
"Ar... biarkan aku masuk dulu Ar, dengarkan aku dulu dengarkan penjelasanku dulu, aku mohon". Nona
"penjelasan yang seperti apa lagi Nona? aku tidak butuh penjelasan apapun darimu, kita sudah berakhir Nona... berakhir". Ardi
Ardi maju berdiri diambang pintu menghalau Nona yang berusaha masuk kedalam rumah mereka yang dulu sempat ditinggali bersama, menjalin hubungan yang selalu terlihat tidak seimbang dan saling meneriaki satu sama lain.
ya rumah tangga yang beberapa bulan saja terjalin bagaikan daratan dineraka yang setiap harinya terdengar teriakkan, tangisan dan rasa kesakitan karena saling menyalahkan.
"aku mengakui semua kesalahanku...aku juga mengakui akan kebodohan dan keegoisanku selama ini Ar... tapi aku tidak mau Ar, aku tidak mau bila harus berpisah denganmu Ar, aku menginginkan kita bersama seperti dulu, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua Ar, aku mohon Maafkanlah aku ...(dengan tangisan rasa bersalahnya)". Nona
"sudah terlambat Nona, semuanya sudah terlambat... pergilah Nona jangan biarkan hati ini semakin membencimu... aku akan segera mengurus perceraian kita.
aku rasa inilah yang terbaik untuk kita berdua, aku lelah selalu memaksakan keadaan yang seharusnya tidak perlu aku paksa dan mulai dari sekarang dirimu bisa menjalani harimu tanpa kekakangan dari seseorang yang tidak bisa kau cintai sepertiku...aku sekarang benar-benar tersadar Nona dengan segala keterbatasanku yang tidak akan mungkin bisa melengakapi mu, kesempurnaan mu akan sia-sia bila tetap berdiri di sampingku... larilah Nona kejarlah impianmu yang sempat aku renggut... Maafkan aku , sungguh Maafkanlah atas segala kekuranganku dan tidak kemampuanku dan terima kasih kau sudah pernah menerimaku untuk bersanding denganmu... sekarang pergilah,aku mohon pergilah". Ardi
"kenapa tidak bisa diperbaiki Ar,? kenapa harus ada kata perpisahan?
apakah pernikahan harus diakhiri dengan sebuah perceraian? hiks....aku tidak mau Ar...(menggeleng) ...aku...aku.. hiks....(dalam benaknya ia terbayang masa apa saja yang ia sudah lalui disaat menjadi istri dari teman baiknya itu ya dirinya telah menyia-nyiakan segala bentuk kebaikkan Ardi bahkan dirinya tidak ayal selalu melakukan hal memalukan bahkan merugikan bagi dirinya dan pernikahannya ya mereka telah kehilangan calon buah hati mereka karena keegoisan dirinya yang tidak mementingkan kondisinya disaat kehamilan pertamanya hingga calon buah hati mereka berhenti untuk bertahan dan menyerah dalam kondisi terburuknya ,Nona menggeleng ya kini ia benar-benar merasakan sebuah penyesalan yang sebenarnya dirinya telat untuk menyadari bahwa Ardilah seseorang yang bisa menerima segala kekurangannya hingga sampai sekarang bukan hanya kelebihannya saja namun dengan tidak pekanya dirinya selalu mengartikan Ardi sebagai cikal bakal kesusahan akan hidup yang ia jalani dan sering mempermalukan Ardi dihadapan teman-temannya).
aku....(rasanya begitu sakit dan berat ia telah kalah dengan sang waktu yang berjalan ya dirinya tidak bisa mengulang untuk memperbaikinya lagi bersama seseorang yang benar tulus mencintainya , Nona menggeleng dan sedetik kemudian berbalik dan berlari terisak dikegelapan malam)". Nona
"Nona... (nadanya bergetar rasanya ia berat untuk melepaskan seseorang yang benar yang sudah ia cintai namun ia terasa semakin berat disaat orang yang ia cintai sama sekali tidak bisa mencintainya bahkan hidup dengannya hanya mampu menorehkan luka) hahhhhh....(berteriak mencoba melepas segala penat yang ada).". Ardi
Ardi melihat kepergian Nona dengan lelehan kristal beningnya dengan tatapan nanar dipelupuk netranya.
"andai aku tidak pernah membuka hatiku untukmu.
__ADS_1
andai aku tidak pernah ingin memilikimu.
mungkin saat ini akulah orang yang tengah menenangkan dirimu Nona!... membantin". Ardi
_skip_
🌾 Dikediaman Rama Wijaya 🌾
"sayang kenapa kau ada disini, Hem.....(tangan Rama merayap dan meraih pemilik tubuh seseorang perempuan dengan posisi yang membelakanginya yang telah berhasil menaklukkan hatinya)". Rama
"mas....(sedikit terkaget dengan sebuah tangan yang melingkar sempurna diperutnya, dan sedetik kemudian senyuman simpulnya terukir jelas dikedua sudut bibirnya dengan membalikkan tubuhnya hingga kini posisi diantara keduanya saling berhadapan, Rumi mengelus Pelan lengan kokoh itu seseorang dengan rupa yang membekaskan garis samar diwajahnya) mas... apakah kau sudah usai dengan tugasmu hingga kau memutuskan untuk menyusulku?". Rumi
"kau sangat pandai... cup...(mengecup sekilas pemilik bibir yang membuatnya sempat hidup dalam penyesalan, gila dan berantakan hingga memang sampai sekarangpun dirinya akan bertindak seperti itu *menggila* ,ya dirinya tidak mau lagi sampai kehilangan dan melepaskan seseorang yang benar sudah ada dalam hatinya itu)... apa yang tengah kau lamunkan hingga kedatangankupun kau tidak menyadarinya? (menatap sayang dalam rasa menerawang) " Rama
"apa ini ada hubungannya dengan gadis kecil yang kau temui di restoran...(tidak usah disebut) Hem,...(menyelidik dengan kewaspadaannya)?". Rama
ya selain mendapatkan laporan dari sang orang kepercayaan, Rumi juga menceritakan kejadian pada waktu dirinya berkenalan dengan Caca dan melihat sosok mungil yang mengingatkan dirinya akan seseorang, tapi sejauh ini Rumi tidak tau jelas dengan daya ingatnya.
dan alhasil dirinya tidaklah mendapatkan apa-apa dari pengelihatanya.
"Hem...itu benar mas, tapi anehnya aku tidak mengingat suatu hal kecil apapun (nampak berfikir), mas...apa aku sebelumnya pernah melihat mereka, ataupun mengenal mereka?". Rumi
"hihi...(tertawa kecil) sudahlah sayang jangan terlalu difikirkan... diluar sana memang ada begitu banyak orang dan pasti ada saja yang seakan pernah kita lihat, dan pernah kita kenal sebelumnya pada nyatanya mereka hanyalah orang yang baru kita lihat dan kenal bahkan mereka bukanlah siapa-siapa dihidup kita (memberikan pengertian)". Rama
"Hem.... mungkin kau benar mas...tapi anak kecil laki-lakinya itu rasanya benar pernah aku lihat ....dimana ya...(nampak berfikir keras hingga rasa pusing tiba-tiba menyerangnya) Uh....(memegangi pelipisnya)". Rumi
__ADS_1
"sudah aku bilang jangan memikirkan yang membuatmu sakit,...(Rama mengusap perhatian dan memijat pelan pelipis Rumi hingga tatapan Rumi ia arahkan seratusan persen untuk suami luar biasanya, suami yang selalu memberikan rasa nyaman dan rasa bahagia didalam hidupnya fikirnya apa yang ia perbuat dimasa lalu hingga mendapatkan laki-laki sesempurna Rama yang tanpa cela tidak sekalipun membuatnya sakit dan terluka nya semua keinginannya berusaha dan selalu Rama kabulkan hingga apapaun yang ia kata selalu ia dapatkan )". Rama
"mas.... hiks... maafkan aku mas". Rumi
"sttt....kenapa kau minta maaf padaku...hem... jangan menangis, apa kau merasakan semakin sakit disini? (nada kekhawatiran) biarkan aku memanggilkan dokter untuk memeriksamu... (dan beralih kepada kepala pelayan) panggilan dokter dikamarnya...". Rama
"baik, tuan...". kepala pelayan
"tidak mas,...(beralih kepada kepala pelayan) jangan , tidak usah...aku tidak memerlukan seorang dokter untuk mengobati sakit ku... (dan beralih kepada sang suami) aku hanya menginginkan suamiku ada di sampingku untuk adalah obat terbaik yang aku butuhkan (menatap penuh cinta) terima kasih mas... kau selama ini selalu memberikan perhatikan padaku dan calon anak kita...aku sungguh bahagia telah memilikimu mas...aku bahagia (Rumi mendekap pemilik tubuh yang begitu ia cintai)". Rumi
"tidak perlu berterima kasih kepadaku sayang, ini sudah menjadi kewajibanku untuk bisa selalu membahagiakanmu...aku bahagia bisa melakukannya untukmu (Rama membalas dekapan hangat milik istrinya itu dengan kelegaan dada)". Rama
"tuan , nyonya inikah akhir dari cinta diantara tuan dan nyonya , bisa hidup bersama dan berakhir bahagia!!!.
sebuah takdir yang mengharuskan meneguk pengorbanan dan goresan kesakitan terlebih dahulu.
tapi apakah masih ada hati-hati yang terluka diluar sana???...saya dengar nyonya sudah pernah menikahi laki-laki lain selain tuan dan tuan muda Aydan adalah anak yang dihasilkan dari pernikahan kedua nyonya dengan laki-laki itu!!!...lalu kemanakah laki-laki itu disaat tuan membawa nyonya kembali, apakah laki-laki itu telah merelakan nyonya untuk tuan besar Rama?
saya tidak menyangka akan dipertontonkan kisah cinta yang begitu rumit seperti ini... namun saya ikut mendoakan yang terbaik untuk hubungan nyonya dan tuan besar Rama....membantin". kepala pelayan
🍂 Aku tidak tau apa yang aku dapatkan disaat ingatanmu pulih kembali...
yang jelas aku tidak mau jikalau sampai kehilanganmu lagi sayang...
meskipun ingatanmu tidak bisa kembali itu lebih baik, aku harap akan tetap seperti ini, selamanya akan seperti ini karena menjalani hidup bersama denganmu inilah yang aku inginkan. 🍂
__ADS_1