Tangisan Suci

Tangisan Suci
Amarah dan Ketakutan 3


__ADS_3

"my love....hiks...kau pasti kuat". Rumi


dengan derai air mata Rumi mengelus perut yang semakin menunjukkan buncitnya.


ya sebulan semenjak kejadian dipantai Rama menjadi pemurung, dan hari ini Rama melakukan sebuah operasi yang sangat penuh dengan resiko. sebenarnya Rumi enggan untuk memperbolehkannya, namun disisi lain Rumi sangat khawatir akan keadaan emosi dari suaminya yang kadang kala menjadi tidak terkontrol Rama sering marah ,menjauh, dan terkadang melamun.


keduanya pilihan itu sama-sama membuat Rumi merasa bersedih dan takut, antara takut kehilangannya ( ya karena operasi yang dilakukan suaminya itu sangat beresiko dengan keselamatan nyawanya) atau tetap membiarkan Rama menjalani hidup dengan rasa kecewanya.


sudah seminggu Rumi tidak boleh bertemu langsung dengan suaminya itu sesuai dengan prosedur yang sudah ditandatangani dan demi kebaikan semuanya.


hari -hari berjalan dengan alurnya ,Rumi yang berdiam diri dirumah mencari artikel/ pemahaman tentang sebuah operasi di daerah wajah, seperti operasi yang suaminya lakukan.


betapa hancur hatinya disaat netranya melihat berbagai penjelasan, penggambaran tentang betapa menyakitkannya sebuah proses operasi apalagi sesudah operasi dan bagi suaminya ini adalah operasi pertamanya dengan perbaikan dengan waktu yang cukup lama karena luka bakar diwajah milik suaminya tergolong parah.


"hiks.... maafkan aku my love ,aku tidak bisa membagi rasa sakitmu itu ...kau tanggung rasa sakit itu sendirian...(Rumi berjalan setengah berlari menuju luar rumah dan memesan sebuah taxi online menuju rumah sakit yang menangani Rama) bertahanlah aku akan selalu disampingmu dad, (dengan mengelus perutnya yang menunjukkan reaksi aktif dari sang calon buah hati)". Rumi


# Rumah sakit #


langkah Rumi menelusuri lorong rumah sakit, dengan rasa yang begitu nyeri di benaknya terisi penuh oleh sosok nama suaminya yaitu Rama Wijaya.


seperti biasa walaupun Rumi tidak bisa menemui secara langsung suaminya namun setiap harinya Rumi akan berkunjung kesana (rumah sakit) untuk menanyakan perkembangan proses operasi yang suaminya lakukan kepada dokter yang menanganinya.


dari arah luar kamar dimana suaminya dirawat nampak seseorang perempuan dengan gaya elegannya terlihat bolak-balik dengan langkah kecilnya.


"mom....(panggil Rumi)". Rumi


"sayang...(Amanda menoleh dan menghampiri Rumi) dan mengelus kedua pundak Rumi)". Amanda


"mom...kenapa mommy bisa tau kalau tu..tuan Rama dirawat disini? (dengan sorot bingungnya, nyatanya Rumi dan Rama diskomunikasi dengan keluarga Wijaya Rumi hanya bertukar kabar dengan keluarga dari ibu Rosa dan kakaknya Ardi saja.)". Rumi


"sayang....mommy sudah tau semuanya, (Amanda mengelus perut buncit Rumi) kau yang kuat ya sayang... suamimu drop ada reaksi diantara obat dan tubuh suamimu tidak menerimanya hingga suamimu ...(Amanda yang berusaha menguatkan menantunya itu tercekat lidahnya bergetar disetiap pengucapannya ia tidak bisa lagi meneruskan ucapannya) hiks....(Amanda merangkul Rumi dengan tangisannya) mommy yakin Rama pasti kuat... suamimu pasti ingin melihat anaknya lahir. mommya yakin Rama pasti ingin membesarkan anak-anak denganmu sampai anak-anak kalian dewasa nanti)". Amanda

__ADS_1


"hiks...tidak, mom Rumi ingin melihatnya mom....(Rumi melepaskan pelukannya dan ingin menuju kearah dimana Rama ditangani) my love... bangunlah aku dan anakmu membutuhkanmu...jangan tinggalkan kami (Rumi berusaha masuk namun Manda mencegahnya)". Amanda


"biarkan dokter menanganinya sayang....percayakan pada mereka (memberi pengertian)". Amanda


"tapi Rumi sangat ingin melihat suami Rumi, Rumi tidak mau membiarkan my love sakit sendirian...ahk... perut Rumi mom...(Rumi memegangi perutnya yang berdenyut terasa sakit dan semakin sakit ,hingga Rumi meringis menahan rasa sakit yang menderanya)".Rumi


"tolong...dokter...dokter... (Amanda berteriak histeris) Jack cepat panggilkan dokter....". Amanda


"baik nyonya besar (Jack yang berdiri sedikit juah dari keduanya berdiri terkaget saat nyonya besarnya berteriak minta tolong ia segera berlari mencari bantuan)". Jack


ya Amanda diam-diam pergi ke rumah sakit tanpa sepengetahuan dari suaminya(Samuel), karena suaminya melarang keras ia dalam keadaan apapun menemui putranya itu.


"bertahanlah sayang....(Amanda menuntun Rumi untuk duduk di sofa ruang tunggu dan mengelus-elus punggung dari menantunya itu)". Amanda


"uhhh...mom sakit....(Rumi menahan dengan keringat yang semakin terlihat)". Rumi


beberapa menit kemudian dokter Jack datang membawa dokter spesialis kandungan.


_skip_


"ibu Rumi mengalami nyeri didaerah sekitar bawah perutnya itu bisa dikatakan braxton Hicks / kram, kemungkinan ibu Rumi tidak memperhatikan pola kesehatannya. sebaiknya ibu Rumi harus lebih memperhatikan akan pola makan dan istirahatnya dan alangkah baiknya ibu hamil jauh dari kata stres.


tolong nyonya Amanda di ingiatkan kalau ini terus berlanjut saya takut akan berpengaruh untuk anak yang dikandungnya .....(dan masih banyak penjelasan lainnya)". dokter spesialis


"saya mengerti dok...". Amanda


_skip_


"mom... (Rumi yang sudah sadar memanggil mertuanya disaat netranya menemukan sosok dengan cantik elegannya) apa sudah ada kabar dari Rama?". Rumi


"belum sayang (Amanda menggelangkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca) sayang...sudahlah kita doakan saja supaya Rama cepat pulih , kau tidak boleh terlalu stres sayang kasihan bayi yang sedang kau kandung, kau harus memikirkan kesehatanmu dan anakmu juga. mommy yakin Rama pasti akan bersedih melihat keadaanmu seperti ini!!! Rama pasti kuat sayang kita hanya bisa berdoa kepada sang pencipta untuk segala kemudahannya. (Amanda mengelus lengan Rumi memberi dukungan morilnya agar sedikit saja mengurangi beban fikirannya (Rumi)". Amanda

__ADS_1


"emmm...(mengangguk) maafkan mommy sayang (Rumi mengelus pelan perutnya dengan perasaan bersalahnya).


my love ...kumohon bangunlah kita sangat membutuhkanmu....dalam doanya". Rumi


🌾 Dikediaman kenz 🌾


📲 *"apa tidak salah?. hahaha....(ternyata kau berani juga merubah rupamu... menyeringai)"* kenz


📲 *" itu benar tuan. "* orang diseberang sana


📲 *" bagus awasi terus ...aku menunggu kabar selanjutnya tuttt..**.(panggilan ditutup)"*.kenz


📲*" Hem....siap tuan*". orang diseberang sana


"Hem... kau bersiap-siaplah sayang.... aku membutuhkan peranmu dalam waktu dekat ini ".kenz


"aku tidak mau kalau dia masih berupa Monster (dengan manjanya menyuapi buah anggur kepada laki-laki yang nampak sudah berumur itu)". perempuan cantik


"kau tenang saja meskipun aku jauh lebih tampan daripada rupanya yang sekarang , tapi kau tidak perlu takut dia sudah menjalani sebuah operasi...Hem....(dengan senyuman sesuatunya)".kenz


"benarkah ....wah aku jadi penasaran, tapi apakah kau tidak cemburu aku bersamanya lagi (mengelus dan berjalan jari-jemari lentiknya dipundak yang masih terlihat kokoh itu)". perempuan cantik


"aku lebih segalanya dibandingkan dia, mana mungkin kau bisa berpaling dariku.jangan macam-macam denganku (kenz menekan dagu tirus mulus milik perempuan cantik itu hingga perempuan cantik itu meringis menahan rasa sakit didagunya)".kenz


"baiklah...maafkan atas kelancanganku tuanku". perempuan cantik


Hem....kenz melepaskan dengan kasar dagu milik perempuan cantik itu.


"kau tinggal turuti perintahku maka kau akan selamat, mengerti (dengan tatapan sinisnya)".kenz


"aku mengerti sayang!!!.

__ADS_1


awas saja kau tua Bangka andai saja aku tidak butuh hartamu... membatin". perempuan cantik


__ADS_2