Tangisan Suci

Tangisan Suci
Berjalan di atas Tangisan


__ADS_3

"mas....(terkejut)". Rumi


"sayang, apakah ini adalah benar kau?.


kenapa sekarang kau ada disini? (lebih terkejut) ". Rama


"ini benar aku mas, aku penasaran saja, tidak biasanya kau menghilang dari kamar mas... apa yang kau lakukan tengah malam disini? (tatapannya menyelidik) ". Rumi


"aku,... aku tidak bisa tidur setelah aku terbangun dari tidur malamku. aku memutuskan untuk mendatangi rumah bacamu hanya itu saja, tidak ada yang lain (berusaha meyakinkan).


hem...kau sendiri kenapa kesini, seharusnya ibu hamil tidak boleh keluar malam-malam seperti ini, udara malam kurang baik untukmu dan kandunganmu (Rama menggiring Rumi untuk keluar bersamanya menuntunnya kembali kearah ke dikediamanya)". Rama


Rama begitu terkejut dan ada rasa yang indah menghinggap disana disaat istri tercintanya mulai menunjukkan perhatiannya ya meskipun Rumi menunjukkan rasa curiga kepadanya.


"mas ... apakah ada sesuatu hal yang kau tengah sembunyikan dariku mas?". Rumi


"sttt.... (menutup bibir Rumi dengan ibu jarinya) ibu hamil jangan banyak berfikiran yang tidak-tidak , ayo kita lanjutkan istirahatnya. aku tau kau mencariku sejauh ini karena aku tau kau tidak mau jauh dariku...Hem... benarkah seperti itu?! (Rama bertanya dengan jawaban yang ia persiapkan sendiri).. terima kasih sayang, kau sudah mau menerimaku kembali aku sangat menyayangi kalian". Rama


"aku..aku...hufft.


baiklah terserah kamu saja, tapi...tunggu jangan bawa aku keluar dulu, karena aku rasa kau telah menyembunyikan sesuatu rahasia besar didalam sana dariku mas, apa itu mas katakanlah segera kepadaku. (nampak mata Rumi menyelidik ke arah dalam rumah bacanya dari balik punggung Rama berusaha memastikan)?". Rumi


"stttt.... sudah aku katakan ibu hamil jangan berfikiran yang tidak-tidak, sekarang kita tidur lagi...(Rama merangkul salah satu pundak sang istri dan menuntunnya keluar menuju pintu masuk ke dikediamannya) aku sangat merindukan belaian mu sayang, kau terlalu sibuk dengan keluarga barumu hingga suami aslimu kau tega abaikan (dengan wajah khas memelas nan manja milik Rama)". Rama


"berlebihan kamu mas, bukannya kau sudah menyetujuinya dan tidak akan mengeluh dengan konsekuensi yang harus kau jalani ini. sudahlah aku juga masih sangat mengantuk, oh ya mas tolong ambilkan aku segelas air putih sebelum kau menyusul ku kekamar , anak kita sangat kehausan disini!". Rumi


deggg....nadanya begitu terdengar syahdu ditelinga Rama, wanitanya yang hamil baru beberapa bulan mulai menunjukkan kebutuhannya terhadapnya tidak seperti hari-hari sebelumnya.


"kau ini selalu saja menghindar disaat aku ingin mendapat kehangatan mu kau curang...bergumam (dengan senyuman senang sudut bibirnya menampilkan senyum samar).


(namun sejurus kemudian Rama tersenyum sesuatu).


baiklah...tunggu aku kembali membawakanmu minum...(Rama bergegas mencari apa yang tadi di pesan sang istri melihat sang istri melenggang pergi kearah kamarnya).

__ADS_1


malam ini kau tidak akan bisa menolakku... membatin". Rama


_skip_


"emmm....emmmm....plakkk....(sebuah tamparan yang mendarat), mas apa yang kau lakukan kepadaku mas...(Rumi memegangi bekas kecupan dari Rama dengan dada yang berirama)". Rumi


pasalnya Rama yang menyuapi ia minum tiba-tiba menyerobot bibir milik sang istri.


"aku hanya mencium istriku sendiri (terlihat Rama menaruh gelas yang sempat ia peggangi diatas nakas dengan senyum lucunya)". Rama


"keterlaluan kamu mas... berani-beraninya kau menciumku dimalam buta seperti ini. bukannya kau sudah berjanji tidak akan memaksaku lagi? (dengan kedua pipi yang merona karena kesal dan sedikit rasa kaget dan malunya)". Rumi


"sekarang jawab pertanyaanku perempuan paling cantik yang ada di hatiku, aku adalah sebagai apa dihidupmu dan apakah aku pantas dan boleh melakukan hal serupa kepadamu?". Rama


dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"kau... kau tentu adalah suamiku, tapi tidak boleh melakukan apapun tanpa persetujuan dariku terlebih dahulu (Rumi yang berdiri mulai mendaratkan pantatnya dikasur empuknya), mas...aku tidak ingin melakukan aktivitas apapun selain untuk beristirahat maafkan aku mas...(dan mulai menaikkan kakinya dan menarik selimutnya meninggalkan Rama yang menggebu-gebu dengan hasrat laki-lakinya yang sebulan lebih tidak mendapatkan jatahnya)". Rumi


"kau...(Rama memperhatikan istrinya yang mulai membaringkan tubuhnya dengan posisi miring yang membelakanginya)". Rama


"mas... kau...akhp ...lepaskan, apa yang kau lakukan... sudah aku katakan aku ingin beristirahat...(Rumi terkaget disaat tubuhnya merasakan kehangatan yang lain dalam selimutnya yang berusaha mendapatkan kenyamanan dari tubuhnya)". Rumi


"kali ini saja aku tidak bisa tidur jika kau selalu menolakku, aku sudah finis dengan sabarku sayang...Hem.... (dengan tidak sabarannya Rama mulai menyusup mencari mendapatkan kebutuhannya) semakin besar saja apa selama aku tidak menyentuh kepunyaan mu akan jadi bertambah besar seperti ini Hem... ". Rama


"akhp....(terkejut disaat Rama lihai bermain di kedua d..-nya dengan menahan rasa yang tidak bisa terelakkan meskipun Rumi berusaha menahan) cukup mas, jangan berbicara yang kotor...". Rumi


selang beberapa menit.


"mas cukup , cukup mas...kau ingat apa kata dokter...( Rumi menggigit telinga orang yang menggangu istirahatnya)". Rumi


"awwh...(menghentikan aktivitasnya dengan memegangi telinganya yang cukup dengan denyutan yang disebabkan oleh istrinya sendiri) ternyata kebiasaanmu tidaklah pudar dari sosokmu sampai sekarang , kau selalu saja bertindak nakal (Rama teringat pertama kali Rumi mengigit nya diawal pertemuannya).


Hem...aku ingat apa kata dokter, tapi aku sudah lupa dengan rasa sabarku (dengan menunjukkan gerakkan tangannya yang ia alihkan kebagian privasinya) ". Rama

__ADS_1


"cukup mas aku tidak mau mendengarkan apapun alasanmu, sekarang aku mau tidur.titik". Rumi


"ular...". Rama


"akh..... jangan bercanda mas, mana ularnya ...(mencari tatap kesegala arah dengan kewaspadaan hebat, dan karuan itu membuat Rumi melompat dan mendarat di gendongan hangat milik Rama dan dengan senang hati Rama menangkap sosok yang begitu ia saat ini sangat inginkan)". Rumi


"dibawah sini ujarnya (Rama mendaratkan tubuh milik Rumi dan perlahan menindihnya dengan tekanan yang pelan,posisi seperti ini sungguh sangat menguntungkan untuknya)


apa kau merasakan ularnya berada dibawah sana...hem...". Rama


"mas...maksudmu...dasar curang (Rumi menahan rasa malu bertubi-tubinya karena suami tidak tau malunya) mas jangan tatap aku seperti ini...(Rumi membuang wajahnya kesamping dengan rona dikedua pipinya)". Rumi


"degggg....rona wajah ini, apakah dia sudah mulai mencintaiku lagi...membatin.


(nafas keduanya menerpa permukaan kulit dari sang lawannya masing-masing) kenapa dengan wajahmu Hem... kenapa kau tidak berani untuk menatapku...(Rumi hanya diam mencoba menenangkan fikirannya).


sayang bersiaplah aku akan melakukannya malam ini...(Rama mulai menyerang disaat keadaan memihaknya)". Rama


"tunggu... jangan seperti ini mas...aku, aku tidak akan menolakmu lagi... tolong jangan seperti ini (disaat Rumi benar bisa merasakan dorongan h..-rat hebat milik suaminya)". Rumi


akhirnya Rama menghentikan aktifitas semerautnya mendengar penuturan dari sang istri membuat senyuman dibibirnya tertarik lebar.


"sekarang apa kau mau melayaniku hem...". Rama


"eem...(mengangguk mengiyakan dengan kedua pipi dan hidung yang memerah) kita akan melakukannya sesuai dengan anjuran yang kita dapatkan".


Rumi


perlahan tangannya merambat dan melolos gaun malamnya dan berikut aksesoris lainnya menampakkan putih bening polos dengan menampakkan perut yang masih rata, ya disana sudah ada Rama kecil yang berusaha tumbuh dengan seiring berjalannya waktu.


akhirnya dengan kerelaan hati Rumi mulai menjalankan perannya, membuat Rama m..-rang puas dengan keberhasilannya.


ini adalah awal yang baik dalam penantiannya.

__ADS_1


mungkin istrinya perlu sedikit diberi tekanan sedikit. atau memang benar istrinya saat ini juga sudah bisa menerimanya dan membuka hatinya untuk nya.


__ADS_2