Tangisan Suci

Tangisan Suci
Kebohongan Manis 1


__ADS_3

"yang lembut, pakailah sedikit saja perasaanmu!". Rama


"manut...tuanku yang kejam sekaligus yang kekanak-kanakan...membatin.


baiklah....(dengan kesabaran ekstra Rumi memijit tubuh pria yang menampilkan kekarnya itu)". Rumi


"ambilkan aku minum, dan suapi aku minum...". Rama


"baik....(Rumi menggapai satu gelas berisikan jus segar dan menuntun gelasnya dan menempelkan sedotan merah mudanya kebibir Rama)". Rumi


"sruputtttttttt.....emmm, (sejenak memejamkan netranya) kau tau sayang rasanya begitu manis semanis yang membuatnya, apa kau juga ingin mencicipinya kemarilah...(Rama memainkan jari-jari panjangnya)". Rama


"bukannya jus ini aku yang membuatnya ya, otomatis aku sudah mencicipi itu duluan. kenapa kau menawariku???...membatin.


emm...(Rumi menggelang), aku tidak haus mas, terima kasih". Rumi


"aku bilang kemari...(yang masih setia menggerak-gerakkan jari telunjuknya)". Rama


"em, baiklah... (Rumi akhirnya mengalah seperti biasanya dan mulai mendekat kearah gelas yang Rama peggangi namun dalam pegangan tangannya sendiri yang berniat untuk meminum jus buah segar yang ia buat sendiri untuk tuan yang sedang duduk manis dengan kedua kaki yang menumpang di kaki jenjangnya hingga posisi Rumi begitu dekat dengan sang suami)". Rumi


"tunggu (disaat Rumi akan meminum jus segarnya Rama dengan tiba-tiba menyerobot sedotan yang hanya beberapa inci menempel di bibir milik Rumi kini malah Rama yang meminumnya lagi dan....)". Rama


"emmmmm.....emmmm...uhuk...uhuk...(Rumi terbatuk-batuk Karena mendapatkan asupan gizi dari mulut orang yang begitu sangat ia benci) apa-apaan kau mas...kau sudah gila menggunakan cara ini, ini sungguh menjijikkan....(Rumi mengelap sisa yang tidak diterima oleh mulutnya karena suapan langsung dari mulut Rama dengan menahan wajah merahnya)". Rumi


"kau jijik kepadaku??? (dengan tatapan kecewa) dengarkan baik-baik nona, aku akan melakukan itu lebih sering kepadamu.


aku hanya sedikit menguji kesabaranmu...(Rama terkekeh dengan ucapanya sendiri)". Rama


"huffft....(nampak beberapa kali Rumi mengatur nafasnya ) kalau sudah dengan acara pijit dan bermanja-manjanya, kini giliranku untuk menagih janjimu... kembalikan Aydan mas, sekarang juga!!! (menatap tidak sabar) ". Rumi


"kau ini terlalu terburu-buru...aku belum puas dengan pelayananmu..., beberapa hari kerjaku kacau karena aku terlalu memanjakanmu dengan tindak bodohmu hingga aku harus bersusah payah mengulang semua keputusan yang kubuat dipadu-padakan dengan hasil yang ada, bagaimana apa kau bisa membantuku...? (dengan nada yang berkesan mengharuskan Rumi untuk melakukannya)". Rama


"kau bilang aku bodoh, dan itu benar aku tidak sepintar para sekertaris, assisten, dan orang kepercayaanmu mas....jadi bantuanku tidak dianjurkan, bisa-bisa perusahaan besarmu bangkrut karena diriku yang bisa saja bertolak belakang dengan pemikiran dirimu...!". Rumi


"perempuan banyak alasan (sinis) baiklah aku tidak mau kalau perusahaanku Sampai bangkrut karena mu, jadi kau tidak perlu membantuku dalam hal itu... bagaimana kalau kau siapkan air hangat sore ini aku ingin menjadi bayi besarmu...(dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun Rama melayangkan permintaanya kepada Rumi yang setengah mati menuruti beberapa permintaan konyolnya)". Rama

__ADS_1


"sabar.... (membatin menguatkan).


baiklah mas, aku masuk dulu, aku akan menyiapkan air hangatnya...(dengan setengah menangis dalam hati kesalnya Rumi mulai menyingkirkan kaki kuat milik Rama dan berlalu dibalik pintu).


grebbbb.......(Suara pintu ditutup).


Aydan bertahanlah nak, mommy sedang berusaha mengalahkan permainan Monster semena-mena itu.... bergumam". Rumi


Rumi mulai menjalankan misinya menurut semua apa yang diminta oleh suami tanpa batasnya.


_skip_


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"cukup mas...(dengan tatapan yang tidak bisa diartikan disaat Rama melayangkan permintaan yang baru dan tiada habisnya) , belum puaskah kau mempermainkan ke sabaranku?, belum cukupkah aku yang menuruti semua permintaanmu?


kau tau mas, betapa sedihnya hidupku?


kau sudah memisahkan aku dengan mas Satria.


tidak cukupkah kau membuatku bersedih? hingga kau kini memisahkanku dengan bayiku yang tiada salah dan dosa?


apa lagi mas...apa lagi yang harus aku lakukan?


permintaanku hanya satu mas, kembalikan Aydan kepadaku". Rumi


Rumi sudah tidak tahan dengan permainan yang suaminya lakukan, dengan tubuh lunglai dengan perasaan yang berlipat-lipat kesedihan membuat Rumi ambruk berlutut dihadapan suami jahatnya.


"Cintailah aku seperti diwaktu dulu, maka aku akan mengembalikan Aydan kepadamu...( Rama kaku dalam diamnya melihat orang yang paling dicintainya dalam mode seperti ini, ada rasa iba, iba karena sejatinya Rama hanya menginginkan cintanya kembali seperti waktu dulu, ada rasa sedih ,sedih karena dirinya hanya dengan cara menyakiti sang istri bisa mendapatkannya kembali, dan ada rasa kesal ,kesal ketika sang istri selalu menyalahkannya karena telah merenggut kebahagiaannya)". Rama


"cinta? (Rumi menatap nanar kepada sosok di depannya dengan rupa menunjukkan bekas operasinya/ya luka yang ada pada wajahnya pastilah masih belum sempurna meskipun dengan pemulihan yang sudah maksimal, rupa yang rusak membekasan mencipta goresan yang berbeda).


cinta? (seiring berjalannya waktu ,cintanya untuk Rama sudah habis)". Rumi


"ya, cintailah aku seperti cintamu yang dulu...(Rama meyakinkan)". Rama

__ADS_1


"aku tidak menjamin dengan hal itu mas...(Rumi menundukkan pandangannya baginya cintanya sudah ia berikan seluruhnya untuk mas satrianya)". Rumi


perlahan Rama ikut mensejajarkan pandangannya, dan meraih dagu milik Rumi dan berusaha mengunci matanya.


"cintailah aku seperti dulu, aku akan membantumu melakukannya... kau tau tiada satupun yang aku lakukan ini semata-mata karena cintaku kepadamu sayang, cintaku sudah mati kepadamu". Rama


"aku...aku....(mendapatkan tatapan teduh dengan jarak yang begitu dekat membuat Rumi sedikit gugup, tidak biasanya tuan dihadapannya akan menatapnya seperti ini membuat jantungnya cukup bereaksi melenceng dari jalurnya)". Rumi


"aku tau kau sudah terlanjur membenciku... tapi aku yakin perlahan kau bisa mencintaiku lagi Rumi...aku yakin dengan hal itu, maafkan aku yang sudah terlalu jauh mengatur hidupmu dengan segala aturan dan tindakan diluar akal sehatku.


apa kau menginginkan Aydan mu Hem, (Rama bisa melihat betapa rapuhnya tatapan milik Rumi ,ia sungguh tidak tega, namun mata jernih itu sering membohonginya membuat jiwa tempramentalnya kambuh dan rusak tidak terarahkan)". Rama


hening.....


dengan deru nafas yang menyentuh permukaan kulit wajah keduanya membuat suasananya begitu intim dan tegang.


"sekali lagi aku bertanya kepadamu Rumi, bisakah kau melakukannya untukku,....mulai belajar mencintaiku lagi...


maka detik ini juga aku akan mengembalikan Aydan kepadamu!!!". Rama


"(entah energi apa yang Rama berikan hingga Rumi tanpa berfikir panjang menyetujuinya), emm...(mengangguk dengan pelan mengiyakan) aku mau melakukanya mas...!". Rumi


"benarkah??? (dengan tatapan tidak percaya ya pasalnya sudah sejak lama Rama menantikan mendapatkan jawaban ini).


katakan sekali lagi bahwa kau bersedia untuk mencintaiku lagi... (dengan wajah yang berubah dengan senyuman mengembang dan tulus penuh harapnya)". Rama


"ya, aku mau dan aku akan berusaha untuk mencintaimu lagi mas...(dengan tatapan lelahnya)". Rumi


"bagus. ini sangat membuatku bahagia. terima kasih sayang,terima kasih untuk kesempatan kedua yang kau telah berikan kepadaku, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu lagi, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu...aku berterima kasih, sangat-sangat berterima kasih.


kau tau sayang.... aku sangat mencintaimu.. Rumi ,sangat mencintaimu...(Rama merangkul erat sosok yang ada dihadapannya dengan air mata bahagianya akhirnya perjuangan untuk mendapatkan Rumi berbuah manis, ia diberi kesempatan kedua oleh sosok yang bisa membuatnya benar-benar gila meskipun itu dengan caranya yang cukup sadis)". Rama


Rumi membalas rangkulan itu, dan tangannya terangkat menepuk-nepuk punggung lebar itu dalam diam.


"apakah aku bisa membohongi perasaanku sendiri?

__ADS_1


aku kira aku sedang melakukan sebuah kebohongan yang manis". Rumi


__ADS_2