Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 2


__ADS_3

"hiks...mas Satria aku mohon bertahanlah...(Nona sedikit oleng tubuhnya merosot dengan dada yang terlihat naik-turun menahan getaran hebat ditubuhnya, betapa takutnya ia betapa bingungnya ia apakah dirinya benar akan kehilangan orang yang paling dicintainya)". Nona


"sekarang kau bisa lihatkan nyonya Nona, apa yang akan terjadi kepada tuan Satria kau terlalu memaksakan keadaan ini, dan apa yang akan terjadi kepada Caca, sudah jelaskah semuanya? (seolah Dimas Secara samar menodongkan senjata apinya yang diarahkan tepat di jantung Nona)". Dimas


"salahkan aku terus dosen ... salahkan aku bila itu membuatmu puas, disini aku memang salah aku salah telah memiliki cinta untuk mas Satria...hiks..(dengan nada yang teduh dan lemah betapa kacau dan kalutnya ia).".Nona


"sudahlah kalian selalu saja seperti ini, kak Dimas aku mohon padamu untuk tidak memperburuk keadaan". Ardi


nampak Ardi yang sangat kesal kepada dua insan yang selalu berperang dalam keadaan apapun.


"Hem.... huffftt". Dimas


nampak mengontrol dan meredupkan emosinya.


"tuan, apa sebaiknya aku pulang saja". Jasmin


melihat keadaan yang genting dan canggung membuat gadis muda yang datang bersama Adam sadar diri bahwa keberadaanya mungkin kurang tepat berada disana meskipun dirinya juga dalam keadaan ketakutan.


gadis muda yang terlihat akhir-akhir ini cukup dekat dengan Adam itu bernama Jasmin, gadis muda yang beberapa kali bertemu dengan Adam dalam keadaan kurang baiknya.


"tunggu Jasmin, tunggu sebentar saja untuk tetap bersamaku, aku akan mengantarmu pulang aku tidak akan membiarkan mereka mengejarmu lagi (Adam menahan lengan milik Jasmin yang hendak pergi)". Adam


gerakkan ditangan Adam sangat jelas Caca tangkap dan itu membuat Caca merasakan sesuatu kecemburuan yang nyata.


"Hem, (mengangguk mengiyakan)". Jasmin


"kalian semuanya jahat, Caca benci dengan kalian. kenapa... kenapa tidak ada yang memberi tahu Caca Daddy pergi ke rumah mendiang nenek?...


dan kenapa denganmu Tante , kenapa kau selalu saja mendekati Daddyku... tidak sadarkah Tante bahwa Caca tidak mau memiliki mommy selain mommy Rumi...(dan tatapannya beralih kepada Adam namun Caca enggan untuk mengomentari Adam Malah Caca melenggang pergi setelah meluapkan apa yang ia rasa, kekecewaannya)". Caca


"ca, jangan pergi...(gladis mengejar)". gladis


semuanya melihat kepergian gladis dan Caca.


"ca, (biasanya Adam selalu sigap dengan hal yang berkaitan dengan Caca, namun karena ada Jasmin ia mengurungkan niatnya)". Adam


"aku kan mengejar mereka (setelah menguasai keadaan, dengan langkah buru-burunya)". Dimas

__ADS_1


"huffftt....(nampak Ardi memejamkan netranya sejenak), kita doakan saja semoga semua berlalu dengan mudah...(dengan nada yang Pelan)". Ardi


"tuan,...". Adam


selang beberapa waktu.


drtttt.. drtttt.... salah satu ponsel dari beberapa insan dengan wajah kusam dan pucatnya berdering menandakan ada yang tengah menghubunginya.


📲 *" kak Dimas???... bergumam.


kenapa kau malah menelponku apakah Caca dan gladis sudah kak Dimas dapatkan?.


Caca?!!! a..apa...(Ardi terbelalak syok berkepanjangan dibuat dengan beberapa kejadian yang sangat menegangkan)"*. Ardi


"tuan, apa yang terjadi dengan Caca? (Adam antusias dengan khas khawatirnya disaat bibir Ardi menyebutkan satu nama yang begitu dekat dengan sosoknya)". Adam


"Caca mengalami sebuah kecelakaan, gladis tidak dapat menysulnya, Caca tertabrak salah satu pengendara di jalan...(tidak usah disebut ya, dengan wajah pucatnya)". Ardi


"Caca, tidak...tuan, dimana sekarang Caca?". Adam


belum sempat Ardi menjawab terdengar suara berisik branker yang membawa salah satu pasien mungil yang tengah tertidur lelap didampingi beberapa orang yang mengawalnya.


"Caca,...(semuanya tanpa terkecuali termasuk nona yang lemahpun ikut bangkit menghampiri branker yang membawa Caca)". semuanya


"maaf tuan dan nyonya pasien akan segera ditangani kami harap kerjasama...(para suster menghalau orang-orang yang berusaha ikut masuk)". perawat


dan beberapa detik kemudian dokter yang menagangi Caca masuk dan segera menjalankan perannya dan tugasnya.


masuk di ruangan yang sama dengan sang Daddy Satria.


"hahhhh..... kenapa ini begitu cepat (Dimas menghantam tembok dengan kepalan ditangannya betapa si.._l dirinya tidak bisa mengahalau kejadian itu)". Dimas


"hiks....apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ini terjadi kepada mas Satria dan Caca ku...(gladis merosot dan hilang dari kesadarannya)". gladis


"gladis.....". semuanya


dengan sigap Dimas dengan campur aduknya segera menggendong gladis untuk mendapatkan penanganan pertamanya.

__ADS_1


"suster...(berteriak)". Dimas


"hah.... tidak...ini semua gara-gara diriku...(nampak Nona menyalahkannya dirinya dan mencoba berlari menjauh dari sana dengan langkah gemetarnya)". Nona


"tunggu...Nona (nampak Ardi khawatir dengan keadaan Nona dan tanpa pikir panjang mengejarnya).


Adam tunggulah disini...(Ardi berjalan dengan kaki khas pincangnya dan sekilas Ardi melirik kearah Adam dan kearah laki-laki asing dengan rupa rupawannya yang pertama kali baru ia lihat)". Adam


setelah kepergian Adam dan semuanya kini tinggallah Adam ,jamsin dan laki-laki asing dengan rupa rupawannya.


"aku harap gadis kecil itu baik-baik saja...oh tuhan maafkanlah aku... (meremas rambut pendeknya, bergumam dengan wajah merasa bersalahnya)". Rangga


"apa kau yang telah menabraknya bocah... (Adam maju dengan tatapan kasarnya).


tidak akan aku biarkan kau lolos jika sampai terjadi apa-apa dengan Caca (mendorong dada bidang itu dengan tekanan kerasnya)". Adam


"tuan... tuan...aku mohon tenanglah, tolong kendalikan dirimu (jamsin menahan Adam dengan tatapan permusuhannya)". Jasmin


"maafkan aku tuan, aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi , gadis kecil itu dengan tiba-tiba menyebrang jalan sedangkan aku...(belum sempat Rangga menuntaskan ucapanya langsung dicegat dengan usapan kasar dari pihak lawan bicaranya)". Rangga


buggkkkkh......


"ahhhkh...". Rangga


rangga terhuyung hingga kedinding ya karena memang Adam mengerahkan seluruh tenaganya karena emosi yang terkumpul bagi Adam ini adalah kejadian yang sangat membuatnya begitu marah.


"aku tidak mau mendengar alasan apapun itu, yang aku mau tau dan dengar Cacaku akan baik-baik saja, dan jika tidak aku akan jamin aku akan membuat perhitungan denganmu ...(tatapan menyala)". Adam


"Hem...., (Rangga hanya mengusap bekas usapan kasar dari Adam tanpa membalasnya baginya ialah yang bersalah disini)". Rangga


ya Rangga disini adalah seorang mahasiswa umurnya beda tipis dengan gladis dan Jasmin.


sedangkan Ardi yang mengejar Nona dapat melihat Nona menghentikan langkahnya yang berada di ujung bangunan dengan tatapan kosongnya.


"apa yang kau lakukan Nona, Nona yang aku kenal bukanlah Nona yang seperti ini... (disaat Nona maju dengan tatapan kosongnya) sadarlah Nona, ini bukanlah sepenuhnya adalah kesalahanmu percayalah... semuanya akan baik-baik saja (Ardi menyeret dalam dekapannya sosok cantik dengan gaya glamournya )". Ardi


"hiks.... biarkan aku berakhir disini Ar, aku tidak sanggup bila harus melihat mas Satria meninggalkanku...aku sungguh tidak sanggup...(memberontak)". Nona

__ADS_1


tubuh Nona yang jangkung membuat Ardi sedikit kualahan ya disini Ardi tidaklah lebih memiliki tinggi badan dari Rumi menjadikan Ardi disini adalah laki-laki dengan tinggi badan sedikit kurang ideal.


__ADS_2