
"selamat ulang tahun...". para hadirin
nyanyian yang menggema disebuah taman wisata yang sebagian taman tersebut sudah Rumi sewa terkhusus untuk acara ulang tahun anak tercintanya. ya nyanyian itu dilantunkan untuk Raka, terlihat begitu banyak tamu yang Rumi undang. hampir seluruh murid disekolahnya datang bersama pendampingnya atau orang tua mereka tidak ketinggalan rekan Rumi (para guru, dan anggota lainnya) keluarga dari ibu Rosa yang pastinya Dimas dan para pelayan, rumah makan milik ibu Rosa) Ardi, Adam, dan Alan bersama tunangannya. sebenarnya tuan Exel sudah sangatlah Rumi undang pada jauh-jauh hari Namun dengan maaf yang Besar ia tidak bisa ikut hadir di pesta itu dikarenakan ia sedang ada urusan yang sangat penting dan mendadak.
satu persatu tamu undangan datang memberi kado dan memberikan kata-kata selamat kepada Raka.
acara itu (ulang tahun Raka) berlangsung secara besar dan meriah.dan alangkah mereka (para undangan terpesonanya dengan tampilan sosok Rumi yang bisa dibilang berubah 90% . Rumi terlihat sangat bersinar dan menawan, ya dikeseharian Rumi memanglah sudah cantik dari luar dan dalamnya (pribadinya). dengan sebuah gaun spesial yang ia juah-jauh hari ia pesan dihari ulang tahun anaknya namun terkesan sangat pas di tubuhnya dan dandanan yang terkesan berani namun tidak menghilangkan arti kesopanan. kini ia terlihat seperti seorang wanita bangsawan dengan didampingi para laki-laki dewasa super tampannya (Ardi, Dimas, dan Adam) teruntuk Dimas disinilah ia yang paling menonjol ketampanannya sedangkan Alan sudah berstatus beda yah dari ketiganya...
"wah memang benar, ibu Rumi adalah sosok yang kuat namun tetap tidak menghilangkan aura kefeminimannya ya... bergumam".salah satu rekannya
"I love you.....(dengan tangan melambai)". Dona
dan masih banyak kata pujian yang terdengar samar dan jelas yang Rumi tangkap dari pendengarannya.
🌷kenapa ya Arumi tampil dengan tampilan diluar kebiasaannya? apakah ada moment spesai yang ia akan tunjukkan kepada anaknya bahkan keluarga besarnya?🌷
acara berlangsung meriah dan penuh keceriaan namun entah terlihat diraut Rumi terlihat tidak tenang dan sesekali melihat kearah dimana jalan masuk ke area acara dimana ia langsungkan. sepertinya ia sedang menunggu kedatangan seseorang. begitupun dengan Raka ia terlihat tengah menanti kedatangan seseorang sejak tadi matanya menatap satu persatu pada tamu undangan yang masih berlalu lalang.
acara diadakan pagi. karena Rumi mementingkan dengan anak-anak didiknya yang masih kecil, yang masih perlu didampingi para orang tua.
terlihat dari sudut jalan sosok laki-laki dewasa tampan bersama seorang gadis cantik bermata indah tengah melangkah kearah diamana pesta sedang berlangsung.
"mas satria.... bergumam (sudut bibirnya berubah hingga menampilkan sebuah senyuman yang samar)". Rumi
"ibu Rumi maaf Caca telat ada sedikit kendala dijalan (dengan senyuman simpulnya)". Satria
Satria nampak sangat gagah dan tampan dengan setelan jas formalnya. dan ternyata setelan jas yang satria kenakan berwarna senada dengan gaun yang Rumi pakai .yah satria dan Rumi nampak seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya.
__ADS_1
"oh...apakah tidak ada hal serius yang terjadi pada kalian? (kekhawatiran dari Rumi bisa ditangkap para laki-laki dewasa disampingnya itu Ardi,adam dan Dimas)". Rumi
"Alhamdulillah...tidak ada, kami baik-baik saja (Satria beralih kepada Raka) selamat ulang tahun Raka tampan ini kado dari om, semoga Raka menjadi anak yang Sholeh dan membanggakan mommy Rumi yah...dan Caca ...(satria beralih kepada Caca anaknya)". Satria
sebagian menyimak para hadirin begitupun dengan 3 laki-laki dewasa disamping Rumi.
"selamat ulang tahun Raka, semoga Raka diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu yah dan (Caca sedikit maju dan membisikan sesuatu kepada Raka)". Caca
"Caca...(Raka sedikit berteriak hingga orang disekitarnya sedikit kaget dan penasaran dengan dua bocah yang sedang saling berhadapan itu) e...maaf tidak (dengan senyum kakunya) terima kasih Caca,terima kasih dosen Satria (dengan senyum yang diciptakan karena mommynya)". Raka
waktu terus berjalan Satria dan Caca membaur bersama para tamu undangan yang lainya.
acara berlangsung dengan sesuai rencana. dan nampak semua orang sedang menikmati hidangan yang disuguhkan. ya acara dari menyanyi hingga potong kue telah selesai dan sekiranya beberapa anak dengan orang tuanya telah undur diri untuk pulang.
nampak Rumi mengajak Satria kearah diamana ibu Rosa dan yang lainya tengah berada.
"perkenalkan Bu ini adalah Satria , Daddynya Caca dan Caca adalah anak murid ku" Rumi
"ibu Rosa ibunya Rumi (dengan senyum ramahnya)".ibu Rosa
"kelihatannya dia adalah anak yang baik. Rumi memperkenalkan laki-laki ini kepada keluarga nya ,apa diantara mereka (Rumi dan Satria) ada hubungan yang spesial .... membatin".ibu Rosa
"Satria perkenalkan ini kak Ardi dan ini kak Dimas, kakakku...". Rumi
"Satria...". Satria
"Ardi.. kakaknya Rumi.". Ardi
__ADS_1
"Dimas apa kabarmu kawan..(dengan senyuman mengembangnya) jadi kau adalah kakaknya Rumi, apa ini adalah sebuah kebetulan kawan..". Satria
"kabarku baik bukanya kemarin kita terakhir bertemu...ya aku adalah kakaknya Rumi (dengan nada kesakitan di dalamnya)". Dimas
"Rumi memperkenalkan satria kepada kami sepertinya ada niatan yang lain, Hem...sejak kapan mereka mengenal setahuku Satria tidak pernah membicarakan tentang Rumi kepadaku...dan apakah ini alasannya Rumi menolak cintaku.... membatin". Dimas
sedangkan Adam dan Alan bersama sang kekasih nampak sedang bersama raka.sedangkan Caca pergi berkumpul dengan kawan-kawan nya termasuk dengan anak dari mommy Dona.
"setelah Dimas... sebenarnya siapa laki-laki itu kenapa dia nampak sangat dekat dengan Rumi? sejak kapan Rumi mengenal laki-laki asing...membatin ( ya setahu Adam saingannya hanyalah Dimas, Dimas sudah pernah mengatakan cinta kepada Rumi dan Adam melihat sejauh ini tiada ada perubahan yang berarti diantara keduanya (Dimas dan Rumi) sedangkan dirinya belum ada keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya, ia hanya mampu mencurahkan rasa cintanya dengan perlakuan yang baik kepada Rumi dan anaknya)....". Adam
"hei Raka kau mau kemana....(Alan sedikit berteriak disaat Raka beranjak dari tempat duduknya)". Alan
"Raka mau kesana dulu dad, (Raka menunjukkan suatu arah yang tidak jauh dari lokasi pesta ulang tahun)". Raka
"baiklah kau sekarang sudah Besar Daddy tidak akan mengantarmu, (dengan masih tetap setia dengan tunangannya) jangan terlalu jauh dari kami (sementara itu adam tidak mengetahui kalau Raka telah pergi dari posisinya sebab terlalu asik dengan lamunannya dengan menatap kearah dimana Rumi tengah berada)". Alan
"siap Daddy (dengan senyum sesuatu Karena Raka telah menemukan dengan apa yang ia cari selama pesta ulang tahun berlangsung)". Raka
"Bu, kak Ardi dan kak Dimas..(Rumi meraih tangan satria dan Satria menyambutnya dengan senyuman khasnya) sebenarnya Rumi dan dosen Satria....kami, kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih (dengan nada hati-hati namun dengan sentuhan ketegasan)". Rumi
"a...apa.. Dimas dan Ardi kaget begitupun dengan ibu Rosa...".ketiganya
"ia Bu, kak...kami sudah cukup lama menjalani hubungan ini dengan bersembunyi-sembunyi, karena kami tidak mau terlalu membebani Raka...(Satria menatap penuh percaya diri kepada 3 orang terpenting dalam hidup Rumi)... sejak awal saya pertama kali bertemu dengan Rumi sejak itu pula saya memiliki ketertarikan kepadanya dan seminggu setelah itu saya mengungkapkan rasa suka saya kepada-nya (Rumi) bagi saya ini adalah sesuatu keajaiban,
Karena Rumi menerima perasaan saya (dengan senyuman yang tiada padam)". Satria
"Restui hubungan kami Bu...kak...(dengan penuh pengharapan)". Rumi
__ADS_1
deggggg......ada luka yang tidak berdarah, ada jiwa-jiwa yang menjerit karena menahan sakit dihatinya. Dimas menelan kesakitan nya bertubi-tubi setelah Rumi menolaknya beberapa dalam waktu dekat ini dan sekarang harus mendapati Rumi memperkenalkan kekasih hatinya dan alangkah lebih sakitnya ternyata teman seperjuangannyalah yang telah berhasil meluluhkan hati wanita pujaannya.
ya karena Rumi memanglah sudah menganggap Dimas seperti pengganti Ardi pada waktu itu, dan Adam Rumi anggap Sebagai sosok teman yang baik dan plus menggemaskan. jadi Rumi menyukai keduanya memang betul namun dalam artian bukan untuk melabuhkan hatinya.