Tangisan Suci

Tangisan Suci
Trauma 3


__ADS_3

πŸ‚aku tidak pernah mengetahui kisah hidupku akan berakhir sampai dimana namun aku selalu berharap aku bisa melabuhkan cinta terakhirku untuk seseorang yang sedang erat mendekapku πŸ‚.... Rumi


πŸ‚ tuhan aku Sungguh menyayanginya, aku sadar dirinya bukanlah yang pertama untukku, tapi sungguh benar aku Sungguh mencintainya tolong izinkan aku menjadikan dirinya sebagai cinta dan pendamping terakhir dalam hidupku πŸ‚..... Satria


seminggu telah berlalu.


hari ini adalah dimana Rumi masuk untuk mengajar lagi, memulai aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya.


begitupun dengan yang lainnya mereka menjalani aktivitas masing-masing.


selama seminggu ini, Romi dan Rama tidak menampakkan batang hidungnya. sedangkan Dimas masih berkabung dengan kematian sang ibunda. dan Alan akan melangsungkan pernikahannya beberapa hari lagi.


pernikahannya akan dilangsungkan di sebuah gedung khusus untuk acara pernikahan. ya di samping tanggung jawab kepada calon istrinya Alan juga masih punya tanggung jawab dengan pekerjaannya.


"kau dibebaskan untuk sementara waktu dari tugasmu!!! berbahagialah, aku turut mendoakan.". Exel


"terima kasih tuan, kau sungguh berbaik hati dan terima kasih untuk doanya". Alan


"Hem, sama-sama.


Sampai jumpa dihari penting mu (dengan senyuman simpulnya)". Exel


"sekali lagi terima kasih tuan (tersenyum ramah)". Alan


Alan berjalan kearah pintu keluar dari ruangan kerja Exel dengan senyuman yang tiada padam.


setelah kepergian Alan.


drtttttt...drtttt..... terdengar suara getar dan suara nada dering dari seluller milik Exel.


terlihat dirautnya malas ketika netranya melihat sebuah nama yang baru beberapa hari lalu ia hubungi.


πŸ“² *" huffft....ada apa lagi tuan Rama yang terhormat!, bukannya masalah diantara kita telah selesai?".* Exel


πŸ“² *" aku mempunyai tawaran yang bagus untukmu kawan!!!".*Rama


πŸ“² *" Hem, sejak kapan tuan menganggapku kawan itu terlalu tinggi bagiku tuan...sungguh aku tersanjung namun itu terlalu berlebihan tuan Rama, hufft....(nampak Exel lebih berhati-hati dengan sosok Rama yang baru ini) dan tawaran apa yang akan tuan Rama peruntukan kepadaku?".*Exel


πŸ“² *"aku sudah mengetahui semuanya dan apa yang kau perbuat selama ini! selama aku sadar dan tidak sadarkan diri....aku sudah mengantongi namamu Exel...(dengan seringai kemenangannya)".* Rama


πŸ“² *" a..apa..(terdengar nada terkejut dari pihak Exel) jangan menggertak ku aku tidak akan melakukan apapun dibawah kendalimu lagi tuan...(dengan nada sedikit goyah)".* Exel


πŸ“² *" hahaha.... baiklah maka bersiaplah keluarga kecilmu akan terkejut dengan kedatangan ku!!!".*Rama


deggggg.....


"tidak mungkin.... membatin". Exel


# flash back #


sekitar seminggu yang lalu.


🌾 Di kediaman Rumi🌾


"Daddy (diperuntukkan untuk Ardi dan Dimas) cepatlah tolong mommy....(Raka menangis di samping sang mommy Rumi yang sudah tidak sadarkan diri dengan tangisanya) ini semua karena gara-gara om Rama....(Raka menatap tajam kearah Rama)". Raka


"maafkan Daddy nak, Daddy tidak menyangka akan seperti ini.. Daddy hanya tidak mau mommy meninggalkan Daddy...Daddy sangat mencintai kalian sayang (dengan tatapan merasa bersalahnya)". Rama

__ADS_1


sementara itu Dimas membopong tubuh ideal milik Rumi dimana kamar Rumi Berada.


dengan rasa khawatir sekaligus cemasnya Ardi menelpon dokter pribadinya.


sedangkan Rama terlihat sedang berdebat dengan Raka.


dengan menunggu sekitar 20 menit dokter tiba ditempat dan hasil pemeriksaan mengatakan Rumi harus dibawa kerumah sakit untuk periksaan lebih lanjut.


Rumi dibawa kerumah sakit didampingi Dimas dan Raka menggunakan mobil ambulans sedangkan Ardi menahan Rama dengan bantuan seseorang yang telah lama hanya bermain disebuah ruangan kerjanya.


"Exel....!!! (disaat netranya melihat sosok yang sudah sejak lama ia tidak lihat)". Rama


"hem, apa kabarmu tuan Rama (dengan senyum simpulnya)". Exel


_skip_


"berani-beraninya kau mengancamku... ( Rama melempar sebuah bukti lengkap tentang kejahatannya kepada sosok Rumi, disaat-saat ia tengah tersenyum dengan senyuman bahagianya disaat ia melangsungkan sebuah pernikahan kedua-nya bersama sang mantan istri yang ia nikahi kembali *dara* disaat itu tengah berdiri sosok Rumi dengan raut sedihnya tengah menggendong Raka kecil)". Rama


"pergilah jauh dari kehidupan mereka... lepaskan mereka bukanya dulu kau sudah tidaklah menganggap keberadaan mereka?! apa lagi tentang perasaan Mereka?!. pergilah biarkan mereka bahagia tanpamu tuan. (Ardi sungguh puas melihat raut putus asa dari sang tuan Rama)". Ardi


"selangkah saja kau mulai menapakkan kaki menghampiri Mereka maka bersiap-siaplah kau akan menyesalinya seumur hidupmu, anakmu akan marah dan menganggap mu sebagai seorang ayah yang kejam... seorang penghianat...dan... apakah kau masih ingat akan perlakuan kasar mu terhadap seorang perempuan yang kau tindas dulu? tuan Rama kau sudah ada digenggaman tangan kami menyeralah...". Exel


"s..-lan, ternyata kau adalah serigala berbulu domba Exel. inikah bentuk rasa terima kasihmu? (Rama dengan tatapan meradangnya)". Rama


"terima kasih? terima kasih seperti apa yang kau mau tuan? (tersenyum senang)". Exel


"sudahlah tuan Rama, bukannya kau memiliki segalanya. kau akan bahagia tanpa mereka * Raka dan Rumi* lupakan seorang Rumi dan anaknya, karena Rumi sudah menemukan kebahagiaannya sendiri! (Ardi menambahi)". Ardi


# flash back off #


πŸ“² *"tunggu tuan, kita sama-sama memiliki kelemahan bagaimana kalau kita melakukan sebuah kesepakatan?".* Exel


"maafkan aku Ardi....ini menyangkut keselamatan keluarga kecilku...membatin". Exel


ya tidak ada satupun orang yang tau mengenai jati diri keluarga seorang Exel.dan alangkah terkejutnya disaat tuan Rama yang sempat menjadi atasannya itu menemukan akan kehidupan yang selama ini ia lindungi dan tutup-tutupi *keluarga kecilnya*.


_skip_


🌾 Di salah satu sekolah dasar 🌾


"hufft.....( bernafas lega disaat pendengaran rumi mendengar bel berbunyi tanda usai kelas), semangat ...". Rumi


"mom...kita jadi makan bareng om Satria? (Raka yang baru masuk keruangan sang mommy)". Raka


"eem...(mengiyakan) ayo....(Rumi yang sudah siap menggandeng anaknya dengan senyuman lebarnya, dan tidak lama Rumi keluar dari ruangannya kini netranya melihat sosok gadis cantik menggemaskan tengah kerahnya) nah itu Caca.. sayang ayo kita barengan saja nanti kita ketemu Daddymu di tempat makan!!! (Rumi juga menggandeng Caca gadis menggemaskan itu)". Rumi


"siap Tante...eh...maaf ibu guru Rumi (Caca kecil meralat omongannya sendiri dengan sedikit raut malunya)". Caca


"Hem ...(sedangkan Raka kecil memutar matanya malas)". Raka


"Hem,,, tidak apa-apa sayang mau Tante mau ibu guru... Tante tidak keberatan (dengan senyuman lucunya)". Rumi


"eem... terima kasih Tante (Caca menggandeng senang tangan milik calon mommynya dengan senyuman kecil hangatnya)". Caca


sedangkan Raka melihat itu semakin mempererat gandengannya kepada sang mommy. dia tidak ingin mau kalah dari Caca teman sekelasnya. dan Rumi menyadari akan hal itu dan hanya tersenyum geleng-geleng kepada dua bocah yang saling mencari perhatiannya itu.


pemandangan itu terlihat oleh netra teman seperjuangan Rumi dan mereka hanya bisa tersenyum dengan pengelihatan yang mereka lihat.

__ADS_1


"saya pulang duluan ya bu...(sapa Rumi kepada salah satu teman ditempat kerjanya dengan senyum simpulnya)". Rumi


" ia, hati-hati Bu...(membalas senyuman dari Rumi)".teman Rumi


setelah kepergian Rumi beserta dua anak kecilnya.


"saya tidak menyangka ibu Rumi tengah dekat dengan ayahnya Caca".teman Rumi 1


"bukan dekat lagi Bu, bukannya diwaktu acara ulang tahun anaknya ibu Rumi memperkenalkan ayahnya Caca sebagai kekasihnya".teman Rumi


"mereka sangat cocok dong!!! wah....berarti saya ketinggalan informasi ya..hihi...maaf ya Bu (tersenyum garing)".teman Rumi 1


"sudah ah....ayo... jangan kepanjangan nanti ujung-ujungnya gosip (teman Rumi yang pertama menyudahi)".teman Rumi


ya hari ini Rumi jadwalkan pergi berbelanja bersama kekasih hatinya Satria beserta kedua anaknya * Raka dan Caca* karena semenjak kejadian Rumi pingsan selama beberapa hari dirumah sakit, kini Raka tidak terlalu membatasi akan pilihan sang mommy. itu otomatis Satria kini boleh untuk dekat dengannya meskipun tetap saja Raka masih menyebutkan nama Daddy Rominya. sekitar 2 hari lalu Romi dibebaskan Karena permintaan dari Raka, dan Rumi mencabut laporannya.


dan entah setelah Romi sempat ditahan kini setelah bebas dia kini lebih menjauhkan diri dari Rumi dan Raka. sepertinya ada suatu hal yang membuatnya berbuat demikian.???


jam menunjukkan jam waktu pulang bagi sekolah dasar, namun jam itu ditunjukkan waktu jam istirahat bagi para pegawai kantoran.


kini disebuah restoran disebuah mall terlihat seperti sebuah keluarga kecil tengah sedang melakukan sebuah makan siang.


ya keluarga kecil itu adalah Satria dan Rumi berserta anak tercintanya.


"sayang makanlah ini bagus untukmu...(Satria menyendokan satu potongan menunya)". Satria


"eh....(Rumi yang sedang khusyuk dengan acara makannya cukup terkejut) terima kasih mas....(tersenyum senang)". Rumi


"Daddy itu sangat terlihat manis....(Caca berkomentar dengan senyuman lebarnya)". Caca


sementara Raka nampak terabaikan di fikirnya.


"Raka ayo dimakan? (Satria mengetahui ada raut yang muram sejak tadi)". Satria


"ia om...(yang tadinya Raka hanya memperhatikan gerak-gerik diantara sang mommy dan dosen Satria kini Raka makan dengan sedikit cepat hingga Raka tersedak) ohuk...uhukgh...". Raka


"minumlah....(dengan sigap Satria berlari kearah dimana Raka duduk dengan menepuk pelan punggung yang masih nampak kecil itu dan perlahan memberinya air minum) tidak apa-apa... pelan-pelan saja....(dengan sangat penuh perhatian)". Satria


"Raka sayang kau tidak apa-apa nak...(Rumi yang ada di sebelahnyapun ikut khawatir)". Rumi


degggg....ada getaran aneh yang membuat dada Raka merasa sejuk. tatapan hangat dan penuh ketulusan itu bisa Raka rasakan.


"terima kasih om...(setelah Raka merasa baikkan)". Raka


"Raka baik-baik saja mom...". Raka


_skip_


acara makan siang sudah selesai kini mereka berempat berbelanja pakaian. pakaian yang akan mereka gunakan di acara sakral, acara sakral pernikahan seorang teman sekaligus seorang yang sudah Rumi anggap sebagai keluarganya sendiri.


*Alan dan Lis*.


"ini sangat cocok untukmu mas...(Rumi memilihkan sebuah kemeja untuk Satria) dan ini..ini sangat cocok untuk Raka...wah kalian nampak serasi...(netra Rumi menemukan sepasang kemeja dengan warna dan model yang sama sepertinya itu dibuat untuk sebuah couple seorang ayah dan anak lelakinya)". Rumi


"benarkah sayang....(Satria nampak antusias)". Satria


Rumi nampak sangat bahagia dengan tawa sederhananya dan Raka kecil menangkap pemandangan itu.

__ADS_1


"mom....ini pertama kalinya Raka melihat mom sebahagia ini... sebelumnya mommy tidak pernah menunjukkan tawa seperti ini kepada selain keluarga mommy dan ketika bersama Daddy Romi pun mommy hanya diam dan tersenyum dengan seadanya... apakah benar mom...mommy bahagia bersama dengan om dosen Satria...membatin". Raka


🌷ikuti terus ya ceritanya, terima kasih yang sudah berkenan mampir dengan karya receh author. mohon maaf masih banyak kekurangan...🌷


__ADS_2