
"Maaf!" kata kang Hatim.Dari tadi mulai berangkat dari rumah sampai ke rumah teh Alvi,lalu pulang lagi ke rumah,mereka tidak saling bicara sekalipun.Hingga akhirnya kang Hatim mengeluarkan satu kata,yaitu maaf.
Hana hanya diam membaca sebuah buku.
"Hana? apa kamu dengar saya?" tanya kang Hatim.
Hana menjawab pertanyaan kang Hatim dengan anggukan.
"Saya minta maaf!" kang Hatim mengulangi perkataanya.Namun,Hana tetap diam membaca buku.
"Hana! saya minta maaf!" kata kang Hatim dengan nada bicara sedikit meninggi.
"Aku ke kamar dulu kang,mau mandi!" kata Hana dan langsung menuju tangga.
Kang Hatim hanya bengong melihat tingkah laku istrinya.
"Apasih yang dia mau?" tanya kang Hatim.
Setelah sampai kamar,Hana langsung ke kamar mandi.Sesuai perkataannya pada kang Hatim,dia mandi dengan air dingin.Dia ingin menghilangkan rasa kesalnya terhadap suaminya.
Selesai mandi dan berpakaian,Hana kembali turun ke bawah,dan ternyata kang Hatim sudah tidak ada di sana lagi.
Dia kemana? kenapa dia gak bawa hand phone? tanya hati Hana.
Hana langsung pergi ke dapur dan langsung memasak.
__ADS_1
"Bagaimanapun juga,kang Hatim kesal karena aku! tapi,harusnya dia mengerti kalau perempuan itu butuh banyak waktu untuk menghias dirinya!" Hana bicara sendiri sambil mencuci daging sapi yang membeku akibat di simpan di dalam
"Aku masak apa ya? aku gak terlalu bisa masak daging sapi!" Hana kebingungan untuk memasak daging sapi itu.Dia tahu rasanya juga tahu namanya,tapi dia tidak pernah membuatnya.
"Aku harus tanya siapa ya? apa aku tanya bi Ani ya? tapi aku malu,apa tanya teh Zahra? malu juga!"
Ting
Hand phone kang Hatim berdering seolah olah memberi ide pada Hana.Hana segera melihat hand phone kang Hatim.Ternyata ada notifikasi bahwa ada pesan chat group WhatsApp santri nusantara.
Hana tersenyum menemukan ide setelah menggambil hand phone itu.Dia membuka aplikasi berwarna merah dengan ada tanda segitiga tiga tengahnya.Dia menulis sesuatu di kolom pencarian.
Kang Hatim masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam,namun tidak ada jawaban.Dia mencari hand phone nya.
Potong daging sapi berbentuk kotak kotak kecil,atau sesuai selera suara seorang wanita dari arah dapur.
"Siapa yang bersama Hana?" Kang Hatim menuju dapur.Dan ternyata hanya ada Hana sendiri yang sedang memotong motong daging sapi sesuai arahan.
Kang Hatim tersenyum melihat istrinya yang ternyata menggunakan hand phone miliknya untuk melihat tata cara memasak.
"Ekhem,apa kamu melihat hand phone saya?" tanya kang Hatim.
"Akang? ah iya kang,ini hand phone nya,aku pakai,maaf ya,gak ijin dulu!" Hana menyerahkan hand phone itu ke kang Hatim sambil gugup.
"Kamu sedang memakainya?"
__ADS_1
"Iya kang,maaf gak ijin dulu!"
"Kamu pakai untuk apa?"
"Melihat cara memasak kang!"
"Ya sudah,ini gunakan saja!" Kang Hatim memberikan hand phone itu kembali ke Hana.
"Tidak perlu kang,sudah selesai kok!"
"Kamu baru memotong motong daging itu,kamu belum memasak dan mencampurkan bumbu apa apa di daging itu!"
"Iya kang!"
"Ya sudah,ini pakai saja!"
"Iya kang,terima kasih!"
"Saya mau ke luar,jika kamu ada perlu sama saya,saya ada di ruangan saya!" kata kang Hatim.
"Iya kang!"
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim setelah tangannya di cium oleh Hana.
"Waalaikumussalam!"
__ADS_1