Tangisan Suci

Tangisan Suci
Kesedihan 1


__ADS_3

5 bulan telah berlalu dan selama itu pula Rama sama sekalipun tidak pulang kerumah sederhana ia bersama Rumi yang sempat dulu ia tinggali dan berbagi kasih dan rasa.


hanya transferan uang dan ucapan lewat ponselnya jika Raka menanyakan keberadaan tentang Daddynya itupun jika Rama menanggapinya , rama terlihat sangat sibuk di luar sana.


hanya itu yang ada diantara Rama dan Rumi.


dimanakah Rama berada saat ini?


kenapa ia sampai lupa daratan seperti ini?


dan apa kabar dengan hati dan perasaan Rumi?


🌷 author juga tidak paham kenapa imaginasi author sampai disini...🌷


Rumi bukanya hanya sedih lagi perasaannya saat ini bagaikan musnah kepada Rama karena merasa tidak dianggap lagi keberadaan nya. dan yang lebih menyakitkan lagi disaat anaknya menangis meraung-raung meminta bertemu akan sosok figur Daddynya. namun Rumi tidak bisa mempertemukan Raka dengan sosok Daddynya, ya semua itu tidak terlepas dari campur tangan dara kepada Rama yang sengaja menjauhkan keluarga kecil mereka.


bukan tanpa perjuangan Rumi telah mengunjungi kantor namun Rama selalu saja tidak ada dikantor, dan entahlah setiap kali Rumi menghubungi lewat ponselnya namun hanya sesekali aja ia bisa berbicara dengan suaminya.


Raka yang hampir 2 tahun kini semakin aktif , selain aktif beraktivitas kini Raka juga sudah banyak mengucapkan kata/ berbicara hingga Rumi kualahan menjaganya.


"sayang kau dimana... sayang... sayang... Raka...(Rumi semakin khawatir saat ia tidak menemukan anak nya didalam rumah) bi...bi Sumi Raka tidak ada didalam rumah apa kau bersamanya...(Rumi berteriak histeris)". Rumi


"hah...tuan muda, saya habis menjemur pakainya nyonya tuan muda tidak bersama saya....(dengan raut khawatirnya)".bi Sumi


"Raka sayang....(Rumi berlari kearah pintu depan dan alangkah terkejutnya Rumi saat netranya melihat pintu depan rumah terbuka ya walaupun itu terlihat hanya sedikit mungkin saja Raka kecil mendorongnya hingga Raka bisa lolos dari pintu yang terbuka minim itu) tidak ...sayang...(Rumi berjalan setengah berlari tanpa arah melihat kekanan dan ke kiri) bi Sumi aku kearah sini...". Rumi


"baiklah nyonya bi Sumi kearah sebaliknya (bi Sumi dan Rumi saling berbalik dan melangkah untuk mencari Raka kecil...)".bi Sumi


"hiks...Raka sayang ini mommy ...dimana kamu nak...(dengan khas khawatirnya dan dengan derai air matanya pasalnya Raka tidak sejauh ini meninggalkan mommynya)". Rumi


dengan rasa yang campur aduk Rumi Sampai didepan sebuah rumah Besar yang sebagai patokan biasa ia jikalau pulang /pergi untuk berbelanja / dijadikan patokan sebuah transportasi jasa online. samar ia mendengar suara yang sangat ia benci dan ia rindukan itu, sebuah suara yang semakin jelas di pendengarannya.

__ADS_1


"my love.... bergumam". Rumi


drtttt.... drtttt suara ponsel Rumi bergetar dengan deringannya.


📲 *" apa...ada bersama bibi? syukurlah aku akan segera Pulang (tutttt... tuttt telepon ditutup)".*Rumi


"Alhamdulillah ya Allah ....(bersyukur)". Rumi


lagi-lagi Rumi mendengar suara itu, suara milik dari suaminya. Rumi mengedarkan pandangannya namun ia tidak menemukan sosok yang sangat ia benci dan mungkin masih cintai itu.


dan sekali lagi suara itu sangat jelas terdengar kembali.


"haha....ia..ia aku akan pulang seperti biasanya". Rama


dengan langkah yang sedikit bimbang Rumi perlahan mengintip disebuah pagar rumah Besar yang biasa ia jadikan sebagai patokan jika memesan jasa transportasi online.


degggg.....denyut nada jantungnya memompa tidak stabil, dan perlahan rasa nyeri menghantam direlung hati terdalamnya.


"my love.....(ia terbelalak dan menutup bibirnya dengan keduanya tanganya)". Rumi


netranya menyaksikan dengan sangat jelas rama dan dara ada dihalaman rumah besar yang tidak jauh dari rumahnya hanya beberapa ratus meter aja.


degggg....apa selama ini Rama tinggal dirumah itu bersama dara? tapi kenapa untuk berkunjung saja Rama tidak ada waktu?


ukuran rumah Rumi tidak masalah bagi Rumi, Namun bayangkan saja mereka hidup bersebelahan dengan posisi yang sama sebagai istri sah namun Rama sangat tidak adil memperlakukan istri satu dengan istri yang lainnya.


pantas saja waktu pertama kali Rama membawa Rumi untuk tinggal bersama menjalani hidup yang baru, dan Rumi sempat mengira rumah besar itu untuk ditinggalinya bersama sang suami.


jadi inilah jawaban dari semuanya....


yah Rumi hanya dijadikan pelarian bagi Rama dan setelah dara kembali maka Rumi akan tersingkirkan.

__ADS_1


"kau sungguh tega my love...(kebencian yang sudah membuncah kini dengan tekad bulatnya Rumi ingin rasanya mencekik mereka dengan suasana labilnya ... sungguh rasanya ia begitu sakit hati... baru selangkah Rumi melangkah ingin masuk kedalam pagar yang sedikit terbuka namun ia urungkan niatnya, ia teringat akan pesan dari ibu Rosa /ibu angkatnya) *"kesabaran itu akan berbuah manis nak, jadi tetap bersabarlah.... dengan senyum mengembangnya"*........ maafkan Rumi Bu,....huffft....aku ampuni kalian kali ini...Rumi mengurungkan niatnya ia berbalik arah menuju ke rumahnya)". Rumi


_skip_


"apa kuliah? (Rama mengerutkan dahinya, ini pertama kalinya Rama berkunjung kerumah sederhana miliknya yang ditinggali istri keduanya) apa aku tidak salah dengar?". Rama


"em...(mengiyakan)". Rumi


" apa kau sudah bosan untuk mengurus Raka? (dengan mode waspada)". Rama


"bukanya seperti itu my love, aku rasa aku masih belum terlalu jauh melupakan cita-cita ku, aku akan mengembangkan pengetahuanku ya aku ingin menjadi seorang pengajar!!!! (dengan senyum semanis mungkin)". Rumi


"untuk apa kau menjadi seorang pengajar? apa uang yang aku kasih setiap bulannya kurang? aku akan tambahkan !!!dan aku tidak mengizinkanmu untuk berkuliah...!!!". Rama


"my love....aku tidak akan melupakan kewajibanku sebagai seorang ibu....aku akan tetap merawat nya. namun apakah salah bila aku berkuliah?". Rumi


"sekali tidak ya tetap tidak, apa kau mau menjadi istri yang pembangkang...(dengan galaknya)". Rama


"coba katakan salah Rumi dimana?


apa Rumi pernah mempermasalahkan mas Rama selama ini pulang atau tidak? dan dimana hatimu mas, kau perlu tau Raka selalu menyebutkan Daddynya!!! (dengan tenang)". Rumi


"aku kerja...sayang ,dan dara...dara Sekarang lebih membutuhkanku karena dia sekarang sedang mengandung anakku (dengan intonasi yang sedikit diturunkan)". Rama


degggg.....rasa itu...rasa itu selalu menghantam di lubuk hatinya yang terdalam, lagi-lagi Rama hanya menggores kan luka kedalam hatinya.


"oh.... selamat untuk kalian ,jadi aku tidak perlu bertanya lebih kepadamu mas. cepat katakan perlumu apa kesini? (dengan tenang)". Rumi


"kenapa kau jadi seperti ini Rumi, nada bicaramu selalu kasar (Rama tidak peka akan ucapanya sendiri). kenapa aku merasa aku pulang kau malah tidak suka bertemu dengan ku. aku hanya memberitahukan hal gembira ini, aku tidak mau memendamnya sendiri mana Raka aku ingin sekali menemuinya aku ingin memberitahukan kepadanya bahwa sebentar lagi dia segara memiliki seorang adik". Rama


Rama berlalu pergi menuju kamar Raka tanpa memperdulikan raut patah Rumi.

__ADS_1


bi Sumi yang mendengarnya dan menyaksikan pemandangan pilu itu mengepalkan tangannya. ia sangat geram kepada majikan egois dan semena-menanya itu.


__ADS_2