Tangisan Suci

Tangisan Suci
itu memang dirinya 4


__ADS_3

buakkkkghhhh... buggghk....suara sebuah tinjuan dan pukulan yang mendarat di beberapa tubuh hingga terlihat beberapa orang sudah terkapar jatuh dipanasnya aspal.


"mas awas....(Rumi berteriak disaat netranya melihat salah satu lawan membawa sebuah balok dan mengarahkan balok tersebut kearah satria, sedangkan Caca tidak ikut dalam pencarian Raka, ia tetap tinggal dirumah bersama perawatnya)". Rumi


"hiappppp.... (Satria menangkis balok itu dengan kakinya dan menendang balok itu bersama jatuhnya lawan yang membawa balok tersebut,ya karena satria disini memang jago silat ya)". Satria


para orang suruhan kabur membawa kekalahannya.


"mas....(Rumi menghampiri satria turun dari mobilnya disaat ia memastikan keadaan cukup aman ya karena satria menyuruh menunggunya didalam mobil ketika mobil yang mereka tumpangi tengah ada yang mencegat mereka.)mas.. mas kamu terluka mas, (nampak sangat jelas kekhawatiran dari Rumi , Rumi menangkap wajah kekasihnya itu dan mencoba memeriksa beberapa luka yang mendarat diwajah yang selalu menampilkan senyumannya itu)". Rumi


"tidak apa-apa ini hanya luka kecil, (nampak Satria meringis menahan perih luka diwajahnya, dan menangkap tangan Rumi) aku lebih khawatir dengan Raka, jangan-jangan penjahat tadi ada hubungannya dengan hilangnya Raka, apa kita tidak sebaiknya menghubungi pihak yang berwajib?". Satria


"Raka baru beberapa jam hilang mas, mana mungkin pihak yang berwajib akan memprosesnya, sebaiknya aku hubungi kak Ardi saja....(baru Rumi akan meraih Sling bag nya ,namun selluler nya sudah berbunyi terlebih dahulu)". Rumi


"Raka? bukannya Raka memiliki nomer ini hanya di laptop memilikinya?..membatin". Rumi


"sayang...itu panggilan telepon dari siapa? kenapa kau tidak mengangkatnya? (Satria terlihat penasaran)". Satria


" panggilan dari Raka mas (dengan perasaan campur aduk Rumi mulai mengangkat panggilan itu)...". Rumi


_skip_


🌾 Di kediaman Arumi Fitrian 🌾


nampak dua pasangan berbeda usia tengah bercengkerama diteras rumah yang nampak sederhana namun terkesan bersih dan indah. ya Meraka adalah Romi Wijaya dan Raka Wijaya.


grebbb.....suara pintu mobil yang baru ditutup dengan sedikit terburu-buru.


Rumi baru saja turun dari mobil yang ditumpanginya, dan Satria menyusul dibelakangnya. ya Rumi nebeng mobil milik Satria , ketika satria memberitahukan kejadian janggal seperti yang ditangkap dari kamera pengawas yang terpasang dirumahnya. bahwa Raka menaiki sebuah mobil pribadi berwarna hitam tanpa ada pemaksaan dan Raka terlihat kenal dengan sang sopirnya. si sopir menggunakan baju santainya dengan sebuah kaca mata hitam yang melakat pada mata dengan tatapan khas mendominasinya.


" kau....(Rumi terkejut tangannya membekap mulutnya, disaat netranya benar-benar melihat sendiri penampakan dari Romi wijaya hingga langkah nya mundur dan punggungnya menabrak dada bidang milik Satria)". Rumi


"apa kau baik-baik saja (satria menangkap kedua pundak Rumi), siapa laki-laki yang bersama Raka apa kau mengenalnya...tunggu...(nampak Satria memikirkan sesuatu dengan mencari suatu jawaban)". Satria


"dia Romi Wijaya mantan saudara iparku...". Rumi


deggggg....itulah jawabannya.


"mantan saudara ipar? pantas saja wajahnya begitu mirip dengan Raka...apa mantan suaminya berwajah yang sama dengan laki-laki itu, mereka (Raka dan Romi terlihat sangat mirip)... membatin". Satria


"mom....maafkan Raka, Raka tidak meminta izin kepada mommy...Daddy Romi tadi menjemput Raka dan Raka meminta Daddy untuk menemani Raka mampir di taman bermain (ada binar yang tersembunyi didalam rasa menyesalnya)". Raka


Raka berjalan dengan menggandeng tangan Romi menghampiri Rumi bersama satria yang sejak tadi berdiri kaku.

__ADS_1


"Raka masuk (dengan tatapan yang tidak bisa diartikan)". Rumi


"tapi kenapa mom, Raka masih ingin bersama Daddy!!!". Raka


"mommy bilang masuk, jadi Raka harus masuk (masih mode yang sama)". Rumi


"tidak mau, Raka mau sama Daddy titik. (dengan nada sok dewasa)". Raka


"jagoan Daddy, turuti apa kata mommy yah...Raka tidak boleh melawan kepada mommy...Daddy janji Daddy akan sering-sering main bersama Raka (dengan pengertian)". Romi


"baiklah, tapi Daddy janji yah akan sering-sering menemani Raka pergi main lagi..ingat janji tidak boleh diingkari (nampak Raka mengulurkan tangannya kepada Romi)janji....". Raka


"Daddy janji...(Romi memberikan keyakinan dalam senyumannya Dengan menautkan jemarinya dengan jemari milik Raka)".Romi


Rumi dan Satria hanya diam menyaksikan interaksi diantara Romi dan Raka, dan alangkah Rumi bingung dan tindakkan apa supaya Raka anaknya bisa mau mengerti bahwa keluarga Wijaya adalah pembawa luka dihati mommynya terutama untuk Rama Wijaya.


akhirnya Raka menurut untuk masuk.dan kini hanya ada 3 sosok manusia dengan perasaan yang berbeda-beda.


"plakkk.....(satu tamparan berlabuh dipipi mulus milik Romi, emosi dari pihak Rumi sedikit terlampiaskan sudah, rasa khawatir,kecewa,dan kaget,dan sedihnya berkumpul menjadi satu) apa yang kau lakukan kepada anakku? dengarkan aku baik-baik *jangan pernah lagi muncul di kehidupan aku dan anakku lagi* (dengan ketegasan yang hakiki)!!!". Rumi


"Hem....(Romi memegang bekas belaian kasar dipipinya), biarkan aku menjadi pengganti saudara kembarku (to the points), jikalau Rama hanya memberimu luka maka aku akan memberikanmu kebahagiaan yang sesungguhnya....". Romi


sedangkan Satria belum bisa menguasai keadaan ia hanya diam dan menyimak.


"buang semua niatanmu mas, aku sudah menghapus tentang masa laluku (dengan intonasi yang sedikit melemah) pergilah....dengarkan sekali lagi *jangan pernah lagi muncul di kehidupan aku dan anakku lagi.* kau dan Rama sama saja, Kalian hanyalah pemberi luka...(Rumi beralih kepada Satria yang sejak tadi hanya diam dibelakangnya) ayo mas...(Rumi menggandeng tangan satria untuk ikut bersamanya kearah dimana rumahnya berada sedangkan Romi ditinggal pergi dengan begitu saja, Romi tidak terima dengan semua perlakuan itu dan menarik pundak Satria yang menurut dengan Rumi)". Rumi


hal itu membuat Rumi dan Satria terhenti akan langkah mereka dan menengok kearah Romi.


"istri, bukanya dia adalah seorang janda? hem....(nampak Satria menampilkan senyumannya) santai brother, tidak perlu emosi... perkenalkan aku Satria, kekasih Arumi (dengan nada seramah mungkin)". Satria


"b..-bah, masa bodoh dengan kau...bugggggs....(tinjuan Romi berhasil ditangkis oleh Satria dengan cepat) a..apa ....(Romi terkaget) buggghk.....ahhhh...ke..-rat (Romi terhuyung kebelakang karena serangan balik dari Satria)". Romi


"aku tidak tau dengan masa lalu diantara kau,saudara kembarmu bersama Rumi. tapi sekarang Rumi adalah kekasihku aku tidak mau lagi melihat kekasihku resah karena gangguan yang kau berikan dan dewasalah jangan menggunakan anak kecil sebagai alatmu. kau tau dia ibu kandungnya, dia setengah mati mencari Raka disaat kau membawanya. kau membuat dia menangis dan mulai dari sekarang tidak aku biarkan hal itu terjadi lagi. enyahlah (dengan tatapan yang menyala pula ini pertama kalinya Rumi melihat satria segagah dan sekeren ini pembelanya, melindunginya, biasanya Satria Dimata Rumi adalah sosok laki-laki yang hangat dan ramah seperti kakak Dimasnya ya bisa dibilang satria dan Dimas sosok yang mempunyai karakter yang hampir sama)". Satria


"kekasih....apa tidak salah (Romi terkekeh dengan ucapannya sendiri) jangan bermimpi langkahi dulu mayatku (Romi mengajak satria ketempat yang lebih lapang ia bermaksud mengadu kehebatan gulatnya, Romi saat ini tengah kalap mendengar akan semua penuturan lawannya)". Romi


"maaf aku tidak bisa ini tempat umum..dan ini juga wilayah perumahan bukan tempat untuk melakukan hal demikian. kalau kau ingin mengadu kekuatan lusa kita lakukan di (tidak usah disebut ya,... khusus tempat mengadu kekuatan) bagaimana...". Satria


"Hem....(nampak Romi berfikir dengan sisa kesadaran jiwanya) hah.... omong kosong...(Romi akan menyerang)". Romi


"mas...cukup,...aku akan berteriak supaya warga keluar rumah dan menghakimi mu karena sudah membawa Raka tanpa izin dariku ( dengan tatapan sungguh-sungguh) pergilah dan jangan pernah mengaku-ngaku menjadi suamiku lagi". Rumi


hufffft nampak Romi membuang nafas kasarnya.

__ADS_1


"baiklah aku akan pergi....kita belum selesai (Romi menatap tajam kearah Satria)". Romi


Romi pergi membawa rasa terhina dan bara apinya.


jam didinding menunjuk pukul 8 malam .


terlihat Rumi sedang berjalan pelan dengan cara berjalan bolak-balik dengan auro mengintrogasi dan tatapan menyelidiknya. Rumi berjalan seperti itu dihadapan seorang anak kecil berwajah tampan yang mewakili khas keluarga Wijaya.


"katakan Raka kenapa kau bisa melakukan hal membahayakan ini? (dengan tatapan kecewa dan kesalnya)". Rumi


"ma...maf mom, Raka hanya tidak Mau mommy bersama dengan bapak dosen satira , Raka maunya mommy kembali bersama Daddy Romi...(dengan tatapan ingin dimengerti)". Raka


# Flash back #


jam didinding menunjukkan pukul 9 malam .terlihat seorang anak dan ibu duduk saling berhadapan. sepertinya Mereka akan membicarakan sesuatu hal yang penting. mereka saling menatap dengan pandangan seriusnya.


"Raka sayang....(Rumi meraih kedua tangan Raka dan mengelusnya pelan) mommy dan bapak dosen satria memang tengah menjalani sebuah hubungan, kami adalah sepasang kekasih (berpacaran) , kami saling mengerti dan mommy merasa nyaman ketika bersamanya. sayang apa Raka tidak menginginkan mempunyai Daddy sambung untuk Raka?". Raka


Raka diam jemarinya terasa sedikit basah karena berkeringat, dan melepaskan dari pautannya dengan tangan sang mommy.


"tidak mom, Daddy Raka hanya Daddy yang jauh disana (dengan nada dan tatapan yang kokoh)". Raka


"Daddy yang juah disana? ,maksud Raka siapa? (ya setau Rumi dirinya tidak sekalipun menceritakan tentang siapa-siapa apalagi Daddy kandung Raka yang sebenarnya)". Rumi


"Daddy Romi....Daddy Romilah Daddy kandung Raka. Daddy Dimas dan Daddy Ardi pernah membicarakan tentang Daddy lain yang jauh disana dan memang itu benar mom. ternyata selama ini mom..telah menyembunyikan Raka dari Daddy kandung raka. dan beberapa hari ini Raka menemukan Daddy kandung Raka Daddy Romi....jadi mom tidak boleh bersama siapapun terkecuali bersama Daddy Romi (dengan tatapan dan nada tegasnya)". Raka


"tidak Raka ,kamu salah sayang om Romi itu bukanlah Daddy kandungmu". Rumi


"apa mom tidak bisa melihat kemiripan diantara Raka dan Daddy Romi?bukti apa yang mommy akan berikan kepada Raka supaya Raka percaya kalau Daddy Romi bukanlah Daddy kandung Raka? (Raka memperhatikan isi laptop yang baru beberapa hari momnya berikan sebagai hadiah ulang tahun nya yang ke 7 tahun, disana (didalam layar) terlihat gambar kebersamaan Rumi dan Romi yang sempat beberapa tahun silam menjadi Sepasang kekasih)". Raka


Rumi diam dan nampak memikirkan sesuatu.


"Wijaya licik kau menggunakan gambar ini untuk mencuci otak anakku...(ya ungkapan itu teruntuk Romi Wijaya) em.... bagaimana ini aku tidak memiliki bukti apapun tentang kebersamaanku bersama dengan mas Rama, semua kenangan sudah aku tinggal dirumah deggg.... (lagi-lagi perasaan sakit dan perih yang ada di saat ia mengingat masa lalu) ya aku meninggalkan semuanya disana (dirumah dulu yang sempat ia dan Rama tinggali)....membatin ,". Rumi


"mom kenapa diam...Raka ingin buktinya". Raka


"Raka sayang , (nampak mom Rumi memejamkan netranya padahal ia tidak bermimpi atau berniat untuk mengungkap semuanya yang telah berlalu masa yang pahit ia lalui dulu, baginya mengingat masa yang silam akan membuka luka yang lama, luka yang sudah terkubur kini dapat ia rasakan kembali) Daddy kandungmu sebenarnya bernama Rama Wijaya ia kembaran dari Romi Wijaya, Daddy kandungmu memiliki riwayat pengobatan pada wajahnya dan melakukan sebuah operasi hingga wajahnya berubah hampir 50% dari wajah sebelumnya. mommy dan Daddy Rama sudah berpisah semenjak kau berumur 2 tahun. mom dan Daddy sudah tidak bisa bersama lagi. sayang....(Rumi duduk disebelah anaknya duduk dan mensejajarkan pandanganya) maafkan mommy, mommy tidak bisa bersama lagi dengan Daddy Rama)". Romi


"mommy bohong, mommy mengarang ceritakan supaya mommy bisa bersama dengan dosen Satria dan meninggalkan Daddy Romi lagi (dengan nada galak namun melemah)". Raka


"Daddy Romi, dia bukan daddymu Raka, dia adalah orang jahat yang tidak perlu kau kenal...dia telah membohongimu.... (menatap penuh)". Rumi


ya diumur Raka yang baru akan genap 7 tahun, adalah umur yang masih sangat dini untuk mengerti arti sebuah perpisahan apalagi teruntuk kedua orang tuanya.ia masih sangat butuh kasih sayang kedua orang tua yang lengkap.

__ADS_1


# Flash back off #


"nak , hufft....(Rumi membuang nafas beratnya.) suatu saat nanti kau akan mengerti sayang tentang sebuah perasaan yang tidak dapat dipaksakan...ini memang terlalu awal bagimu untuk mengetahui hal yang sebenarnya. (nampak Rumi memejamkan netranya sejenak) tidurlah , malam sudah semakin larut. mommy akan mengambil cuti untuk membuktikan padamu bahwa Romi Wijaya bukanlah daddymu (dengan tatapan yang meyakinkan)". Rumi


__ADS_2