
Hari demi hari berlalu, kisah yang tercipta mulai menunjukkan nuansa yang sama namun terasa berbeda.
yang dekat terlihat menjauh dan yang terlihat jauh semakin menjauh.
perasaan yang sepertinya sama namun susah untuk diterka, dan pikiran dibenakpun serasa tiada menemukan jawabnya.
🌾 Di sebuah restoran 🌾
"ca, tunggu kenapa kau pergi kita belum selesai dengan acara makanannya...!". Adam
nampak Adam berteriak memanggil gadis kecil yang kini berusia sekitar 8 tahun namun Adam hanya diam ditempat.
"Caca sudah kenyang om, Caca akan pulang naik taxi (tanpa menoleh namun berhenti dalam langkanya)". Caca
ya Caca yang sudah lama tidak bertemu dengan Adam dengan adanya sebuah kesempatan mengajak Adam dengan beralasan bibi gladisnya akan pulang telat dan Daddy satrianya masih sibuk di sekolah jadi dirinya bagaikan anak yang terlantar dalam kondisi perut kosong.
dan akhirnya Adam meluangkan waktu untuk Caca mengajaknya makan siang disebuah restoran. dan itu membuat Caca begitu bahagia, namun kebahagiaan itu sirna saat seseorang menghampiri kedua-nya. alangkah kakunya disaat seseorang gadis muda menghampiri keduanya ya gadis itu adalah Jasmin gadis yang terlihat dekat dan akrab dengan sosok Adam.
dan akhirnya mereka makan semeja bertiga dan yang membuat Caca semakin kaku disaat salah satu pengunjung mengatakan Kepada ketiganya adalah sebuah kelurga kecil yang sangat harmonis.
maksud harmonis disini Caca adalah sebagai anaknya sedangkan Adam dan Jasmin sebagai orang tuanya.
itu sangat-sangat membuat Caca kebakaran jenggot.
🌷 Sekarang Adam boleh memandang Caca sebagai makhluk kecil ya, tapi lihat saja beberapa tahun kedepan apakah Adam akan bisa mengatakan hal yang sama....??? 🌷
"huffftt...kita pulang sama-sama (dan beralih kepada Jasmin) ikutlah pulang bersama kita...(ajakan Adam kepada gadis muda yang semakin dekat terdengar oleh pendengaran Caca yang membuat gadis kecil itu mengepalkan tangannya)". Adam
"kau mau pulangkan, ayo sekarang kita pulang ca, aku tidak mungkin membiarkan mu pulang sendirian (Adam menyusul dibarengi Jasmin)". Adam
gerakkan keduanya yang serasi dan saling mengimbangi tertangkap netra Caca hal itu semakin membuat hati kecilnya memberontak. entah apakah gadis kecil sepertinya pantas untuk kata cemburu, namun itulah yang sekarang ia rasa.
"ca, kau juga ada disini?". Rangga
dengan senyum ramahnya kepada ketiganya.
"kak Rangga, kebetulan sekali ada kak Rangga, emm....kak Rangga sedang apa disini apa kak Rangga juga makan disini?". Caca
dengan raut dibuat sesenang mungkin dan nadanya terdengar begitu manis dan antusias.
__ADS_1
"hihi...(menampilkan gigi rapih nan putihnya) tidak ca, aku tadi habis mengantar paket bos ku (sesekali menoleh kearah Adam dan Jasmin)".Rangga
ya semenjak kejadian itu Caca dan Rangga saling kenal dan akrab, itu semua karena niatan Rangga dan keluarganya yang ingin menjadikan keluarga Satria sebagai saudaranya/ keluarganya.
"mungkin karena sebuah paket kita bertemu kak, atau mungkin karena kita selalu dipertemukan dalam kekeadaan apapun itu karena kita berjodoh kak (menatap Rangga dengan manisnya)". Caca
lagi-lagi Rangga dibuat tertawa renyah.
"kau ini sungguh gadis yang manis, jikapun kita berjodoh kak Rangga tidak akan menolaknya ca,..(dengan mengacak poni tebal milik Caca)". Rangga
"Rangga kita pulang sekarang, ayo ca (dengan tiba-tiba Adam berhenti disamping Caca dan meliriknya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan)". Adam
"tidak om Adam Caca pulang bareng kak Rangga saja ia kan kak? (dengan menggandeng lengan Rangga tanpa rasa canggung)". Caca
"dengan senang hati gadis manis, kebetulan kak Rangga juga ada titipan dari ayah untuk daddy Satria, kita pulang bareng ok ( sambil beradu tos).
tuan Adam, Jasmin kita duluan (berpamitan sopan dan ramahnya)". Rangga
setelah kepergian Rangga dan Caca.
"tuan,...". Jasmin
"sebenarnya tuan Adam ada hubungan dengan gadis kecil itu, kenapa aku merasa tuan Adam cemburu melihat Caca pergi bersama Rangga... membatin". Jasmin
_skip_
"Nona aku mohon tunggu (Ardi menutup kembali pintu mobil yang Nona buka itu)". Ardi
"aku mohon padamu Ar, berhentilah mengikutiku...apa kau tidak ada pekerjaan lain selain membuntutiku?". Nona
"aku butuh waktu, aku ingin bicara empat mata dengan mu Nona!".Nona
"tentang apa lagi Ar, semua sudah jelas aku melakukannnya pada sore itu semata aku hanya ingin melepaskan bebanku. dan bukannya kau sudah tau denganku Ar, aku akan tetap menunggu mas Satria untuk menerimaku kembali (menatap tepat kearah mata Ardi)".Nona
"menikahlah denganku Nona (Ardi menangkap salah satu tangan Nona dengan rasa tanggung jawabnya)". Ardi
"maaf aku tidak bisa Ar, hubungan diantara kita hanya sebatas teman tidak bisa lebih". Nona
_skip_
__ADS_1
Ardi mematung melihat kepergian Nona meluncur dengan kecepatan tinggi menggunakannya mobil pribadinya.
"haha.... Ardi , kau memang lebih pantas dijadikan sebatas teman (ia tertawa lucu tertawa untuk dirinya sendiri)". Ardi
🌾 Di sebuah universitas 🌾
"Satria, kenapa kau tidak memakan makananmu, apa yang tengah kau fikirkan?". Dimas
"aku mengkhawatirkan Caca kak,...(tatapan menerawangnya)". Satria
ya Satria yang sudah kembali pada ingatannya kini memutuskan untuk menyalurkan bakatnya pada dunia pendidikan lagi, selain profesi yang ia minati selain itu juga dengan menyibukkan diri ia berharap bisa melupakan Rumi yang belum ia ceraikan meskipun pernikahnya hanya secara siri namun ingatan yang kembali juga membawa cintanya untuk kembali ,itu sangat sulit dan sangat menyakitkan.
# flash back #
"hiks....jahat...(dengan memukul-mukul dua boneka pemberian dari Adam dengan ukuran kecil dan ukuran besarnya)". Caca
"ca kau belum tidur...(Satria yang diam-diam masuk ke kamar Caca untuk memastikan Caca tertidur dengan lelap mendapati pemandangan yang sangat ganjal ia melihat anaknya sedang berbicara dengan sebuah boneka, ya boneka itu ia masih ingat , boneka itu adalah pemberian dari om Adam manis dan tampannya)". Satria
"Daddy, ih .. kenapa Daddy tidak bilang-bilang kekamar Caca...". Caca
dengan wajah ditekuk.
"kau kenapa sayang, kenapa kau bicara dengan boneka mu? dan siapa yang Caca maksud jahat? ". Satria
dengan tatapan mencari jawaban.
"Caca kecewa saja dengan om Adam...om Adam sudah tidak sayang Caca lagi...(Caca manyun)". Caca
deggggg.....
"apakah hubungan Caca dan Adam sedekat itu?... membatin". Satria
# Flash back off #
"apa Caca menganggumi Adam?, itu adalah hal yang wajar dosen Satria dan bukannya Adam dan Caca sama-sama manis (Dimas terkekeh dengan ucapannya sendiri)". Dimas
"kau , dasar sangat usil.
Hem....dan bagaimana denganmu kakak tampan, apa kau juga tengah mengagumiku sosok gadis /perempuan?". Satria
__ADS_1
ya semenjak Satria hilang ingatan dirinya menjadi akrab dan dekat dengan Dimas, dan Sampai ingatnya pulih kembali Dimas dan Satria semakin akrab ,keakraban keduanya terlihat seperti sepasang kakak beradik sesungguhnya.