
menggeleng.
"kenapa kau diam-diam melakukan hal ini kepadaku penjaga? (menatap mencari jawaban)". Rumi
"maafkan saya nyonya, ampuni kekeliruan saya selama ini. saya sudah terlalu lancang ...saya ,saya mengagumi nyonya...(masih dalam posisi yang sama)".sang penjaga
"benar-benar tidak bisa dimaafkan (menggeram), tidak cukupkah kau menguji kesabaranku... kau masih ingat kenapa aku membawamu untuk menjadi penjaga dikediamanku?". Rama
ya pada waktu beberapa silam sang penjaga yang dimaksud Rama.
# Flash back #
"s..-al , tangkap bocah gelandangan itu". penjaga toko
dengan wajah yang babak belur.
"hiat..... beberapa orang mengeroyok seorang pemuda tanpa ampun". beberapa orang
ya awalnya pemuda itu menang di saat satu lawan satu dan dua lawan satu, tapi sang penjaga toko mengirim orang membawa alat pukulnya dengan teriakkanya menjadikan pemuda itu tertangkap dan kalah.
"ampuni aku tuan, aku hanya kelaparan aku hanya mengambil sepotong rotimu jangan bawa aku ke penjara (dengan wajah memelas dan cindera)". sang penjaga
"menarik... bergumam". Rama
Rama yang tanpa sengaja menyaksikan kejadian itu merasa tertarik dengan pemuda yang nampak kucel dan berantakan itu. entahlah hati nuraninya terketuk untuk membawanya pulang.
ya pemuda itu ia akan jadikan seorang penjaga dikediamanya dan seperti yang terlihat Sampai saat sekarang ini.
# flash back off #
"ampuni atas kekhilafan saya tuan".sang penjaga
dengan khas tubuh dan tatapan takutnya. ya disini sang penjaga yang menaruh hati kepada Rumi masih sangat muda dan jauh dibawah umurnya.
__ADS_1
ya disana terlihat sang penjaga yang diam-diam memperhatikan nyonyanya disetiap aktivitas nya dan beberapa kali berusaha mendekatinya.
waktu penjaga senior memberikan hukuman ringanannya itu atas dasar perintah dari Rama namun apa bukannya penjaga itu jera malah bertambah melunjak di fikir Rama.
"tidak bisa, aku terlalu baik jika sampai aku melepaskanmu dengan begitu saja. sudah terlalu jauh....(Rama melirik penjaga yang mengekor dibelakangnya) penjaga seret dia berikan hukuman yang berat dan setelah itu buang ia ditempat pengasingan". Rama
"ampuni saya tuan Rama saya benar-benar bertaubat saya tidak akan mengulangi hal ini lagi, ....tidak...(saat penjaga yang lain menangkapnya) nyonya saya mohon ampunilah saya, ampuni atas kekhilafan saya, saya salah nyonya saya salah telah menganggumi nyonya...(Suara penjaga itu semakin menjauh dari pendengaran Rumi ya karena para penjaga yang lain tengah menyeretnya menjauh)".sang penjaga
"mas Rama ampunilah dia, dia hanya bocah ingusan jiwanya masih labil...". Rumi
"apa yang kau fikirkan Rumi? (nampak Rama tidak terima dengan permintaan istrinya). kau adalah istriku, mana ada suami yang rela istrinya disukai pria lain...akan aku lenyapkan bila perlu laki-laki yang sudah lancang mendekatimu itu...(mencengkram kuat lengan milik sang istri jiwa tempramen-nya memenuhi jiwanya)". Rama
"sakit mas, lepaskan.... aku hanya memintamu untuk melepaskannya. pecat saja dia dan kau bisa bebas melihatku tanpa bersinggungan lagi dengannya, dia hanya mengagumiku mas itu tidak berarti apa-apa bagiku, lihatlah mas bukanya diriku sudah menjadi milikmu seutuhnya.
jangan menyebarkan dendam dan permusuhan kepada sesama, aku tidaklah menyukai laki-laki temprament dan pendendam sepertimu...(dengan teriakkan dan isakkanya di tempat itu juga dimana Aydan tidak terlalu jauh dari sana sedangkan Raka masih dijam eskulnya)". Rumi
"dad, mom....(nampak Aydan yang bersama sang pengasuh menyebutkan nama-nama itu dengan menatap kearah orang yang terlihat saling menatap)". Aydan
"cukup mas... buang jauh-jauh obsesi mu itu, dan jangan menyakiti orang-orang yang berada di sekitarku...aku muak dengan dirimu yang selalu menyakiti orang lain di hadapanku...(dengan sekuat tenaga Rumi mendorong tubuh Rama dan melenggang pergi dengan isakkanya)". Rumi
"Rumi... berani-beraninya kau lari dariku (Rama ikut menyusul Rumi yang masuk kedalam rumah yang meninggalkan dirinya bersama baby Aydan di taman itu)". Rama
"hiks....hiks.... kenapa aku selalu membawa keburukan untuk orang lain, aku benci aku benci aku benci dengan diriku ini hahhhhhhhhhhhh.......crang....crang....(suara-suara benda-benda yang menabrak tangan lentik milik Rumi)". Rumi
ya dengan beberapa kali ingatannya teringat akan sosok mas satrianya ditambah lagi kejadian-kejadian yang membuatnya teringat akan masa yang lalu membuat jiwanya sedih nan pilu membuat jiwanya memberontak resah karena satu nama yang selalu berputar-putar di hidupnya yaitu Rama Wijaya.
"buka pintunya Rumi". Rama
"pergilah mas aku tidak ingin melihatmu...". Rumi
"jangan kurang ajar pada suamimu sendiri, aku bilang buka pintunya". Rama
"mas, aku bukanlah seekor burung emas yang harus hidup dalam sangkarnya.. hiks....hiks...!
__ADS_1
aku hanya ingin hidup normal seperti perempuan lainnya mas, kenapa kau tidak mengerti juga dengan diriku...". Rumi
brakkkkkkk.... Suara sebuah pintu yang didobrak secara paksa terlihat Rama berjalan kearahnya.
"kau...(Rama dapat melihat ruangan dikamarnya cukup berantakan dengan beberapa botol parfum dan vas bunga tergeletak dilantai dan terlihat beberapa potongan dari botol kaca bersebaran dimana-mana)". Rama
ini pertama kalinya Rumi mengamuk dengan mengacak-acak isi kamarnya, ada apa dengannya kenapa emosinya terlihat sangat besar. apakah benar Rumi dalam keadaan baik-baik saja, tidak seperti biasanya Rumi melakukan hal seperti ini.
"pergi aku tidak mau melihatmu mas...hiks...hiks...(nampak tubuh Rumi bergetar dan sedetik kemudian tubuh idealnya ambruk Rumi tidak sadarkan diri /hilang kesadarannya dan sebelum Rumi benar-benar jatuh bebas kelantai Rama dengan segera menangkap tubuhnya yang menginjak pecahkan kaca sampai ada yang menembus sandal ala rumahannya)". Rumi
"ahhh....(terlihat pecahan yang menggores telapak kakinya namun ia tahan dan menggendong tubuh sang istri kekasur empuknya membaringkannya di sana)". Rama
_skip_
"bagaimana dengan istri saya dokter, apa istri saya baik-baik saja?". Rama
dengan raut cemasnya.
"istri tuan Rama hanya kelelahan, maaf... ehkm... melihat tuan muda Aydan masih kecil ekhm....(ada keraguan dinadanya namun sebagai dokter yang profesional ia harus banyak penjelasan dan memusatkan dengan akurat keadaan sang pasien) ...sebelumnya saya ingin memastikan apa tuan muda Aydan sudah benar dalam masa menyapi / berhenti minum asi dari ibunya?.".dokter
"apa maksud dokter, Aydanku baru berumur beberapa bulan saja kenapa harus berhenti minum ASI? ". Rama
"tuan Rama...(dokter nampak kaget).
apa tuan belum tau dengan kandungan nyonya Rumi yang sekarang tengah ia kandung?". dokter
"apa, apa maksud dokter istriku tengah mengandung?
apa benar istriku tengah mengandung anakku lagi? (tanpa sadar Rama memegangi lengan sang dokter, hal itu membuat sang dokter grogi yang dapat bersinggungan secara langsung dengan Rama yang sudah terkenal dengan sifat keasilannya itu)". Rama
"be..benar tuan, istri Anda tengah hamil muda ini yang menyebabkan nyonya tidak boleh kelelahan apalagi dengan perasaan dan hatinya harus benar dalam keadaan bisa dimengerti, biasanya seseorang yang tengah mengandung itu dengan tingkat sensitif yang tinggi.....(dan beberapa penjelasan lainnya yang menyangkut sekilas tentang kehamilan mudanya seseorang perempuan dengan beberapa tingkatan prosesnya)!!!". dokter
akhirnya dokter pamit dan Rumi tersadar sekitar setengah jam kemudian.
__ADS_1