
hari-hari berganti dengan seiring berjalannya waktu hubungan diantara Romi dan Rumi sangatlah terasa manis dan berjalan dengan semestinya.
satu kata yang mewakili segara rasa didada mereka, bahagia adalah milik Mereka berdua.
kedekatan Rumi dengan keluarga besar Wijaya sudah terlihat jelas dan begitupun dengan Romi ia juga sudah bisa mendapatkan hati terhadap keluarga Rumi.
hanya Rama yang terasa terasingkan dari kabar bahagia ini, ya karena Rama menghilang dari kehidupan keluarga wijaya beberapa bulan setelah mengalami insiden itu. wajahnya berubah menjadi monster dan Rama pun tidak mau melakukan sebuah operasi pengangkatan kulit apapun untuk memperbaiki kondisi wajahnya karena baginya hidupnya sudah tamat karena satu-satunya cinta nya telah pergi meninggalkannya, cintanya sudah usai ia tidak mau lagi berurusan dengan yang namanya perempuan hanya dara seorang yang bisa mengembalikan hidupnya itu.
ia bertekad akan membalas kan dendam kepada tangan-tangan yang sudah menghancurkan hidupnya. dan Rama mengendus kejahatan yang menimpanya adalah sebuah kesengajaan dari ulah seseorang , orang yang mungkin sangat dekat dengan lingkungan keluarga nya. maka dari itu Rama memberi jarak ia membatasi interaksinya dengan keluarganya sendiri.
"Alhamdulillah...ya mas semuanya sudah sempurna hanya beberapa persen saja yang belum. ya itu berkat bentuk dari kerja kerasmu, lihatlah kau begitu sangat tampan (mereka sedang asyik melihat-lihat hasil dari foto pre-wedding mereka)". Rumi
"ini tidak seberapa sayangku ,kita akan melakukan post- wedding yang lebih dari ini, dan aku sudah mempersiapkan honeymoon kita. kita akan mengunjungi berbagai belahan dunia, kau mau kemana pasti akan aku turuti ini adalah bentuk cintaku padamu (dengan mengelus pelan pipi yang nampak merona itu)". Romi
"jujur aku sungguh tersentuh akan perlakuan manismu ini...(menggigit kecil hidung Bangir milik Romi) aku tidak perlu berkeliling dunia akupun tidak terlalu memikirkan dengan hal-hal yang membuatmu menguras kantongmu mas...yang aku inginkan, aku hanya ingin selalu bersamamu mas, aku ingin berbagi cerita bersamamu sepanjang masa... ". Rumi
"kau...sungguh agresif sayang. aku suka itu ,aku sungguh bersedia berbagi rasa dan cerita bersamamu sepanjang masa cup...cup.. (sebuah kecupan sekilas dan sebuah kecupan dengan l.-m..-tan di labuhkan di bibir merah muda milik Rumi dengan penuh perasaan mereka saling menikmati sentuhan itu) rasanya sangat kenyal dan manis...ini..ini...ini...ini...semuanya sebentar lagi akan menjadi milikku seutuhnya (jemari Romi merayap menyentuh bagian-bagian yang menjadi favoritnya)". Romi
"jemarimu nakal mas, itu membuatku geli...(Rumi meremang rasanya sekarang pun ia rasanya sanggup untuk melakukanya ,sejuta bunga yang bermekaran dengan begitu indahnya menghiasi perasaan nya)". Rumi
"tapi kau suka kan kalau jemari-jemariku nakal seperti ini padamu!!! ini aku lakukan hanya kepadamu....". Romi
"sudah cukup mas,.ini sudah siang ayo cepat antar aku pulang (dengan manjanya)". Rumi
"laksanakan ratuku...". Romi
"ratu mau digendong, (Rumi siap dengan posisi merentangkan kedua tangannya)". Rumi
"baiklah ratuku, aku bersedia...(Romi menggendong Rumi dengan senang hati dan sesaat memutar-mutarkan posisi mereka/Romi dan rumi membuat keduanya tertawa bersama)". Romi
__ADS_1
"ekhm....lihatlah dad, kelakuan calon pengantin membuat kita iri saja...(nyonya Amanda melirik kearah sepasang kekasih itu dengan menggeleng-ngelangkan kepalanya) ". Amanda
"ayo sayang bergabunglah...(tuan Samuel dan nyonya Amanda terlihat sedang menikmati waktu santainya dengan secangkir minuman hangat)". Samuel
"tidak dad, terima kasih calon istriku sudah memberikan perintahnya...aku akan mengantarkan dia pulang.". Romi
"baiklah...terserah pada calon pengantin saja, kita ikuti saja (dengan senyum khasnya)". Samuel
segala sesuatu nya mengenai bagian dari pernikahan sudah lengkap. tinggal menghitung hari mereka akan melangsungkan sebuah acara sakralnya itu.
Rumi turun dari gendongan Romi, entah selama sekitar sebulan ini rasa canggungnya sudah tidak terlihat lagi.mungkin itu karena Rumi masih sedikit memiliki sifat labilnya hingga rasa malunya hanya beberapa persen saja.
namun beruntung nya Rumi keluarga Romi tidak kaku seperti yang ada dibenaknya keluarga Romi bisa dengan cepat menerima sosok Rumi dengan segala yang ada pada sosok Rumi.
Rumi sangat manja namun masih dalam batasan wajar, Rumi adalah sosok yang termasuk seorang yang terbuka jadi ia mudah menempatkan dirinya di manapun ia berada. bisa dibilang ia bukan tipe pendiam. dan sedikit nakal.
pernikahan Romi dan Rumi akan dilangsungkan seminggu lagi secara besar-besaran itu mengundang banyak perhatian bagi awak media dan para rekan bisnisnya.
"mom,dad Rumi pamit...(mencium tangan calon mertuanya dengan cara bergantian)". Rumi
"mom titip salam buat ibu Rosa, hati-hati dijalan sayang , Romi jangan ngebut-ngebut antar kan Rumi dengan selamat (melirik kearah anaknya)". Amanda
"Rumi pasti akan sampaikan salam nya mom, terima kasih mom". Rumi
"siap...mom, kami pamit...Romi pun ikut bersalam ala Rumi...(dad dan momnya saking lirik....tersenyum lucu baru Romi akan melangkah ,momnya menghentikan langkah kaki mereka)". Romi
"sayang tunggu..., nak bagaimana dengan kuliah Rumi? kau taukan mom sangatlah menginginkan segera seorang cucu...!!! (dengan mata penuh pengharapan)". Amanda
Romi Dan Rumi berbalik .
__ADS_1
"itu sudah kami bicarakan mom, Rumi akan tetap kuliah aku tidak mau menghalangi cita-citanya walaupun nanti aku sudah menikahinya , aku hanya ingin mewujudkan tujuan bersama tanpa memberatkan salah satu pihak (mantap Romi)". Romi
"tapi bagaimana kalau nanti Rumi hamil apakah akan tetap seperti itu? ". Amanda
"Rumi akan tetap kuliah mom, namun Rumi akan tetap mengutamakan kesehatan kandungan Rumi jikalau Rumi hamil nanti mom. Rumi akan berhenti kuliah jikalau itu mengharuskan (dengan keyakinan)". Rumi
"baiklah... ternyata kalian sangat kompak dan sudah memikirkannya dengan matang-matang, mommy tidak menyangka denganmu nak umurmu baru 18 tahun namun kau sudah bisa berkomitmen mommy sungguh meyanyangimu (mendekat dan memeluk Rumi dengan kebanggaan tersendiri, air matanya meleleh dengan perasaan senangnya menemukan sosok Rumi)". Amanda
"sudah-sudah ...mom, biarkan calon menantu kita beristirahat kau terus saja menginginkan bersamanya ". Samuel
"ih... Daddy, inikan bentuk perhatian mommy... mommy sangat menyayangi nya..."Amanda
"terima kasih mom, Rumi juga sangat menyayangi mom Amanda (tersenyum manis setelah mereka melepaskan pelukannya)" Rumi
ya setiap hari pasti Amanda menyuruh Romi untuk menjemput calon istrinya, untuk dijadikan teman dan sekaligus membahas tentang pernikahan bagaimana dan dimana namun sebenarnya tujuan utama nyonya Amanda adalah mendekatkan diri , diantara dirinya dan calon menantunya itu, ia tidak mau sampai-sampai kecewa lagi ia ingin benar-benar ingin mengetahui karakter dan ketulusan dari seorang Rumi.
tapi disini mom Amanda terkejut akan sosok Rumi yang menurutnya sangatlah murni dan apa adanya.
_skip_
* di kediaman ibu Rosa *
"ingat jangan keluar rumah jauh-jauh tanpa keluar bersamaku, dan lebih baik berdiam lah dulu dirumah sampai kau menjadi pengantinku". Romi
"(meski sudah puluhan kali bahkan sudah ratusan kali kata-kata dewasa dan intens acap kali terungkap namun dihatinya selalu melantunkan debaran yang teramat kuat biasa dengan rona merah nya Rumi tersenyum malu)...mas,...(Rumi kikuk pasalnya ada ibu Rosa yang menyaksikan obrolan mendebarkan itu)". Rumi
"tenang saja nak Romi, ibu pasti akan menjaganya dengan sangat baik. ibu akan mengantarnya jikalau nak Romi ada kepentingan yang tidak bisa diganggu. (menenangkan)". ibu Rosa
"terima kasih Bu, ibu selalu mendukung kami...(dengan senyuman simpulnya)". Romi
__ADS_1
"itu sudah menjadi tugas ibu, ibu hanya ingin melihat anak-anak ibu berbahagia".ibu Rosa