Tangisan Suci

Tangisan Suci
Rencana 1


__ADS_3

Disinilah Dimas berdiri ia melihat begitu megahnya mansion yang tuan Romi tinggali.


ia mencoba mencarinya (alamat) dari mesin pencarian namun tidak mendapatkan informasinya, dan pada akhirnya ia mendapatkan alamat yang Ardi kirimkan melalui surat elektroniknya.


ya begitulah Ardi kemampuannya dalam dunia ilmu, terutama pada bidang jaringan informasi dan telekomunikasi, ia adalah salah satu peretas yang tuan muda Romi banggakan. hampir ilmu ia semuanya kuasai bakat dan kemahirannya entah terlahir dari mana dan mungkinkah sang ayah menurunkan kepintarannya namun apa ia seorang bapak muslim yang notabenenya hanyalah seorang pedagang di pasar tradisional bisa mampu memiliki IQ brilian seperti yang Ardi punya???? apakah ini adalah suatu misteri??? ataukah suatu kebetulan???.


"Tuan Romi....(dengan lantangnya dan tidak adapun secuil raut ketakutan dari wajah Dimas)". Dimas


Teriakkan Dimas mengundang para penjaga ,dan akhirnya salah satu bodyguard menghampirinya.


"Heh....siapa kau ,berani-beraninya orang pinggiran datang kesini .cepat pergi sebelum aku memberimu pelajaran (dengan angkuhnya)". Bodyguard


"Aku hanya ingin bertemu dengan tuan Romi, aku punya pertanyaan untuknya ". Dimas


"Pertanyaan? mimpi saja kau...mana ada tuan muda Romi akan menjawab pertanyaan darimu. cepat pergilah...(mulai garang)". Bodyguard


"Tuan Romi....dimana anda menyembunyikan Ardi, cepat keluarlah jangan bersembunyi...(kembali berteriak)". Dimas


"Heh...banyak b..-cot , bukkkkkgh..bukkkgh...(pukulan sang bodyguard dilayangkan kearah Dimas namun Dimas menangkis beberapa serangan bodyguard tersebut)". Bodyguard


"Maaf tuan aku tidak punya urusan denganmu ataupun dengan kalian, dan aku sama sekali tidak mau sampai ada perkelahian .cepat tolong panggilkan tuan Romi". Dimas


"Siapa kau sampai berani mengaturku...(memasang kuda-kuda lagi...)". Bodyguard


"Tunggu...tahan paman (munculah sosok Ardi yang sangat Rumi rindukan itu, ia nampak baik-baik saja)". Ardi


"Ardi? apa itu kau. apa kau baik-baik saja disini (dengan antusias menyambut kedatangan Ardi dari arah mansion megah itu)". Dimas


"Aku baik-baik saja kak, (Ardi menghambur kedalam pelukkan Dimas) bagaimana kabar Arumi? aku sangat merindukannya..dan bagaimana dengan ibu ....(dan masih banyak pertanyaan yang Ardi luncurkan)". Ardi


Beberapa saat.


"Apa benar tuan Romi akan melakukanya untukmu? membiayai pendidikan mu dan Menanggung biaya hidup mu bukannya tuan Romi itu hanya memanfaatkan mu saja, ia kan menjadikanmu robot untuknya? (belum sempat Ardi bicara mengenai rencana tuan Romi sepenuhnya dari jarak dekat mobil sang tuan muda mulai mendekat dan berhenti pas dihadapan mereka)". Dimas


"Lancang kau keluar mansion tanpa sepengetahuan dan izin dariku hah...


...hei...dan lihatlah siapa tamu kita ini (Romi berjalan keluar dari dalam mobilnya dan perlahan mendekat kearah mereka berdua dengan tatapan merendahkan)". Romi


"Maaf tuan langsung saja ,kenapa tuan menculik adik saya? apakah pendidikan tuan serendah itu hingga tidak memiliki peraturan hidup (tegas dan dengan percaya dirinya)". Dimas


"Kau tau apa hah...(mulai terpancing) dia adalah milikku, (menunjuk Ardi). 5 tahun lalu ia menjadi anak di pantiku dan aku memiliki berkas-berkasnya ibumu yang menculiknya tanpa berizin kepada pihak panti, apa aku perlu melaporkan ibu kesayanganmu? (dengan kesombongannya)". Romi


"Hah....(Dimas mulai resah), benar juga...aku tidak mau kalau sampai ibu berurusan dengan manusia tanpa ampun ini... membatin". Dimas

__ADS_1


"Kenapa kau diam? apa perlu aku melakukannya sekarang juga (menyeringai dalam kemenangan baginya Dimas bukanlah tandingannya)". Romi


"Baiklah tuan...aku mengerti...(Dimas melirik Ardi) Ardi jagalah baik-baik dirimu jangan sampai kau melewati garis langkah yang salah (menepuk pundak Ardi)". Dimas


"Aku mohon kak, aku mohon jagalah Rumi untukku (terlihat pasrah ia juga sadar posisinya jika melawan maka adik tersayang dan keluarga baru kecilnya akan menjadi korbannya)". Ardi


"Eem...(mengangguk dan perlahan langkahnya meninggalkan Ardi di mansion yang terlihat sangat megah itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan)". Dimas


"Selamat tinggal... suatu saat aku akan mengunjungi kalian meski tuan Romi melarangku keras...membatin". Ardi


"Bagaimana ini.... bagaimana caraku menjelaskannya kepada Rumi... bergumam". Dimas


_Skip_


"Apa benar kak, tuan Romi itu orang baik??? apa benar kak Ardi akan disekolahkan disekolahkan ditempat yang bagus, dan bekerja untuknya (tuan Romi) tapi mengapa kak Ardi tidak boleh pulang ??(pertanyaan polos keluar dari bibir kecil Rumi pasalnya Rumi sedikit mengetahui sosok tuan Romi)". Rumi


"Huffft...itu benar sayang, tidak apa-apa masih ada kak Dimas disini kakak juga meyanyangimu ". Dimas


"Hem....(sang ibu menatap iba kepada Rumi yang masih tidak tau dunia luar. mereka ,ibu Rosa dan Dimas terpaksa berbohong demi kebaikkan mereka semua yang terpenting tuan Romi tidak memperlakukan Ardi dengan buruk walaupun itu terlihat samar ,dan pada kenyataannya Ardi dijadikan robot berfikir untuk tuan Romi,perlahan air matanya menetes dan segera mengusapnya sebelum gadis kesayangannya mengetahuinya) maafkan kita sayang... membatin". Ibu Rosa


Hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahunpun berlalu.


Kini Rumi terlihat sangat dekat dengan sang kakak angkatnya (Dimas) menjadikan ibu Rosa merasakan lega didada,karena Rumi nampaknya sudah bisa sedikit melupakkan sang kakaknya ardi ya walaupun jauh dihatinya ia sangat merindukan sosok kakak ardinya.


pernah ada kejadian Rumi sampai kehilangan tugasnya dan dihukum senang (lari-lari lapangan) ya menurut Rumi itu hal yang menyehatkan. ketika tugas yang gurunya berikan (PR) namun ketika ia (Rumi) memeriksa tasnya tidak ada ditempat padahal Rumi sudah jeli menaruhnya di tasnya.


kejadian itu terjadi ketika Sisi menggunakan kamar Rumi sebagai kamar diwaktu istirahatnya disaat main kerumah Dimas dan sisi mengacaukannya.


dan diawal kejadian itu pula Rumi semakin waspada kepada Sisi, Rumi sudah paham dengan tingkah calon kakak iparnya itu ya bisa dibilang tidak etis.


* 7 tahun kemudian *


Sekarang status Dimas adalah tunangan dari sisi dan Dimas sekarang menjadi seorang guru di sekolah swasta favorit dikotanya.


dengan kesibukkan dan kedekatannya kepada Rumi menjadikan Sisi merasa terabaikan. ya karena Dimas menyamakan kedudukannya (Sisi) dengan adik angkatnya (Rumi) Dimas sama-sama menyayangi mereka berdua dalam artian menyayangi yang berbeda ya. dan hanya tinggal menghitung bulan Dimas dan sisi akan melangsungkan pernikahan. namun keadaannya seperti tidak mendukung Dimas dan Sisi. Sisi selalu saja mempunyai pembahasan yang sama tentang Rumi yang tidak pantas untuk di prioritaskan. sedangkan Dimas pernah berjanji kepada Ardi untuk menjaganya seperti seorang kakak kandung kepada seorang adik kandung sendiri.


Kini Rumi sudah menginjak umur 18 tahun ia tumbuh menjadi seorang perempuan yang cantik jelita , penuh pesona ke positifannya. dengan raut wajah yang menggemaskan dan sangat menarik bermata bulat dengan kulit putih mulusnya, rambut panjang yang selalu dia biarkan tergerai menjadikan khas dirinya. dengan sejuta kelincahan dan keceriaannya menjadikan hari-hari bagi siapapun yang dekat dengannya menjadi semakin asyik dan bergairah ibarat pelangi yang memperindah alam ini.


sedangkan Romi berselisih umur dengan Dimas beberapa tahun namum mereka terlihat sedang bergairah-bergairahnya dalam dunia karir.


"Ayo kak....teman Rumi sudah berkumpul semua mereka sudah tidak sabar, kita tunggu apa lagi kita sudah menunggunya hampir satu jam lebih? (dengan wajah manyunnya menarik-narik tangan Dimas)". Rumi


"Tunggu 5 menit lagi kakak tidak enak dengan kak Sisi (raut memohon)". Dimas

__ADS_1


"Huffft baiklah....(terlihat kecewa) tapi ayo kita menunggunya didalam saja disini banyak nyamuk ( Rumi menggandeng tangan Dimas, baru saja Rumi ingin melangkahkan kakinya bersama Dimas)". Rumi


"Selamat malam". Sisi


Nampak Sisi menggandeng seorang laki-laki lain entah apa yang ada dibenaknya sampai berani-beraninya menggandeng seorang laki-laki dihadapan tunangannya sendiri (Dimas).


"Sisi...(suara Dimas tercekat)". Dimas


Begitupun dengan Rumi yang terkejut dengan kedatangannya.


"Malam...perkenalkan saya Dodi teman dekatnya Sisi (tersenyum ramah)". Dodi


Dengan tidak sabaran Dimas menyambar tangan Sisi yang menggandeng laki-laki yang bernama Dodi itu dan mengucapkan sekilas permisi kepada Rumi dan Dodi yang melongo... dan membawa tunangan nakalnya itu kedalam mobil dan perlahan mengemudikan mobilnya menjauh dari kediaman ibu Rosa.


Beberapa waktu berlalu.


"Apa yang kau lakukan Sisi , kenapa kau menggandeng laki-laki lain kerumahku apa kau sengaja ingin mempermalukan keluargaku? aku tidak apa-apa kalau kau inginkan yang lebih dariku tapi aku minta jangan hancurkan perasaan ibuku (dengan amarah yang tertahan)". Dimas


"Hiks....apa kau tidak pernah mengerti dengan keinginan dan perasaanku Dimas, sudah aku katakan jangan perlakukan adik angkatmu itu dengan cara yang berlebihan. aku cemburu...aku cemburu!!!". Sisi


"Huffft.... (Dimas memejamkan netranya ia sudah habis untuk meluluhkan hatinya namun tetap saja tidak ada penyelesaian) cukup jangan sangkut pautkan Rumi, dia tidak ada salah dalam hubungan kita. sekali lagi aku jelaskan biar kamu tau dan paham perasaanku yang sesungguhnya ,kau jelaskan apa ini? (Dimas menunjukkan beberapa foto Sisi bersama teman kencannya yang berbeda-beda) jelaskan apa maksudmu berselingkuh dibelakangku? (dengan tatapan elangnya)". Dimas


"A...aku...(bibirnya keluh ketahuan ternyata selama ini Dimas tidak sealim yang ia fikirkan ) kau dapat darimana foto-foto ini bisa sajakan ini foto orang lain dan ada orang yang benci kepadaku dan dia mengeditnya (pembelaan)". Sisi


"Hahaha...(tawa Dimas sinis) akulah sendiri yang mengambilnya secara langsung, aku curiga kau selalu melimpahkan kesalahan sekecil apapun kepada Rumi disitu aku menyimpulkan ada sesuatu yang tidak beres denganmu ". Dimas


"A..aku, maafkan aku Dimas. aku melakukan itu karena aku selalu cemburu dengan perlakuanmu kepada Rumi. aku mencari pelampiasan agar rasa kesalku sedikit hilang".sisi


"Belum saja jadi istriku kau sudah berani berselingkuh, apapun alasannya kau tidak boleh melakukan hal menjijikan itu paham. kalau kau tidak bisa menerima keadaan keluargaku seperti ini sebaiknya aku mundur, aku tidak mau kau merasa tertekan dan terberatkan oleh keadaan ini (menatap tajam kearah Sisi) ". Dimas


"Bukan begitu dar, aku mohon jangan tinggalkan aku". Sisi


"Huffft...aku terpaksa melakukan ini Sisi, maafkan aku kita sudahi saja hubungan ini ,aku ingin kita putus. aku tidak mau kau terus merasa terluka. aku tidak bisa mengabaikan adikku meski Rumi bukanlah adik kandungku aku menyayanginya lebih dari seorang adik angkat. carilah kebahagiaan dirimu yang sesungguhnya maaf aku tidak bisa menjadi seperti yang kau inginkan". Dimas


"Hiks...aku tidak mau...aku ingin kita melanjutkan hubungan ini (Sisi menangis histeris dan memeluk tubuh sikpack Dimas tanpa mau melepaskannya)". Sisi


Dimas hanya diam seribu bahasa ia juga merasa lelah dengan hubungan yang nampak semakin tidak sehat ini. ia membiarkan sisi menumpahkan segala kesedihannya ia (Sisi) menyesali perbuatannya.


setelah cukup Sisi menangis dan Dimas tetap pada pendiriannya Akhirnya Dimas mengantarkan sisi pulang kerumahnya.


Dilain sisi Rumi merayakan ulang tahunnya yang ke 18 tahun tanpa sosok Dimas kakak yang selalu ada dan menyayanginya.


"Semoga kak Dimas dan kak Sisi baik-baik saja dan bisa menyelesaikan masalahnya ...dalam gumamnya (ia sendiri tidak paham akan masalahnya ternyata terletak pada dirinya yang terlalu sempurna)". Rumi

__ADS_1


__ADS_2