Tangisan Suci

Tangisan Suci
Laki-laki pembawa petaka itu bernama Rama Wijaya


__ADS_3

1 tahun kemudian ,dua bulan lalu Rumi bersama kak Ardi kesayanganya pulang ketanah air .


hilang sudah semua angan dan cita-cita seorang Arumi Fitrian, ia hidup sebagai pendamping seorang pria berupa dan berhati Monster dan alangkah terkejutnya Rumi saat ia menandatangani sebuah perjanjian yang diluar akal sehat kebanyakan orang.


Rama akan menceraikan seorang Rumi bila ia tidak membutuhkannya lagi dan Rumi harus menyetujuinya tanpa sebuah penolakkan perjanjian itu tanpa batas yang ditentukan, hanya Rama yang mengetahuinya.


tanpa cinta tanpa rasa sayang, hancur sudah arti dari sebuah pernikahan yang mereka jalani.


Rama memperlakukan Rumi tidak lebih hanya sebagai seorang pelayan sedangkan Rumi masih tetap bersyukur asal Rama tidak menyentuhnya layaknya pasangan suami-istri.


kini Rumi sejak dua bulan lalu ia dan kak ardinya tinggal di rumah yang ada di tengah-tengah danau itu. ia sangat bersyukur kak ardinya semakin hari semakin pulih keadaan nya ,sekarang Ardi sudah bisa bicara lebih banyak dan menggerakkan tubuhnya ya kini Ardi bisa berjalan namun dengan gerakkan yang pelan entah apa yang menimpanya sehingga keadaannya tidaklah seperti semula .


tanpa sinyal tanpa media sosial hidup mereka seakan jauh dari kata umum, ya walaupun fasilitas rumah yang didiami Rumi tergolong modern namun mereka jauh dari jangkauan publik.


"terima kasih...paman!!!". Rumi


"sama-sama nyonya".anak buah Rama


ya setiap dua Minggu sekali orang Rama akan membawakan segala keperluan didalam rumah itu. hingga penghuninya tidak bingung akan kemana dan apa yang harus dilakukan karena semuanya sudah terdaftar dan terjadwal dengan detail.


Rama akan pulang kerumah yang Rumi huni 2 hari dalam seminggu dan selebihnya Rumi tidak berhak tau keberadaan Rama ada dimana, yang Rama bilang ketika ia hendak pergi. ia pergi untuk urusan bisnis, bisnis? bisnis apa itu Rumi juga tidak berhak mengetahui Nya...!!!.


🌷 terkadang author sendiri merasa kasian kedapa Rumi kenapa author bisa berimajinasi sampai kesini🌷

__ADS_1


"Rumi sedang apa kau? (Ardi mendekat dan memperhatikan Rumi yang sedang berkutat dengan hasil rajutannya yang nampak sudah jadi)..."Ardi


"hihi...kak, Rumi hanya iseng membuatnya Rumi bosan selain pekerjaan rumah Rumi bingung harus mengerjakan apa lagi...(dengan senyuman simpulnya)". Rumi


"maafkan kakak...ini pasti berat untukmu...(mata Ardi berkaca-kaca)". Ardi


"huffft....(terdengar suara nafas berat dari pihak Rumi)... aku ikhlas untuk ini semua kak mungkin inilah garis tangan ku. ini adalah takdirku ...untuk apa kakak minta maaf...aku menyayangimu kak! aku bahagia bisa bersama kakak lagi...(dengan senyuman tulusnya)". Rumi


"terima kasih sayang, seperti nya kau harus mengetahuinya sekarang meski tuan Rama tidak memperbolehkan aku memberitahumu... sebenarnya tuan bertopeng itu bernama lengkap Rama Wijaya ia adalah saudara kembar dari Romi Wijaya mantan calon suamimu...". Ardi


"degggg....(Rumi menghentikan jari lincahnya yang bergelut dengan rumitnya Benang rajut, dan ia menjatuhkan hasil rajutannya itu) apa...apa yang kak Ardi bilang barusan tadi (Rumi nampak tidak percaya)". Rumi


"suamimu itu adalah saudara kembar dari mantan calon suamimu...". Ardi


duarrrrrrrrr....bagaikan disambar petir di siang bolong , Rumi membulatkan matanya lebar-lebar.


"maafkan kakak...ini semua gara-gara kakak....".ardi


"tidak kak, ini semua ulah dari tuan semena-mena itu, kenapa ia bisa sejahat ini apa dia tidak memiliki hati nurani walau sedikit saja...aku sungguh sangat membencinya kak...(masih dalam dekapan Ardi)". Rumi


"tapi ini bukan sepenuhnya salahnya Rumi, tuan Rama telah menyelamatkan nyawa kakak,ada orang yang sengaja ingin melenyapkan kakak namun seseorang itu menggunakan jasa pembunuh bayaran... kakak bukan dirampok sayang... seperti penuturan tuan Romi, kakak dipukuli seseorang yang tidak dikenal tanpa ampun dan untung saja tuan Rama dan tangan kanannya menyelamatkan kakak, waktu itu kakak sedang ditugaskan di suatu perusahaan yang berada diluar kota (tidak usah disebut ya) guna memeriksa suatu kendala yang berkaitan dengan pemogramanya.dan pada waktu itu kakak bertugas sendirian dan dicegat orang tidak dikenal ditengah-tengah jalannan sepi...untunglah tuan Rama lewat dan ternyata daerah itu adalah daerah kekuasaannya. tuan rama berhasil menangkap pelakunya namun setelah itu aku tidak sadarkan diri dan berakhir dirumah sakit ...pita suaraku hilang itu karena hantaman yang tanpa ampun didaerah leherku dan tubuhku bagaikan remuk semenit saja jikalau tuan Rama tidak membawaku segera kerumah sakit maka itu tidak menjamin aku masih berada disini disamping mu sayang tuan Rama ...dia tau siapa pelaku yang menyebabkan kakak seperti ini". Ardi


"aku ...hiks....(Rumi hanya bisa menangis ia tidak mampu untuk melanjutkan kata-katanya yang hanya ia bisa hanya menangis mungkin sampai rasa didada nya terasa lebih lega)". Rumi

__ADS_1


"tenanglah sayang kakak ada disini,kakak akan selalu bersamamu (mencoba menenangkan)". Ardi


ya Rama menikahi Rumi dengan menggunakan Ardi sebagai alatnya, ia tidak mau dibayar ataupun dengan cara lain untuk membalasnya, Sungguh licik bukan cara Rama.


_skip_


"Rumi siapkan aku air hangat untukku mandi, aku sangat lelah...setelah aku selesai mandi kau kemarilah...pijatlah aku terlebih dahulu sebelum kau menyiapkan teh hangatnya. (berbagai perintah dalam satu waktu itu sudah biasa dilakukan Rama kepada Rumi)". Rama


"baik tuan, (Rumi berlalu tanpa ngedumel ataupun lirikan tidak sukanya Rumi hanya menundukkan pandangan)". Rumi


"aneh...tidak biasanya gadis nakal itu terlihat alim.... membatin". Rama


"kau sudah siapkan airnya? ". Rama


"sudah tuan, (Rumi duduk ditempat biasa disebuah sofa berbentuk lebar seperti sebuah kasur yang memanjang ,ia menunggu sang tuan tukang perintah nya disana)". Rumi


"kau kenapa? apa kau sakit? kau tidak biasanya akan terlihat diam seperti itu...(diambang pintu kamar mandi dengan sebuah jubah mandinya)". Rama


"tidak,aku tidak kenapa-kenapa tuan... (masih dalam mode diam dan tenang itu justru membuat Rama sedikit resah)". Rumi


Rama tidak jadi masuk kedalam kamar mandinya dan malah mendekat kerah Rumi dan menunjuk kerah kening Rumi dengan telunjuknya.


"sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan gadis nakal, kenapa kau jadi aneh seperti ini...apa kau berniat untuk kabur bersama kakakmu hah... jangan mimpi kau tidak akan bisa keluar dari sini walaupun sejengkalpun (dan berbalik kearah kamar mandi dan masuk untuk melakukan ritual mandi nya tanpa memperdulikan raut muka Rumi yang sudah redup itu)". Rama

__ADS_1


"kau selalu seperti itu tuan Rama Wijaya.... melakukan apapun semaumu... membatin". Rumi


🍂 Semangat Rumi kau pasti bisa...kau tidak boleh cengeng kau akan menjadi perempuan yang kuat tidak apa tubuh mu lemah asalkan hatimu kuat ...maka dengan sendirinya tubuhmu akan mendorong mu kepada kekuatan sejatimu.... semangat🍂


__ADS_2