Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daddy super


__ADS_3

Raka Wijaya adalah anak dari pasangan Rama Wijaya dan Arumi Fitrian, ia tumbuh dengan kekurangan kasih sayang dari seorang Daddy sahnya namun selama 1 tahun penuh kini ia hidup bagaikan kebalikan dari tahun sebelumnya.


kini ia berlimpah penuh kasih sayang dari Daddy-daddy supernya.


ya Arumi ditarik oleh kakaknya (Ardi) , dengan seorang Exel dari orang kepercayaan Rama dulu orang yang mengendalikan perusahaan Rama Wijaya. dengan kejeniusan dan bakat yang sudah terlahir sejak diusianya yang belia, membuat seorang Exel dengan mudah mengalihkan semua aset dari perusahaan Rama yang sekarang ditutup tanpa ada satupun pihak yang menyadarinya.


kini aset Rama ia (Exel) limpahkan kepada penerusnya Raka kecil tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pihak manapun kecuali Ardi, Karena dari ardilah Exel bertindak demikian.


Adam dan Alan adalah bawahan dari seorang Exel yang diutus untuk melindungi Rumi dan anaknya. kini mereka berdua menjalankan perannya masing-masing tanpa sepengetahuan yang lainnya.


_skip_


* disebuah kopi shop *


cklekkk...suara sebuah pintu dibuka.


"Daddy.....(Raka kecil yang masih dalam gendongan Adam berteriak dan ingin segera turun dari gendongan Adam setelah ia melihat seseorang yang 1 tahun ini begitu sangat menyayanginya)". Raka


ya kini Raka kecil sudah berumur 3 tahun, dengan tingkat keaktifan dan ditambah keingintahuan yang tinggi membuat Raka kecil susah diatur.


"kau sudah sampai sayang (Ardi menangkap tubuh kecil milik Raka), apa mommymu menyerah lagi denganmu? (sambil mencubit gemas pelan pipi Raka)". Ardi


"mom pergi...mom manyun (sambil memperagakan gerakan dibibir kecilnya) Raka suka sama Daddy Adam dan Daddy Alan, (ya kerena Meraka hanya menuruti Raka tanpa berdebat dengannya. dengan mengucek rambut mereka jika sudah diluar batas kesabaran mereka mengurus raka, sedangkan momnya Rumi akan lebih sering berteriak-teriak melarang ini dan itu ketika menemani Raka bermain karena super duper keaktifan dan keingintahuannya)". Raka


"anak Daddy yang pintar (Ardi sedikit menyunggingkan senyumannya ia teringat akan ulah dari keponakan lucunya itu disaat mengerjai Alan dan Adam, namun Adam terlihat lebih tulus dan sabar terhadap keponakan kesayanganya itu ada apakah gerangan?) Hem...dam ,Raka akan tinggal bersamaku selama Rumi belum Pulang. dan kau kembalilah kepada tugasmu yang awal (sambil tetap menatap gemas kepada pipi Raka dan sesekali melirik kepada Adam)". Ardi


"baiklah..., sesuai keinginan bos ku (tersenyum miring kepada ardi dan beralih kepada Raka) Raka sayang...Daddy pergi dulu...(sambil melambai)". Adam


"Daddy superhero....(diraut Adam seperti tidak mau dilepas) kenapa Daddy buru-buru, ayo... temani Adam main ...(berlari kecil sambil menarik-narik lengan Adam)". Raka


"sayang Daddy masih ada kelas ,Daddy janji setelah pulang Daddy langsung kesini. oh yah... Daddy pulang akan bawa hadiah, tapi izinkan Daddy untuk ke sekolah dulu (dengan rayuannya)!!!". Adam

__ADS_1


"ummm.... (nampak Raka kecil berfikir ) baiklah Raka setuju dad, tapi janji ya...(Raka kecil mengulurkan jarinya pertanda kesepakatan)". Raka


"janji....(Adam merespon uluran dari jemari kecil itu dengan senyum keberhasilannya)". Adam


sementara Ardi hanya memperhatikan interaksi antara kedua-nya.


"Hem.... semoga kau tidak melampaui batas Adam.... membatin". Ardi


🌾 Fila keluarga Wijaya 🌾


nampak Amanda keluar dari kamar anaknya Rama. dan berjalan ke arah dimana ruang kerja /perpustakaan yang saling bergabung.


"Hem... bagaimana Rom, (Amanda langsung ke titik pusat pembicaraan setelah melihat Romi yang baru kelaur dari ruang kerja.)". Amanda


"mom apa Rama sedang dikamarnya? (Romi nampak hati-hati dalam pengucapannya)". Romi


"Hem... (mengangguk), ayo sebaiknya kita obrolkan diruang keluarga (Amanda menuntun segera Romi kearah ruang keluarga)". Amanda


"bagaimana ini ...kenapa Rumi sangat sulit untuk ditemukan!!!. apa tidak sebaiknya kita mengadakan pernyataan atau pemberitaan disebuah media???". (Amanda putus asa)". Amanda


"jangan mom, itu tidak bagus untuk keluarga Wijaya. cara itu terlalu bahaya untuk karir kita, dan sangat banyak memunculkan dan mengundang benih-benih kejahatan dari berbagai sektor. kita akan tetap menggunakan kekuatan besar kita". Romi


"karir? apa itu sekarang masih penting nak, mom sudah benar-benar tidak kuat melihat saudaramu seperti itu...(kristal bening mom Amanda jatuh seperti biasanya, hanya rasa sesak dan pilu yang hinggap disaat pembahasan tentang Rama)". Amanda


"mom maafkan Romi, Romi tidak mau mengambil resikonya ,ini terlalu berbahaya. dan mom tau sendiri bagaimana peraturan keluar besar kita!!! Romi akan sekuat tenaga membantu Rama mom, kita semua perduli denganya....(mencoba memberi pengertian dan dukungannya) sudah mom tolong jangan menangis lagi....(jemari Romi terulur mengusap air mata mom Amanda yang jatuh) Romi janji akan menemukannya... Romi janji". Romi


"Rumi sebenarnya siapa yang tengah melindungimu, apakah Ardi? tapi dengan keadaannya yang seperti sekarang mana mungkin ia sekuat ini ya walaupun ardi sangat ahli dalam bidang ini namun apakah dia dibalik semua ini sedangkan dia tidak memiliki kekuasaan apapun, tapi apa salahnya aku berkunjung ke tempatnya yang sekarang... membatin". Romi


ya Ardi sekarang sudah tidak terikat dengan keluarga Wijaya manapun dan sekarang Ardi membuka sebuah kopi shop didaerah pinggiran kota dekat dengan sebuah taman wisata.


dan setau Romi kini Ardi hanya tinggal sebatang kara tanpa Rumi dan tanpa keluarga barunya keluarga ibu Rosa bersama anaknya Dimas.

__ADS_1


🌾 Di kediaman ibu Rosa 🌾


"apakah kau sudah bertemu dengan Rumi? (nampak binar dan harap di netra tua itu)".ibu Rosa


"belum bu, aku takut orang-orang keluarga Wijaya membuntutiku itu akan berbahaya bagi Rumi dan putranya (nampak kecewa dirautnya)". Dimas


"tapi ibu sangat ingin bertemu dengan nya nak ibu ingin sekali menggendong cucu ibu, kau kalah nak sampai sekarang kau belum mencari pengganti dari mantanmu itu...apa jangan-jangan kau masih memikirkannya (wajah tua renta itu penuh selidik)". ibu Rosa


"ibu... kenapa jadi membahas Dimas, Dimas akan menikah jika sudah waktunya (dengan pembelaan)". Dimas


"kau ini selalu saja berkata demikian, apa kau menunggu jandanya Arumi? (dengan menatap curiga)".ibu Rosa


"degggg.....(ada detakkan was-was disana) ibu...kau bi..bicara apa (dengan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal)!!! mana mungkin Dimas masuk kriterianya....". Dimas


"tuh....kan ibu dari dulu sudah curiga denganmu nak, ternyata benar kau menyukainya....(ibu Rosa tersenyum kecil)". ibu Rosa


"sudahlah Bu.... itu tidak mungkin, terlalu jauh. (Dimas menerawang)". Dimas


"Hem...baiklah kalau seperti itu kau istirahatlah ,kau terlihat lelah nak".ibu Rosa


"eem...(mengiyakan), Dimas masuk ke kamar dulu bu (dengan senyum yang terlihat dipaksakan)". Dimas


Dimas melangkah ke arah kamarnya berada , dan ibu Rosa masih setia menatap dengan kepergian dari anaknya.


"nak... ibu selalu mendoakan akan kebahagiaan kalian... bergumam".ibu Rosa


kini ibu Rosa yang semakin menua hanya mengecek rumah makannya ,hanya sekedar memantau tanpa ikut menunggu disana, ia sudah merasa lelah dan siap untuk masa pensiunnya.


hanya satu yang ia inginkan melihat anak-anaknya memiliki sebuah keluarga (Ardi,Rumi dan Dimas) ia ingin melihat cucu-cucunya tumbuh dewasa dalam kebahagiaan dan pantauannya.


Dimas membangun rumah ibu Rosa menjadi semakin besar dengan fasilitas yang semakin lengkap, itu ia dapati dari hasil ia bekerja menjadi seorang tenaga pengajar di sekolah favorit di kotanya dan ia menekuni berjualan online kecil-kecilan ia bermimpi untuk membangun sebuah toko oleh-oleh dan membangunnya disebelah rumah makan milik ibunya.ya Dimas juga memperbesar rumah makan dan mendesain rumah makan milik ibunya menjadi sebuah rumah makan yang bernilai estetika dengan gaya modern namun tidak menghilangkan kesan klasik dan adatnya.

__ADS_1


__ADS_2