Tangisan Suci

Tangisan Suci
Perempuan baik hati


__ADS_3

"Sekali lagi aku tanya dimana anak yang bernama Ardi Ramadan...(dengan suara baritonnya)". Romi


"Ma...maaf tuan muda Romi, sebenarnya ada apa sampai tuan muda mencari anak itu (dengan raut segan dan penasaran)". Ketua Panti


"Hem, aku hanya ada sedikit urusan dengan anak itu 15 menit aku perintahkan kalian semua harus menemukan bocah ingusan itu, bawa kehadapanku (dengan nada menuntut)". Romi


Karuan saja penghuni panti berhambur mencari keberadaan sang anak yang dikatakan pintar sejak dini itu, kepintarannya semakin hari semakin meningkat hingga mengundang banyak pihak yang menginginkannya.


Mereka semua menghambur (para panitia) mencari sosok anak laki-laki yang seperti tuan Romi inginkan.


Begitupun dengan Rumi ia berjalan perlahan dengan mengendap-endap ia mencari sosok kakaknya itu.


_Skip_


"Kak...Ardi (terlihat Rumi berteriak memanggil-manggil namanya sambil berlari menghampirinya)". Rumi


"Ada apa mi, kenapa kau berlari hingga terengah-engah seperti itu (tatapan keheranan)". Ardi


"Kak Ardi syukurlah kau disini, aku lebih cepat menemukanmu (mendekat kearah Ardi yang seperti biasa akan lebih suka menyendiri di atas pohon dengan asyik berkutat dengan buku-bukunya)". Rumi


"Siapa mereka Rumi (terlihat dari arah bangunan panti beberapa petugas panita dan beberapa orang dengan setelan jas hitamnya menuju kearah dimana mereka berada)". Ardi


"Itulah sebabnya aku kesini menemui kakak sepertinya mereka akan berbuat sesuatu rencana jahat kak, aku takut sekali ayo sebaiknya kita cepat pergi dari sini, mereka mencari kakak aku takut mereka memisahkan kakak dari aku (dengan tatapan ketakutannya)". Rumi


"Apa? apa yang kau katakan Rumi...aku sama sekali tidak berbuat kejahatan apapun...(kaget)". Ardi


"Pokoknya aku tidak mau kalau mereka sampai menangkapmu, ayo kak Ardi kita pergi saja". Rumi


Ya mereka selama tinggal di panti mereka diperlakukan secara khusus terutama bagi Ardi dia termasuk anak pilihan di panti itu karena kepintarannya menjadikan kebanggaan tersendiri. hingga beberapa orang yang akan mengangkat/mengadopsi maka Ardi selalu tidak diikut sertakan dalam acara pengadopsian.


Sementara itu.


"Hem...(geleng-geleng) apa kau yakin akan memungut tikus kecil dari panti ini? (nadanya terdengar sinis namun didalam hatinya sungguh ia lelah)". Amanda


"Tentu mom, aku sangat yakin dengan keputusanku (melirik senang)". Romi


"Masih banyak tikus dari kalangan atas kenapa kau harus susah-susah membuang uangmu untuk hal seperti ini". Amanda


"Tenanglah mom, lihat saja berapa perusahaan yang akan gulung tikar karena ulahku (tersenyum menyeringai)". Romi


"Dasar anak nakal, kau selalu saja seperti itu...kapan kau akan berubah dan memikirkan selain dengan karirmu??? segeralah beri mommy cucu dan tinggalkan dunia hitammu itu sayang". Amanda

__ADS_1


"Belum, belum saja mom...ini belum aku mulai. lagian aku menginginkan perempuan yang sempurna, aku tidak mau salah pilih mengenai perempuan (dengan acuh) ,uruslah Rama saja anak itukan anak kesayanganya mommy (melirik sesuatu) aku tidak mau terburu-buru untuk menikah". Romi


"Hem... huffft". Amanda


Ada raut kecewa diwajah sang mommy disaat sang anak (Romi) menyebutkan nama Rama.


Amanda meninggalkan Romi dengan rasa tidak nyaman dihati. ia melangkahkan kaki dari tempatnya berpijak ia melangkahkan kakinya perlahan keluar untuk melihat-lihat bangunan bersejarah dihidupnya itu. netranya menelusuri setiap inci dari bangunan yang nampak kuat dan kokoh itu.ya bangunan panti ini adalah bangunan miliknya dari semenjak 20 tahun lalu. ia mendirikan panti ini sebagai rasa syukur telah melahirkan anak kembarnya Romi dan Rama dengan pergelutan rasa senang dan sedih dihatinya.


namun ada suatu insiden tepat setelah hari pernikahan Rama pada hari itu terjadi insiden kebakaran yang mengakibatkan sebagian wajah tampan sang tuan muda cacat permanen. dan hal itulah yang menjadi alasan sang menantu yang cantik jelita pergi meninggalkannya dan hal itu pula yang membuat seorang Rama berubah drastis dari ke sok coolnya dan tebar pesona kini ia meringkuk ditempat persembunyiannya.


Rama sangat truma dengan kisah cintanya namun ia masih sangat mencintai sang istri yang kabur pergi meninggalkannya.


sedangkan Romi setia dengan masa lajangnya, ia tidak ingin untuk berkeluarga karena ia menginginkan seorang perempuan yang sempurna.


🌷 Sempurna?


Seperti apakah perempuan sempurna yang seperti Romi maksud ya? 🌷


Tap..tap...suara beberapa langkah seorang untuk menghadap.


"Maafkan kami tuan anak itu kabur bersama seorang anak kecil perempuan. anak itu sepertinya mencurigai akan maksud dari kedatangan tuan". Pengawal


"Hu....u....a.aaaaa....(suara tangisan sang anak panti)". Anak-anak panti


Anak panti berhamburan mencari tempat perlindungan ,karena suara teriakkan sang tuan muda yang sangat mengerikan bagi siapa saja yang mendengarnya terlebih sangat menakutkan bagi setiap anak kecil yang masih berjiwa polos.


"Tenanglah sayang, kau menakuti semua anak-anak, kau pasti akan mendapatkannya kita akan sama-sama mencarinya (mencoba menenangkan dengan nada cemasnya).


Huffft...(terdengar suara helaan nafas berat) Romi kenapa kau menjadi haus (rakus) seperti ini... membatin". Amanda


* Di ruang khusus bagi para panitia *


Plak..plak....plak...buggghk..... (suara tamparan dan tendangan).


"Dengarkan baik-baik kalian semua.... kalian semua aku pecat dari kedudukan kalian ..pergi segera dari sini, cepat pergilah aku tidak mau lagi melihat wajah-wajah muram kalian...(dengan lantangnya)". Romi


"Te..terima kasih tuan (mereka pergi undur diri dengan raut ketakutan)". Para petugas kemanan


"Itu hanyalah hukuman yang paling ringan aku berikan , kalian dengar... kalau sampai aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan lagi maka akan aku ratakan panti ini kalian paham...(dengan segala kemurkaannya)". Romi


"Romi..(kata-kata tergantung dengan begitu saja ketika netra Romi melirik kearah sang mommy)". Amanda

__ADS_1


"mommy taukan aku paling tidak suka ketika aku berbicara kalimatku terpotong ". Romi


Sang mommy hanya memejamkan matanya ia sendiri sudah habis akal untuk menghadapi kedua putranya. sama-sama keras dan menakutkan.


ya Romi dan Rama sama-sama keras namun kelemahan Rama terletak di rupanya sedangkan Romi ia memiliki segalanya tiada satupun kelemahan yang ada.


🌷Kelemahan Romi mungkin saat sakit perut kali ya ...imaginasi author keterlaluan apa?🌷


Sementara itu.


"Ayo sayang (Ardi mengulurkan tangan kecilnya untuk menggapai sang adik)". Ardi


"Eem...angkatlah aku kak, aku tidak kuat (Rumi mengulurkan tangannya panjang-panjang)". Rumi


Mereka ikut menumpang mobil sayur entah tanpa tujuan mereka hanya ikut, dan sang sopir memperbolehkan karena kedua anak yang menumpang mengaku akan ikut dan mengunjungi saudara dengan arah yang sama dengan mobil yang ia lajukan.


Setelah naik mereka merebahkan tubuh lelahnya akibat berlari yang tiada henti.


"Kak ,aku takut apa mereka masih mengejar kita?". Rumi


"Tenanglah, mereka tidak bisa mengejar kita. kita aman sekarang (mereka berdua perlahan memejamkan matanya)". Ardi


_Skip_


"Ahhh......siapa ini pak kenapa ada anak-anak disini?". Ibu Rosa


"Aih...maaf ibu ,saya lupa membangunkan mereka (pak sopir nampak bingung dan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal)". Pak Sopir


"Ya sudah mang Maman turunkan saja sayurannya biyarkan saya yang membangunkan anak-anak ini (tersenyum ramah)". Ibu Rosa


"Nak (menggoyang-goyangkan) bangun nak siapa sebenarnya kalian kenapa kalian berada dan tertidur di mobil sayur ini?". Ibu Rosa


_Skip_


"Namaku Ardi dan ini adikku Arumi!!! (dengan raut malu dan tidak enak hati)". Ardi


Akhirnya Ardi menceritakan kejadiannya kepada ibu Rosa ada raut iba dan sedih namun sejurus kemudian sebuah senyuman dan tatapan hangat yang mampu ibu Rosa tunjukkan.


"Baiklah ayo masuk ikuti ibu tolong bantu ibu, ibu ada tugas buat kalian (tersenyum ramah)". Ibu Rosa


"Eem....(mengangguk)". Ardi dan Rumi

__ADS_1


__ADS_2