Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ingatan yang pernah ada


__ADS_3

"apa keduanya sudah siap.....".pak penghulu


dengan senyuman ramah dan berseri.


"kami sudah siap....(dengan senyuman mengembangnya tanpa memperdulikan raut perempuan disampingnya)". Romi


para tamu undangan seadanya sudah duduk tenang untuk menyaksikan prosesi pernikahan yang akan dilangsungkan secara sederhana namun sangat berkesan. moment ini adalah sebuah hari bersejarah bagi sepasang calon pengantin yang berbeda perasaan. hanya dari pihak Rumilah yang lengkap datang. dan dari pihak Romi hanyalah orang-orang pilihan dan bawahan yang ia percayai saja yang datang.


pasrah... bagi seorang Rumi mungkin inilah garis jalan yang sudah ditakdirkan untuknya.


dengan menundukkan pandangan dan menetralkan perasaan sesak yang menderanya, ia mencoba tegar menghadapinya.


"Hem... tidak ada satupun celah untukku, apakah aku masih tega kepada dirinya untuk memikirkan diriku!!!.... membatin". Adam


"kau sungguh tidak berguna Dimas...kau sungguh payah membiarkan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu menyerahkan hidupnya kepada seorang manusia semena-mena dan banyak tipu daya sungguh jauh dikata pantas...(nampak Dimas memejamkan netranya dan menghirup dan membuang nafas secara kasar)". Dimas


"ibu.. membatin.(disaat Romi mulai mengucapkan ijab qobul, rumi menggenggam erat jemari ibu Rosa yang ada dibelakangnya dengan air mata yang sudah meleleh tanpa semuanya sadari ya Rumi menangis dalam diam, ia akan memasrahkan segalanya meskipun ia tidaklah rela)". Rumi


"ikhlaskanlah nak, jika ini memanglah jalan takdirmu sejauh apapun kau coba untuk berlari...kau akan tetap berada di posisi yang sama ... membatin. (ibu Rosa memberikan dukungan dengan menggenggam erat tangan milik Rumi yang nampak bergetar , mereka menggunakan bahasa kalbu hingga tanpa ucapan pun mereka saling terhubung)".ibu Rosa


"tidak bisakah kau diandalkan....dasar laki-laki lemah, aku beri kesempatan malah kau buang kesempatan itu...aku akui ini memanglah sulit untukmu Namun Sampai disitu sajakah perjuanganmu...dasar laki-laki bodoh...(ardi mengumpat sejadi-sejadinya disaat netranya tidak menemukan sosok yang dicari-carinya sosok yang paling ditunggu-tunggu akan kedatanganya)". Ardi


tap...tap...tap... langkah Suara kaki dengan aura wibawanya mulai memasuki Dimana acara sakral Rumi dan Romi tengah dilangsungkan. langkah kaki itu diikuti berpuluh-puluh orang bersepatu hitam mengkilat dengan brand yang sama.


"maaf tuan, tolong tunjukkan kartu undangannya".penjaga


"minggirlah.... (seseorang yang sedari tadi dibelakang kini mensejajarkan langkahnya dengan seseorang yang baru beberapa hari ini ia temui dan berdiri disampingnya/laki-laki yang baru ia temui )". seseorang

__ADS_1


disaat netra para orang kepercayaan Romi melihat simbol yang sama dengan tuanya Romi. mereka tidak berani melarang.


"maafkan kesalahan kami tuan...(para penjaga mempersilahkan mereka masuk beserta pengawal yang mengawal tuanya)". penjaga


hening ....semua para tamu undangan benar-benar menyimak dengan acaranya ,hingga suara Romi dan bapak penghulu saja yang berani mewakili Suara diruangan itu.


disaat-saat Romi mengucapkan ijab qobul terdengar suara seseorang dengan keyakinannya. dari arah luar dengan gelegar Suara khas baritonnya.


"hentikan....". Satria


deggg.....ini pertama kalinya pendengaran rumi menangkap Suara yang begitu tidak asing namun sedikit berbeda. suara itu begitu tegas dan mendebarkan.


"akhirnya...(memejamkan matanya sejenak) aku tidak salah mendukung kekasihmu sejauh ini ....(dengan senyuman kemenangan) maafkan aku sayangku *Rumi*aku telah mengingatkan kepadamu tentang masa lalumu, ... membatin". Ardi


".... hentikan semuanya, hentikan pernikahan penuh dengan kebohongan ini....(terlihat seorang dengan rupa tegasnya mulai masuk dan menuju kearah dimana Rumi tengah duduk disebelah Romi berada)". Satria


"kau....(Romi menoleh) beraninya kau datang tanpa aku undang...(Romi bangkit) bodyguard tangkap dia ...(dengan geram Romi menunjuk kearah Satria tengah berdiri)". Romi


semua para tamu terfokus kepada seseorang yang melangkahkan kakinya itu, namun bukan kepada Satria mereka terfokus melainkan mereka para tamu terkaget dan ternganga disaat netranya dapat menyaksikan si tuan semena-mena Dengan penuh arogansinya dengan tampilan yang sedikit dengan pandangan yang berbeda. ya seseorang yang menjadi Pusat perhatian adalah Rama Wijaya.


"dia datang bersamaku, jadi apa bedanya kau dan aku aku adalah saudaramu bukan...(dengan berusaha tenang Rama muncul dari balik Satria yang berdiri menatap penuh kerinduan kepada sosok dengan gaun pengantinnya)". Rama


"hiks....tidak...(Rumi terlebih tidak percaya dengan penampakkan yang baru ia lihat itu)". Rumi


"Rama...!!!!". Romi


"tu...tuan..!!". Dimas

__ADS_1


"Monster... bergumam (ya karena Adam tau bagaimana cerita tentang penghianatan dan kisah pilu yang Rama torehkan kepada Rumi perempuan idamannya)". Adam


"a...apa....(ibu Rosa yang sakit-sakitan syok , hingga sakit sesaknya didadanya kambuh lagi)".ibu Rosa


"ibu...(genggaman diantara keduanya Rumi dan ibu Rosa terlepas hingga membuat Rumi yang terfokuskan kepada Rama teralihkan dengan ibu Rosa yang menahan sakit didadanya) ibu ..tolong, tolong ibuku...(Rumi histeris disaat netranya menyaksikan seseorang yang begitu ia sangat sayangi nampak menahan sakitnya)". Rumi


"ibu... (Dimas yang menyadari ibunya tidak dalam keadaan baik-baik saja langsung menghampirinya dan mencoba memberikan pertolongan pertamanya dibantu petugas yang menangani apa bila terjadi hal serupa)". Dimas


sedangkan Rumi yang setia dengan tangisanya diamankan sedikit menyingkir menjauh dari kerumunan ibu Rosa yang nampak sedang ditangani.


"Dimas...cepat bawa ibu kerumah sakit (Ardi tergesa-gesa)". Ardi


"tapi bagaimana dengan Rumi (nampak Dimas tidak rela juga untuk meninggalkan Rumi dalam keadaan seperti ini namun disisi lain ia juga harus segera membawa ibunya kerumah sakit)". Dimas


"percayalah dia akan baik-baik saja (dengan tatapan penuh keyakinan, ya karena Rumi tidak mungkin meninggalkan acara yang sedang berlangsung itu/ bisa dibilang pengantin yang kabur)". Ardi


"hiks...ibu.... (Rumi yang menggunakan gaun khas pengantin kualahan dengan laju jalannya hingga Rumi yang berjalan sedikit tergesa-gesa kearah dimana ibu Rosa berada tergelincir menginjak gaun panjangnya) ah....(Satria yang menyadari segera menangkap Rumi hingga tidak sampai ia mencium lantai. begitupun dengan Romi dan adam yang berada dibelakang sana mereka menyerukan nama yang sama)". Rumi


"Rumi......".Adam dan Romi


Rumi yang masuk kedalam pelukan Satria menyadari ada hal ganjal yang kekasihnya itu sudah lakukan.


"mas.....(Rumi menatap manik milik Satria)". Rumi


"maafkan aku sayang, aku membuka lukamu yang dulu pernah ada...". Satria


"tidak....(Rumi menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kekasihnya tidak percaya. Rumi bangun dan mulai mengedarkan pandangannya. betapa ia tercekat ia menutup bibirnya dengan kedua tangannya ,benar saja wajah itu adalah wajah milik dari seseorang yang paling ia hindari dalam hidupnya) my love... bergumam". Rumi

__ADS_1


"mommy...(Raka yang menyadari semuanya tidak beres dan sedikit Ketakutan dengan apa yang terjadi menghambur kedalam pelukan sang mommy)". Raka


"Raka,... bergumam (dengan bibir yang bergetar)". Rama


__ADS_2