
dokter datang dengan keringat dinginnya.
disana ia para dokter sudah melihat sang tuan tidak kalah pucatnya dengan raut milik sang nyonya, namun raut pucat milik sang tuan mencerminkan ia dalam keadaan khawatir sekaligus menahan kata-kata yang terpendamnya yaitu sebuah kata-kata yang pasti akan mengorek habis isi telinga para dokter tersebut karena sudah membuat sang tuan menunggunya.
dengan segera para dokter menangani Rumi yang duduk dengan posisi menyenderkan diri dengan raut kesakitanya.
_skip_
"usia kandungan nyonya sudah masuki usia 7 bulan, dan keadaan bayinya yang tumbuh cukup menekan perut nyonya karena disini nyonya memiliki sepasang bayi kembar kemungkinan nyonya dikemudian hari akan lebih sering mengalami rasa sakit seperti demikian ...(menjelaskan dengan berusaha seprofesional mungkin dengan nada yang pelan dengan deru nafas yang dinormalkan)".salah satu dokter yang menjadi ketuanya
"kenapa itu bisa terjadi? usahakan kejadian ini tidak terulang kembali (dengan nada yang memerintah) ". Rama
dokter saling melirik.
"kami akan usahakan tuan, apapun yang terbaik untuk nyonya kami (serempak)".para dokter
_skip_
hari-hari berlalu dengan alurnya.
kini aktivitas Rumi kemanapun selalu didampingi salah satu dokter andalan keluarga Wijaya.
kini berkat kehadiran sang dokter ruang gerak Rumi semakin melebar.
ya Rumi tidak diharuskan berdiam diri didalam ruangannya lagi.
kini Rumi lebih sering berada diluar ruangan, menjalani aktivitasnya sesuai dengan arahan dari sang dokter seperti sekarang Rumi sedang berada diluar rumah.
melihat-lihat pemandangan alam sekitar dengan secangkir minuman madunya dan semangkuk kudapannya.
ya Rumi tengah berkunjung kesebuah restoran terdekat yang berada di sekitar daerahnya dengan didampingi seorang dokter yang selalu mendampinginya tanpa seorang Rama, ya karena Rama menginginkan yang terbaik untuk istri dan calon anaknya menurut panduan dan arahan dari sang dokter.
__ADS_1
Rama hanya mengutus orang kepercayaan saja mengikuti langkah dari sang istri untuk menghalau segala bentuk kemungkinan keburukkan yang mengincar sang istri tercintanya.
karena ia tidak mungkin berada setiap saat disamping sang istri tercinta.
"dok, aku rasa sudah cukup. aku rasa bayiku menginginkan mommynya untuk beristirahat...(dengan mengelus pelan perut buncitnya yang terasa sangat aktif)". Rumi
"baiklah nyonya....(dan tidak lama orang kepercayaan Rama mendekat kearah Rumi berada dan berlalu kearah kasir berada dan membayar dengan uang tunai)". dokter
"hihi......ayo sayang kejar kakak manismu ini...(terlihat sesosok gadis berumur sekitar 9 tahun dengan keceriaannya memasuki restoran yang Rumi kunjungi dengan sesosok gadis bertubuh ideal dan mengggandeng seorang batita tampan yang nampak mengejar kakak yang mengaku sebagai kakak manisnya itu)". Caca
"Ca, pelan-pelan Aydan akan jatuh bila kau terus berlari...". gladis
sedangkan Rumi tanpa sadar memperhatikan interaksi orang-orang yang baru masuk itu dengan senyuman simpulnya, entahlah ia merasa baru pertama melihat orang-orang itu namun perasaannya terasa begitu nyaman melihat interaksi yang mereka ciptakan, seolah dirinya pernah berada didalam lingkaran interaksi yang tercipta itu.
"nyonya....(ada sedikit nada kekhawatiran bagi sang orang kepercayaan Rama disaat sang nyonya berlama-lama menatap akan kedatangan dua gadis dan 1 batita tampan itu, sang orang kepercayaan Rama takut seseorang lagi akan masuk kedalam restoran yang mereka kunjungi ia akan berusaha cepat untuk pergi dari sana)". orang kepercayaan Rama
"sungguh manis.... cepatlah lahir nak, kau pasti akan secantik kakak-kakak itu.... bergumam (dengan mengelus perutnya dan seketika memegangi dadanya ada getaran yang aneh disaat netranya memandang sang batita tampan dengan kelincahan dan tawa murninya. apakah itu hanya sebatas karena ia tengah mendambakan akan kelahiran buah hatinya?)". Rumi
"baiklah...(Rumi dengan perlahan bangkit dan hendak melangkah dengan sesekali masih fokus kepada ketiganya) ah....". Rumi
"awas nyonya hati-hati...(Rumi duduk kembali dengan arahan dokter karena akan kecerobohannya ia hampir saja jatuh karena kakinya tersandung kaki kursi)". dokter
sementara itu.
"bibi... cobalah lihat seseorang yang disebarang sana (menunjukkan, ya karena posisi Rumi dan Caca berada diruang yang berbeda terhalang tembok kaca)... seseorang itu begitu mirip dengan mommy Rumi!!!". Caca
"mana ca....(gladis mencoba mengikuti gerakkan tangan Caca)". gladis
kembali ke Rumi.
"terima kasih dok, aku tidak apa-apa...(Rumi perlahan bangkit dan mulai meninggalkan restoran tersebut lewat jalan yang sudah disediakan) dia benar sepertinya aku mulai kelelahan...". Rumi
__ADS_1
kembali ke Caca.
"nah...benar bi, itu mommy Rumi (Caca setengah berteriak disaat netranya benar mendapat pengelihatan sang mommy Ruminya yang hilang dicuri orang) ayo bi cepatlah kejar mommy...Caca mohon...Caca sangat merindukannya (Caca setengah menyeret gladis, ya meskipun Sang Daddy Satria sudah berulang kali memberikan pengertiannya kepada Caca supaya tidak berharap lagi kepada kehadiran mommy Ruminya namun Caca tetaplah Caca, seorang gadis yang setia dengan ke yakinanya. ya Caca yakin mommy Ruminya pasti akan kembali kepada dirinya dan Aydan)". Caca
"jangan ca, (disaat Caca berusaha mengejar kearah dimana Rumi bergerak dengan melepaskan tangannya karena penolakkan secara halusnya.
ya gladis tau betul dengan kisah sang kakaknya bersama mba Ruminya bahwa hubungan keduanya terpisah Karena seseorang yang paling berkuasa berada ditengah-tengah hubungan mereka, itu nampak begitu rumit dirasa)".gladis
gladis kalang kabut melihat Caca tidak merespon malah menambah kecepatannya berlari untuk mengejar.
"Mas Dimas...(dengan menggendong Aydan gladis terengah-engah menghampiri Dimas yang baru saja menyusul ketiganya)". gladis
"ada apa istriku kenapa kau menyusulku, (Dimas meraih Aydan yang berada digendong gladis) dan Dimana Caca? (dengan raut penuh tanya)". Dimas
"mas ,Caca melihat mba Rumi... Caca mengejarnya mas...(dengan menunjukkan arah dimana Caca lenyap)". gladis
"apa...(kaget), baiklah aku akan segera mengajar Caca , tunggulah disini bersama Aydan...(Dimas memberikan kembali Aydan kepada gladis ia tau ini akan berakibat fatal bagi Caca apa bila mengusik mommy Ruminya Dimas tau Rumi tidaklah akan bebas berkeliaran sendirian diluar seperti saat ini pasti ada sang bodyguard dan bala pasukan Rama yang selalu mengekor disekitar Rumi)". Dimas
ya Dimas yang semula bertahan dengan masa lajangnya akhirnya kini membuka hatinya untuk seseorang penggemar beratnya yang sejak dulu memendam perasaannya terhadapnya.
betapa tidak menyangkanya seorang Dimas dengan akan ketulusan seorang gadis polos seperti gladis, ya awalnya Dimas sempat sinis dengan tatapan yang gladis berikan, dengan beberapa kejadian akhirnya Dimas mulai dekat dengan sosok gladis ditambah dengan masa-masanya yang penuh tragedi dan insiden menjadikan Dimas tidak asing lagi dengan seorang gadis bernama gladis.
namun tidak cukup disana ada hal yang membuat Dimas sadar dengan kenyataan yang begitu sampai kehatinya. ternyata cinta yang dimiliki seorang gadis sederhana yang kini menjadi istrinya itu begitu besar hingga dirinya tidak mampu untuk mengabaikannya lagi, dan lagi.
🌷 pernikahan Dimas dan gladis baru berumur sekitar 1 bulan saja (lagi syahdu-syahdunya guys....
ikuti terus ya kisah mereka hanya disini * Tangisan Suci * karya : kuda manis....
salam sehat, salam semangat.
tinggal menghitung menit untuk berbuka puasa, masih tahan menahan haus dan dahaga?!!!
__ADS_1
marhaban ya ramadhan bagi yang menjalani...) 🌷