Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 15


__ADS_3

"kenapa kau selalu keras dengan keyakinannmu hah... kenapa kau selalu keras dengan pendirian mu Nona?.. ini bukan saatnya mendahulukan kekerasanmu atau yang berkaitan dengan keinginan, tekad, ataupun pendirian dan semua keyakinan-keyakinan mu itu .... Nona (Ardi menggoyang kedua tangan Nona) ,tataplah kedua mataku adakah keraguan di mataku untukmu Nona? aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu dan berusaha akan selalu membahagiakan mu. kenapa aku melakukan semua ini kepadamu... aku tidak mau kau sakit lagi karena mengharapkan Cinta yang tidak mungkin kau dapatkan lagi...aku sakit Nona disaat kau selalu mengadukan tentang Satria yang telah berubah padamu... kau tau kenapa aku sakit disaat melihatmu bersedih? itu ketika semua rasaku perlahan berubah kepadamu....rasa melindungi ku berubah menjadi rasa ingin memilikimu Nona...aku ingin menjadikanmu satu-satunya wanita yang akan mendampingiku... menikahlah denganku...!!!". Ardi


Nona diam, ia teringat akan masa silam disaat dirinya bersedih dengan keluhan tentang Dimas yang selalu memusuhinya dan ketika Satria dengan kesadarannya dan penolakannya.


begitupun dengan masa-masa dimana dirinya jatuh dan beberapa kali gagal dari karirnya hanya Ardi...dan memanglah Ardi... sosok yang selalu ada untuknya dalam keadaan terpuruknya.


"ma.. maafkan aku Ardi selama ini aku buta kepadamu... tapi..tapi aku terlalu kotor untukmu...hiks...aku sering melakukan hal seperti itu (berhubungan intim) dengan orang lain... aku tidak pantas untuk laki-laki sebaik dirimu.


aku .. aku tidak bisa...( begitu beruntungnya , ini terlalu baik untuk dirinya dan yang menambah keraguan dihatinya adalah dirinya bisakah mencintai orang yang ada dihadapannya? rasanya terlalu lucu untuk diterima... dan melihat dari segi fisiknya Ardi jauh dari kata kriterianya yang terlihat pendek dengan salah satu kaki yang tidak sempurna, ia masih menyimpan tinggi hatinya kepada teman-teman sepermainannya)".Nona


"bukan dirimu yang tidak pantas, (Ardi melepaskan pegangan di tanganya dan menyembunyikan wajahnya ia tau dengan kekurangannya ,ia tau wanita yang sedang terduduk di ranjangnya adalah wanita dengan gengsi yang besar .tapi apa salahnya jika dirinya bertanggung jawab atas perbuatannya, dan apa salahnya memberikan kesempatan untuk hidup calon buah hatinya).


aku tau kau malu dengan fisikku...!!!.


tapi aku berjanji dengan fisikku yang seperti ini aku berjanji tidak akan menyusahkan mu (menatap Nona tanpa menyentuhnya), permintaanku hanya satu izinkanlah anakku lahir kedunia ini... jangan sakiti dia lagi , biarkan aku merawat kalian... biarkan aku yang merawat bayiku setelah bayiku lahir, aku tidak mau jika bayikupun akan merepotkan mu...".Ardi


"kau terlalui serakah tuan, hiks.....aku benci kepadamu...aku sangat membencimu....aku mengabulkan permintaanmu...aku menerima lamaran yang tidak berkesan ini... lihatlah kau melamar ku ditempat tidur kecil ini tanpa adanya sebuah cincin ataupun semacamnya... kau juga sangat jahat kepadaku menghamiliku tanpa seizinku... hiks... dan apa yang kudengar kau ingin merebutnya dariku setelah aku akan melahirkannya dalam waktu yang cukup lama dengan segala kesusahanku kelak.


kau Sungguh serakah tuan ... Sungguh serakah...!!!".Nona


"apa aku tidak salah dengar, apa kau menerimaku Nona? katakanlah... katakanlah bahwa kau benar menerimaku untukku jadikan istriku? (tatapan antusias)". Ardi


Ardi tidak mengindahkan ucapkan apapun selain ia fokuskan dengan dirinya seakan diterima oleh perempuan dengan tekad kokoh itu.


"selain serakah... kau juga tuli tuan...aku sungguh benar membencimu!.


seperti yang kau dengar, aku menerima lamaranmu aku mau menjadi istrimu...(dengan raut kesalnya)". Nona

__ADS_1


"terima kasih sayang.. terima kasih... banyak, aku berjanji akan menjadi ayah dan suami yang baik.(Ardi langsung menghambur , memeluk erat wanita yang begitu ia harapkan akan kemurahan hatinya dan begitupun dengan nona , Nona merespon rengkuhan milik Ardi dan mengelus pelan punggung sang lawannya)". Ardi


# Flash back off #


"Hem......(Ardi tersenyum mengingat semua hal sukar yang ia lewati sampai pada titik ini, masih ada pihak yang belum bisa menerima akan jalan yang diambilnya).


maafkan aku kak Dimas aku telah mengecewakanmu...bergumam". Ardi


sementara itu dilain sisi.


"cup....(mengecup sebuah gambaran) kalian adalah segalanya bagiku...(Satria yang masih setia dengan terjaganya tengah menatap senang kesebuah gambaran dimana terlihat Rumi dan Caca tersenyum dengan bermain dengan baby Aydan ya gambaran itu ia ambil siang tadi sewaktu Rumi membawa Aydan kepadanya...) lihatlah anak kita begitu mirip denganku dan hanya sebagian kecil saja mirip denganmu... matanya , hihi...(tertawa gemas penuh binar kebahagiaan) hanya matanya yang menggaris turuni dirimu Rumi...bulat dan bening.... tampan ya anak kita begitu tampan!!! aku harap kedepan akan selalu bisa berbagi waktu bersama dengan kalian". Satria


ya Satria yang kaget dan dibarengi rasa syukurnya diperbolehkan mengatakan kata maafnya, dan sangat menyesali ucapannya yang terdahulu membuat hatinya begitu bisa lega.


bagaikan mendapat oasis di gurun pasir di hausnya rindu seakan sudah berabad-abad telah berpisah.


drtttt.. drttt...ada sebuah notifikasi pesan yang masuk diselullernya.


dan nampak Satria sedikit terheran disaat mengecek isi pesan yang masuk diselullernya, terlihat nomer baru yang masuk untuk mengajaknya bertemu disuatu tempat yang cukup terkenal di sebuah pusat kota dengan secara empat mata.


dan notifikasi baru masuk lainnya.


"Rama Wijaya....bergumam". Satria


_skip_


🌾 di Kediaman Rama Wijaya 🌾

__ADS_1


Rumi yang mempunyai kebiasaan terbangun pada saat tengah malam membuatnya sedikit cukup terkejut dengan hilangnya suamianya yang semula tidur disebelahnya didalam tidur lelapnya tidak terlihat oleh pengelihatannya.


Rumi bangun dan kakinya ia langkahnya kearah dimana arah pintu berada Rumi keluar dari kamarnya berusaha untuk mendapatkan suaminya sabarnya.


apa sabar? bukannya selama ini suaminya adalah seorang dengan sejuta peraturannya dan dengan tingkat emosional dan tempramentalnya???


"mas...(namun Rumi tidak mendapati suamianya dimana-mana didalam ruangan besar dikediamanya bahkan diruang kerjanya).


(akhirnya Rumi memutuskan untuk pergi mendapatkan informasi dari penjaga dirumahnya).


apakah bapak melihat suamiku keluar rumah?". Rumi


"tuan ada nyonya, tuan Rama sekitar beberapa waktu lalu pergi ke perpustakaan nyonya...(ya ruang baca atau semacamnya yang Rama buatkan untuk Rumi terpisah dari bangunan megahnya)". penjaga


"terima kasih pak, tolong temani aku kesana emm... maaf aku sedikit takut dengan suasana malam yang gelap". Rumi


Rumi sedikit tidak enak hati.


"siap nyonya, jangan meminta maaf kepada saya ini adalah tugas saya". penjaga


"Hem.. baiklah kita kesana sekarang juga.


sebetulnya apa yang kau lakukan disana mas... bergumam". Rumi


ya biasanya dirinya akan abai dengan apapun yang suaminya lakukan, namun kali ini rasanya ia sangat penasaran dengan aktivitas yang suaminya tengah lakukan.


cklekkk... suara pintu yang di buka tanpa Rumi mengetuknya terlebih dahulu.

__ADS_1


"mas .....(terkejut)". Rumi


__ADS_2