
"aku menginginkan kau mengikuti permainanku...permainan yang akan selalu kau lakukan di setiap nafasmu...!
kau bilang kau tidak mencintaiku bukan? maka dari itu aku akan membuatmu jatuh cinta lagi dengan ku, apa kau mengerti....!!!
aku akan mencetak namaku didalam ingatanmu, didalam hari-harimu didalam kehidupanmu...kau akan selalu memikirkanku kau akan selalu mengingatku..dan kau akan selalu mencintaiku....dirimu ada hanya untukku Rumi. seperti janjiku diwaktu pertama kali aku menikahimu dulu,aku tidak akan pernah menceraikanmu, tidak akan pernah melepaskanmu dari genggaman tanganku... pahamilah takdirmu adalah menjadi jodohku untuk seumur hidupmu....(Rama mengucapkannya dengan penuh penekanan disetiap baris kata-katanya menatap tajam dengan perasaan campur aduknya)". Rama
meski bagaimanapun jahat dan kejamnya seorang Rama dia masih memiliki segenggam cinta untuk seseorang yang ia sedang berusaha adili.
kenyataan yang Rumi sempat tutup-tutupi tentang kehamilanya bersama Satria beberapa bulan setelah melahirkan, Rama melakukan tes DNA secara diam-diam dan dengan mencoba menerima Rama masih bisa bertahan dengan kenyataan yang menggores relung hatinya bahwa Aydan ternyata memang bukanlah anak kandungnya tapi benar mungkin Aydan adalah anak dari Satria seperti apa yang ia fikirkan.
ini tepat seperti kisah silamnya ketika dara wanita yang sangat dicintainya telah mengkhianatinya dengan musuh Daddy Samuel yaitu kenz.
🌷kenz? apa kabar ya dengan cikal bakal...yang berawal dari dendam sahabat sang Daddy???
author terlalu asyik dengan kisah muda-mudinya hingga melupakan sejenak si biang yang satu itu...🌷
disaat itu Rama tidak menerimanya, namun kenapa ketika yang melakukanya adalah Rumi wanita yang sama ia sangat cintai melakukan hal yang sama seperti dara , namun dengan susah payah Rama menerima anak yang bukan darah dagingnya. apakah cinta yang Rama berikan kepada Rumi adalah cinta yang setulus hati bukan karena obsesi???
tidak seperti cintanya kepada dara diwaktu dulu???
dan tentang pil sebuah penunda kehamilanlah yang cukup membuat Rama menjadi murka, ia sudah berusaha menerima Aydan sebagai anaknya namun tidak dengan pil penunda kehamilan Rama tidak bisa menerima hal itu.
"ampun mas jangan...aku belum siap, (menggelang disaat Rama memberikan sentuhan di kaki jenjangnya Rumi sudah bisa menebak apa yang akan terjadi dan berharap Rama melepaskannya disaat ini juga)". Rumi
"kau tidak adil sayang... kenapa kau bilang tidak siap dengan suamimu sendiri, kau jahat....kau sungguh kejam sayang...(Rama tidak peduli dengan penolakkan Rumi bahkan Rama memulainya dengan sedikit tuntunan amarahnya)". Rama
krakkk....trakkkk... anggap saja suara sebuah kain yang disobek-sobek.
"jangan mas...aku mohon (disaat lagi-lagi kedua tangan mulus milik Rumi terangkat keatas dan terbelitkan sebuah tali yang membuat gerakkannya terbatas) hiks... ampun mas (fikirannya sudah buntu , Rumi benar-benar jatuh disaat ini juga)". Rumi
__ADS_1
"jangan memintaku untuk tidak melakukannya kepadamu sayang, karena saat kini aku benar-benar menginginkanmu, kau ada digenggaman tanganku penuh....!". Rama
dengan amarah dicampur rasa kecewanya Rama menguasai istrinya tanpa ampun, rasa cintanya hanyut dalam kegalauan hatinya. kesabaran seorang Rama benar-benar diuji oleh seseorang seperti Rumi seseorang perempuan dari kalangan biasa namun menarik Rama dalam buaian cintanya hingga Rama tidak bisa perpaling darinya dan membuat setengah jiwanya gila disaat Rama merasakan kehilangannya, bahkan beberapa kali keceroboh dan kebohongannya Rumi dapat Rama ampuni dengan begitu saja.
"hahhhhh.... hahhhhhhh....". Rama
terlihat Rama yang sudah selesai dengan aksinya yang telah menunaikan hasratnya, nampak ia merebahkan dirinya dengan senyuman mengembang menatap kepada sosok disampingnya yang tertidur lelap dengan keadaan yang cukup memprihatinkan , bagaimana tidak cara Rama menguasai Rumi bagai seseorang yang sedang kesambet hingga tiada memberikan ruang bagi Rumi untuk bernafas.
perlahan Rama melepaskan tali yang membelit kedua tangan Rumi dan mulai menyingkirkan kain yang terkoyak tidak karuan itu hingga kini poloslah tubuh milik sang istri. dengan telaten Rama membersihkan sisa keganasannya dan menutup seluruh bagian tubuh sang istri dengan selimut hingga menyisahkan bagian wajah dan kepalanya saja.
"cup...., (mengecup kening seseorang yang sedang tertidur terlelap) maafkan aku, aku melakukan ini kepadamu sayang, hanya cara ini yang dapat aku lakukan kepadamu supaya kau benar-benar bisa menerimaku Kembali.
hening....(Rama sangat menikmati proses permainannya hingga Rumi tiada kuasa menahannya dobrakan perasaan campur aduknya membuat Rama menggila)
semoga saja kau mau memberikan cintamu lagi untukku , aku yakin Rama kecil yang kedua akan membawamu kepadaku lagi....cepat hadirlah Rama kecil bantulah Daddy untuk mendapatkan mommy Rumi seutuhnya lagi...(dengan mengelus perut Rumi yang baru beberapa bulan lalu terlihat rata)!". Rama
sementara itu dilain tempat.
🌾 Rumah sakit 🌾
"hiks....dosen Dimas.... bertahanlah!!! (nampak gladis mondar-mandir diruang Dimana dimas ditangani)". gladis
"duduklah... dosen Dimas pasti kuat, kita doakan saja apa yang terbaik". Satria
"mas....(Nona menyentuh pundak Satria berusaha ikut menenangkan laki-laki idamannya)".Nona
Caca menangkap gerakkan itu dan menatapnya tidak suka.
"tapi aku takut dosen satria tidak selamat, mas Satria lihatkan dosen Satria sampai muntah darah...aku sangat khawatir (dengan raut gelisahnya)". gladis
__ADS_1
ya bagi gladis, Dimas selain adalah penolongnya sosok yang dapat menggantikan mas satrianya, Dimas juga adalah sosok yang begitu sangat ia kagumi.
"apa yang terjadi Satria...(muncul sosok dengan kursi roda didampingi sosok manis tampan dengan lesung dikedua pipinya)". Ardi
"om Ardi om Adam,...(Caca menghambur memeluk Adam dan keadaan itu membuat hening sejenak) mommy ...mommy Rumi...hiks...Caca kehilangan mommy...". Caca
"mommy Rumi???". Adam
"ia om, Caca kehilangannya!!! (dengan air mata yang meleleh betapa sedihnya Caca ya Rumi baginya sudah Caca anggap sebagai ibu kandungnya sendiri)". Caca
"tenanglah....(Adam berusaha menenangkan Caca dengan menepuk-nepuk lengannya)". Adam
"apa mommy Rumi tadi kesini?". Ardi
kini giliran Ardi yang bertanya penasaran.
"mba Rumi dibawa tuan Rama om.., kejadian ini sangat begitu cepat, Caca dan aku sudah melihat dosen Dimas dengan lukanya dan mas Satria...(ucapnya terhenti disaat gladis melihat kedekatan Nona dan Satria)". gladis
"Rama!!! hem....
tenanglah... gladis jelaskan ini dengan pelan...(Ardi menuntun)". Ardi
sedangkan bola matanya beralih menatap kedua insan yang nampak mencari kedekatan.
"jika Rumi menemui semuanya berarti Rumi sudah melihat perubahan dari Satria, dan itu pasti membuat Rumi sakit hati dan sebenarnya apa yang telah terjadi hingga Dimas harus dibawa kerumah sakit???.... membatin". Ardi
cklekkk.... Suara sebuah pintu ruangan yang menangani Dimas terbuka dan menampilkan dokter spesialis dengan wajah lega namun masih diselimuti raut rumitnya.
"dokter...!!!". semuanya
__ADS_1