Tangisan Suci

Tangisan Suci
musibah


__ADS_3

dorrrr.....dorrrrr... terdengar suara beberapa tembakkan dari arah luar disusul dengan teriakkan para anak buah dari bara dan Romi.


dan beberapa menit kemudian terdengar suara sebuah helikopter yang mengudara di Awang-awang di atas kapal pesiar yang Romi dan Ardi tumpangi.


"kalian semua serahkan barang bawaan kalian dan cepat menyingkirlah dari daerah kekuasaan ku." perompak


dan disusul suara tembakan yang membabi-buta.


belum sempat Romi dan bara mengamankan aset mereka.


diambang pintu terlihat seorang dengan wajah menyeramkan dan memiliki tato di sekujur tubuhnya menatap kepada para penghuni kapal dengan tatapan kelaparan nya.


dorrr.....dorrrr...... beberapa anak buah yang berada didalam bersama Romi saling adu tembak dengan anak buah perompak itu, serangan yang cepat dan membabi-buta akhirnya anak buah Romi dan bara kalah telak. barapun menjadi salah satu korban didalam tembakkan itu.


"Romi awas....dorrr.... brukkkkgh... (terdengar suara tembakkan dari tepat didepannya/Romi, Ardi menahan peluru dengan tubuhnya yang mengarah kepada di mana Romi berdiri)". Ardi


"Ardi...(kaget Romi)".Romi


"selamat kan di..rimu...(dengan memegang bekas tembakkan yang tepat didada dan mengeluarkan noda merah)". Ardi


"b...-sat , dorrrr....dorrr....(tatapan Romi tertuju kepada seseorang yang berada diambang pintu sana dengan raut sangarnya)".Romi


Romi membalas serangan dari perompak itu, sedangkan bara sudah tergeletak bersimbah darah disusul Ardi, ya karena mereka diserang tanpa persiapan.


terlihat anak buah dari bara dan Romi tergeletak tanpa nyawa. tinggal hanya Romi yang masih bisa bertahan menghembuskan nafas . ya karena sang ketua perompak dan para anak buahnya melesatkan pelurunya tanpa ampun dan mengambil semua aset yang dibawa mereka berupa dokumen penting dan barang bawaan dari bara dan Romi.


Romi yang sudah berada diambang jendela dengan beberapa peluru mengenai tubuhnya hanya memiliki satu jalan yaitu kabur. dan akhirnya Romi berhasil kabur dan menceburkan diri kelautan lepas.


untungnya ia sudah menggunakan peralatan canggihnya hingga dia bisa sedikit menjauh dari jangkauan para perompak itu.


nampak kapal pesiar yang mereka (para perompak) kuasai mereka meledakkannya hingga terjadi ledakan yang dahsyat dan tidak lama kemudian kapal itu nampak tenggelam bersama para awak yang sudah kehilangan nyawanya.


# flash back off #

__ADS_1


"hiks...(menangis histeris) tidak....itu tidak mungkin tuan. kak Ardi.....kak Ardi tidak Mungkin meninggalkan aku. kau...kau telah berbohong....". Rumi


"maafkan aku sayang, aku tidak bisa menolongnya...bahkan dia kehilangan nyawanya karena melindungi ku (berusaha meredamkan emosi yang Rumi tunjukkan)". Romi


"tidak....(Rumi menangis keras )". Rumi


"stttt....tenanglah sayang...(Romi kualahan untuk menenangkan tangisan pilu Rumi)". Romi


tangisan Rumi yang mengeleggar membuat para pengunjung yang mampir ketaman itu merasa terganggu ,hingga menimbulkan kecurigaan kepada petugas disana/di taman itu. dan nampak salah satu petugas menghampiri mobil yang terparkir itu dengan mode waspada.


tok..tok.. tok... suara kaca mobil diketuk dari arah luar....


Romi membuka kaca mobilnya.


"kenapa kau mengganggu kami??? (dengan tatapan marahnya, ya mencoba menenangkan Rumi membuat dirinya merasa buntu karena tidak juga berhasil meredakan tangisan sang pujaan hati)". Romi


"hah...maafkan saya tuan muda Romi (petugas itu nampak canggung dan malu sendiri)". petugas


akhirnya mereka turun ke salah satu lokasi dari taman itu.


"huffft...apakah sudah..? ". Romi


Romi melihat Rumi mengusap air mata terakhirnya, ia setia mendengarkan suara tangisan dari sang kekasih nya hingga berjam-jam lamanya.


berbagai cara sudah ia lakukan,namun hasilnya nihil dan kini Rumi nampak menghentikan tangisannya Romi menghembuskan nafas lega Nya.


"kau jahat mas...aku cabut lagi kata-kata ku, aku tidak mau menikah denganmu....(Rumi bangkit dari duduknya)". Rumi


"hei... kenapa bisa kau bilang seperti itu, itu tidak boleh terjadi? (Romi sangat kaget akan penuturan Rumi ia juga ikut bangkit)". Romi


"aku membencimu mas... gara-gara kau kak Ardi telah tiada, Rumi tidak bisa menerima nya...Rumi tidak bisa ...". Rumi


Rumi berlari dengan sangat cepat melewati indahnya sebuah taman yang bunga-bunganya saling bermekaran namun tidak seperti perasaan nya saat ini ,ia marah dan kecewa kepada calon suami yang ia sangat idam-idamkan itu.

__ADS_1


"Rumi ..tunggu..."Romi


Romi mengejar pujaan hatinya dengan terburu-buru dan tidak memperhatikan keadaan sekitar, dan pada akhirnya ia menabrak seseorang wanita bertubuh **** dengan setelan mininya itu terlihat sangat menggoda.


"maafkan saya tuan...(seseorang wanita dengan setelan mininya berpura-pura malu dan merasa bersalahnya)". perempuan ****


"s...-al, (netra Romi melirik kesamping di hadapannya ada seseorang wanita bertubuh bak model dan netranya menelusuri sekujur tubuh wanita yang nampak menundukkan pandangannya)". Romi


bukannya Romi marah ,Romi malah menyerahkan kartu namanya karena ia tau jiwa laki-lakinya yang sedang kalut itu butuh pelampiasan guna merilekskan fikirannya.


dulu sebelum mengenal Rumi ,Romi sering melakukannya dengan wanita-wanita pilihan. dan setelah ia mengenal dara (seseorang yang spesial bagi Rama), ia hanya menginginkannya dan setelah rasa puas menghinggap ia menyisihkanya hingga 8 tahun rasa itu tidak muncul lagi, ia menjadi malas dengan wanita-wanita baginya wanita itu adalah satu makhluk yang sangat gampang didapatkan.


yang bernama wanita semuanya sama hanya menginginkan harta dan uang.


dan setelah netranya melihat Rumi rasa gairah itu bangkit lagi, namun bukannya gairah saja kini rasa sayang dan kasih muncul dihatinya. namun ia adalah seorang Cassanova walau sudah terbilang mantan seorang cassanova, kadang kala jiwa kelamnya masih hinggap di tubuhnya.


disudut sana ada seseorang misterius dengan wajah bertopeng nya , seseorang itu tersenyum sinis menyaksikan perdebatan diantara kekasih yang berbeda kasta itu. dan sejurus kemudian seseorang bertopeng itu menangkap kejadian yang sangat memuakkan, seseorang bertopeng itu menatap sinis kepada dua orang yang saling menatap penuh gairah itu.


"aku akan merebutnya darimu (Rumi), seperti kau merebutnya dariku (dara)".Rama


*di kediaman ibu Rosa*


"hiks.....(Rumi menangis sambil berlari kedalam kamarnya tanpa memberi salam dan masuk mengunci pintu kamarnya dari dalam)". Rumi


Dimas yang sudah pulang dari kegiatan mengajarnya dan sedang duduk santai diruang tamu dibuat bingung melihat tingkah aneh dari Rumi.


selepas kepergiaan sebuah taxi yang terparkir didepan rumahnya , kini netra ibu Rosa yang baru saja pulang menginjakkan kakinya dengan menggunakan jasa ojek melihat sebuah mobil mewah yang pernah ibu Rosa lihat beberapa bulan lalu.


ya mobil mewah itu milik seseorang yang berkuasa dikotanya.


nampak seseorang dengan postur idealnya dengan wajah rupawanya keluar dari mobilnya dan berlari kearah rumah ibu Rosa.


"Rumi... keluarlah, maafkan aku. ayo kita bicarakan ini dengan baik-baik". Romi

__ADS_1


muncullah Dimas dari dalam rumah dan nampak berbincang sedikit dan mempersilahkan tuan Romi masuk.


"nak ada apa ini...(nampak ibu Rosa sudah berada di ambang pintu dengan tatapan khawatir nya)".ibu Rosa


__ADS_2