Tangisan Suci

Tangisan Suci
Apa kabarmu sayang


__ADS_3

terlihat beberapa mobil bersejajar saling berhadapan disinilah pertemuan pertama setelah beberapa tahun tidak bertemu.


seorang perempuan yang sekitar berumur 24 tahun dengan menggandeng seorang anak kecil laki-laki berusia 3 tahun menatap dengan penuh kerinduan dipelupuk pengelihatanya kepada seorang ibu tua yang semakin renta dengan senyum dan tangisan bahagianya.


"ibu Rosa...hiks....(air matanya tidak kuasa ia bendung lagi, perlahan kakinya membawanya kepada sebuah langkah-langkahan kecilnya mengarah kepada 2 orang yang berbeda jenis dan usia. ya mereka adalah ibu Rosa dan Dimas)". Rumi


"sayang....hiks..... apakah ini benar kau sayang dan dia adalah anakmu? kau sekarang terlihat sudah dewasa ,apa saja yang kau lalui selama ini sayang ? apakah kau menjalaninya dengan tetap ikhlas? ( dengan nada yang bergetar.....seseorang renta itu sudah tidak kuat menahan kerinduan yang semakin menjadi setelah ia mendapatkan kabar dari surat elektroniknya mengenai kabar dari Rumi anak angkatnya yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri)".ibu Rosa


"ibu....(Rumi mendekap sosok renta itu saat tangannya bisa menggapai ia menangis menumpahkan kerinduan dan segala resah yang ada) Rumi tidak menyangka akan seperti ini Bu... Rumi tidak kuat Bu hingga Rumi harus merelakan semuanya...( Rumi menangis tersedu-sedu dalam dekapan ibu Rosa)". Rumi


"sabar nak....(dengan mengelus pelan punggung yang naik-turun itu) ibu sudah tau dari nak Ardi kemarin dia mengabari ibu... ibu yakin ada masa bahagia yang menantimu didepan sana!!! (ibu Rosa menghapus semua gundah dari Rumi ia menatap lekat manik mata bulat itu dengan mengusap lelehan kristal beningnya)".ibu Rosa


"mom... Mereka siapa mom? apakah orang tua itu adalah ibu mommy? berarti dia adalah nenek Raka ya mom...!!! (Raka kecil perlahan menyusul ibunya yang berada saling berhadapan dengan ibu Rosa dan menjadikan mereka semua menatap akan gerakan dari Raka terutama ibu Rosa dan Rumi yang menoleh kearah Raka yang berjalan tengah menghampiri Mereka berdua)". Raka


"sayang.... kemarilah (Rumi meraih tubuh kecil itu dan mendekatkan kearah ibu Rosa) benar sayang, ini adalah ibu mommy namanya ibu Rosa dan otomatis ibu Rosa adalah nenek Raka, apa Raka senang? (Rumi menatap lekat manik yang semakin hari semakin mirip dengan wajah seseorang yang dulu pernah ada di hatinya (Romi)". Rumi


"yayyy... sekarang Raka punya nenek lagi, (ya Raka kecil masih sedikit ingat akan grandma nya/Amanda , namun entah seolah Raka telah lupa kan sosok Daddy rama nya)". Raka


"Raka apa itu namamu sayang kemarilah ini nenek Raka.... nenek sangat ingin menggendongmu... (ibu Rosa lagi-lagi bergetar dalam pengucapannya ia begitu bahagia dipertemukan kembali dengan anaknya dan sekarang bagaikan mendapat bonus Besar selain bertemu dengan Rumi ia juga dipertemukan dengan seorang cucu, cucu pertamanya) aww... pinggangku (disaat kebahagian mengalahkan keadaan, ya ibu Rosa Sampai tidak ingat dengan usianya yang semakin renta) maafkan nenek sayang nenek tidak kuat menggendongmu....(hingga menimbulkan tawa bagi mereka yang ada disana sekaligus nyeri dirasa)". ibu Rosa


"ibu....(Dimas mendekat memastikan keadaan ibunya baik-baik saja) apa ibu baik-baik saja". Dimas dan Rumi


ya mereka berbarengan menyerukan hal serupa.


degggg..... getaran lama yang Dimas sudah tidak dapatkan dari lawan jenisnya. membuat seseorang disana terlihat gusar.


"sabar bro.... bergumam (Alan menepuk pundak Adam yang setia menenami perjalanan Ardi bersama Rumi dan anaknya)". Alan


🌷disini status Rumi sebenarnya apa? sampai Adam dan Dimas bawa perasaan kepada seorang Rumi, nanti author pikirin dulu bagaimana bagusnya ya hihi ..🌷


Ardi menangkap gelagat aneh dari Dimas dan ia mengetahui keadaan seseorang yang ada dibelakangnya (Adam).


"apa-apaan mereka...membatin". Ardi


# flash back #


"haha....kau sangat pintar dan menggemaskan Raka, tapi Daddy Ardi minta kau jangan sampai membuat mommy menangis ya? (Ardi memberi pengertian kepada anak kecil berusia 3 tahun itu)". Ardi


"ok dad....(Raka kecil seolah-olah paham dengan maksud dari lawan bicaranya)". Raka


tok... tok....sebuah ketukan di pintu ruangannya. akibatnya Ardi dan Raka kecil terjeda acara mainnya.


"siapa? (Ardi melihat jam dipergelangan tangannya) jam 3 apakah Rumi... bergumam". Ardi


"ini saya tuan jeri!!!". jeri


"Hem...., masuk!!! (jeri masuk dengan sopan sesekali ia melirik kerah diamana Raka berada) ada apa?". Ardi


"ada tamu tuan...ia bernama tuan Romi Wijaya (dengan sopan)".jeri

__ADS_1


"apa...(Ardi sedikit kaget ia tidak menyangka Romi akan mendatangani tempatnya, ya Romi adalah mantan bos dan mantan saudara ipar Ardi) baiklah suruh ia menunggu di ruang tamu aku akan segera menyusul (dengan sedikit raut yang khawatir)". Ardi


"baik tuan, saya permisi (jeri pergi keluar)".jeri


"huffft....jangan sampai dia melihat Raka dan Rumi ada disekitar sini ... bergumam". Ardi


nampak Ardi merogoh saku celananya dan nampak menempelkan benda berbentuk pipih ke daun telinganya.


πŸ“² *" ia tuan bos, aku sebentar lagi selesai...".* Adam


πŸ“² *" tahan Rumi jangan dulu ia ketempatku ada Romi Wijaya di tempatku".* Ardi


πŸ“² *" siap....aku akan segera menghampiri kelasnya".* Adam


πŸ“²*" bagus...pastikan semuanya terkendali , aku tutup panggilan ini..tutttt....(Suara terpotong Ardi mengakhiri percakapanya)".*Ardi


ya kini Rumi melanjutkan pendidikannya ia satu universitas dengan Adam Namun mereka berbeda status Rumi sebagi pelajar dan Adam sebagi pengajar.


Ardi nampak masih setia dengan ponselnya, Ardi nampak menghubungi orang lain diponselnya.


πŸ“² *" Alan segera ketempatku amankan Raka, aku tidak mau sampai orang-orang Wijaya menemukan kesayangan-kesayanganku".*Ardi


πŸ“² *" orang Wijaya?.. bergumam. ah...siap tuan ,saya akan sampai dalam hitungan menit tuttt.... Suara panggilan ditutup (Alan menyambar jasnya yang ia letakkan di kursi kerjanya dan meraih sebuah kunci mobil pribadinya) ini cukup menegangkan aku menyukainya...bergumam dalam senyuman sesuatunya". Alan


"anak yang satu ini... bergumam (Ardi dibuat gelang kepala)". Ardi


Ardi beralih kepada Raka yang asyik dengan aneka mainan barunya. ya Ardi sengaja menyiapkan semuanya itu demi keponakan tersayangnya.


"eem...(Raka kecil mengangguk penuh kepastian, ia sangat senang dengan mainan barunya)". Raka


"anak pintar, ingat jangan keluar ruangan ini ok (Ardi memastikan lagi dengan menatap lekat wajah yang menurutnya mirip dengan seseorang yang akan ia temui itu)". Ardi


"ok dad". Raka


"hufffft.... (nampak Ardi menghela nafas beratnya) Daddy pergi...dah!! (rasanya Ardi berat meninggalkannya Raka , ya Karena Rumi dan Raka tinggal terpisah dengan dirinya menjadikan Ardi selalu rindu akan sosok mereka itu semua demi kebaikan Rumi dan Raka)". Ardi


"da ..dah....(dengan senyuman manis khas anak kecil)". Raka


"jeri berjagalah didepan pintu ruanganku pastikan siapa saja tidak boleh masuk selain diriku dan Alan kau paham? (menatap dengan perintahnya)". Ardi


"paham tuan (menunduk sopan)".jeri


"aku kan menemui tamuku, ingat tetap ditempat selama Alan belum datang". Ardi


"baik tuan".jeri


_skip_


"Hem....siapa tamuku...oh...tuan Romi Wijaya silahkan duduk (Ardi mempersilahkan Romi duduk yang terbangun disaat ia membuka pintu ruang tamunya) saya merasa sangat terhormat akan kedatangan dari tuan Romi, langsung saja tuan sebenarnya apa yang membuat tamu Besar seperti anda datang ketempat sederhanaku? (dengan senyum yang dikembangkan)".Ardi

__ADS_1


"ternyata benar...Raka kecil sangat mirip dengan laki-laki satu ini... membatin". Ardi


"Hem ...apa kau ada hubungannya dengan perginya Rumi dan anaknya? katakan dimana mereka!!! (dengan tatapan wibawanya Romi langsung kepusat pembicaraan ia ada sedikit rasa sungkan kepada Ardi yang pernah menjadi saksi akan tindak kejahatannya dimasa silam)". Romi


"bukanya aku sudah menyerahkan adikku tersayangku kepada laki-laki hebat yaitu saudara kembarmu untuk dinikahi dan dibahagiakan? kenapa tiba-tiba kau menanyakannya kepadaku? seharusnya kau tanyakan kepada saudara kembarmu itu!!! (dengan tenang)". Ardi


"(ada raut kesal yang jelas Ardi tangkap dari Romi namun Romi menahannya) Rumi pergi bersama anaknya dia menceraikan Rama". Romi


"benarkah? (Ardi terlihat kaget sekaligus senang) aku turut berduka atas kejadian ini, bagaimana aku tau saudara kembarmu selalu menekan Rumi untuk berinteraksi dengan keluarganya ya meskipun Rumi masih boleh untuk bertukar informasi denganku tapi maaf aku tidak tau kalau kejadiannya sampai separah ini, Hem...(nampak Ardi mendudukan bokongnya ke sebuah sofa yang berseberangan dengan Romi) maaf aku sungguh tidak tau dengan kejadian ini dan aku tidak tau Rumi dan anaknya sekarang ada dimana, tapi apa boleh aku tau kenapa Rumi bisa meninggalkan Rama? (dengan sedikit senyuman diakhir katanya)". Ardi


brakkk... sebuah gebrakan dimeja saat Romi Belum sempat mengakhiri ucapanya.


ya Romi menceritakan kejadian bagaimana Rumi bisa pergi kabur bersama anaknya.


Ardi pura-pura kaget dan syok , nyatanya ia sudah syok sejak 2 tahun silam disaat ia mendapat informasi mengenai ketidakadilan dari adiknya yang ia dapatkan dari pihak suami dan madunya.


"Rama memang tidak pantas untuk dipertahankan, berani-beraninya ia melakukan hal menyakitkan itu kepada adik kesayanganku... pergi...tolong jangan pernah tanyakan tentang keberadaan Rumi dan anaknya lagi kepadaku dan keluarga ku. karena kita tidak akan pernah mau memiliki hubungan lagi dengan keluarga Wijaya. silahkan...( Ardi mempersilahkan Romi untuk angkat kaki)". Ardi


"tapi ... Rama sangat menyesalinya Ardi (dengan raut ingin dimengerti)". Romi


"aku tau dan aku paham Rama pasti telah menyesalinya,tapi itu sudah terlambat jikalau pun suatu saat Rumi nanti datang padaku tidak akan aku izinkan lagi ia menemui Rama ataupun pihak keluarga Wijaya.(dengan tenang)". Ardi


"kurang ajar kau... siapa kau berani-beraninya menantang keluargaku!!? kau masih belum paham dengan kekuatan dan kekuasaan keluarga kami? (dengan emosi yang sudah muncul) ".Romi


"aku tau siapa dan bagaimana tentang kekuasaan dan kekuatan keluarga Wijaya maka dari itu kami yang dibawah merasa tidak pantas berurusan dengan keluarga terhormat dan terpandang seperti keluarga Anda (Ardi dengan tatapan membunuhnya baru.". Ardi


_skip_


Romi keluar dengan raut yang terlihat kesal keluar dari ruangan itu dan melangkahkan kakinya dengan perasaan dongkolnya , ternyata Ardi yang sekarang bukanlah Ardi yang dulu, yang lemah dan selalu menuruti akan kemauannya.


"aku harus segera mempertemukan Rumi dengan ibu. ia pasti sangat akan senang dan Raka ia pasti akan lebih senang memiliki seorang nenek.


dan aku ,tidak akan aku biarkan Rumi luluh oleh ba.._ngan seperti Rama lagi... bergumam". Ardi


# Flash back off #


"ibu... masuklah bersamaan Rumi kita bicarakan nanti setelah tiba di rumah". Ardi


(Rumi ,Raka ,ibu Rosa dan Alan dalam satu mobil ) dan (Dimas membawa mobil sendirian) sedangkan (Ardi dan Adam dalam satu mobil) dan 2 mobil lain milik anak buah dari Exel selain Adam dan Alan.


Meraka menuju kediaman sederhana milik Rumi. ya walaupun sederhana rumah Rumi bisa dibilang cukup besar dan muat menampung beberapa orang.


* dilain sisi dilain waktu *


"Rumi... Raka apa kabar kalian sayang...Daddy ...Daddy sangat merindukan kalian...(nampak seseorang laki-laki yang setia dengan kursi rodanya menghadap kearah lepas jendela kacanya yang menyajikan pemandangan khas alam yang masih sangat asri, seorang laki-laki dengan cekungan yang menghitam di area matanya dengan tubuh yang terlihat sangat kurus dan semakin kurus tengah mencium dan mendekap erat sebuah baju yang dihasilkan dari sebuah karya manual sebuah tangan yang terampil)". Rama


dan diambang pintu sana terlihat sepasang suami istri yang semakin menunjukkan usianya tengah menyaksikan kepiluan yang sedang dirasakan oleh anaknya.


"dad...(mereka saling menautkan tangan mereka saling menguatkan menyaksikan darah dagingnya terpuruk seperti bagaikan teriris setiap harinya hanya sesak yang mom Amanda rasakan)". Amanda dan Samuel

__ADS_1


ya Samuel sudah mengintrogasi kenz untuk membuka mulut tentang kepergian Rumi , Samuel takut Rumi diculik oleh orang suruhan dari kenz namun apa yang didapatkan dari kenz? kenz malah mengejeknya dan bertepuk tangan akan Kemalangan Rama. kenz merasa sangat puas akan kejadian ini dan membuat Samuel murka dan tidak segan melenyapkan kenz, sahabat dari sejak kecil Sungguh ironis. ya sebuah dendam yang mewujudkan malapetaka bagi pelaku dan orang yang bersangkutan. sedangkan dara Samuel kirim kepulauan rahasia bersama anak dari hasil bersama kenz tanpa seorang yang tau terkecuali orang-orang kepercayaan.


__ADS_2