
"Tadi kata teh Dawa,masalah seperti tadi sore sudah dua kali terjadi! kapan yang pertamanya?" tanya kang Hatim.
"Waktu itu,bapa mengadakan sayembara,siapa saja yang mampu menjawab pertanyaannya dengan tepat,maka dia akan di nikahkan dengan Alvi.Hampir semua laki laki yang sudah cukup umur untuk menikah,dan tertarik oleh Alvi!" jawab teh Dawa.
"Kapan abah mengadakan sayembara seperti itu? kok aku gak tahu!" tanya kang Hatim.
"Waktu itu kalau gak salah kamu lagi di pesantren yang di Bogor!" jawab teh Zahra.
"Oooh,pantesan,tapi kan teh Alvi nikahnya sama kang Roni,dan bukan santri abah!" kata kang Hatim.
"Iya,karena tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan dari apa!" kata teh Zahra.
"Terus,kenapa bisa sama kang Roni?" tanya kang Hatim.
"Bapa menyebar luaskan bahwa dia mengadakan sayembara seperti itu hingga akhirnya banyak para ulama ulama yang datang untuk melamar Alvi untuk anak mereka.Namun,syarat tetap syarat abi ingin menanyakan hal yang di sayembara kan kepada calon suami Alvi,bukan sama bapa mereka!" jawab teh Dawa.
"Terus?"
__ADS_1
"Nah,ternyata dari sekian banyak anak anak kyai kyai hanya satu orang yang bisa menjawab pertanyaan abi,yaitu Roni bin As-Roni bin As-Sudais!" jawab teh Zahra.
"Emang abah memberikan pertanyaan sesulit apa?" tanya kang Hatim.
"Kami juga tidak tahu,setiap peserta yang mengikuti sayembara masuk ke kamar apa dan di sana mereka di tanya tanya!" jawab teh Zahra.
"Aku ingin tahu,berarti aku harus menanyakannya ke kang Roni!" kata kang Hatim.
"Teteh juga pernah menanyakannya ke Roni,dan kata Roni,pertanyaan yang abi berikan tidak boleh di bocorkan kepada siapapun termasuk jawabannya! dan yang akan tahu pertanyaan dan jawaban itu adalah Hatim,dia yang akan mengetahui semua itu tanpa di beri tahu oleh orang yang dia kenal! itu kata bapa kata Roni!" kata teh Dawa.
"Aku akan tahu dari orang yang tidak ku kenal ya? kok aku jadi semakin penasaran ya!" kata kang Hatim.
"Nah,waktu itu santri bapa yang mengikuti sayembara itu kesal kepada Roni karena dia tidak bisa menjawab tapi Roni bisa.Dan ternyata peserta lain juga seperti itu hingga saling melampiaskan dengan cara bertengkar dengan tujuan memperebutkan Alvi!" kata teh Dawa.
"Lalu,bagaimana cara abah mengatasi masalah itu?" tanya kang Hatim.
"Apa menyuruh mereka pulang dan mencari jodoh mereka masing masing!" jawab teh Zahra.
__ADS_1
"Terus,kalau ini gimana? kan tidak mungkin menyuruh Indri pulang dan mencari jodohnya sendiri!" kata kang Hatim.
"Hanya ada dua cara!" kata kang Rahmat.
"Apa aja kang?" tanya kang Hatim.
"Kamu nikahi dia! itu cara yang pertama!" kata kang Rahmat.
"Tidak mungkin kang kalau itu,satu saja aku belum bisa membahagiakannya apalagi dua! iyakan Bi?" tanya kang Hatim sambil melirik ke arah Hana.
"Bi? apa Bi?" tanya teh Zahra.
"Bi,dari Hubbi,artinya cintaku!" jawab kang Hatim membuat Hana tersipu malu dan saudara saudaranya juga ikut senyum senyum.
"Bagus Tim!" kata teh Dawa sambil mengacungkan jempolnya karena tidak menyangka jika adiknya yang kata orang kaku bisa sedikit romantis.
"Cara yang kedua,panggil orang tua c wanita itu dan jelaskan baik baik!" kata kang Rahmat.
__ADS_1
*Gabung di grup AuthorSyiba ya,jadi kalian bisa ngobrol sama Author,bisa mengkritik,bisa bertanya tanya masalah,bisa curhat,siapa tahu Author bisa bantu menyelesaikan masalahπ πππ