Tangisan Suci

Tangisan Suci
Hujan bersama Badai


__ADS_3

"hentikan Rumi, (rasanya Rama sudah cukup sabar selalu mencoba untuk mengalah) hentikan semua tindakan konyolmu ini, patuhi perintah suamimu, ayo ikutlah pulang bersamaku... (Rama menarik kasar tangan Rumi hingga dengan mau tidak mau Rumi jatuh dalam dekapan Rama)". Rama


"mas...mas Satria tolong aku mas, aku tidak mau ikut dengannya, mas Satria biarkan aku tetap disini bersamamu...(dengan tangisannya menatap iba)". Rumi


"nyonya...(ada getaran yang aneh didadanya disaat perlakuan kasar dan setengah memaksa dari seseorang yang mengaku adalah suami dari seorang perempuan yang bernama Rumi)". Satria


"Rumi....( rasanya Dimas menjadi laki-laki yang tidak berguna bila harus membiarkan si tuan berkuasa membawa gadis polosnya lagi, dengan langkah yang pasti Dimas menghampiri Rama dan memisahkan keduanya Rumi dan Rama).


bugggghkk....(Dimas malayangkan tinjunya) lepaskan Rumi kau tidak pantas untuknya, biarpun nyawaku jadi taruhanya, aku akan mempertahankan adik kesayanganku...(dengan tatapan laparnya)". Dimas


"siapa kau dosen hingga berani-beraninya kau menantangku....(nampak Rama mengelap bekas tinjuan yang mendarat dikeningnya dengan gigi yang saling bergemeretak menahan amarah karena mendapat sentuhan kasar dikeningnya) kau akan menyesal berurusan denganku (dengan tatapan tidak kalah laparnya) ". Rama


"kenapa aku harus menyesal, justru aku menyesal kenapa tidak dari dulu saja aku melakukan hal ini kepadamu tuan pemaksa....(hiaaaaat.... Dimas mulai menyerang Rama)". Dimas


ya Dimas yang bertujuan akan menjemput Caca dan gladis terlebih dahulu setelah ia pulang namun ia urungkan niatnya disaat ia mendapatkan sebuah kabar dari seseorang karyawannya, bahwa ada keributan di toko oleh-olehnya dan disana karyawan menyebutkan kedatangan dari adik Dimas, Rumi.


hingga ia Sampai meminta izin kepada pihak sekolah, dengan cara yang singkat dengan terburu-buru Dimas meluncurkan kendaraan pribadinya kearah kediamannya namun berusaha tetap tenang ya karena posisi Dimas sedang mengendarai jadi ia harus tetap fokus menyetir.


Dimas dan Rama bertarung dengan kekuatan sama ,Namum Karena Rama sedikit curang hingga Dimas terjatuh dan akhirnya kalah.


"curang...p..-cut, (Dimas dengan mulut dan hidung mengeluarkan d..-rah segarnya dalam posisi tersungkur)". Dimas


"mas Rama hentikan mas, kau selalu saja begini....(disaat lagi-lagi Rama menodongkan senjatanya kearah lawannya dan Rumi menghadang tepat didepan Dimas)". Rumi


melihat pemandangan itu ruangan itu terasa mencekam, para karyawan/Wati menutup mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


mereka pernah mendengar rumor yang beredar tentang insan seseorang yang selalu mengarahkan tangannya dengan sebuah senjata apinya.


🌷kenapa disini author menyebutkan tuan Rama dan keluarganya adalah keluarga yang berkuasa, disini tidak ada kesulitan apapun untuk mereka seperti membolak-balikan fakta, sabotase, dan masih banyak perkara apa bila berhadapan dengan lawannya yang selalu didapat dari lawannya adalah kekalahan dan kehancuran dan merekalah yang menjadi pemenanganya....


yuhuuuuuuu.....enak banget ya bagi tuan-tuan yang berkuasa.


terkadang dunia imaginasi terasa tanpa batas ya...hihi....🌷


"Rumi....(Dimas masih sadar namun babak belur)". Dimas


"tenanglah kak dia tidak akan melakukannya kepadaku jikapun ia melakukannya kepadaku itu jauh lebih baik dibandingkan aku Harus ikut bersamanya lagi". Rumi


"Rumi....(betapa sakit hati disaat orang tercinta mengucapkan kata-kata yang sangat menusuk)". Rama


"mommy.....(dari arah luar terlihat Caca dan gladis yang akan baru masuk kedalam ya karena pintu kaca besarnya berbuka lebar hingga Caca dengan mudah dapat melihat sang mommy Rumi yang ia rindukan ada didalam begitupun dengan gladis yang tidak menyadari akan hal apa saja yang sudah terjadi)". Caca


ya Rama cukup terkejut dengan keberadaan Satria akan keselamatannya, Rama fikir Satria tidak akan mampu bertahan dengan hidupnya melihat kondisi terakhirnya seperti apa, namun keadaan mengatakan tidak atau belum (baik-baik saja)! dan ia cukup terkejut juga dengan respon yang Satria berikan tentang Rumi dan dirinya, kenapa Satria seakan tidak terkejut dengan kedatangan mereka dan terkesan tidak mengingat sosok mereka, apakah Rama tengah hilang ingatan????????.


setidaknya Rama bisa sedikit bernafas lega, ya karena laki-laki yang dicintai istrinya saat ini bukanlah penghalangnya lagi.


"Daddy.....(Caca menangis histeris melihat penampakkan Rama , yang menurutnya manusia jahat manusia Monster manusia berhati iblis dengan amukkannya)". Caca


"Caca, ...(Satria maju ketika anaknya merasa terancam dan beralih kepada Rama) tuan apa yang kau lakukan dengan anak kecil, apakah kau tidak malu menodongkan senjatamu kepada lawan yang tidak semestinya)". Satria


"lalu, apa kau mau menjadi lawan ku, untuk menggantikan posisi anak kecil ini? (tanpa mengalihkan senjatanya dari keduanya gladis dan Caca yang saling merangkul)". Rama

__ADS_1


"cukup mas...(Rumi maju dan mendekat kearah dimana Rama berada, tiada rasa takut kini, baginya Rama adalah insan berhati iblis dan tidak mau tau dengan dampak yang ia lakukan) aku bersedia menggantikan Caca, bila itu membuatmu puas mas..(Rumi berhasil mendekati Rama dan berada tepat didepan senjata milik Rama)". Rumi


"mommy Rumi jangan mom, Caca mohon jangan....(Caca tergerak hatinya baginya Rumi sudah ia anggap sebagai ibu pengganti namun dengan hati yang hangat seperti ibu kandungnya sendiri) Daddy...tolong... tolonglah mommy Rumi dad, lindungi mommy... (Caca melihat kearah Satria dengan tatapan memohonnya)". Caca


namun semua orang dapat melihat reaksi apa yang satria pertontonkan, Satria hanya diam. meskipun terlihat ada kegelisahan ditatapanya.


melihat reaksi Satria yang hanya diam membuat Rumi semakin hancur.


dan kejadian ini mengingatkannya kepada waktu silam disaat Rama dan sang Daddy Samuel tengah beradu kekuatan dan kekokohan hati masing-masing. namun diposisi ini bukanlah dirinya melainkan Rama, hingga disaat itu Rumi mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya. yang merelakan hidupnya kepada seorang Rama demi keselamatan orang-orang yang disayanginya.


"tidak apa-apa ca, biarkan semua ini berakhir...mommy sudah tidak kuat untuk menjalani semua ini....hiks...(Rumi memberikan tubuhnya dan memejamkan matanya disaat pelatuk mengarah tepat dikeningnya, ia tidak mau lagi menyerahkan hidupnya dalam kehampaan yang tiada berujung lagi lebih baik ia berakhir disini)". Rumi


Rama perlahan menurunkan senjatanya.


"aku tidak akan pernah dan tidak mungkin melakukannya kepadamu sayang.... pulanglah bersamaku maka semuanya beres (Rama mengelus pipi Rumi namun netranya baru melihat dengan jelas ada luka memar di bagian wajah Rumi, dibibir sang istri disana terlihat darah yang mengering), siapa yang melakukan ini kepadamu hem...(Rama mengelus luka itu dengan sangat pelan dan lembut namun itu terasa perih hingga Rumi meringis disaat Rama meraih bibirnya)". Rama


"kenapa kau tidak melenyapkan diriku mas....(disaat Rumi mendapatkan sentuhan hangat diarea bibirnya)". Rumi


"kau tidak perlu tau jawabannya mengapa aku tidak melenyapkan mu, yang perlu kau tau jawablah pertayaanku!!! siapa pelakunya...(dengan posisi saling menatap namun Rama tidak mengalihkan pandangannya dari bibir milik Rumi yang mengalami luka)". Rama


"tidak...(dengan spontan Nona merasa bersalah dan berniat lari namun gerakkan Nona kalah cepat dan...)".Nona


dorrrr.....timah panas Rama tepat mengenai tas kecil yang dibawa Nona.


"ahhkp....(Nona terkejut dan berhenti dari laju kakinya tas kecilnya jatuh terlempar dilantai jatuh beserta berserakannya isi dari tas kecil tersebut)". Nona

__ADS_1


begitupun dengan para perempuan lainnya yang ada disana mereka dibuat terkejut hebat. bagi mereka ini adalah sejarah yang tidak bisa dengan mudah mereka lupakan.


"itu hanya peringatan kecil bagi orang-orang yang mengusik akan keselamatan dan ketenangan istriku..(Rama dengan tatapan yang menyala)". Rama


__ADS_2