Tangisan Suci

Tangisan Suci
Hampa


__ADS_3

# Flash back off #


Rama beserta pasukannya memboyong Rumi dan Raka sedangkan Caca beserta Daddy Satria dieksekusi Secara membabi buta dan dilempar kesungai yang memiliki aliran air yang cukup deras.


hening menyelimuti kampung yang sedang berduka itu.


terlihat warga bergotong-royong menghapus jejak peristiwa mengerikan yang disebabkan oleh orang-orang yang dengan sesuka hati bermain dengan peraturan miliknya sendiri, peristiwa akan ketidakadilan yang sudah merenggut kisah cinta dari sang penerang *Satria* beserta keluarga kecilnya.


mereka nampak menaburkan kelopak bunga disungai yang membawa Caca dan Satria beserta kisahnya.


"ini akan menjadi rahasia kita semua dan ini akan menjadi bukti akan kisah cinta mereka". para warga


ya para warga mengembalikan barang-barang milik keluarga Satria yang berencana sempat mereka akan bawa untuk berpindah namun lain dikata kata pindah itu mereka dapatkan dengan cara yang sangat memilukan. mungkin kata pindah itu Sekarang adalah tempat peristirahatan terakhirnya Caca dan Satria.


dan para warga tidak bisa menebak akan nasib dari Raka dan ibu guru Rumi yang dibawa oleh orang-orang yang kejam Dimata mereka.


para warga mengembalikan barang-barang milik keluarga Satria kedalam rumah yang mereka tinggali selama 2 bulan lebih itu.


para warga berjanji akan tetap menjaga dan merawat rumah itu dalam artian bergotong royong.


dan mereka akan jadikan sekolah yang sempat Rumi dan Satria beserta para warga bangun , mereka akan jadikan tempat itu sebagai sebuah peninggalan yang bersejarah yang penuh kisah haru dan bahagia bagi warga disana. ya mereka juga akan menjaga dan merawat sekolah itu selain untuk memperdalam ilmu mereka.


dalam 2 bulan ini banyak orang yang sudah bisa baca dan menulis itu semua berkat kerja sama dan kerja keras dengan Sungguh-sungguh semua itu tidak terlepas dari semangat dan bimbingan yang satria dan Rumi berikan.


_skip_


🌾Di Kediaman Rama Wijaya 🌾


3 hari berlalu.


"sayang makanlah , kenapa kau tidak memakannya lagi... apa seleramu sudah berubah? (nampak raut kesal sekaligus prihatin Rama tunjukkan untuk Rumi)". Rama


"aku masih kenyang mas...(datar)". Rumi


"Hem, makanlah aku sangat khawatir dengan keadaanmu yang seperti ini... lihatlah kau terlihat semakin pucat saja (Rama yang tadinya duduk, kini posisinya bangkit dan mendekat di samping Rumi).


aku suapi yah... aku tidak mau melihatmu sampai sakit. makanlah sayang. makanlah hari ini juga akan aku izinkan Raka untuk menemuimu...". Rama


"apa kau tengah mempermainkanku?, kenapa kau lakukan semua ini mas? kenapa kau memisahkan aku dengan kebahagiaanku? ". Rumi

__ADS_1


"huffftt.... (nampak Rama menghembus nafas beratnya) kebahagiaanmu adalah bersama denganku begitupun sebaliknya". Rama


"aku lelah aku ingin beristirahat...(Rumi tidak menanggapi omongan dari mantan kejamnya itu, ia berjalan meninggalkan rama dimeja makannya yang ditemani beberapa pelayanan yang setia berdiri. bagi Rumi tiada habis kata disaat berargumen dengan orang seperti Rama)". Rumi


Rama menatap kepergian Rumi tanpa mengejarnya.


"kenapa jadi seperti ini... (nampak Rama menahan amarahnya) aku akan tetap berusaha hingga Rumi benar-benar menjadi milikku lagi... bergumam". Rama


sementara itu para pelayan hanya menunduk disaat pendengaran mereka tidaklah tuli, namun tetap pada posisinya seakan tidak mendengar apa-apa hingga tidak menimbulkan suatu gerakan apapun.


Rama meninggalkan kediamannya menuju perusahaan milik keluarganya yang kini Romi dan dirinyalah yang memegang dan mengurusnya.


Daddy Samuel dan mom Amanda masih tetap berada di negeri seberang entah kenapa mereka tidak Pulang ketanah air. kenapa bisa seperti itu???


itu hanya mereka yang tau.


*di kamar*


"hiks.....mas Satria, apa kabarmu mas...apa kau baik-baik saja? kau tau aku dan anakmu sangat merindukanmu mas ... (Rumi menangis dalam isakkan sambil mengelus perutnya yang masih rata, ia masih ingat jelas disaat anak buah Rama menghakimi suaminya tanpa ampun dan tidak ada seorangpun yang mampu menolongnya). Raka, Caca dimana kalian sayang apa kalian juga baik-baik saja!!!...(bibirnya bergetar disaat mengucapkan nama-nama yang begitu ia rindukan)". Rumi


tok... tok... sebuah ketukan di pintu kamar Rumi.


"siapa?". Rumi


"aku...(Suaranya tidak asing)". Romi


"siapa? (Rumi ingin memastikan)". Rumi


"aku Romi". Romi


"pergilah aku tidak ingin menemui siapapun (dengan tenang)" Rumi


hening...


"apa kau tidak ingin mendengar kabar tentang Satria (membujuk)". Romi


"mas Satria... bergumam,


aku, aku tidak ingin mendengar kabar tentang apapun dan siapapun aku hanya ingin beristirahat.

__ADS_1


tolong pergilah mas Romi, maaf.


(Rumi lebih berhati-hati)". Rumi


"baiklah...(terdengar suara langkah kaki menjauh dari arah luar pintu)". Romi


"huffft.... baiklah Rumi tenanglah dia sudah pergi (baginya Romi tidaklah jauh berbeda dari Rama yang selalu mengganggunya)". Rumi


Rumi melangkahkan kakinya kearah kamar mandi dan begitu terkejutnya ia disaat netranya melihat sosok yang baru masuk dari arah yang tidak semestinya.


Brakkkkkkk..... jendela kamar Rumi terbuka lebar dan menampilkan sosok rupawan dengan tatapan kelaparannya.


"mas Romi kenapa kau nekad masuk ke kamarku, kau tau jika mas Rama tau dengan hal ini ia bisa saja membunuhmu...(terkejut berjalan mundur, Rumi sungguh tidak menyangka Romi nekad masuk ke kamarnya baginya kamar yang ia tempati letakknya di lantai teratas /dilantai 3)". Rumi


"aku sudah tidak tahan, Rama terlalu rakus. Rama tidak pantas untuk mendapatkanmu sayang... kau terlalu berharga untuknya (Romi menatap intens dan berjalan perlahan)". Romi


masih jelas betul disaat Romi pernah mencoba mencicipinya, disaat itu ia tengah berbohong terjatuh disaat Romi menumpang kamar mandinya.


"keluar...(Rumi menunjuk arah pintu)". Rumi


"aku tidak mau keluar, percuma aku sudah masuk dengan susah payah jika ujung-ujungnya disuruh keluar. aku ingin disini, aku ingin berbagi rasa denganmu sebelum Rama terlebih dulu memilikimu untuk kedua kalinya...(masih jelas diingatkan Romi ketika dirinya dulu pernah akan menikahi Rumi dan Rama datang mengacaukan pernikahnya hingga Rama merebut Rumi dan menikahi Rumi tanpa sepengetahuannya, dan kini ia bertekad untuk mendapatkan Rumi kembali sebelum Rama menikahinya yang untuk kedua kalinya. Karena Rama dan Romi tau sang rival *Satria*sudah tiada)". Romi


"aku bilang keluar, aku tidak segan untuk berteriak dan memanggil saudaramu itu..(menggertak)". Rumi


"lakukanlah...aku tidak takut, dan yang perlu kau tau Rama tidak ada dirumah. Rama keluar untuk pergi keperusaha'annya (tersenyum menyeringai)". Romi


"tidak...(Rumi tau Romi pasti sudah merencanakan semua ini. dengan langkah terbatasnya Rumi setengah berlari kearah Dimana pintu berada dan membuka pintu yang sengaja ia kunci dari dalam itu guna untuk berjaga-jaga disaat ia tidur fikirnya mungkin saja Rama masuk ketika ia tengah tertidur lelap tapi nyatanya ia kini terkunci dengan laki-laki yang pernah melecehkannya)". Rumi


"tertangkap (Rumi bisa membuka pintu kamarnya namun gerakkannya kalah cepat dari laki-laki bertubuh atletis itu hingga Romi bisa menyusul Rumi yang sudah diambang pintu dan menariknya)". Romi


"tolong mas...mas Rama...akhp...(mulut Rumi berhasil dibungkam dengan tangan lebar milik Romi)". Rumi


"nyonya...apa nyonya butuh sesuatu (salah satu pelayan yang tidak sengaja melihat dan mendengar Rumi menyebutkan nama tuannya itu penasaran karena nyonyanya baru saja menutup kamarnya fikirnya nyonyanya tengah mencoba memanggil calon suaminya yang menginginkan sesuatu, dan sang pelayan tau majikanya itu tengah pergi keluar ia hanya memastikan semuanya baik-baik saja dengan sang nyonya)" salah satu pelayan


"emmmmp...ummm...". Rumi


hening...


"diamlah...berbisik (Romi menangkap Rumi dari belakang dan bersandar dibelakang pintu membekap mulut Rumi)". Romi

__ADS_1


melihat sang nyonya tidak menanggapi pelayan itu turun, Karena setau pelayan sang nyonya selalu bersikap datar. dan tidak mau perduli dengan lingkungan sekitar. ya nyonya Rumi yang tuan Rama perkenalkan sebagai calon istrinya selama baru-baru beberapa hari ini selalu terlihat sedikit pucat dengan wajah khas datarnya.


__ADS_2