
setelah pelayan itu pergi.
"kau mau apa mas Romi, aku mohon jangan lakukan hal memalukan apapun kepada diriku...aku masih sah istri orang (berusaha tegar dan kuat disaat Romi menuntun Rumi untuk mengikuti langkahnya)". Rumi
"aku suka kau yang seperti ini, penurut!!! (menatap dengan kelembutan).
aku hanya ingin melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak dulu.
sayang , kau ingat dulu kita pernah menjadi sepasang kekasih dan mantan suamimu telah memisahkan kita dan menikahimu dan ternyata dia malah menyia-nyiakanmu.
aku tidak akan mengulangi lagi kesalahanku yang pernah dulu aku lakukan untuk menunda untuk memilikimu, aku ingin mendapatkan mu sebelum Rama menikahimu terlebih dulu.
aku menginginkan kita bersama lagi seperti dulu menjadi kekasih yang saling mencintai, aku akan bermain lembut jika kau menurut (Romi setengah berbisik tepat didaun telinga milik Rumi yang diam hingga membuat Rumi kaku)". Romi
"mas...(disaat Romi mulai merebahkan dirinya di kasur empuknya. ya Rumi tau jika dirinya melawan Romi tidak akan segan bermain kasar kepada dirinya, yang ia khawatirkan saat ini adalah bayi dalam kandungannya)". Rumi
🌷ya disini tuan-tuan berkuasa tidak/belum mengetahui akan kehamilan dari Rumi, pada waktu Rumi ingin memberitahukan akan kehamilannya kepada Rama ,satria tidak mengizinkannya.
satria memiliki firasat sang calon buah hatinya pastilah akan dilenyapkan seperti Ardi, dan mungkin dirinya juga...(orang-orang yang menurut Rama menjadi penghalang dirinya untuk mendapatkan Rumi kembali)🌷
"kenapa sayang... kenapa kau menatapku seperti itu . apakah kau bersedia melakukanya denganku? (Romi tidak akan membuat yang masih ia anggap pemilik hatinya itu takut dan menolaknya, seperti penolakkan yang Rumi lakukan kepada rama)". Romi
"mas, apakah kau masih mencintaiku...(tangan Rumi beralih kepada kedua pundak milik Romi dan menatap lekat mata penuh g..-rah itu)". Rumi
"(melihat reaksi yang Rumi berikan membuat Romi beranggapan Rumi telah menerimanya) kenapa kau masih menanyakan hal itu? aku seperti ini karena aku benar masih sangat mencintaimu.
kau tau sayang apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mu membuatmu merasa selalu dianggap dan selalu berusaha membuatmu merasakan kebahagiaan (membalas tatapan milik Rumi dan menjeda aksinya)". Romi
"mas...(memajukan wajahnya dan mendekat kewajah milik Romi dengan perlahan dan...)cup...(Rumi mengecup sekilas bibir seseorang yang dulu memang pernah ia cintai)
maafkan aku mas Satria aku hanya mencoba melindunginya, tidak ada cara lain selain mengambil langkah ini...membatin.
aku percaya dengan cintamu...(dan memberikan senyuman manisnya dalam perasaan yang bertolak belakang)". Rumi
"apa benar seperti itu...(ada senyum yang tidak bisa Romi sembunyikan dan kini tangannya mulai beraksi kembali mencari sesuatu yang menjadi penghalang dan dibalik penghalang itu ada sesuatu yang ia sukai)". Romi
"tunggu mas... biarkan aku yang memberikannya untukmu, (Rumi membalik posisikan diantara dirinya dan Romi hingga posisinya Romi berada dibawahnya. dengan gaya dibuat seprofesional mungkin Rumi mulai memperlihatkan keindahannya membuat Romi sesak untuk bernafas karena susah menelan salavinanya disaat Rumi bersedia melakukanya dengannya, dan tiba-tiba....).
ahh..aww... mas perutku terasa nyeri..(Rumi berakting)". Rumi
__ADS_1
"kau kenapa sayang (Romi bangkit mendudukkan Rumi dan menatap penuh perhatian)". Romi
"disini mas...(Rumi menuntun tangan Romi untuk memberi tau titik sakitnya)". Rumi
kain yang sudah hampir terlepas memperlihatkan keindahan bagian atas dari Rumi kini dengan rasa khawatir Romi memperbaiki keadaan Rumi yang sempat ia tindih.
"mana yang sakit (nampak sekali raut khawatir dari Romi dan mengelus pelan titik yang Rumi beritahukan, keadaan ini mengingatkannya sewaktu dirinya menjadi kekasih dari seorang Rumi yang pada waktu itu masih mengenyam pendidikannya)". Romi
"mas...perutku sakit, aku rasa aku kelaparan...(dengan mata yang berkaca-kaca meminta pertolongan)". Rumi
"keterlaluan...apa saja yang dilakukan Rama hingga memperlakukanmu seperti ini. bukanya dia sangat menginginkanmu kenapa ia ulangi kesalahannya yang terus mengabaikanmu...(Romi geram)". Romi
"entahlah mas aku tidak n..-su makan. aku sudah kehilangan kebahagiaanku mas". Rumi
"tenanglah aku akan selalu ada untukmu aku akan memberimu kebahagiaan yang lebih jauh indah". Romi
"eem...(mengiyakan) mas ...apa kau mau untuk menyuapiku aku bosan dengan keadaan ini, lihatlah aku tidak n..-su makan hingga aku terlihat pucat seperti ini (dengan nada dibuat semanja mungkin dan itu berhasil membuat hati Romi luluh dan membatalkan niat jahatnya)". Rumi
_skip_
waktu menunjukkan pukul jam 8 malam.
sebuah mobil sports mewah tengah memarkirkan lajunya di sebuah pelataran rumah megah.
terlihat para penjaga dan para pelayan menyambut akan kedatangan tuan mereka. hanya keheningan dan menjaga sikap sebaik mungkin agar mereka tidak melakukan sebuah kesalahan sekecil apapun yang akan membuat terlihat menjadi kesalahan fatal bagi mereka.
seperti biasanya Rama akan pulang sedikit telat dari jam kantor pada umumnya.dengan diikuti asisten pribadinya Rama mulai mengedarkan pandangannya.
"dimana istriku, apa dia mau memakan makan siangnya? (tanpa menoleh dengan pandangan lurus menanyakan hal itu kepada ketua pelayan yang berbaris)". Rama
"ny..nyonya ada diruang tengah tuan, nyonya mau untuk memakan makan siangnya!. (jawaban yang simpel ,padat dan jelas sesuai dengan takaran pertanyaannya)". ketua pelayan
"bagus...good job.". Rama
ini adalah kabar paling bagus selama 3 hari belakangan ini bagi Rama. ya kerena selama 3 hari itu Rumi melakukan protesnya dengan cara mengurung diri dan moggok makan karena tindakkan Rama yang merenggut kebahagiaannya)". Rama
tiada tangisan dan kesedihan yang Rumi tunjukkan hanya wajah datar pucatnya tanpa ekspresi yang lain membuat Rama sedikit frustasi untuk menghadapinya.
ada ketakutan yang samar bagi para penghuni bagian rumah megah itu, disaat Rama melangkahkan kakinya kearah ruang tengah. ya karena mereka tau nyonya-nya tengah merubah kebiasaannya yang selama 3 hari selalu bersikap datar dengan pucatnya kini nyonyanya memperlihatkan sisi lainnya.
__ADS_1
dengan langkah sumeringah Rama yang mendapat kabar baik , karena Rumi mau makan Rama ingin cepat-cepat melihatnya secara langsung tanpa mau mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu.
rasa rindu dan senangnya bercampur aduk menjadi satu.ini adalah perkembangan yang bagus bagi dirinya untuk mendapatkan Rumi kembali.
namun betapa kagetnya Rama disaat netranya menyaksikan pemilik hatinya tengah bermesraan dengan saudaranya sendiri.
"bre..-sek apa yang kau lakukan bersama dengan istriku!!? (Rama meradang kepulangannya disambut dengan pemandangan yang menyesakkan hati dan mengabutkan pengelihatannya)". Rama
Romi dan Rumi berdiri menghadap kearah diamana Rama berada tengah memandang keduanya dengan amarahnya yang tertahan.
"bagaimana keadaan kantor? (dengan santainya) maaf brother aku serahkan pekerjaanku untuk sementara waktu kepadamu, lihatlah dia aku sungguh tidak tega. dia sedang sakit aku tidak mungkin membiarkannya sendirian karena aku lebih mementingkan keadaannya dibandingkan apapun (Romi dengan bangganya)". Romi
"be..-bah penghianat, apa selama ini kau melakukan ini belakangku". Rama
ya Rama melihat pemandangan yang sangat menyesakkan dada.
kepulangannya disambut dengan pemandangan kemesraan dan perhatian yang Romi limpahkan kepada mantan istrinya yang kini akan menjadi calon istrinya kembali.
mereka terlihat sedang asyik menonton serial drama romantis dengan kepala Rumi yang bersandar dipundak Romi. pemandangan itu Sungguh membuat seorang emosi Rama meladak-ledak.
"penghianat? apa maksudmu dia bukan siapa-siapa mu brother dia hanyalah mantan istrimu yang berusaha akan kau miliki lagi, dan itu tidak akan aku biarkan terjadi.
sudah cukup Rama , bagiku akulah yang lebih pantas untuk mendapatkannya. lihatlah perubahan yang aku lakukan padanya ,dan kau sama sekali tidak bisa melakukanya...(dengan senyuman bangganya)". Romi
"tidak tau diri...(Rama melangkah kasar dan menghajar wajah rupawan milik saudara kembarnya)". Rama
"kau yang tidak tau diri...(Romi tidak mau kalah)". Romi
Romi terjungkal karena Rama lebih menggebu dengan tingkat kemarahannya.
"sebenarnya apa yang tengah kau rencanakan...(Rama beralih kepada Rumi, hal ini mengingatkan dirinya ketika dibohongi mentah-mentah oleh istrinya dara pada waktu itu)". Rama
"mas... (disaat Rama beralih kepada Rumi dan Rumi memperlihatkan ketaktuanya kepada Romi hingga membuat Romi bangkit)". Rumi
"jangan sentuh Rumiku (Romi menyingkirkan Rama dan menyembunyikan Rumi dibelakangnya) jangan sekali -kali lagi untuk menakutinya apalagi untuk menyakitinya sekarang Rumi akan perjuangkan, aku tidak sudi memberikan Rumi padamu lagi...(dengan tatapan permusuhan)". Romi
Rama maju melihat Romi seakan tengah menyembunyikan Rumi dan mencengkram kerah milik Romi.
"tidak akan aku biarkan itu terjadi, Rumi akan selalu dan tetap milikku...(dan sejurus kemudian kembali kepada pertarungan sengit yang ke-dua hingga memporak porandakan ruangan itu, Rumi hanya tersenyum samar disaat pemandangan itu tertangkap pengelihatannya)"Rama
__ADS_1
"cukup tuan, cukup".para asisten
ya asisten Rama yang tidak tahan namun tidak berani melerai akhirnya memutuskan untuk menghubungi asisten Romi dan saling menenangkan tuannya. dan itu berhasil / Rama dan Romi berhasil ditenangkan/berhasil dipisahkan.