjadilah kesalahpahaman diantara keduanya.
disaat itu Ardi tidak mengundangnya melainkan hanya sebuah kebetulan nona juga waktu itu menghadiri acara sebuah ulang tahun dari anak sahabatnya dan alangkah kurang beruntungnya kejadian itu (Dimas da dirinya) membuat nona untuk pamit segera pulang mendapati dirinya dibawa kekantor pak satpam guna meluruskan kekacauan yang ditimbulkan dirinya dan laki-laki bernama Dimas. dan disana nona belum bertemu dengan Ardi🌷.
"apa dia sudah pergi? (disaat Rama melihat Romi memeriksa keadaan Ardi yang tergeletak bersimbah darah)". Rama
"Rama... aku tidak menyangka dia nekad membunuhnya...apa yang akan terjadi jika Rumi mengetahui dengan hal ini ...Hem...dengan senyuman menyeringai...aku pastikan Rumi pasti akan membencinya dengan seumur hidupnya...membatin dengan seringaian.
(menoleh kepada Rama) dia sudah pergi.
__ADS_1
(dan beralih kepada para pengawalnya) buang jasadnya dan hapus jejaknya...kalian mengerti??!". Romi
"baik tuan".para pengawal
Rama dan Romi nampak berjalan kearah dimana mobil mewahnya tengah terparkir dan selang beberapa waktu mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan tempat kejadian.
begitupun dengan mobil para pengawalnya yang membawa jasad Ardi.
selepas kepergian semuanya. nona terduduk lemas dengan masih tetap memegangi mulutnya.
"aku harus memberitahukan ini kepada keluarganya...Hem, (nampak nona memejamkan netranya sejenak untuk berfikir) tenang nona kau jangan gegabah untuk melaporkan ini kepihak yang berwajib bisa saja nanti malah kau yang akan dijebloskan ke penjara. bukannya mereka adalah tuan-tuan terhormat yang berkuasa dinegri ini.
hem... baiklah aku akan mendatangi kopi shop Ardi dan mencari orang terdekatnya yang bisa aku hubungi...(nona melangkah dengan kaki yang terasa gemetar meskipun fikiranya bisa ia rangkai namun beda dengan tubuhnya yang masih syok dengan pemandangan yang ia tangkap tadi)". nona
mobil yang nona Kendari nampak memarkirkan mobilnya disebuah pelataran yang memperlihatkan bangunan sederhana namun cukup menggugah minat. ya nona yang notabene nya adalah seorang wanita dewasa yang menekuni bisnisnya di bidang dunia kuliner/ makanan dan minuman dengan gaya modis namun dengan sedikit sentuhan tomboy nya adalah salah satu teman lama Ardi.
"Dimas?!!!...(nona menatap sebuah kartu yang menampilkan sebuah nama yang salah satu penanggung jawab kopi shop beri)". nona
sementara disebarang sana.
"nomer tidak dikenal?! siapa ,kenapa nomer ini terus saja menghubungiku hingga berkali-kali (Dimas yang baru saja usai dengan aktivitasnya melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab diponselnya)... bergumam". Dimas
untuk beberapa Minggu ini Dimas sangat merasakan kesepian.
kepergian sosok Rumi berserta anaknya menghadirkan kesan sedih dan sunyi.
__ADS_1
meskipun dilain sisi Dimas merasa beruntung kepergian Satria juga itu berarti kepergian si gadis penguntit dirinya /gladis.
ia bisa merasa lega gadis muda dengan tingkah menakutkannya /fans membuat Dimas merasa risih dan terganggu.