Tangisan Suci

Tangisan Suci
Pernikahan Ardi


__ADS_3

"aku akan segera memakai pakaianku...(dengan segera melewati Rama yang menunggunya tepat didepan pintu Rumi sedikit berjalan cepat, berdekatan dengan sosok suaminya membuat ia sedikit ketakutan dan ada rasa trauma tersendiri) ah... tidak... jangan (kaget, Rumi berteriak benar saja dengan apa yang ada dibenaknya suaminya pasti tidak enggan untuk melakukan apapun semuanya kepadanya.


Rama menangkap lengan milik Rumi dan menuntunnya untuk mengikuti langkahnya).


mas...se ..sebenarnya kau ingin membawaku kemana... tidak perlu seperti ini mas?! (Rumi hanya bisa menurut baginya sudah tidak ada sisa untuk melawan hidupnya terasa usai bersama sosok dengan rupa khas berbekas luka samar diwajahnya)". Rumi


"ikuti saja aku... jangan memasang wajah ketakutanmu sayang itu terasa menggemas dimataku, apa kau ingin aku bermain denganmu lagi...hem". Rama


(... Rumi diam menurut mencoba mengatur nada di hembusan nafasnya.


Rama menuntun Rumi kemeja riasnya dengan senyuman gemasnya.


disana sudah ada sebuah kotak merah bludru yang Rumi tidak pernah lihat sebelumnya. tangan Rama terulur menggapai kotak merah bludru itu dan membukanya yang ternyata menampilkan sebuah kalung permata dengan kilaunya berbandul dengan warna biru lautnya.


"sebuah kalung! ...indah!...membatin.


mas ,...(Rumi menoleh disaat Rama memakaikan kalung tersebut dileher jenjangnya tanpa aba-aba)". Rumi


"Hem...(tersenyum puas, dan berhasil memakaikan keleher jenjang milik Rumi yang memiliki beberapa bekas luka kemerahan akibat perbuatannya beberapa jam yang lalu ) indah, ini untukmu sayang, apa kau menyukainya Hem...?. Rama


"ini untukku?


terima kasih mas..aku sangat menyukainya.


ini sangat cantik, pasti ini sangat mahal...tapi aku rasa ini terlalu berlebihan untukku mas (Rumi memegang kalung tersebut dan hendak ingin bermaksud mencopotnya)". Rumi


"jangan pernah menyentuhnya jika kau berniatan hanya untuk melepasnya, jika kau sampai melepas benda ini...itu sama saja kau menghinaku (dengan nada tiba-tiba meninggi yang membuat Rumi kaget dan memejamkan netranya)


oh... maafkan aku sayang... aku tidak bermaksud kasar dan berniat membentak mu, aku hanya sedikit reflek". Rama


"eem...(mengangguk mengiyakan)". Rumi


"bagiku ini hanya sebuah benda, seratus bahkan seribu pun aku bisa memberikannya untukmu ...tapi sayang kalung ini hanya diproduksi hanya beberapa angka saja diseluruh nusantara dan ini adalah yang terakhir aku dapatkan (Rama mengusap pelan bahu polos milik Rumi mencoba mengusir rasa bersalahnya namun itu semakin membuat Rumi dibuat tidak nyaman).


ini kuberikan kepadamu sebagai hadiah karena kau memegang janjimu kepadaku Rumi...dan...(bibir Rama membisik tepat didaun telinga milik Rumi dan menuturkan sebuah kata dewasanya disana hingga membuat Rumi merinding mengerutkan pori-pori kulitnya)". Rama

__ADS_1


"te..terima kasih... (dengan nada sedikit tidak nyaman mendapatkan perlakuan intens yang setiap saat ia dapatkan disaat bersama suami rumitnya).


ma..maafkan aku mas... jika kau merasa demikian. aku akan memakainya, dan tidak akan melepasnya.


terima kasih mas...". Rumi


* dimeja makan *


"mas semenjak tadi aku tidak melihat Aydan, apa kau sudah menyuruh anak buahmu untuk menjemput Aydanku?!!!.


dan bagaimana dengan kak Ardi, esok adalah hari bahagianya... (disaat ia baru menaruh nasi diatas piring milik Rama)?". Rumi


"kita makan dulu, setelah makan kita akan bicarakan itu...(tenang)". Rama


"tapi mas aku sudah..(tercegat).". Rumi


"makanlah dulu , kita tidak mungkin menunda makan malam karena pertanyaanmu panjang mu". Rama


"baiklah...(mengalah)". Rumi


diruang keluarga.


"kak Ardimu sudah ditangani dengan baik, (membuka pembicaraan disaat tatapan tidak sabar milik Rumi sangat menuntut ingin mendapatkan penjelasan) orangku menyamar hingga kak Ardi mau menerima bantuan dokter utusanku...aku tau kak Ardimu sangat membenciku begitupun dengan orang yang masih berharap padamu dia telah mengalahkan anak huahku... maafkan aku sayang, Aydan tidak bisa aku dapatkan". Rama


"maksudmu mas...??? aku tidak mengerti!'". Rumi


"Ardi sudah ditangani dengan baik, sedangkan Aydan, Aydan dibawa oleh Satria". Rama


_skip_


terlihat bekas sebuah acara sederhana yang telah usai menyisahkan beberapa orang yang masih menggunakan setelan formalnya terlihat sedang bercengkrama.


sekitar pukul 4 sore.


ya acara pernikahan yang Ardi dan Nona langsungkan sangat singkat hanya dihadiri beberapa teman Nona dan keluarga besar Ardi seperti Dimas, keluarga kecil Satria dan beberapa karyawan/i Ardi dan Nona.

__ADS_1


"hiks... sayang maafkan mommy...(ada Aydan dalam gendongan gladis).


maafkan aku kak (ada Ardi dan perempuan cantik yang sekarang telah menjadi iparnya).


maafkan aku mas (ada Satria yang menatapnya dengan tatapan tidak bisa diartikan).


maafkan aku semuanya... maafkan Rumi... bergumam (ya disana ada juga Dimas, Caca, Adam dan Jasmin ,Alan beserta sang istri dan beberapa orang yang tidak Rumi kenali)".rumi


terlihat Rumi tengah berdiri menatap beberapa orang dengan setelan jas, dan gaun khas acara formal seperti halnya acara pada pernikahan.


"Rumi... bergumam. (Ardi maju satu langkah melihat disaat netranya melihat adik kesayangannya tengah berdiri sendirian menggunakan sebuah gaun mewah cantik menatapnya dengan tatapan nanarnya)". Ardi


langkah Rumi perlahan lajukan kearah beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


"maafkan Rumi telat untuk datang.


kak Ardi, selamat untukmu... berbahagialah kak, aku akan selalu mendoakan atas kebahagiaanmu..hiks....(Rumi menghambur memeluk Ardi dengan wajah lebamnya akibat serangan dari Rama).


hiks.... maafkan Rumi kak, sungguh Rumi tidak kuasa dengan keadaan ini". Rumi


belum sempat Rumi mencurahkan rasa haru serta sedihnya kepada kakaknya muncullah Rama yang menatap tenang dan datar kepada semuanya dengan langkah lebarnya mendekat kepada orang-orang yang menatapnya dengan berbagai ekspresi.


Rama menyusul sang istri, hingga Rama dapat melihat raut geram, kebencian, ke sinisan, terkejut, bangga, dan ketidakpercayaan dari beberapa orang yang tengah menatapnya. namun seakan buta Rama mengacuhkan tatapan dominan ketidak sukaan dari beberapa orang yang mempunyai problem dengannya, yang ia harap ia hanya dapat melihat tatapan indah milik sang pujaan hatinya yaitu sang istri tercintanya.


"Rumi, apa kau sudah selesai memberikan ucapan selamatmu untuk kakak kita. oh ...ya aku juga akan memberikan kata selamatku dan sebuah kado spesialku yang sengaja aku persiapkan untuk kakak tersayang kita (Rama melangkah dan mendekat, Rumi menolehkan dan melepaskan rangkulannya kepada Ardi)". Rama


"mas ... sudah aku bilang tunggulah dimobil, kau berbohong kepadaku mas... (dengan tatapan kesalnya)". Rumi


ya Rama mengizinkan Rumi untuk datang dipernikahan Ardi namun itu harus dengan serta dirinya.


awalnya Rama membiarkan Rumi masuk sendirian kedalam namun ia urungkan niatnya disaat ia tersadar ada Satria didalam sana bersama anaknya Aydan.


"aku tidak berbohong sayang aku hanya mengurungkan niatanku untuk melepasmu masuk sendirian, ...(beralih kepada Ardi)... selamat ya kak , semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, dan ini terimalah dariku dan Rumi( menyodorkan sebuah kado)". Rama


"terima kasih tuan, kami tersanjung dan merasa terhormat atas kedatangan tuan Rama dan adik ipar ku nyonya Rumi (Nona mewakili dan meraih kado yang diberikan Rama), sekali lagi terima kasih sudah datang terima kasih (dengan senyuman ramahnya, ya meskipun Nona pernah merasakan dan melihat kekejaman Rama namun kenyataan mengalahkannya segalanya, ya ada rasa bangga tersendiri didalam hatinya untuk Rama ya itu tidak terlepas dari segi harta dan tahta)". Nona

__ADS_1


__ADS_2