
"putraku sekarang tidak mau diam ya... (Satria meraih tubuh kecil lincah milik Aydan yang berada didepan lututnya ya karena posisi Satria saat ini adalah tengah duduk bersebelahan dengan Dimas)". Satria
"apakah aku baru menyadarinya ternyata matanya begitu mirip dengan Rumi (tanpa sengaja dan dengan nada yang begitu terdengar antusias cukup membuat sekian kalinya telinga gladis memanas entahlah disetiap bibir Sang suami menyebutkan nama mba Rumi itu selalu terdengar berlebihan dipendengaran gladis, apakah pantas dia cemburu sebesar itu? gladis sendiri bingung mengartikan akan kecemburuan parahnya itu!)". Dimas
"Hem...kau benar Dimas , putraku memiliki manik yang begitu mirip dengan mommynya (ucapannya terdengar menerawang)". Satria
🌷 hihi.... padahal disini Dimas lebih umurnya lebih tinggi dibandingkan dengan Satria ya Namum karena Dimas menikahi adiknya yang bernama gladis jadi Satria wajib memanggilnya Dimas bukan kak Dimasnya lagi, seperti pada waktu dulu dirinya menjadikan Rumi sebagai istrinya , seorang istri yang masih bertahan dalam dekapannya.
dan pada waktu itu Satria wajib memanggilnya sebagai kakak Dimasnya,.....
hah....bukanya Satria dan Dimas saudara ipar ya???
disini Dimas boleh menikahi gladis ya ,ya karena Rumi bukanlah adik kandung dari Dimas.
waduh jadi muter-muter sendiri author dibuat karya author sendiri kenapa ya kisah cinta diantara pemain * TANGISAN SUCI * selalu tidak lepas dari para pemain-pemain lamanya.... apakah karena para pemain disini memiliki tipe hati yang setia. seperti author yang mencoba untuk setia dengan update-nya untuk para pembaca hasyikkkkkkk , asik !
semoga asiknya author juga asiknya para pembaca juga ya???!!!🌷
_skip_
"hati-hati, dan terima kasih kalian selalu lapang untuk membantuku...(menatap senang)". Satria
"maafkan aku kak, tapi aku janji akan memperbolehkan gladis kapanpun untuk mengunjungi kalian...(dengan senyuman ramahnya)". Dimas
"Hem...(tersenyum mengangguk)". Satria
"aku dan Aydan akan selalu menunggu akan kunjungan kalian...bibi ,Paman (dan sekali lagi mendekap tubuh bibi gladisnya)". Caca
"bibi janji bibi akan sering-sering mengunjungi kalian ( mengusap sayang pucuk kepala Caca". gadis
jujur sebenarnya gladis tidak tega untuk meninggalkan kakak semata wayangnya yang mengurus Caca dan Aydan seorang diri meskipun Satria lagi-lagi mengambil seorang pengasuh untuk kedua anaknya tepatnya untuk Aydan, namun disini status gladis sudah berubah kini ia telah menjadi seorang istri dari suami yang ia idam-idamkan sejak dulu, semenjak ia dapat melihat yang sekarang menjadi suaminya. ia akan ikut kemana suaminya membawanya apa lagi sekarang status gladis hanya seorang ibu rumah tangga, Dimas ingin cepat memiliki keturunan karena melihat umurnya yang sudah tidak muda lagi jadi ia menyibukkan gladis dengan keinginannya/harapannya dan dengan senang hati gladis yang notabene nya adalah penggemar berat sekaligus istrinya menyetujui dan menyambut semua itu dengan ikhlas meskipun kini impiannya menjadi seorang wanita karir pupus itu tidak membuatnya bersedih hati yang terpenting seseorang yang diinginkannya bisa menerima dan mencintainya itu lebih dari cukup fikir gladis.
sedangkan Dimas tersenyum melihat interaksi diantara keluarga istrinya gladis.
melihat indahnya keutuhan keluarga milik Satria, ia ingat kenapa ia bisa masuk menjadi bagian dikelaurga Besar milik Satria.
__ADS_1
dan tatapanya menerawang kebeberapa waktu lalu.
# Flash back #
"satria apa ini buku-buku milik gladis?". Dimas
"sepertinya seperti itu...tunggu aku sebentar (nampak Satria sedikit terburu-buru dengan langkahnya melenggang masuk ke arah dimana arah kamarnya berada)". Satria
"gladis anak itu... (bergumam....nampak Dimas menata buku-buku gladis yang tidak sengaja gladis tinggal di ruang tamunya dan disaat mata fokusnya menangkap sebuah buku catatan yang tidak sengaja terbuka sedikit disana ia menemukan sesuatu yang membuat ia penasaran disana jelas tertulis sebuah nama yang sama dengan nama yang ia miliki *Dimas*, Dimas perlahan menggapainya dan tanpa pikir panjang mulai membuka perlembarnya matanya terbelalak disaat sebuah pengakuan yang terasa begitu dalam, Dimas secara kurang baik mengambilnya buku catatan milik gladis tersebut dan ia masukkan kedalam tas kerjanya tanpa siapapun mengetahuinya)". Dimas
"bapak dosen....(nampak gladis berdiri cukup terkejut dengan keberadaanya yang nampak menggendong baby Aydan dengan sebuah mangkuk khas kudapannya)". gladis
_skip_
🌾 Di sebuah restoran 🌾
"tumben benar pak Dimas mengajakku untuk makan siang bersama, ini terlihat begitu manis... membantin. (dengan senyuman tersembunyinya dengan posisi menundukkan pandangannya)".gladis
"pesanlah kau pilih menu yang kau mau, (Dimas menyodorkan buku menunya)". Dimas
"Hem... sampai seleranyapun ia paksakan untuk ia rubah (Dimas begitu tersentuh)". Dimas
setelah gladis dimaspun memesan dan entah itu disengaja atau tidaknya mereka memesan menu yang sama.
Dimas dan gladis makan dalam keheningan , tenang namun menyimpan sebuah terka'an di hati masing-masing.
"apa kau sudah selesai dengan acara makanmu...( dengan tatapan yang terlihat menyimpan aura intens teruntuk gladis)". Dimas
dag... dig...dug... merespon tatapan Dimas dengan nada yang begitu lembut di sanubarinya, ya perlakuan Dimas seperti ini ia rasa adalah sebuah perlakuan yang tidak biasa meskipun gladis cukup dekat dengan sosok Dimas.
"su...sudah pak Dimas...(dengan kegugupan nyata)".gladis
"maaf...(tangan Dimas terulur menyentuh bagian bibir gladis) ada sisa yang tertinggal diarea bibirmu". Dimas
"ah... benarkah..te.. terima kasih pak (dengan susah payah gladis menetralkan deguban yang selalu merajainya disaat berdekatan dengan sosok idolanya itu)". gladis
__ADS_1
"baiklah, ayo kita pulang (ada sebuah senyuman yang samar)". Dimas
gladis masih saja terpaku dengan keadaan hingga ajakan Dimas ia sampai tidak menyadarinya.
"kenapa, apa kau masih betah disini?". Dimas
"ah...ia baiklah, kita pulang...(dengan terburu-buru gladis berdiri dengan tingkah memalukannya hingga lututnya terbentur meja) aw... sakit...(gladis meringis dengan rasa yang ada dengan memegangi lututnya yang terlihat membekaskan sebuah luka lebam )". gladis
"hati-hati...sayang (Dimas segera menghampiri dan memeriksa lutut gladis yang hanya menggunakan rok selututnya dan itu jelas mengekspos betis mulusnya)". Dimas
"sayang... membatin.
tidak apa-apa pak, ini hanya luka kecil (menjaga jarak ,perlakuan Dimas hari ini kepadanya sedikit membuatnya takut, heran sekaligus senang)". gladis
"Hem...(Dimas tersadar dengan perlakuanya yang tanpa sadar ia hampir tidak bisa kontrol itu)". Dimas
nampak dari arah pintu masuklah sosok dewasa cantik dengan penampilan tomboy dan sexy nya dan yang membuat gladis cukup terkejut sosok itu kenal dengan dosen idamannya.
"Dosen Dimas....(melambai dengan senyuman menawannya)". sosok dewasa cantik
deggggg....hati gladis ia persiapkan dengan segala kemungkinan buruk yang akan ia dapatkan dosen idamannya ternyata merespon tatapan sumeringah seorang wanita dewasa cantik dengan tampilan modisnya, setau gladis dosen idamannya selama ini tidak dekat dengan perempuan manapun meskipun terlalu banyak yang ingin kenal dekat dengan sosoknya ya Dimata umum Dimas terkenal dengan keramahan dan kelembutanya namun Dimas tidak segan-segan memasang tatapan tidak sukanya kepada lawan jenisnya yang dia anggap berlebihan termasuk gladis di waktu dulu.
nampak langkah sosok dewasa cantik perlahan mendekat dan sekarang tepat berada didepan keduanya.
dengan spontan sosok dewasa cantik memegang lengan Dimas dan Dimas membiarkan tangan itu mengelus lengannya.
"apa kabarmu, aku sangat merindukanmu...cup...(tanpa aba-aba sosok dewasa mengecup pipi milik Dimas Dimata umum dan Dimas terlihat menikmatinya)".sosok dewasa cantik
"aku juga sama sepertimu ,aku merindukanmu...(tangan Dimas menggapai pinggang ramping milik sosok dewasa itu dan hendak membalas ciuman dipipi bening milik sosok dewasa cantik itu)". Dimas
mereka seolah melupakan sosok gladis yang polos dengan perasaan terpendamnya.
dengan tangan yang mengepal kuat, dengan deru nafas yang naik turun....dan matanya terlihat memerah.
"hentikan dosen...(dengan Suara kerasnya/ bentakkan tegasnya)". gladis
__ADS_1