
crang...... suara sebuah gelas yang lolos dari pegangan tangan seseorang hingga merosot jatuh menyentuh kerasnya lantai.
"dim...apa kau tidak apa-apa..(Ardi yang berdiri tidak jauh dari Dimas merasa cukup khawatir dengan adik angkatnya itu, setelah ia dikejutkan akan penuturan Rumi kini ia terkaget dengan gelas yang jatuh itu gelas itu hancur berkeping-keping mewakili hancurnya hati seorang laki-laki berparas rupawan dengan rasa tidak percayanya)". Ardi
"ah...(Rumi terkaget dengan suara pekikannya begitupun dengan ibu Rosa)". Rumi
"aku...tidak apa-apa maaf...aku tidak sengaja menjatuhkannya (Dimas berucap dengan menundukkan pandangan sepertinya ia tengah ingin menyembunyikan sesuatu)". Dimas
"nak....(ibu Rosa paham akan perasaan hancur dari anak semata wayangnya itu)".ibu Rosa
"aku benar tidak apa-apa Bu, emm...aku permisi dulu, aku akan mengeringkan jas ku... (Dimas sudah tidak bisa menahannya lagi ia pamit dari tempat itu,jas yang terkena tumpahan air adalah sebuah alasan yang tepat baginya)". Dimas
"kak Dimas...(Rumi berusaha mengikuti Dimas namun satria melarangnya/ memegang lengan *Rumi* )". Rumi
"kak Dimas perlu waktu sendiri... (dengan suara pelan penuh pengertian ya Satria mengetahui Dimas menyukai Rumi bukan sekedar rasa suka seorang kakak kepada adiknya karena pada waktu Dimas menyatakan cinta kepada Rumi, satria melihat moment itu. ketika ia baru Sampai dikediaman Rumi, dengan maksud menjemput Rumi. satria melihat Rumi memasuki sebuah mobil pribadi dan menyadari akan kedatangan dirinya dan hanya bisa menatap tanpa menegurnya. dan pada akhirnya satria ngikuti kemana sebuah mobil pribadi itu membawa Rumi pergi)". Satria
# flash back #
* beberapa bulan yang lalu *
hari ini adalah hari Kamis namun kalender angkanya menampilkan warna merah itu berarti sekolah libur, karena warna merah menandakan hari libur.
waktu menunjukan pukul 12 siang
terlihat sosok wanita dewasa dengan tampilan simpel namun terkesan elegan tengah duduk sendirian disebuah kursi didepan teras rumahnya. sepertinya ia tengah menunggu akan kedatangan seseorang.
BIP...BIP....bunyi sebuah klakson dari sebuah mobil yang baru menepikan mobilnya, keluarlah seseorang dengan postur gagah idealnya tidak ketinggalan rupawan juga diwajahnya.
"itukan mobil kak Dimas!!! emmm...ia tuh kan benar keluar orangnya. ada perlu apa yah kak Dimas kesini...diakan tau kalau Raka sedang menginap di apartemen kak Ardi sejak malam tadi. apa dia mencariku...? (Rumi tengah berbicara sendiri dan tanpa sadar menunjuk dirinya sendiri dengan jemarinya sendiri)". Rumi
"hei... Nona manis kau sedang apa? kau terlihat aneh...(Dimas terkekeh dengan ucapannya sendiri sambil berjalan kearah dimana Rumi berada)". Dimas
__ADS_1
"eh... kak Dimas, ia nih Rumi garing menunggu. oh..yah kak kau terlihat tampan jauh lebih tampan apa kakak ingin berkencan dengan seorang perempuan??? (dengan tatapan menyelidik) ". Rumi
"kau juga terlihat sangat rapih...baumu juga sangat wangi biasanya kau bau keringat, aku masih ingat disaat-saat kau masih menggunakan seragammu dulu (Dimas tersentuh akan pujian dari Rumi namun ia menahan sejuta gejolak dihatinya)". Dimas
"ih...kak Dimas mulai deh...tapi aku suka kak Dimas, kak Dimas masih sama seperti yang dulu selalu membuat Rumi tersenyum dan berenergi lagi....(dengan senyum khasnya)". Rumi
"kak Dimas, apa benar kau menyukai kak dimasmu ini ". Dimas
"tentu, aku sangat menyukaimu ...Rumi ingin selamanya berbagi cerita bersama kak Dimas dan ibu Rosa. Rumi sangat menyayangi kalian... karena kalianlah Rumi masih bertahan sampai saat ini...(Rumi mengingat lagi masa kecilnya dan dimana masa sulit di antara pilihan yang tidak bisa ia pilih)". Rumi
"sudahlah....(nampak Dimas mendekat dan melabuhkan kedua tangannya dipundak Rumi) semuanya telah berlalu, aku yakin di depanmu adalah masa dimana kebahagiaan menantimu (dengan tatapan penuh senyuman sesuatu)". Dimas
"emm... terima kasih kak Dimas, kak Dimas selalu mendukung Rumi. dan sampai sekarang Rumi belum bisa dan tidak akan pernah bisa membalas semua atas kebaikan dari kak Dimas dan ibu". Rumi
"Hem....(nampak Dimas menghembuskan nafas panjangnya) sekarang ayo ikut aku...kau penasarankan kenapa aku kesini (dengan menggandeng Rumi tanpa ampun hingga Rumi dibawa masuk kedalam mobilnya tanpa perlawanan yang berarti)". Dimas
"hei...kak kenapa Rumi diculik, Rumi sudah ada janji dengan seseorang (setelah Dimas setengah memaksa Rumi untuk duduk dikursi penumpang disebelah kemudinya)". Rumi
"sudahlah diam , batalkan saja...dia pasti akan mengerti (dengan percaya dirinya seakan Rumi ada dibawah kendalinya)". Dimas
"satria...membatin". Rumi
ya Rumi melihat seseorang laki-laki yang bukan lain adalah kekasihnya (Satria), tengah memperhatikannya bersama dimas. namun Satria hanya diam tanpa menghampiri dirinya.
"mas....(Rumi mengucapkan satu kata yang samar dan nampak dari pihak Satria mengangguk tanda biarlah Rumi untuk menuruti keinginan Dimas yang membawanya)". Rumi
_skip_
disinilah disebuah taman yang indah bunga saling beradu warna, kupu-kupu ikut menyambut hari yang indah bersamaan dengan hati-hati yang tengah merangkai kata cinta.
"Rumi kita mengenal sudah sejak lama, dan aku baru menyadari perasaan ini untuk beberapa masa disaat aku kehilangan dirimu disanalah aku menyadari aku sangat merindukanmu....dan disaat Wijaya merebutmu aku bodoh dan tidak berdaya aku melepasmu dengan ketakutanku kepada Mereka, disaat mereka memperebutkanmu aku malah diam tanpa melakukan apa-apa, aku akui aku bodoh Rumi membiarkan hati ini terus meronta dengan cara yang terpendam... sekarang Wijaya telah jauh darimu dan apakah aku salah kalau aku mencintaimu? (dengan tatapan sedih sekaligus pengharapan)". Dimas
__ADS_1
"kak....(bibir Rumi tercekat ia tidak menyangka Dimas orang yang sudah ia anggap sebagai kakak tersayangnya kakak yang pernah menggantikan sosok Ardi telah mengungkapkan kata cinta kepada-nya)". Rumi
"jawab Rumi apakah aku salah telah mencintaimu". Dimas
"hiks.....(Rumi menangis masih tidak percaya) kak... cinta itu tidak pernah salah dan cinta itu tidak perlu disalahkan, tapi maaf kak Rumi ...Rumi tidak bisa menerima cinta kak Dimas (dengan mengusap air mata yang jatuh dipipinya)". Rumi
"benarkah...? tapi kenapa Rumi...kenapa kau menolak cintaku ?". Dimas
"Rumi hanya tidak bisa kak". Rumi
"kenapa? apa kau sudah punya seorang kekasih? atau apa kau masih mencintai mantan suami mu itu???". Dimas
"Rumi...Rumi maafkan Rumi kak, Rumi hanya tidak bisa....". Rumi
"....tapi kenapa? katakan apa kurangku Rumi aku akan berusaha menjadi apa yang kau mau...aku akan ikhlas melakukan apa saja untuk kebahagiaanmu sayang....". Dimas
"maaf...maaf Rumi tidak bisa (hanya kata-kata itu yang mampu terucap dari bibir manis milik Rumi)". Rumi
"baiklah, mungkin kau masih syok atas penuturanku... aku memakluminya. namun asal kau tau Rumi aku akan selalu menunggumu, sampai hatimu benar-benar siap untuk membukanya (Dimas mengusap sisa air mata diujung mata milik Rumi dengan senyuman yang ia tampilkan namun senyuman itu terasa getir dilihat)". Dimas
huffft...... terdengar helaan nafas berat dari pihak Dimas dan Rumi mengetahui dengan hal itu namun bagaimana lagi ia sudah memiliki kekasih hati namun ia masih merahasiakannya itu semuanya ia lakukan demi kebahagiaan anak semata wayangnya Raka)". Dimas
satria menghela nafas lega, ya dirinya ternyata membuntuti kemana kekasihnya dibawa. sebenarnya ia takut Dimas rekan dimana ia menjadi tenaga pengajar melakukan hal di luar batasnya namun dengan keakraban yang ditunjukkan Rumi bersama Dimas terlihat dirinya cukup mengawasi dari jarak yang cukup jauh. sebenarnya Satria juga takut jikalau Rumi selingkuh dengan Dimas ya karena satria mengetahui bahwasanya Dimas adalah kakak angkat dari Rumi.
# flash back off #
"Bu...(Rumi menatap kepada ibu Rosa dengan tatapan perasaan bersalahnya)". Rumi
"Hem, (mengisyaratkan semuanya akan baik-baik saja, meskipun di hatinya ia khawatir dengan keadaan perasaan anak kandungnya itu namun ini masalah hati ia tidak kuasa untuk memaksakan kehendaknya)".ibu Rosa
Rumi sebenarnya mengerti dengan perasaan yang Dimas punya namun dengan cara ini ia ingin meluruskan bahwa perasaan menyukainya kepada Dimas tidak lebih perasaan suka atau sayang seorang adik kepada seorang kakaknya.
__ADS_1
sementara itu di kamar sebuah toilet.
"arghhhh.....(Dimas melayangkan sebuah tinjauan dikepalan tangannya kearah dimana sebuah tembok yang berdiri kokoh hingga tanpa terasa membuat sudut jemari dari kepalannya menampakkan rembasan darah dari pori-pori kulitnya) ini terasa begitu menyakitkan Rumi...ini lebih menyakitkan ketika kau menolakku, ternyata benar...kau telah memiliki seorang kekasih...arghhhh (tubuh Dimas bergetar hebat hingga kristal beningnyapun ikut mewakili perasaan nya saat ini)". Dimas