Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ambil kendali 1


__ADS_3

"brukkkkgh...ahhh, (nampak seseorang terjatuh dengan kekalahannya)...Kep..-rat , Exel apa yang kau lakukan? (seseorang itu menatap sengit kearah dimana Exel tengah berada hanya menatapnya)". Rama


"maafkan saya tuan Rama, ini diluar kesepakatan kita. dan yang perlu tuan Rama ingat kita sudah usai dengan apapun perkara diantara kita". Exel


nampak Exel berjalan dan masuk kedalam mobil pribadinya dan beberapa saat kendaraan yang ditumpanginya meninggalkan area itu.


"kesepakatan... bergumam". Ardi


Ardi hanya berdiam diri menyaksikan Exel pergi tanpa mau berkomentar.


"Hem, tuan apa kau sudah mengakui kekalahanmu? kau sungguh tidak dapat dipercaya tuan, bukanya dulu kau pernah berjanji kepadaku tidak akan memaksanya *rumi* setelah kau bisa mengungkapkan rasa bersalahmu! sudah bagus aku memberikanmu ruang untuk bertemu dengannya dan apa yang kini kau lakukan tuan bukannya kau bertaubat malah kini kau lebih memberikannya luka. kenapa kau terlihat selalu memaksa hahhhh.... (Satria dengan pandangan geram dan menilainya)". Satria


"hahaha...bodoh, kau fikir aku akan melepaskan Rumi dengan begitu saja...kau tau dia adalah tulang rusukku, dia adalah milikku dan akan seterusnya seperti itu. jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah rela dia menjadi milik siapapun Selain diriku ....(dengan susah payah Rama berdiri menatap penuh bara api kepada sosok laki-laki jago silat itu)". Rama


ya pesta pernikahan Alan berjalan dengan lancar tanpa kendala dan kerusuhan berarti apapun.


dengan keadaan yang memungkinkan akan terjadinya perang, Satria menantang Rama yang sudah mulai menunjukkan tingkah tidak bersahabatnya hingga Satria mengajak Rama kedalam sebuah ring pertempuran. ya Satria dan Rama mengadu kekuatan bertarungnya tanpa sebuah senjata melainkan dengan tangan kosong mereka mengadu kekuatan ditempat yang sudah ditentukan.


Exel, satria ,Ardi dan Rama pergi ke tempat dimana adu kekuatan itu berlangsung. sedangkan Rumi dan Dimas nampak menunggu kedatangan dari Adam yang membawa Raka dan Caca kecil yang sempat menjauh dari tempat tersebut .para tamu kembali menikmati acara resepsi itu dengan jamuan dan acara yang cukup membuat antusias dan menghilangkan keterkejutan dengan apa yang mereka sempat saksikan tadi.


rumi menunggu anak tersayangnya yang pergi bersama dengan Adam dengan cukup tenang, meskipun jauh didalam hatinya penuh risau dan tanda tanya. namun Rumi masih bersyukur Rama masih bisa dikendalikan.


# flash back #


"Rumi, aku ingin kita berbicara empat mata (Rama berhasil menangkap pergelangan tangan milik Rumi dan itu membuat Rumi kembali dengan ketakutannya)". Rama


"lepaskan tangannya tuan , (Satria menyekal tangan milik Rama yang memegang erat pergelangan tangan milik Rumi hingga terjadi saling tarik dan itu membuat Rumi merasa sedikit sakit di pergelangan tangannya)". Satria


"aw....(Rumi nampak meringis)". Rumi


"jangan ikut campur dosen Satria aku hanya ingin menyelesaikan masalah diantara kita...(tatapan tegasnya dengan menampik kasar tangan milik Satria)". Rama


"ini menjadi urusanku tuan, kau sudah membuat rumiku kesakitan (Satria mencengkram kerah kemeja yang Rama kenakan)". Satria


"berani sekali kau, apa kau akan menantangku? (Rama melepaskan pegangan ditangan milik Rumi dan kini ia ikut mencengkram kerah kemeja yang Satria kenakan)". Rama

__ADS_1


sementara Alan dan para tamu undangan yang menyaksikannya aura liar dari keduanya hanya bisa menelan salavinanya dengan susah payah.


# Flash back off #


"tidak tau malu... masih pantaskah kau bilang seperti itu... bukkkkkgh... bukkkkkgh....(Satria sangatlah geram hingga menuntaskan misi untuk memberi peringatan keras kepada sang rival yang selalu membuat kekasih hatinya hidup dalam ketakutan dan rasa tidak nyaman)". Satria


Rama jatuh terkapar ditengah-tengh lapangan dengan kekalahan yang membuat ia menutupkan netranya.


"ayo kak, kita Pulang...(Satria sangat puas emosi yang selalu ia pendam kepada Rama membuat seketika emosi ia memuncak dengan ke kalapannya ini pertama kalinya ia mengajar lawan sampai pingsan)". Satria


"Hem... Satria aku sangat menyesal menyuruhmu untuk membawa Rama dan melakukan sebuah kesepakatan . aku sangat merasa bersalah kepada Rumi...(nampak ardi memejamkan netranya sejenak) kenapa semuanya jadi rumit seperti ini...". Ardi


"ini bukanlah salahmu kak, kita dihadapkan dengan dua orang yang sama-sama berbahaya dan tidak tau aturan hidup...". Satria


"apakah kita harus menyembunyikan Rumi dan Raka lagi, (Ardi menatap sekilas kepada Rama yang memejamkan matanya) aku takut Rama tidak menerima akan kekalahannya dan akan berbuat yang lebih dan nekad....". Ardi


"entahlah, aku sangat kasihan dengan kebebasan Rumi dan Raka yang terenggut Secara terus menerus ini. mungkin sebaiknya kita bicarakan ini dengan Rumi... dan oh ia kak, bukanya tuan Exel telah berpihak kepadamu tapi kenapa kini ia terlihat sebaliknya? (dengan tatapan mencari jawaban)". Satria


"Hem...ayo sebaiknya kita segera kembali, kau temuilah Rumi. aku akan membicarakan hal ini dengan Exel, aku hanya ingin memastikan kesepakatan apa yang Exel dan tuan Rama lakukan". Ardi


"tuan....". bodyguard


beberapa bodyguard terlihat membantu tuannya dan membawanya ke dalam sebuah mobil dengan keluaran terbarunya.


"tunggu ...(seseorang dengan wajah rupawanya, mulai mendekati laki-laki yang kian masih memejamkan netranya)". Romi


"tu..tuan.(terlihat raut kaget)". bodyguard


"cih.... makhluk bodoh, bawa dia ke mansion ku ". Romi


"tapi tuan..."bodyguard


"jangan menentangku... kau tau siapa aku (dengan tatapan tidak sukanya)". Romi


"baik, tuan.(menurut)". bodyguard

__ADS_1


_skip_


"hiks....mas (Rumi berlari saat netranya melihat sosok yang sangat ia cintai dan segera menghambur kedalam dekapan Satria tanpa perduli suasana yang sangat masih nampak ramai itu) apa kau baik-baik saja ,(setelah ia bisa menguasai keadaan nampak Rumi memeriksa beberapa bagian tubuh milik Satria dengan tatapan takutnya)". Rumi


"cukup sayang...aku baik-baik saja. aku disini untuk menjemputmu (menangkap tangan Rumi yang masih saja merabanya dengan senyuman senangnya)". Satria


"lalu dimana kak Ardi kenapa dia tidak datang bersamamu mas?". Rumi


setelah menyadari kakak tersayangnya tidak terlihat.


"kak Ardi baik-baik saja dia ada urusan yang lain yang harus ia lakukan(Satria meyakinkan semuanya baik-baik saja) Caca ....(Satria baru tersadar bahwa sedari tadi ia tidak melihat anaknya)!!!". Satria


"Caca aman mas, Adam membawanya bersama Raka". Rumi


ada raut penasaran diwajah milik Rumi, namun Rumi hanya memendamnya. dan raut penasaran itu Satria bisa mengartikannya.


"tuan Rama masih baik-baik saja ,aku tidak membunuhnya. belum...!!! belum saja , yang perlu kau tau Rumi...aku tidak akan membiarkan manusia jahat itu menguasai dirimu lagi...(dengan tatapan intensnya)". Satria


"mereka sungguh keterlaluan aku disini dianggap sebagai apa? nampak Dimas memutarkan pandanganya...membatin". Dimas


sementara dilain tempat.


"om... tunggu om Caca masih ingin disini, (Caca kecil menarik-narik lengan milik Adam yang sudah terlihat risau itu)". Caca


"hei... gadis kecil ,kita pulang sekarang Daddymu sudah menunggumu...dan lihatlah Raka sudah menunggu kita (nampak Raka kecil sudah menunggunya didalam mobil sambil menatap bosan kearah Dimana Caca sedang duduk dengan manisnya disampingnya ada Daddy supernya yang terlihat sedang membujuk Caca) !!!". Adam


nampak Adam sedikit dibuat gerah oleh sosok kecil itu ternyata kenakalan Raka lebih baik dibandingkan dengan sosok gadis dengan tingkat kemanjaannya.


"om manis, tunggu Caca sebentar lagi...semenit lagi (dengan mata penuh binarnya)". Caca


ya Caca dan Raka, Adam bawa kesebuah taman hiburan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.


"anak ini sungguh aku tidak menyangka, dia Sungguh pandai merayu... bergumam". Adam


🌷hi...hi.... yang masih setia dengan karya receh dari author yang satu ini, untuk semuanya selamat tahun baru ya, semoga di tahun ini kita bisa lebih baik dalam segala hal (dalam kebaikkan).

__ADS_1


dan semoga selalu diberi kesehatan dan selalu diberi kelancaran dalam menjalani hari-hari. amin.🌷


__ADS_2