
# Flash back off #
_skip_
* Sebulan kemudian *
terlihat Rama seperti setrikaan baju yang sedang dipakai untuk menggosok baju yang bertumpuk-tumpuk banyaknya hingga rasa lelah dan pusing bagi siapa saja insan yang melihatnya, ya Rama terlihat bolak-balik didepan pintu di rumah ,dikediamanya dengan perasaan sedih dan mencoba untuk merelakan apa yang diinginkan sang istri tercintanya, menerima segala konsekuensinya.
"kenapa belum sampai juga, aku takut kau melupakan janjimu.. bergumam (dengan tangan sesekali ia tautkan)". Rama
terlihat sebuah mobil khas kepemilikannya (kepunyaan Rama) tengah memasuki halaman melewati gerbang tingginya, dan perlahan memarkirkan lajunya dan perlahan berhenti, melihat itu Rama berjalan antusias mendekat.
"huffftssss....(terdengar helaan nafas lega dari sang empunya) syukurlah kau masih ingat dengan janjimu... bergumam.
sayang apa kalian lelah ,aku sudah menyuruh bibi untuk menyiapkan makanan kesukaanmu hati-hati...(Rama menuntun wanita yang sedang tengah hamil muda itu), apakah kau tidak lupa untuk meminum vitaminmu ? dan Aydan ...(dengan tatapan syukurnya namun ucapanya terpotong menyisahkan rasa sedih yang berkelanjutan)". Rama
"aku sudah makan mas aku juga tidak lupa dengan vitamin ku, Hem...mas aku ingin langsung istirahat saja ...dan kau tidak perlu repot-repot dengan Aydan, Aydan sudah mandi Aydan mandi dengan Daddynya...!.
(dengan mengelus perut yang sama sekali belum menunjukkan buncitnya).
"Hem... baiklah". Rama
" oh ya mas... lusa kan hari bahagia kak Ardi, besok aku minta izin kepadamu untuk pulang malam, aku juga akan membawa Aydan ke rumah baru kak Ardi (dengan wajah binar tanpa rasa bersalahnya) bagaimana mas ,apa kau mengizinkan? (dengan tatapan senangnya sepertinya tatapan itu begitu menyimpulkan harapan indahnya akan terwujud)". Rumi
"apa yang tidak untukmu sayang, pergilah untuk menemui kak Ardi mu, tapi aku mohon padamu kembalilah kerumah...dan jaga baik-baik anak-anak kita ,kau jangan sampai mengabaikan akan kesehatan dirimu dan kandunganmu (dengan senyuman yang ia buat sehangat mungkin dengan rasa tertahannya, ya dirinya akan berjuang dan berusaha menebus kesalahannya dimasa yang silam untuk menuruti keinginan sang istri demi untuk membahagiakan sang istri tercintanya)".Rama
ya Rama membawa Rumi dan Aydan terbang ke negara (tidak usah disebut ya) ,namun tanpa Raka mereka kembali kenegaraan dimana keluarga Rumi berada dan tentunya orang yang sampai sekarang juga masih berada di hatinya. ya meskipun dengan sekuat jiwa dan raga berusaha melupakan namun nyatanya Rumi tidak sanggup untuk melakukanya.
ya dialah *Satria Abdinegara*.
seminggu sudah Rumi menemui keluarganya, begitupun dengan Aydan yang dipertemukan dengan Daddy satrianya.
dengan tangis bahagia satria dan Caca menyambut akan kedatangan Rumi, dan begitupun Rumi dengan tangis bahagianya ternyata sang kekasih masihlah sangat mencintainya. ya Rumi telah mengetahui kebenarannya ternyata pada saat itu Satria tengah kehilangan ingatannya, itu semua karena ulah dari seseorang yang kini menjadi suaminya Rama Wijaya.
dan betapa bahagianya dan tidak percayanya ternyata perempuan yang akan dinikahi kekasihnya ternyata kini akan menjadi calon kakak iparnya sendiri Nona Latifia.
butuh waktu untuk memahami semuanya, cerita ini terlihat sederhana namun cukup menguras pikirannya.
__ADS_1
🌷 begitupun dengan author, author terkadang sering terbawa emosi dan suasana menulis karya receh ini.... hihi...
maafkan segala kekurangannya, dan terima kasih yang sudah berkenan mampir dan yang sudah berkenan setia membaca karya-karya receh dari author. salam kenal dan semangat!!! 🌷
"terima kasih mas... kau sudah mau mengerti aku... emm... mas apa kau sudah makan?(dengan senyuman hangatnya)". Rumi
"emm...(mengangguk mengiyakan, padahal ia berbohong ia menunggu sang istri pulang untuk makan bersama. setiap pulang dari kantor ia selalu mempersiapkan dirinya dan segala keperluan istrinya namun seakan buta dan tuli dunia Rumi nampak sangat jelas mulai berbeda)". Rama
"mas, aku masuk duluan". Rumi
"em, (mengiyakan) istirahlah, kau pasti sangat lelah (dengan senyuman tulusnya)". Rama
Rama melihat kepergian Rumi disusul dengan Aydan yang digendong sang pengasuhnya.
Rama termenung ,dibenaknya apakah dirinya kuat untuk menjalani kehidupan baru ini dilain sisi ia bahagia melihat sang istri bahagia tapi bagaimana dengan dirinya?.
hanya Rama yang tau apakah dirinya juga bahagia diatas kebahagiaan istrinya.
"ku harap semua rasa sakit ini bisa menebus kesalahanku dimasa yang silam... , aku cukup terima dengan keadaan ini asalkan Rumi masih tetap bersamaku...membatin". Rama
# Flash back #
"mas aku ingin bicara denganmu (Rumi berdiri didepan meja kebesaran Rama diruang khusus dikediamanya)". Rumi
"aku senang kau mau bicara denganku Rumi... (Rama bangkit dan menuntun Rumi untuk duduk di sofa empuknya).
apa yang ingin kau bicarakan hem...(Rama meraih tangan Rumi kedalam genggaman sayangnya dan menatapnya penuh perasaan cintanya meskipun sikap Rumi yang sangat bertolak belakang Rama memakluminya mungkin itu bawaan sang bayi yang membuat emosi Rumi naik-turun)". Rama
"hemm.... mas (selalu mendapatkan perlakuan manis dan perhatian penuh dari seseorang Rama terkadang membuat jiwa rapuhnya tersentuh namun entahlah perasaan sebal dan kecewanya terlebih kepada Rama menjadikan Rumi semakin menutup diri untuk Rama, bahkan aktivitas ranjangnya pun seiring berjalannya waktu seperti perlahan menghilang).
mas...apakah aku boleh bertanya padamu?". Rumi
"katanlah sayang, aku mendengarkan". Rama
"mas apakah kau menginginkan aku untuk menerima dirimu dan bayi yang sedang aku kandung ini?". Rumi
"deggggg... (ada angin apa ini bocah kenapa tiba-tiba berubah?).
__ADS_1
tentu. itu adalah harapan terbesarku sayang... katakanlah sayang apa yang harus aku lakukan hingga kau bisa menerimaku dan juga bayi kita?". Rama
"aku ingin kita pulang ke tanah air, kita akan membawa semua anak-anak kita...dan...(Rumi menjeda ucapanya)". Rumi
"jangan ragu untuk mengatakannya...ayo katakanlah...(Rama menatap lekat mata dengan khas bening bulatnya itu)". Rama
mata itu mengingatkan pada waktu dirinya pertama kali bertemu dengan sosok Rumi dengan keadaan yang kurang baik, ya disaat itu Rumi yang telah membantunya dan disaat itu pula Rumilah orang yang pertama melihat buruk rupa diwajahnya.
"aku ingin hidup normal mas, izinkan aku berinteraksi dengan keluarga ku, dan ...dan izinkan Aydan untuk mengenal ayah kandungnya...
(hah.....hemmm..... dada itu nampak naik-turun hingga bisa Rumi merasakan hembusan nafasnya dengan tatapan tidak terbacanya, Rumi sedikit menjeda ucapanya melihat Rama seperti itu sedikit membuatnya takut).
aku berjanji kepadamu mas jika kau mengabulkan permintaanku itu, maka aku akan menerimamu dan bayi yang ada dikandungku ini mas (menatap penuh keyakinan)!!!". Rumi
"(rasanya ia sudah tidak bisa mencari solusi dengan cara apa lagi cara agar sang istri mau bicara dengannya dan mau menerimanya mungkin ini adalah jawabannya)
hemmm ...(Rama menatap tepat kemanik netra Rumi) aku akan mengabulkan permintaanmu Rumi tapi ingat sayang akupun akan setia memegang janjimu!". Rama
# Flash back off #
ya dalam seminggu ini Rumi selalu aktif menemui Ardi dan keluarganya (karena Rama telah mengizinkannya untuk menemuinya keluarganya) dan begitupun dengan Aydan yang bertemu dengan Satria, ya karena dimana ada Aydan disana juga pasti ada Satria menjadikan tanpa sadar mempertemukan kasih yang lama diantara keduanya Rumi dan Satria.
drtttt..... drttttt....seluller milik Rama berdering menandakan ada seseorang yang tengah menelponnya.
Rama tersenyum melihat siapa sang penelpon dan segera mengangkat panggilan itu.
📲 *" Daddy baik , bagaimana denganmu my prince, apakah kau mendapati kesulitan disana? ".* Rama
📲 *"semuanya aman dan terkendali dad, dadd bolehkah jika Raka ikut andil dalam pertemuan yang akan diselenggarakan di negara beberapa tahun depan itu....(tidak usah disebut ya) Raka ingin terjun langsung kedalam dunia bisnis, Raka ingin menjadi seorang yang hebat ,seperti Daddy (dengan nada semangatnya).
ya meskipun Raka sekarang hanya akan menjadi pendengar yang baik, tanpa sebagai pemberi keputusan...".* Raka
📲 *" Hem...Daddy turut senang dengan semangatmu, Daddy mengizinkan untuk masa depanmu, tapi yang harus Raka ingat, jangan mengundang Susi negatif bersikaplah dengan semestinya!!! ".* Rama
📲 *" siap dadd, terima kasih dadd.
emmm... bagaimana dengan mommy disana apa mommy sudah menerima Daddy ? (terdengar antusias)".* Raka
__ADS_1
ya Raka memilih untuk tetap tinggal dinegara tersebut Raka sudah terlanjur jatuh hati dengan suasana disana, ditambah seorang teman yang begitu membuat jiwanya bersemangat dan menunjukkan sisi positifnya.